
Pasukan Angkatan Laut yang dipimpin oleh Rocky Whitecoffe pun begitu kerepotan saat melawan Hristov. Pasalnya, Hristov dengan menggunakan pedang maupun tanpa menggunakan pedang bisa mengalahkan puluhan bahkan ratusan pasukan Angkatan Laut dengan begitu mudahnya.
Disaat yang sama, terlihat Izumi yang masih bersikeras menuju ke tempat pertarungan Hristov dan Angkatan Laut berada. Akan tetapi, Marc beserta Tim Rendahan Bajak Laut Hristov masih terus menghadang Izumi.
"Minggirlah, kalian..!!"
Ketika Izumi melihat pasukan Angkatan Laut yang dibantai dengan begitu mudahnya oleh Hristov, sontak membuat hati Izumi terdorong agar terus pergi menuju ke tempat Hristov dan Angkatan Laut berada.
Namun, Yoshino langsung menepuk pelan pundak Izumi lalu berkata, "Sudah kubilang sebelumnya, Izumi. Sepertinya tidak ada cara lain untuk mengalahkan mereka terlebih dahulu agar kau bisa pergi kesana."
"Cih.." geram Izumi.
Selang beberapa saat, Izumi pun langsung menembakkan pistol es ke arah Schamaucher dan yang lainnya secara bertubi-tubi, "Rasakan ini, Ice-Ice No Point Blank..!!"
Peluru es tersebut melesat meliuk-liuk ke arah Schamaucher, Jeff, Fabio, Envelope, dan Emily. Namun, mereka berlima berhasil menghindarinya dengan cukup mudah. Setelah itu, Marc yang masih berdiri diatas monster bangunan raksasa itu pun kembali mengendalikannya untuk memukul Izumi.
Menyadari hal tersebut, Yoshino pun langsung berlari dihadapan Izumi sembari menarik pedang Sebastiannya. Lalu, melompat ke udara dan menahan pukulan monster bangunan milik Marc menggunakan dua pedangnya, yaitu pedang Black Lotus dan pedang Sebastian.
"Heh, jangan harap aku akan membiarkanmu begitu saja, sialan." ucap Yoshino.
Setelah itu, Izumi pun langsung melompat diatas tangan monster bangunan raksasa tersebut. Lalu berlari menuju ke arah Marc berdiri. Setelah itu, Izumi pun mengarahkan kedua tangannya kebelakang. Tak berselang lama, Izumi pun melapisi kedua tangannya dengan es.
"Aku akan mengalahkanmu disini sekarang juga..!!"
Akan tetapi, kecepatan lari Jeff yang luar biasa membuat dirinya bisa berlari di udara dengan begitu mudah, kembali berhasil menendang Izumi dan membuatnya terpental dan menjauh, "Buaghh..!!
"Wyungg..!!"
Izumi pun mendarat ke tanah dengan begitu mulus. Namun, raut wajahnya yang begitu kesal, ia pun menatap tajam Jeff sambil berkata, "Daritadi, kau selalu saja menghalangiku. Sepertinya kau yang harus kukalahkan terlebih dahulu."
"Ya, terserah apa katamu." ucap Jeff.
Setelah itu, terlihat Yoshino yang mencoba untuk mendorong tangan dari monster bangunan raksasa itu kebelakang dengan kedua pedangnya. Lalu, ia pun kembali berpijak ke tanah, tepat disamping Izumi.
"Mereka benar-benar merepot-" Yoshino yang belum menyelesaikan perkataannya pun dikejutkan oleh Schamaucher yang datang dari atas mencoba untuk menebas Izumi dan juga Yoshino.
"Kalian berdua, enyahlah..!!" teriak Schamaucher.
Dengan sigap, Izumi dan Yoshino pun menghindari tebasan Schamaucher dari atas dengan cukup mudah. Akan tetapi, terlihat Envelope yang sudah belakang Izumi dan juga Fabio yang sudah dibelakang Yoshino. Mereka berdua mencoba untuk menusuk Izumi dan Yoshino dari belakang.
"Kalian berdua lengah..!! Mati saja..!!" ucap Fabio dan Envelope secara bersamaan.
"Freze..!!"
