
526 - Game Zone
Zhakarchenko dan Svedkauskas pun mulai melesatkan serangan pembuka. Zhakarchenko melesatkan beberapa bola pinball dan Svedkauskas melesatkan beberapa anak panah. Akan tetapi, kedua nya berhasil menghindari serangan tersebut dengan sangat mudah.
"..... Sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang menarik diantara kita berdua, Zhakarchenko." ucap Svedkauskas sembari tersenyum licik menyeringai.
"Benar. Tapi tetap kaulah yang kalah dalam pertarungan ini." ucap Zhakarchenko.
Tak berselang lama kemudian selembar kertas muncul tepat diatas telapak tangan Svedkauskas, "Golden Ticket.." Svedkauskas menyebut selembar itu adalah Golden Ticket.
Zhakarchenko memasang posisi waspadanya. Dia akan berhati-hati dan sigap bila Svedkauskas akan melakukan serangan kejutan.
"Zhakarchenko, apa kau cukup bosan dengan pertarungan yang biasa saja? Aku ingin menyarankan padamu untuk bertarung di tempat bermain, bagaimana, Zhakarchenko?"
"Bertarung di tempat bermain? Jangan konyol, aku sudah bukan anak-anak lagi. Bermainlah dengan dirimu sendiri.."
Svedkauskas memegang sebuah golden Ticket di tangan kanannya. Dia menunjukkan Golden Ticket tersebut kepada Zhakarchenko, "Lihatlah, ini adalah Golden Ticket. Dengan Ticket ini, kita bisa bertarung di tempat bermain yang cukup menyenangkan."
"Kau sudah gila ya, Svedkauskas. Inilah akibatnya bila kau bergaul dengan seorang iblis."
"Dunia bermain. Aku menyebutnya Wonderland Zone. Sungguh menarik, bukan?"
"Wonderland apalah yang kau maksud itu. Aku sama sekali tak peduli. Aku tahu, kau hanya ingin menjebakku saja ke dunia anehmu itu."
"Ya. Kau benar, Zhakarchenko. Kau cukup pintar juga, ya. Kali ini aku berencana untuk membawamu ke Taman Bermain. Akan kubuat kau tersiksa berkali-kali lipat di dalam Zona Taman bermain, Wonderland!!!"
"Cih. Tampaknya dia mempunyai kekuatan yang cukup berbahaya dibanding teman-temannya yang lainnya. Aku harus sangat waspada kali ini." Gumam Zhakarchenko
"Zhakarchenko!!! Kita lakukan pertarungan yang luar biasa!!" Svedkauskas pun langsung berlari ke arah Zhakarchenko dengan cukup cepat sembari memegang Golden Ticket di tangan kanannya.
Zhakarchenko yang melihat hal itu pun langsung bergerak mundur beberapa langkah, "Aku akan membuatnya memasuki Zone ku terlebih dahu-" Zhakarchenko terkejut akan sesuatu. Tiba-tiba Svedkauskas sudah berada tepat dihadapan Zhakarchenko dan langsung menempelkan golden Ticket itu ke dada Zhakarchenko.
"Selamat datang di taman hiburan, Zhakarchenko!!!"
"G-gawat!!! Sialan!! Dia tiba-tiba saja begitu cepat!!!"
Tak berselang lama kemudian, Golden Ticket tersebut mengeluarkan sinar cahaya putih yang sangat terang menyilaukan seperti sebuah bom cahaya yang meledak.
Sementara itu, disisi lain. Terlihat Firehn dan Legolas yang sudah mencapai Dataran tinggi level 6. Dataran tinggi level 6 adalah dataran tinggi level terakhir sebelum mencapai puncak, tempat Filimonov berada.
Kala itu, Firehn dan Legolas tidak menemukan keberadaan seseorang dari pihak Filimonov sama sekali, akan tetapi, tiba-tiba aliran darah muncul dari dalam tanah bersamaan dengan munculnya seorang perempuan. Perempuan itu adalah Elizabeth.
Kali ini, Firehn dan Legolas sama sekali tak mengenali Elizabeth, berbeda dengan para petinggi lainnya yang mereka kenal karena dari kalangan pejabat.
"Siapa dirimu?" tanya Firehn.
"Tidak perlu siapa diriku. Aku disini hanya bertugas untuk menghadang kalian." ucap Elizabeth.
"Enyahlah!!!" Legolas langsung terbang ke arah Elizabeth dengan sangat cepat dan mencoba untuk menyerangnya dengan serangan dari energi elf nya.
