
"..... Berhenti!!!"
Puluhan penjaga tampak sedang mengejar Davidestorm di salah satu jalan yang cukup besar di Victoria Town. Mereka semua membawa beberapa senjata seperti tombak, clurit, sabit, dan pisau. Raut wajah para pasukan itu terlihat sangat murka.
Sementara itu, Davidestorm yang masih berlari sekuat tenaga sampai-sampai keringatnya bercucuran deras hingga membasahi sekujur tubuhnya, "Osh.. osh.." Davidestorm mulai ngos-ngosan, ia meringis lalu berkata, "Sialan..!! Alun-alunnya dimana sih ini!! Mau ketempat pertemuan saja susahnya minta ampun!! Nasib jadi kelinci percobaan..!!"
Para pedagang yang sedang berjualan dipinggir jalan, maupun para pengunjung yang sedang berlalu lalang menikmati suasana Victoria Town pun sedikit kebingungan dengan aksi kejar-kejaran antara Davidestorm dan puluhan para penjaga ini.
Tak berselang lama, Davidestorm yang berlari pun tak sengaja menabrak salah satu pedagang yang berjualan apel, "Brakk!!" Apel dari gerobak itu pun mulai berceceran di jalanan karena tertabrak oleh Davidestorm. Sang pedagang pun langsung berteriak kesal karena perbuatan dari Davidestorm yang membuatnya mengalami kerugian.
"Woi!! Kalau lari liat-liat dong bocah kurang ajar..!!"
"Ma-maafkan aku, Jiisan!!!"
Aksi kejar-kejaran antara Davidestorm dan puluhan penjaga pun masih berlangsung. Bahkan, satu jam telah berlalu dan mereka pun masih melakukan pengejaran terhadap Davidestorm.
Davidestorm pun mulai kehabisan nafasnya karena dipaksa harus berlari sejauh mungkin agar tidak tertangkap oleh puluhan penjaga. Antara menggunakan kekuatan kameranya atau tidak, ia sangat ragu. Davidestorm lebih memilih untuk tidak membuat kekacauan dan terus berlari dan berlari.
Pada akhirnya, Davidestorm pun melihat sebuah gang sempit dihadapannya, ia berniat masuk kedalam gang sempit tersebut, namun Davidestorm kembali ragu. Ketika ia sekali menoleh kebelakang dan masih diikuti oleh puluhan penjaga, seketika keraguan dalam hatinya pun sirna.
Tanpa ragu, Davidestorm pun langsung berbelok dan masuk ke dalam gang kecil tersebut. Dan terlihat cukup banyak pasukan yang tak mengetahui Davidestorm yang tiba-tiba masuk ke gang sempit dan melewatinya begitu saja. Menyadari hal itu, Davidestorm pun sedikit terselamatkan.
"Yokatta.." Davidestorm pun langsung ambruk dan berbaring sembari melentangkan kedua tangannya di gang sempit tersebut. Ia bersyukur bisa bernafas kembali secara melegakan, "S-sialan.. aksi kejar-kejaran ini mengingatkanku pada sebuah game bertema medieval. "
Davidestorm mengontrol dan mengatur nafasnya kembali yang tak beraturan, ia mengusap keringatnya yang membasahi wajahnya lalu...
"Oeyy..!! Dia ada disana..!!" Kesialan kembali menyertai Davidestorm, salah satu penjaga menyadari Davidestorm yang sedang berbaring di gang sempit. Tanpa pikir panjang penjaga itu langsung mengejar Davidestorm kembali.
"..... Apa?!! Kenapa dia menemukanku?!! Beri aku istirahat selama satu menit saja!! Aku capek!! Karena aku bukanlah seorang popeyy haddeh.." ucap Davidestorm.
Ketika penjaga tersebut hendak menyerang Davidestorm dengan tombak, tiba-tiba seorang perempuan berambut panjang dengan pakaian tradisional datang dari atas dan menendang wajah penjaga itu hingga tersungkur dan pingsan, "Jduakk..!!"
"Eh?"
Sosok perempuan tersebut pun berdiri dihadapan Davidestorm sembari mengibas-ngibaskan rambutnya yang memancarkan aura kecantikan. Seolah-olah pria manapun yang melihat sosok perempuan ini akan terpesona.
