
Chapter 512 - Kami Melakukan Ini Karena Pekerjaan.
Mereka, para pendemo pun langsung membongkar identitas masing-masing yang merupakan bagian dari pasukan Revolusi. Kini terjadi bentrokan yang cukup besar tepat di depan pagar wilayah area Istana Negara. Para pasukan Pemerintah yang berjaga di depan pagar Istana terlihat sedang memegang sebuah perisai besar untuk mempertahankan wilayah agar pasukan Revolusi tidak berhasil menerobos pagar dan memasuki wilayah.
Sementara itu, tepat di belakang pasukan Pemerintah yang memegang perisai pun ada pasukan pemerintah yang bertugas untuk menembaki para pasukan Revolusi itu.
Puluhan Pasukan Revolusi yang berada di garis depan pun banyak yang menerima luka-luka karena tembakan yang dilesatkan oleh beberapa Pasukan Revolusi.
Sekilas, seorang pria dari pasukan Revolusi yang membawa sebuah pedang pun mencoba untuk menebaskannya kepada salah satu pasukan Pemerintah yang sedang berjaga. Akan tetapi, tebasan tersebut berhasil ditahan dengan sebuah perisai.
Kedua pihak saling menyerang dan mempertahankan. Bahkan tak banyak diantara mereka yang saling berdebat satu sama lain.
"Oey!! Kenapa kalian masih saja menjadi pasukan Pemerintah setelah mengetahui kebusukan dari Presiden Filimonov!!"
"Ya, kami sudah tahu akan hal itu!!!"
"Lalu, kenapa kalian masih membela dan mempertahankannya. Seharusnya kalian bergabunglah dengan kami untuk mengalahkan dirinya!!"
"Tidak bisa!! Kubilang aku tidak bisa melakukan hal itu!!"
"Apa maksudmu kau tidak bisa?!!"
"Aku sudah berkeluarga, aku mempunyai tiga orang anak. Istriku sedang sakit. Jadi, aku butuh uang!! Aku tidak bisa menolak hal ini!! Karena kami melakukan ini bukan karena kemauan kami!! Tapi, kami melakukan hal ini karena pekerjaan kami!! Kami membutuhkan uang!!!"
"Apa?! Sialan!! Ini situasi yang cukup rumit. Tapi, kalau kalian kami beri uang, apa kalian mau berhenti dari pekerjaan ini?!"
"Tidak. Ada satu hal lagi aku tidak bisa pergi dari pekerjaan ini."
"Kenapa?"
Salah satu pasukan Pemerintah itu memperlihatkan leher bagian kanan dengan jari telunjuknya. Mereka terlihat cukup ketakutan. Dan terlihat ada sebuah simbol semacam kambing bertanduk pada leher mereka.
"Simbol apa itu?"
"Ini adalah simbol kutukan. Kami tidak bisa pergi dari pekerjaan ini. Kalau kami melakukannya, maka kami akan dianggap sebagai penghianat. Lalu, kutukan ini akan bekerja.."
"Kutukan apa yang kau maksud?"
"Bila kami melanggar maka kutukan dari simbol ini akan bergerak ke sekujur tubuhku. Lalu membakar tubuhku hingga menjadi abu.."
"A-apa?! Filimonov sialan!!!"
Ditengah-tengah perdebatan itu, Raiden pun datang dan langsung menyela pembicaraan antara salah satu Pasukan Revolusi dan salah satu Pasukan Pemerintah.
"Kalau begitu maafkan aku. Ini demi revolusi. Setelah perang berakhir, aku akan meminta maaf karena berbuat kasar kepada kalian, ya walaupun ini demi pekerjaan kalian. Tapi ini sangkut pautnya dengan Masa depan Negeri ini!!" Raiden pun langsung memukul wajah salah satu dari pasukan Pemerintah hingga terpental. Raiden menerobos jauh kedalam sembari menghindari tembakan-tembakan yang dilesatkan oleh Pasukan Pemerintah.
Raiden bergerak dengan diikuti Nekoniku, Kenokinu, dan Paladin yang berada dibelakangnya. Mereka menerobos hingga pada akhirnya, mereka berempat langsung menendang pagar secara bersamaan hingga roboh.
Mereka berempat pun memasuki wilayah Istana Negara.
"Oey!!! Siapapun cepat hentikan mereka berempat!!! Kita tidak boleh membiarkan mereka menyerang Tuan Filimonov!!!"
"Ya!!!"
