
Filimonov yang terjatuh dari puncak pun seperti yang diperkirakan oleh Fubuki, bahwa Filimonov tak akan kalah begitu saja dan akan kembali ke puncak sesegera mungkin.
Filimonov datang menuju puncak dengan kedua sayapnya yang terbuat dari kekuatan iblisnya, selain itu juga cukup banyak energi iblis berwarna merah gelap yang menyelimuti tubuh Filimonov.
"Kalian semua. Aku akan menggunakan sembilan puluh persen kekuatan iblisku untuk menghancurkan kalian. Kalian sudah membuat suasana hatiku sedikit buruk. Waktunya bermain-main sudah selesai, kini waktu nya untuk melakukan pemusnahan masal.
Filimonov pun mulai mengangkat jari telunjuk nya ke atas, kemudian energi kegelapan perlahan mulai berkumpul di satu titik, yaitu diatas jari telunjuk darinya. Energi kegelapan itu perlahan membentuk sebuah bola raksasa disertai dengan percikan petir berwarna hitam.
Izumi, Yoshino, Fubuki, dan Firehn pun langsung terkejut ketika melihat kekuatan Filimonov yang begitu besar.
"A-apa-apaan kekuatannya itu. Dia bisa menciptakan energi kegelapan sebesar itu. Jadi perkataannya itu tidak omong kosong, ya!!" ucap Yoshino dengan keringatnya yang mulai menetes dari dahinya.
"Ini sangat gawat, karena diantara kita disini yang dapat menciptakan pelindung dari kekuatan Elf hanyalah Legolas. Tapi dia kini sudah tidak ada, jadi sepertinya kita harus la-" ucap Firehn.
"Yoshino!!" ucap Izumi.
"Ya, Kapten.." jawab Yoshino sembari tersenyum menyeringai.
"Kau bisa, kan?" Izumi tersenyum bersemangat.
"Tentu saja. Apa yang tidak bisa aku lakukan.." Yoshino dengan pedang Black Lotus nya pun siap untuk melakukan sesuatu.
Selang beberapa saat kemudian, Filimonov pun langsung melesatkan serangan bola energi iblisnya ke arah Yoshino, Izumi, Firehn, dan juga Fubuki, "Swushhtt!!!"
Melihat hal itu, Yoshino pun langsung berjalan beberapa langkah diantara mereka bertiga. Yoshino perlahan memejamkan kedua matanya sembari membaca sebuah ajian-ajian aneh dihadapan pedang Black Lotus nya.
"Ichiryuu..."
Setelah bola energi raksasa itu hampir dekat dengannya, Yoshino pun langsung membuka matanya. Pedang Black Lotus dirinya juga langsung diselimuti oleh energi kegelapan yang pedang itu serap dari energi milik Filimonov.
"Demon Gate!!!"
Yoshino pun langsung bergerak ke arah energi raksasa itu dan langsung membelahnya dengan pedang Black Lotusnya, "Batsssss!!!"
Dalam sekejap, serangan besar dari Filimonov pun berhasil dibelah oleh Yoshino dan lenyap. Meski begitu, membelah suatu energi yang besar itu pun juga mempunyai resiko yang besar juga. Setelah melakukan hal itu, Yoshino pun mengalami beberapa patah tulang dibagian tubuhnya.
"Akh!" Yoshino merintih kesakitan karena hal itu. Dia pun langsung terjatuh dan terkapar ditanah.
"Yoshino!" Izumi pun langsung menghampiri Yoshino yang terkapar di tanah.
Yoshino yang terkapar pun memaksa untuk mencoba duduk, dia memasukkan pedang Black nya kedalam sarung pedangnya.
"Maafkan aku, Izumi. Tak kusangka serangan nya itu sangatlah kuat hingga membuatku mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuhku." ucap Yoshino.
"Oey-oey! Padahal aku belum menggunakan seratus persen kekuatanku loh! Kenapa satu dari kalian berempat ada yang tumbang lagi?! Apa kalian mau mencoba kekuatan penuhku?!" tanya Filimonov.
Fubuki berjalan dan berdiri di sebelah Izumi, "Dia benar-benar sudah menjadi sosok iblis sepenuhnya. Dia bukan lagi bisa dianggap seperti manusia. Kita harus menghadapinya dengan sungguh-sungguh.." ucap Fubuki.
