
Rapat para petinggi yang membahas tentang strategi pun terlihat cukup meyakinkan, mereka semua sangat optimis bisa mengalahkan Pemerintah dengan sebuah strategi yang telah mereka bahas. Nah, kita akan melihat ke situasi lain yang masih berada di wilayah rumah dari Jedrzejczyk.
Di salah satu ruangan, terlihat Yoshino dan Davidestorm yang sudah banyak meminum minuman anggur dan sake pun sedikit merasa mabuk. Mereka berdua minum bersama dengan banyak orang didalam ruangan tersebut.
Mereka yang berada didalam ruangan tersebut pun menyanyikan lagu tidak jelas bersama. Wajar, mereka sedang mabuk, pikirannya sedikit tidak bisa dikontrol.
"Hei, Davidestorm kau mabuk, ya?" tanya Yoshino.
"Ah, tidak. Kau mungkin yang mabuk, Yoshino." ucap Davidestorm.
"Tidak, aku tidak mabuk."
"Ah, iya kau mabuk."
Padahal mereka berdua sama-sama mabuk. Tapi merasa seperti tidak mabuk. Ya bagaimana lagi, Yoshino dan Davidestorm saat ini berada dalam kondisi mabuk. Mereka jadi suka ngomong yang tidak jelas.
Sementara itu, terlihat Aisah yang kini sudah bangun dari tidur lelapnya pun bermain-main dengan Felice, Vika, dan Killa. Mereka berempat terlihat begitu gembira, apalagi Felice, Vika, dan Killa, mereka mendalami permainan yang dimainkan oleh Aisah. Mereka bertiga seperti masa kecil kurang bahagia.
Disisi lain, banyak pria-pria yang melihat ke arah Vika, Killa, dan Felice yang sedang bermain bersama dengan Aisah.
"Mereka bertiga cans banget ya."
"Benar, apalagi yang berpakaian Maid itu."
"Aku ingin menembak mereka untuk jadi pacarku!!"
"Jangan mimpi lah, mereka mana mau denganmu."
"Hadeh, mereka adalah wanita idaman.."
Killa yang menyadari ada pria-pria yang sedang melihatnya dari belakang pun langsung menolehnya sembari memasang tatapan tajam.
"Kalian semua..!!" Killa menunjukkan kepalan tangan kepada pria-pria itu.
"A-ampun Oneesan!!!!"
Disisi lain, di sebuah ruang makan. Terlihat Xia dan Xianfeng yang sedang menikmati makan berduaan di salah satu meja di ruang makan tersebut. Di tengah meja makan itu juga terdapat sebuah lilin seperti yang ada di restoran-restoran mewah untuk membawa sebuah kesan romantis.
"Xia, akhirnya kita bisa ngedate bareng disini." ucap Xianfeng.
"Benar, sudah cukup lama kita tidak kencan seperti ini. Tapi ya bagaimana lagi. Tapi akhirnya kita bisa kencan sebelum pertempuran melawan Pemerintah akan tiba pada waktunya." ucap Xia.
"Ah, perang, ya? Kali ini aku baru pertama kali berada dalam situasi perang. Tapi, perang ini juga bertujuan untuk masa depan Negara yang lebih baik, kita harus mengalahkan si Pemerintah bodoh itu.." ucap Xianfeng yang merasa sangat kesal terhadap Pemerintah.
Daripada kita yang jomblo melihat orang pacaran, lebih baik kita berpindah ke tempat lain. Tepat dimana Paladino, Raiden, Kenokinu dan Nekoniku berada. Mereka berempat saat ini duduk bersama dengan Hugo dan Amber yang kedua tangannya masih berada dalam kuncian borgol khusus.
"Sebentar lagi Pasukan Revolusi akan melawan Pemerintah. Perang terhadap pemerintah untuk mengalahkan Filimonov." ucap Paladino.
"Lalu, apa urusanku?" tanya Hugo.
"Apa yang akan kau lakukan bila borgolmu aku lepaskan? Apa kau akan berpihak pada Pasukan Revolusi atau berpihak Pemerintah seperti Filimonov?" tanya balik Paladino.
"Entahlah. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku juga tidak peduli dengan konflik yang terjadi dengan kalian. Aku hanya ingin mendapatkan banyak uang dan hidup bersama dengan Amber." ucap Hugo.
"Hugo-kun..." Amber menatap Hugo dengan tatapan terharu.
"Lalu, kau yang sudah mengetahui rekanmu telah mati. Apa kau akan balas dendam kepada kami? Tapi kami tidak membunuhnya sih, dia sendiri yang melakukan bom bunuh diri serta mencoba membunuh kami begitu saja." ucap Paladino.