Sementara itu, terlihat Ben dalam mode burung elang nya dan Legolas dengan sayap elf nya pun terbang melewati penjagaan begitu saja. Selain itu pasukan Revolusi kini juga memaksa untuk melewati pagar. Tidak peduli mereka terkena serangan apapun.
Sementara itu, tepat dibelakang. Terlihat Izumi dan Yoshino yang berjalan di tengah-tengah kerumunan pasukan Revolusi sembari tersenyum bersemangat.
"Oey, Yoshino. Apakah kita harus berada di garis depan untuk membukakan jalan kepada mereka semua?" tanya Izumi.
"Ya. Sepertinya itu ide yang cukup bagus." jawab Yoshino.
Izumi dan Yoshino pun langsung bergerak dengan cepat ke arah ribuan pasukan Pemerintah yang mencoba menghalangi pasukan Revolusi untuk memasuki pagar. Mereka pun melancarkan serangannya masing-masing.
"Ichiryu: Tatsumaki!!!"
"Uaghhhh!!!!!"
Karena serangan yang dilancarkan Izumi dan Yoshino. Pertahanan yang dijaga oleh Pasukan Pemerintah pun semakin melonggar. Oleh karena itu, banyak dari Pasukan Revolusi yang kini berhasil melewati pagar yang roboh tersebut. Izumi dan Yoshino juga berhasil memasuki wilayah Istana Negara.
Sementara itu, tampaknya Vika, Killa, dan Davidestorm yang terpisah dengan Izumi dan Yoshino pun mulai menyadari sesuatu.
"Hadeh. Lagi-lagi kita terpisah dengan Izumi dan Yoshino. Kemana sih mereka disaat-saat begini?" tanya Killa sembari menepuk jidatnya.
"Anoo.. Tampaknya mereka berdua sudah berada di garis depan." ucap Vika.
"Apa?!!!" Killa terkejut dengan jawaban dari Vika.
"Ya bagaimana lagi. Mereka sangat bersemangat kalau masalah gelud. Aku juga mungkin takkan bisa menghentikan mereka berdua.." ucap Davidestorm.
"Astaga. Padahal tadi mereka berdua masih berada didekat kami. Tiba-tiba saja mereka berdua sudah berada di garis depan saja." ucap Killa.
~
Tak hanya di depan pagar. Ribuan pasukan Pemerintah juga terlihat berjaga tepat di depan pintu masuk Istana Negara. Mereka takkan membiarkan pasukan Revolusi itu untuk menemui Filimonov.
Pada akhirnya pertempuran tak bisa dihindari. Pertempuran antara Pasukan Revolusi dan Pasukan Pemerintah kini berlangsung secara sengit di halaman Istana Negara yang luas.
Legolas yang terbang di udara pun langsung melesatkan beberapa tembakan anak panah yang menciptakan ledakan kecil. Karena serangan itu, pertahanan dari Pasukan Pemerintah sedikit kocar-kacir. Sementara itu, Benn yang berada dalam mode elang nya tengah mengintai keberadaan dari Filimonov.
"Dari sini terlihat cukup banyak jendela. Dan, untuk saat ini, Filimonov berada di ruangan yang mana?" gumam Benn.
Sementara itu, Filimonov yang berada di ruangannya pun telah melihat pemandangan perang yang berlangsung di halaman Istana Negara. Dia tersenyum licik menyeringai.
"..... Hebat sekali, mereka bertarung mengorbankan nyawa hanya untuk melakukan sesuatu yang bodoh." Ucap Filimonov. Dia berdiri dari tempat duduknya, "Mereka mengira akan dengan mudah mengalahkanku begitu saja? Tampaknya mereka salah besar."
"Lalu, apa kau akan segera memulai game itu, Filimonov-kun?" tanya Elizabeth yang berada disisi Filimonov.
"Yeah. Game ini akan kuberi nama Death Zone. Mereka pasti akan merasakan keputusasaan yang belum mereka rasakan. Aku berencana melenyapkan mereka semua, para sampah tak berguna itu." ucap Filimonov.
Sementara itu disisi lain. Terlihat Xia, Xianfeng, Dapidson, dan Pilkington baru saja memasuki wilayah Istana Negara. Tampaknya mereka pun langsung bergerak ke arah Istana Negara yang kini dijaga ketat oleh ribuan pasukan Pemerintah.
"Semuanya, jangan lengah!!!" ucap Xia dengan ekspresi wajah seriusnya, karena kalau tidak serius, lengah sedikit saja akan berakhir ditelan kematian.
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G