"Bloody Hand.." Aliran darah yang sangat banyak keluar dari tubuh Elizabeth membentuk sebuah tangan raksasa dan langsung menangkap Legolas dengan cukup mudah, "Grepp!!"
"Aghh!!!"
"Sayang sekali. Kalian berdua bukanlah lawan yang sepadan denganku." ucap Elizabeth sembari tersenyum licik menyeringai.
Beberapa detik setelah itu, tiba-tiba dan secara mengejutkan Izumi dan Yoshino datang dari langit sembari melesatkan serangan pukulan es dan serangan pedangnya ke arah Elizabeth.
"Huooo!!! Ice-Ice No Elephant Hits!!!"
"Rasakan serangan dari pedang Black Lotus ku ini!!!"
"!!!!!" Elizabeth cukup terkejut dengan kedatangan Izumi dan Yoshino yang turun dari langit begitu saja, "Apa-apaan mereka ini?! Kenapa mereka bisa datang dari langit?!" Elizabeth pun memanipulasi darah menjadi sebuah perisai untuk menahan serangan dari Izumi dan Yoshino.
Selain itu, Firehn dan Legolas juga sedikit terkejut dengan kedatangan Izumi dan Yoshino.
"Kalian berdua!!!" ucap Firehn.
"Maaf kami terlambat, Paman!!" ucap Izumi sembari tersenyum lebar.
Flashback beberapa saat yang lalu ketika Izumi dan Yoshino berada diantara dataran tinggi level 3 dan dataran tinggi level 4. Mereka berdua tampak sedikit kesal karena harus menaiki setiap levelnya untuk menuju puncak..
"Izumi, apa kau tidak punya ide agar kita bisa mencapai puncak dengan cepat? Kalau kita harus menaiki dataran tinggi di setiap level nya, ini akan sangat membuang-buang waktu." ucap Yoshino.
"Setelah kau mengatakan ini, sepertinya tiba-tiba aku mempunyai ide yang cukup cemerlang, Yoshino." ucap Izumi.
"Ide apaan tuh?"
Izumi pun langsung memegang kerah baju Yoshino, setelah itu kekuatan es langsung melapisi kedua kaki Izumi. Beberapa detik kemudian, kekuatan es Izumi memanjang dari kedua kaki Izumi hingga membuatnya terangkat ke udara, ketika kedua kaki Izumi terlepas dari es yang memanjang tersebut, Izumi dan Yoshino pun langsung terlempar ke udara dengan sangat cepat.
Izumi memprediksi bahwa dirinya akan terlempar langsung ke puncak, namun hal itu sedikit melesat dan mendarat di dataran tinggi level 6 hingga bertemu dengan Firehn dan Legolas.
Flashback pun berakhir, seperti itulah kronologi kejadiannya sehingga Izumi dan Yoshino bisa sampai di dataran tinggi level 6.
Elizabeth menatap wajah Izumi dan Yoshino. Setelah menatap mereka berdua, Elizabeth pun sedikit merasa tak asing dengan Izumi dan Yoshino.
"Oey, kalian berdua. Sepertinya kita sudah pernah bertemu sebelumnya.." ucap Elizabeth.
"Bertemu? Kapan? Aku sama sekali tak ingat apapun tentangmu!" ucap Izumi.
"Ya. Benar, Izumi. Aku juga sama sekali tidak mengenalnya. Apa perempuan ini hanya mengaku-ngaku saja pernah bertemu dengan kita.." ucap Yoshino.
"Tidak. Aku yakin sekali kita pernah bertemu sebelumnya. Kita bertemu di Potograper Iceland." ucap Elizabeth.
"Potograper Iceland? Pulau tempat tinggal Davidestorm itu, ya. Apa kau juga salah satu petarung di turnamen itu?" tanya Izumi.
"Yeah. Aku juga salah satu petarung yang mengikuti turnamen tersebut. Ya.. masa bodoh juga kau ingat atau tidak.. aku juga tidak terlalu peduli.. untuk saat ini, aku akan menghabisi kalian disini, aku tidak akan membiarkan kalian lewat dengan mudah begitu saja.." ucap Elizabeth sembari tersenyum licik menyeringai.
"Tuan Firehn, dia adalah wanita yang sangat berbahaya!! Aku merasakan kekuatan yang sangat berbahaya darinya!!" ucap Legolas yang berdiri tepat didepan Firehn.
"Sepertinya kalian sangat bersikukuh sekali untuk membunuh Filimonov, bagaimana kalau kita membuat kesepakatan?" tanya Elizabeth sembari tersenyum licik menyeringai.
"Kesepakatan?! Aku tidak akan bersepakat denganmu!!" ucap Izumi dengan tegas.
B E R S A M B U N G