"Dibunuh atau membunuh, ya? Sungguh ironis. Kenapa kalian juga harus melakukan pekerjaan biadab seperti ini. Coba kau jalani hidup normal seperti orang-orang pada umumnya. Mungkin kau tak akan terlibat sampai sejauh ini.." ucap Paladino.
"Aku membutuhkan banyak uang untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Sedangkan menjadi seorang pembunuh bayaran, aku bisa mendapatkan banyak uang. Jadi apaboleh buat.." ucap Hugo.
"Baiklah, aku akan bertanya lagi padamu." ucap Paladino.
"Woi!! Kenapa kau menanyaiku terus!! Dan kenapa pula aku menjawab pertanyaanmu, cuih!! Aku tidak mau menjawab pertanyaanmu lagi!!" teriak Hugo.
"Hoi, jangan begitu dong!!! Aku ini sedang bosan karena tidak ngapa-ngapain, jadi kita lakukan sesi tanya jawab saja!!" ucap Paladino.
"Benar-benar!! Sesi tanya jawab!!" ucap Nekoniku.
"Aku suka sesi tanya jawab!!!" ucap Kenokinu.
"Benar!! Kita tanyakan makanan kesukaannya apa!!" ucap Raiden.
"Untuk apa kau ingin menanyakan makanan favoritku, woi!!! Lagipula, kenapa kalian jadi sok akrab begini!! Kita kan musuh!!!" teriak Hugo.
Sementara itu disisi lain. Terlihat Izumi, Pilkington, dan Dapidson yang sedang jalan-jalan di pusat kota Redrion City. Alasan kenapa mereka bertiga kini berada diluar rumah Jedrzejczyk, karena mereka sedikit gerah karena terlalu banyak orang disana.
"Hadeh, aku tidak tahan berkumpul dengan banyak orang seperti itu. Ribuan orang dalam satu rumah, itu benar-benar gila!!" ucap Pilkington.
"Ya, betul sekali. Akhirnya aku bisa menghirup udara bebas. Disana terlalu sesak sampai makan pun aku jadi tak mood.." ucap Izumi yang berjalan sembari mengeluh.
"Meski luas, bersama dengan ribuan orang disana sedikit membuatku tidak nyaman. Untung ada kalian berdua. Jadi aku tidak takut kena marah kalau keluar dari rumah itu tanpa izin.." ucap Dapidson.
Mereka bertiga jalan-jalan di pusat kota yang jaraknya cukup dekat dengan rumah milik Jedrzejczyk. Mereka hanya ingin menghirup udara segar sebentar sembari melihat-lihat sesuatu yang ada di pusat kota.
"Oey, Izumi. Menurutmu, apa Pasukan Revolusi bisa memenangkan pertempuran melawan Pemerintah?" tanya Dapidson yang meminta pendapat Izumi.
"Tentu saja Pasukan Revolusi akan menang!! Aku juga akan bertarung bersama mereka!! Bahkan aku sendiri tidak sabar bertarung melawan musuh-musuh yang kuat!!!" Izumi menjawabnya dengan sangat bersemangat.
Dapidson dan Pilkington pun langsung memasang wajah terheran-heran ketika mendengarkan jawaban dari Izumi.
"Hah? Kau tak takut mati ya, Izumi." ucap Dapidson.
"Kau memang sudah tidak waras, Izumi." ucap Pilkington.
"Kalau aku kalah dalam pertempuran ini. Maka, aku tidak akan bisa memenangkan pertarungan melawan musuh yang lebih kuat lagi." ucap Izumi.
"Musuh yang lebih kuat lagi, maksudmu diluar Negara ini masih ada musuh yang lebih kuat?" tanya Dapidson.
"Benar, banyak orang-orang kuat diluar sana. Jadi, aku tidak boleh kalah kalau bertemu dengan mereka!!" ucap Izumi dengan sangat bersemangat.
Setelah itu, Izumi pun secara tak sengaja melihat orang yang berjalan berpapasan dengannya. Izumi merasa seperti mengenal orang itu. Izumi pun berhenti dari jalannnya dan melihat ke arah orang tersebut.
"Ada apa, Izumi?" tanya Pilkington.
"Orang yang berpapasan denganku barusan. Sepertinya aku mengenalnya di suatu tempat." ucap Izumi.
Siapakah dia?
B E R S A M B U N G
Jangan lupa like koment dan share serta kritik dan saran yang membangun agar cerita Cosplay ini semakin berkembang untuk kedepannya nanti, see you next Chapter!!!