Cosplay

Cosplay
Chapter 212 - Kekacauan Di Medan Perang!



Gempa yang tercipta dari hentakan kaki Alonso itu pun membuat guncangan di seluruh area medan perang dan membuat medan perang menjadi sangat kacau. Pasalnya, gempa dahsyat tersebut mengakibatkan pergerakan tanah hingga membuat tanah tersebut mengalami keretakan dan menciptakan sebuah lubang yang cukup dalam.


Bahkan, cukup banyak dari pasukan Aliansi maupun pasukan Bajak Laut Hristov yang terpelosok ke dalam lubang yang dalam tersebut.


Ditambah, guncangan yang begitu hebat itu sangat terasa di garis depan, di tempat Izumi dan Yoshino berada. Kini mereka berdua terheran-heran dengan datangnya gempa yang secara tiba-tiba ini.


"Gempa?! Kenapa bisa ada muncul sebuah gempa secara tiba-tiba?!" ucap Izumi dengan raut wajah yang terheran-heran.


"Entahlah, aku juga tak tahu apa yang sebenarnya terjadi." ucap Yoshino yang sambil mengamati sekitar.


Izumi dan Yoshino pun mencoba untuk menyeimbangkan diri mereka agar tidak goyah dan terjatuh karena guncangan gempa yang terjadi saat ini.


Disisi lain, terlihat Marc yang masih berdiri diatas monster bangunan raksasa miliknya sambil memegangi kepala monster raksasa tersebut agar dirinya tidak goyah dan terjatuh ke tanah. Marc pun tersenyum menyeringai ketika melihat Yoshino dan Izumi yang sangat terheran-heran dengan apa yang terjadi.


"Kalian berdua jangan kebingungan begitu. Akan kuberitahu pada kalian, gempa ini diciptakan oleh rekanku, Alonso." ucap Marc.


"Alonso?" gumam Izumi sambil menatap ke arah Marc.


Sementara itu, terlihat Schamaucher, Jeff, Envelope, Fabio, dan juga Emily yang merupakan Tim Rendahan langsung mendekat ke monster bangunan milik Marc dan langsung berpegangan dengan salah satu tangannya.


"Alonso-san menggunakan kekuatan gempa ini tanpa memikirkan pasukan kita. Sepertinya Alonso-san tidak memikirkan kalau sampai kehilangan banyak pasukan gara-gara kekuatan gempa yang ia gunakan." ucap Jeff.


"Alonso-san pasti mempunyai sebuah rencana. Kita yakin aja padanya." ucap Schamaucher.


Sementara itu, tak jauh dari lokasi Izumi dan Yoshino berada, terlihat Shu Kobayashi yang seketika menghentikan pertarungannya melawan Espener ketika guncangan gempa itu terjadi.


"Gempa?!" Shu terkejut.


"Sialan, kenapa Alonso menggunakan kekuatan itu tanpa memikirkan apa yang terjadi dengan pasukan kita." ucap Espener sambil menoleh ke arah Alonso dari kejauhan.


Sementara itu, disisi lain medan perang, terlihat Davidestorm yang masih berada diatas robotnya sambil memperban luka Jou akibat pertarungannya melawan Saint Anterwep. Jou sudah sadar dari pingsannya. Dan, disisi Davidestorm dan juga Jou terlihat Schuikhov yang masih tertidur pulas setelah berhasil mengalahkan Saint Anterwep.


Mereka juga merasakan guncangan gempa yang terjadi saat ini. Davidestorm dan Jou terlihat sangat keheranan dengan gempa hebat yang terjadi saat ini.


"Apa?!! Kenapa terjadi sebuah gempa?!" ucap Davidestorm.


"Pasti ini kekuatan musuh, entah itu dari pasukan terkuat milik Hristov." ucap Jou.


Disisi lain medan perang, terlihat Ezeqia dan Melody yang sedang bertarung melawan pasukan kroco Hristov setelah mengalahkan Tim Elite Number Two pun dikejutkan dengan gempa yang mengguncang medan perang.