Izumi menghindari serangan Envelope sembari membalikkan badannya, lalu menyentuh sisi pedang milik Envelope dan langsung membekukannya dengan kekuatan es nya.
"Apa?!!" Envelope terkejut
Ketika es Izumi sudah membekukan pedang milik Envelope dan perlahan merambat ke arah tangan Envelope, sontak membuat Envelope langsung melepaskan pegangan pedangnya dan mundur beberapa langkah kebelakang.
"Rasakan ini, Ice-Ice No Snake Ice..!!"
"Buaghhh..!!!"
Pada akhirnya, Izumi pun berhasil memukul Envelope tepat di perutnya dengan kedua tangan esnya yang memanjang.
"Uaghh..!!"
Envelope sedikit memuntahkan darah dari mulutnya, ia terlihat begitu kesakitan, setelah itu dirinya pun langsung terpental cukup jauh hingga menabrak beberapa pasukan kroco milik Hristov.
Disaat yang sama, terlihat Yoshino yang mengarahkan pedang Black Lotusnya kebelakang untuk menahan serangan dari Fabio. Yoshino melirik ke arah Fabio sambil tersenyum menyeringai, lalu ia berkata, "Hoi, kau kira menyerangku dari belakang bisa membunuhku semudah itu."
"Apa?!" Fabio terkejut.
Yoshino pun langsung membalikkan badannya ke arah Fabio. Lalu, ia pun melakukan pose gerakan teknik dua pedangnya.
"Nitoryuu..!! Double Impact..!!"
"Batss...!!"
Yoshino pun berhasil menebas dada Fabio hingga tercipta luka berbentuk X di dada Fabio, "Uaghh..!!" Fabio merintih kesakitan, tak berselang lama ia pun langsung ambruk di tanah, "BRUAKKKKK..!!"
"Hiyaaaaa..!!" Schamaucher kembali datang ke arah Yoshino dan menebaskan pedangnya ke arah Yoshino secara membabi buta, "Batss..!! Bats..!!"
"Hei.. hei.. kalau kau saja belum bisa mengalahkan Kobayashi, jangan harap bisa mengalahkanku." ucap Yoshino sambil menghindari tebasan pedang yang dilontarkan oleh Schamaucher.
"Huh?! Sudah kubilang, aku sudah berbeda dari yang dulu..!!" ucap Schamaucher.
Schamaucher pun sedikit muak dengan perkataan dari Yoshino. Lalu, sekilas kedua mata Schamaucher mengeluarkan sinar cahaya berwarna merah. Dan, dengan gerakan yang begitu cepat, Schamaucher berhasil melewati Yoshino dan berhasil membuat sebuah goresan di pipi Yoshino.
Yoshino pun sedikit terkejut ketika melihat gerakan Schamaucher yang begitu cepat melewatinya. Lalu, ia pun langsung melirik ke arah pipinya yang berdarah karena goresan pedang milik Schamaucher.
Yoshino pun tersenyum menyeringai lalu membalikkan badannya ke arah Schamaucher. Dan, terlihat Yoshino yang memasang raut wajah begitu kesal dan bersemangat. Ia menatap tajam Schamaucher.
"Baiklah, aku akan serius menghadapimu, sialan." ucap Yoshino.
"Ya, sebaiknya kau serius melawanku, kalau tidak, kemungkinan kau akan mati ditanganku." ucap Schamaucher.
*****
Sementara itu disisi lain, tepatnya di sekitar lokasi medis kubu aliansi. Terlihat Kikukawa yang berdiri beberapa meter dihadapan seluet seorang pria yang mengenakan jubah dengan tudung jubahnya menutupi sebagian wajah dari pria tersebut.
Terlihat pria tersebut tersenyum menyeringai lalu berkata, "Wah-wah, perang besar sudah berlangsung ya? Beberapa saat yang lalu aku juga merasakan sebuah gempa yang cukup hebat. Aku yakin, gempa itu pasti ulah Alonso."
"Huh? Kau siapa? Tiba-tiba datang dan berkata tidak jelas seperti itu. Kau ada dipihak kami atau dipihak musuh?" ucap Kikukawa.
BERSAMBUNG