"Apa kau baik-baik saja?"
Sosok perempuan tersebut menoleh ke arah Davidestorm dengan senyuman manisnya, dan disaat yang bersamaan wajah Davidestorm memerah, sepertinya dia telah terpesona oleh kecantikan sosok perempuan misterius yang telah menyelamatkannya ini.
"Y-ya.. a-aku ba-baik saja.." Davidestorm berucap terbata-bata karena pesona kecantikan dari perempuan tersebut begitu luar biasa. Sampai-sampai hati Davidestorm bergetar saat melihatnya.
"Ada kotoran dihidungmu.." Ya, itu hanyalah sebuah kebohongan, mana mungkin sosok perempuan cantik tersebut akan mencium bibir Davidestorm seperti pada cerita romens. Perempuan itu mengusap kotoran di hidung Davidestorm menggunakan sebuah kain berwarna biru dengan corak burung merak.
"Te-terima kasih, kalau boleh tahu, siapa namamu?" tanya Davidestorm.
"Namaku Esmeralda." Sosok perempuan misterius yang telah menyelamatkan Davidestorm ternyata bernama Esmeralda, "Aku kasihan sekali padamu karena dikejar-kejar oleh puluhan penjaga tanpa alasan yang jelas.." lanjutnya.
"Ya- itu benar, aku juga tak tahu kenapa mereka mengejarku.."
"Kalau boleh tahu, siapa namamu wahai pria macho?"
Davidestorm pun kegirangan tidak jelas ketika Esmeralda menyebutnya sebagai pria macho, "Na-namaku adalah Davidestorm..!! Wuahaha!! Jelas aku adalah pria macho karena aku sering menggunakan Granier men!!"
"Davidestorm, ya? Mau ikut denganku? Aku yakin kau pasti akan dikejar-kejar oleh mereka para penjaga itu."
"Huh? Pergi kemana?"
"Ke Mighty Town, kau bisa tinggal di rumahku, aku akan menyediakanmu teh terenak di Lunarian.." Esmeralda kembali tersenyum dan memancarkan aura kecantikannya kepada Davidestorm.
Senyuman yang mempesona, seindah bulan purnama, bahkan seorang dewa sekalipun akan terpesona dengan senyuman tersebut. Kini kedua mata Davidestorm berbentuk love ketika melihat kecantikan Esmeralda.
"Baiklah, Esmeralda-cwannn!!! Bodoh amat dengan tempat pertemuan, lagipula aku dijadikan kelinci percobaan oleh mereka..!! Aku ikut Esmeralda cwannn~~♥♥♥" Davidestorm setuju untuk ikut bersama Esmeralda.
*****
Sementara itu, di alun-alun Victoria Town, terlihat Yoshino, Vika, Killa, Alice, Kenkomura, Franksboy, dan Keikomaru yang tengah berkumpul di tempat pertemuan yang dijanjikan, kini mereka semua hanya tinggal menunggu kedatangan dari Davidestorm.
"Haddeh, dia lama sekali sampai disini. Apa jangan-jangan dia masih dikejar-kejar puluhan penjaga ya?" gumam Yoshino yang sedikit mengkhawatirkan Davidestorm.
"..... Tapi, Davidestorm kan bisa kabur dengan mudah menggunakan kekuatan kameranya. Apa jangan-jangan dia bersenang-senang bersama wanita yang baru saja ia temui?" tanya Killa.
"Lagi-lagi firasat burukmu muncul lagi, Killa. Ya ada kemungkinan rekanmu itu sedang bersenang-senang dengan seorang wanita sampai lupa dengan pertemuan ini.." ucap Alice.
Namun disisi lain, Ushiwakamaru masih kepikiran dengan apa yang dibuat oleh Izumi dan Hozuki, "Tunggu dulu, apa kalian tidak merasakan keanehan? Kenapa Izumi dan Hozuki bisa sampai di pulau Lunarian mendahului kita?"
"..... Woi, Ushikonoyarou-kun, apa kau lupa kita sempat tersesat di lautan karena kau salah memberi arahan, konoyarou.." Franksboy pun langsung menatap tajam Ushiwakamaru.
"Hehe.. gomen-gomen, aku kan sedikit lupa hehe.. jadi jangan marah hehe.."
B E R S A M B U N G