"Ada apa ini?! Kenapa ada gempa yang begitu dahsyat?!" Ezeqia pun mencoba untuk tetap mengatur keseimbangan tubuhnya agar tidak terjatuh ke tanah.


"Sepertinya gempa yang terjadi ini diakibatkan oleh kekuatan musuh. Aku juga merasakan, asal dari kekuatan ini berasal dari garis depan sana.." ucap Melody.


"Kalau begitu, aku akan menuju ke garis depan dan membantu siapapun orang yang yang sedang menghadapi musuh kuat itu." ucap Ezeqia.


Tak berselang Ezeqia dan Melody pun langsung berlari bergegas menuju ke garis depan di tengah-tengah guncangan gempa yang masih berlangsung.


Sementara itu, digaris belakang beberapa puluh meter sebelum ke tempat lokasi tim medis pasukan Aliansi. Terlihat Kikukawa yang masih menggendong Mikukawa yang pingsan. Ketika ia berjalan menuju ke tim medis, Kikukawa juga dikejutkan dengan guncangan gempa yang begitu hebat.


"A-apa yang sebenarnya terjadi?!" Kikukawa terkejut.


Tak berselang lama, terlihat Chu Kobayashi yang tak sengaja melihat Kikukawa yang sedang menggendong Mikukawa yang sedang pingsan. Melihat hal tersebut, Kobayashi pun langsung menyapa dan bertanya.


"Kak Kikukawa, apa yang sedang terjadi dengan kak Mikukawa?"


"Dia dikalahkan oleh salah satu musuh, tapi musuh itu sudah aku kalahkan, dan saat ini kenapa tiba-tiba terjadi gempa?" ucap Kikukawa.


"Untuk sebelumnya, terima kasih telah menyelamatkanku..!! Untuk saat ini, aku akan kembali ke medan perang." ucap Kobayashi.


"Ya, berhati-hatilah."


Setelah itu, Kobayashi pun bergegas menuju ke medan perang kembali. Sementara itu, Kikukawa pun melanjutkan jalannya menuju ke lokasi tim medis sembari menggendong Mikukawa yang pingsan.


Sementara itu, disalah satu lokasi di medan perang, terlihat Lost Heaven yang sedang memperban luka dari Vika yang sudah bangun dari pingsannya. Didekatnya juga terlihat Killa yang sedang mengkhawatirkan Vika. Setelah itu, mereka bertiga dikejutkan dengan gempa yang mengguncang.


"Uwaa..!!" Killa terkejut dan spontan berteriak.


"Gempa ini pasti berasal dari kekuatan musuh yang asalnya berada di garis depan sana." ucap Heaven.


Mendengar perkataan Heaven, sontak membuat Vika sedikit terkejut, pasalnya Izumi dan Yoshino saat ini berada digaris depan. Vika dan Killa pun khawatir akan hal itu.


"Izumi dan Yoshino saat ini berada di garis depan?!" ucap Vika terkejut.


Sementara itu, disisi lain medan perang, terlihat Kiu yang sedang bertarung melawan beberapa kroco dari pasukan Hristov dikejutkan dengan guncangan gempa yang terjadi. Ia pun menjadi kebingungan dengan apa yang terjadi.


"Apa?! Gempa?!" Kiu terkejut, lalu ia pun terjatuh dalam posisi terduduk karena ia tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya dari guncangan gempa yang berlangsung saat ini.


Tak berselang lama, terlihat Kia yang berlari ke arah Kiu. Lalu, ia pun berteriak, "Kiu..!! Apa kau tidak apa-apa?!"


Kia pun langsung mencoba untuk membantu Kiu berdiri kembali. Setelah itu, Kiu pun menjawab, "Ya, aku tidak apa-apa. Cuma, aku sedikit heran dengan gempa ini, apa yang sebenarnya terjadi?"


"Sepertinya gempa ini berasal dari kekuatan musuh." ucap Kia.


"Kalau gempa ini disebabkan oleh musuh, berarti dia musuh yang sangat kuat." ucap Kiu dengan raut wajah sedikit panik.


BERSAMBUNG