
Vika terkejut karena seorang pria datang secara tiba-tiba dan bertanya."H-huh?"
"Mesin pembunuh?" Tanya Killa, kemudian ia melirik Izumi, ia menunjuk Izumi yang sedang makan dengan sangat lahap."M-maksudmu dia?!"
Izumi berhenti dari makannya, sejenak ia diam dan menatap pria yang datang tersebut. Izumi menelan makanannya yang masih berada di mulut nya. Kemudian ia,"Mesin pembunuh? Siapa yang kau maksud mesin pembunuh, bakayarou!!"
"A-ah maafkan aku, Oniisan. Aku tadi hanya mendengar tentang mesin pembunuh, ah iya, Perkenalkan namaku Zimbermann, aku hanya seorang pesulap jalanan.." ucap Zimbermann.
"Pesulap jalanan? Ada hubungan apa pesulap dengan mesin pembunuh?" Tanya Izumi.
"Hehehe, aku hanya tertarik dengan mesin pembunuh yang berada dalam cerita dongeng, maaf Oniisan aku tidak bisa membedakan dunia nyata dan dunia dongeng.. hehehe.." ucap Zimbermann.
"Oh, souka.. kukira, kau sedang mengincar sebuah mesin pembunuh untuk melukai seseorang.." ucap Izumi sambil memegang sebuah pizza di tangan kanannya.
"B-baiklah, Oniisan. Maaf mengganggu waktu anda, saya mau pamit dahulu. Permisi Oniisan.." Zimbermann tersenyum dan berpamitan kepada Izumi untuk pergi .
"Baiklah, hati-hati kawan!" Ucap Izumi.
Killa dan Vika menyadari keanehan terhadap orang yang bernama Zimbermann tersebut.
"Dia sepertinya menyembunyikan sesuatu, dan sepertinya ia punya rencana yang licik.." batin Killa.
"Dia bukan pesulap jalanan, mana mungkin seorang pesulap mengincar sebuah mesin pembunuh, dia lemah dalam hal berbohong.." batin Vika.
Disisi lain di pulau Sambomaster, di sebuah jalan raya dengan kondisi hancur..
Terlihat Yoshino sedang memandang kekacauan yang terjadi di jalanan."Aku tersesat, dimana Izumi, Vika, dan Killa. Sialan, aku ditinggal.. dan apa yang terjadi disini, pasti seseorang telah membuat kekacauan.."
Tiba-tiba dua orang asing menghampiri Yoshino..
Yù Göttenbürg, dia salah satu dari kru Arata Kobayakawa, ia langsung menodongkan pistol tepat di kepala Yoshino."Yoshino Aizawa, salah satu kru dari bajak laut Cosplay yang dipimpin oleh Izumi, jangan melawan.."
Sreettt... Yoshino kemudian mencoba menarik salah satu pedangnya, tetapi..
Nikolaenko Sjierszhmansky, dia salah satu kru dari Arata Kobayakawa, ia memegang tangan Yoshino yang hendak menarik pedangnya." Lima detik kemudian, kau mencoba menyerang kami berdua. Tapi sayang sekali kau mati tertembak di kepala karena melawan.."
"Cih.." geram Yoshino. Kemudian Yoshino mengangkat kedua tangannya."Apa mau kalian?"
"Diam, dan ikuti saja perintah kami, kalau kau tak mau mati yuhuhuhu.." ucap Yu.
"Aku bisa melihat beberapa detik masa depan, jadi aku tahu apa yang kau lakukan selanjutnya. Jadi jangan macam-macam.." ucap Nikolaenko.
"Aku menyerah. Kalian bisa menangkapku.." ucap Yoshino,"Lebih baik aku ikuti rencana mereka dulu.."
Yoshino pun tertangkap oleh Yu dan Nikolaenko kru dari Arata Kobayakawa si pembuat onar di pulau Sambomaster.
Disisi lain pulau Sambomaster, terlihat Alice, Kenkomura dan Franksboy sedang mencari keberadaan Hozuki.
"Lagi-lagi dia tersesat di saat-saat yang begini! Kemana si bodoh itu pergi sekarang?!!" Alice terlihat sangat kesal karena Hozuki yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
Mendengar perkataan Kenkomura, Franksboy langsung melihat suasana di sekitarnya yang sedikit hancur."P-pemandangan indah? Ini bisa disebut sebagai pemandangan kehancuran.." ucap Franksboy.