Filimonov pun perlahan berpijak ke tanah. Dia berjalan mendekat ke arah Izumi dan lainnya.
"Hukum di dunia ini adalah siapa yang kuat, maka dialah yang berhak untuk berkuasa. Manusia lemah seperti kalian takkan sanggup mengalahkan kekuatan iblis yang Agung. Meski Iblis dikatakan sebagai makhluk yang berjalan di jalan yang salah, tapi iblis sangatlah kuat. Mereka tidak mau mengambil jalan yang telah diambil oleh manusia.." ucap Filimonov.
"Aku mengerti. Akan sangat berbahaya bila Negeri ini akan dipimpin oleh orang sepertimu. Dan juga, orang sepertimu pasti takkan puas hanya dengan satu hal saja. Kau juga pasti akan berencana menaklukkan negara lain bahkan seluruh dunia dengan kekuatan iblismu.." ucap Firehn.
"Ya! Itu benar! Aku tidak akan puas hanya dengan Negara ini saja! Aku ingin mengembangkan negaraku nanti it's my dream.." ucap Filimonov.
"Mimpi yang konyol. Mimpi dari sosok iblis tak pantas untuk dikabulkan. Bahkan sang Dewa saja sangat jijik melihat impian bodohmu itu, Filimonov!" ucap Fubuki.
"Dewa, katamu? Bila sosok Dewa itu ada, maka aku hanya harus menghancurkan sosok dewa itu sendiri di tanganku. Karena akulah yang terkuat huahahaha!!!" Filimonov tertawa terbahak-bahak.
"Yare-yare. Meski lawanku adalah sosok iblis, aku takkan menyerah sebelum diriku sendiri ini mati tak bernyawa." ucap Izumi, "Setelah ini, aku akan menghajarmu, Filimonov!"
Sementara itu, terlihat rombongan dari pasukan Pemerintah dan pasukan Revolusi mulai perlahan menaiki dataran. Setelah cukup lama, mereka pun akhirnya sudah mencapai ke dataran tinggi level 3. Kemudian, Vukadinovic juga telah sampai di dataran tinggi level 6, hanya tinggal selangkah lagi Vukadinovic akan sampai ke puncak dataran tinggi.
"Tuan Firehn!! Tunggu saya!! Meski tidak punya pengaruh yang besar, tapi saya akan berusaha untuk membantu kalian melawan Filimonov!" ucap Vukadinovic.
Sementara itu juga, terlihat Leonardo, Stuart, dan Limit Company akhirnya sudah sampai didepan dataran tinggi. Mereka bertiga berlari secepat tenaga untuk menjauh dari Barrier penghalang yang terus bergerak. Kini mereka bertiga pun dibanjiri oleh keringat, cukup ngos-ngosan dan merasa lelah dan letih.
"Hadeh, akhirnya kita sudah sampai sini. Sialan!" ucap Stuart yang sedikit kesal.
"Kapten Leonardo, apa yang harus kita lakukan setelah ini? Saat ini kita juga sudah sampai di depan dataran tinggi juga.." ucap Limit Company.
"Ayo kita segera naik dataran tinggi juga. Ini juga memastikan agar diri kita juga ikut aman.." ucap Leonardo dengan entengnya.
"Apa, Kapten?!!! Naik?!! Kenapa kita tidak berisitirahat sebentar?!! Aku ini sudah sangat capek setelah cukup lama berlari, Kapten!!!" keluh Stuart, "Apa kau tidak lihat di puncak sana? Mereka sedang bertarung dengan Filimonov, jadi kita tidak bisa terlibat dengan mereka.." ucap Stuart.
"Tidak. Kita tidak perlu ke puncak dataran tinggi. Kita hanya perlu mencapai ke dataran tinggi level dua atau tiga mungkin itu sudah aman sembari menunggu mereka mengalahkan Filimonov.." ucap Leonardo.
"Kurasa itu benar, Kapten. Itu lebih baik daripada kita hanya diam disini. Ditambah, Barrie penghalang itu juga bergerak semakin cepat seiring berjalannya waktu.." ucap Limit Company.
"Baiklah ayo kita segera naik ke dataran tinggi!" ucap Leonardo.
"Woi! Woi! Woi! Apa kalian ini tidak punya rasa capek ya!!! Aghhrr sialan!! Aku hanya ingin beristirahat sebentar!!!" teriak Stuart.
B E R S A M B U N G