"Sudahlah, jangan khawatirkan dia, dia itu orang yang kuat, mana mungkin ia tertangkap dengan mudah. Aku berani bertaruh.." ucap Kenkomura.
Disisi lain, di sebuah rumah kosong, terlihat Hozuki sedang terikat oleh rantai besi, ia tertangkap oleh seseorang.
"Sekarang, dimana roti bakarnya?! Aku mencium aroma mentega disini, pasti ada seseorang yang memanggang roti.." ucap Hozuki sambil tersenyum lebar.
Kiyo Gallette, ia salah satu kru dari Arata Kobayakawa, ia berhasil memancing Hozuki dan menangkap Hozuki."Bisa-bisanya kau bisa tersenyum lebar dengan kondisimu yang tertangkap begitu, apa kau sudah pasrah untuk mati?"
Flashback dimulai....
Beberapa menit yang lalu, terlihat Hozuki, Alice, Kenkomura dan Franksboy sedang menelusuri pulau Sambomaster.
"Yatta~ yatta~ ini sangat seru sekali! Pulau Sambomaster ini terlihat sangat kacau, aku ingin bertarung! Bertarung! Dan bertarung!" Hozuki berjalan sambil bersemangat.
Kenkomura yang melihat Hozuki pun juga berpendapat,"Benar, aku juga sudah gatal ingin bertarung, aku ingin mencari lawan yang pantas.." ucap Kenkomura.
"Kalian ini bodoh ya?!! Dasar maniak bertarung?!! Apa kalian tidak tahu siapa dalang dari kerusuhan di pulau Sambomaster ini??!" Teriak Alice dengan nada membentak.
"Memangnya siapa dalangnya? Aku tidak tahu, apakah dia seseorang yang kuat" tanya Hozuki.
"Dalang dari kekacauan ini adalah Arata Kobayakawa, dia sangat lah kuat karena bisa membuat kacau sebagian pulau Sambomaster." Alice menjelaskan kepada Hozuki dan Kenkomura.
Tiba-tiba, dari arah selatan terjadi sebuah ledakan, Franksboy terkejut karena ledakan itu yang secara tiba-tiba.
"Lihatlah disana! Ada sebuah ledakan!" Franksboy menunjuk ke arah ledakan.
Alice pun langsung menoleh ke arah ledakan,"Itu pasti ulah Arata Kobayakawa, dia kembali membuat kekacauan lagi."
"Orang itu bisa menarik perhatian angkatan laut, besok atau lusa mungkin angkatan laut pasti akan berada di pulau ini.." ucap Kenkomura yang langsung menoleh ke arah ledakan.
"Jadi kita harus benar-benar bergegas pergi dari pulau ini, bagaimana menurutmu, Hozuki?" Tanya Franksboy, saat Franksboy menoleh ke Hozuki, tiba-tiba Hozuki telah menghilang tanpa jejak.
Kemudian terlihat Hozuki yang mencium aroma mentega seperti roti panggang, ia terus mengikuti aroma tersebut."Lezattt sekali baunya, aku ingin makan mentega ini, atau roti panggang ini!!"
Dari kejauhan terlihat Kiyo Gallette yang membuat aroma mentega tersebut, ia mencoba memancing Hozuki."Kemarilah, Kemarilah.. dengan begini satu persatu akan tertangkap.."
Flashback pun berakhir, itu lah yang sebenarnya terjadi bagaimana Hozuki bisa tertangkap oleh Kiyo Gallette, Hozuki mengikuti aroma mentega dan ia langsung ditangkap tanpa melakukan perlawanan.
"Untuk seorang kapten sepertimu, kau lumayan bodoh ya, bisa tertangkap dengan trik murahan seperti ini.." ucap Kiyo Gallette.
"Trik murahan? Apa maksudmu? Aku sama sekali tak mengerti apa yang kau maksud, jadi cepat serahkan roti panggangnya kepadaku! Aku lapar!!~" Teriak Hozuki, ia sudah tak sanggup menahan rasa laparnya.
"Kau memang polos atau bodoh sih? Karena polos dan bodoh itu sedikit sama bila dijelaskan haduh.." ucap Kiyo Gallette.
Bersambung