
Info sebelumnya yang harus diketahui bahwa Feuer City ini terletak di perbatasan Working City, namun lokasi masih bersifat rahasia bahkan Pemerintah pun tidak mengetahui, kecuali bila ada seseorang yang menjadi mata-mata handal.
Sementara itu, Xia, Xianfeng, Dapidson, dan Pilkington pun berpisah dengan Izumi dan kawan-kawan. Izumi dan yang lainnya harus segera kembali ke Working City untuk mencari persediaan sebelum mereka akan berlayar kembali nanti.
"Sampai jumpa, Xia!! Aku akan kembali ke Working City!! Karena Killa dan Vika ingin mencari persediaan untuk berlayar nanti!! Kalau kau berubah pikiran, datanglah pada kami, Xia!! Bajak Laut Cosplay akan menyambutmu dengan senang!!" Dari kejauhan Izumi terlihat mengucapkan salam perpisahan sembari melambaikan tangannya kepada Xia.
"Woi!!! Kubilang jangan ajak Xia menjadi Bajak Laut!!" teriak Xianfeng dengan nada kesal.
Izumi, Killa, Vika, Davidestorm, dan Yoshino pun bergegas menuju ke Working City yang jaraknya tak jauh dari tempat ini. Mereka telah diberitahu penduduk setempat mengenai rute tercepat tanpa diketahui oleh kelompok Pemerintah.
Sementara itu, Xia, Xianfeng, Dapidson, dan Pilkington masih mencoba untuk mencari informasi tentang siapa orang yang memimpin pasukan Revolusi untuk melawan Pemerintah ini.
Dan, tak terasa sudah berjam-jam mereka mencari informasi itu hingga malam pun tiba. Mereka juga tak kunjung dapat mengenai informasi tentang orang yang memimpin Pasukan Revolusi ini.
"Hei, Xianfeng. Padahal orang yang berada disini itu adalah kelompok yang mencoba berperang melawan Pemerintah, tapi mereka tidak tahu siapa pemimpinnya.." ucap Xia yang sedikit mengeluh.
"Benar. Tapi, kita juga bisa ikut bergabung dengan mereka. Ini akan semakin memudahkan kita untuk melawan ketidakadilan Pemerintah, Xia!!" ucap Xianfeng yang masih mencoba untuk menyemangati Xia.
Meski waktu sudah gelap, Xia dan Xianfeng masih belum untuk menyerah mencari informasi. Bahkan Dapison dan Pilkington masih saja mengikutinya dari belakang dengan hati yang ikhlas.
Xianfeng-san, aku punya sebuah rencana. Jadi kau harus mendengarkannya." ucap Dapidson yang tiba-tiba menepuk pundak Xianfeng dari belakang.
Xianfeng berhenti dari jalannya, menoleh ke arah Dapison. Sementara Xia dan Pilkington melanjutkan jalannya hingga beberapa meter kedepan.
"Rencana apa, Dapidson? Kalau kau mempunyai rencana yang hebat, kenapa kau tidak mengatakan hal ini dari awal. Kau pasti punya jalan keluar ditengah-tengah masalah ini kan?" tanya Xianfeng tersenyum lebar sembari memegangi kedua pundak Dapidson.
"Ya. Rencana ini adalah..."
"Jrotttt!!!" Tiba-tiba Dapison mengeluarkan pisau dari dalam saku celananya dan langsung menusuk perut Xianfeng begitu saja. Luka dari tusukan pisau itu mengeluarkan darah. Bahkan, meski sudah ditusuk, Xianfeng masih terheran-heran dengan apa yang dilakukan Dapidson.
"Eh? Ukh!! Apa yang kau lakukan, Dapidson? Sehingga membuatmu harus menyerangku begini? Apa aku punya salah?" Pisau itu masih menancap pada perut Xianfeng, dan dia masih terus menahan rasa sakit itu.
Xia dan Pilkington pun menyadari hal itu dan langsung berlari ke arah Xianfeng.
"Xianfeng!!!"
"Sialan kau, Dapidson!!!" Pilkington langsung melompat ke arah Dapison lalu menendang wajah Dapidson hingga terpental kebelakang, "Buaghhh!!!"
Xia langsung mengeluarkan kedua pistolnya, dan dengan gerakan diatas abnormal, Xia menembakkan kedua pistolnya secara bersamaan ke arah Dapidson, "Dorrr!!! Dorrr!!"
Tetapi, dengan pergerakan cepat, Dapidson berhasil menghindarinya setelah bangkit dari tendangan yang dilesatkan oleh Pilkington.
Xianfeng terlihat terjatuh dalam posisi berlutut. Melihat hal itu, Xia pun menyuruh Pilkington untuk membawa Xianfeng ke tempat rumah sakit terdekat.
"Pilkington, cepat bawa Xianfeng ke rumah sakit terdekat!!"
"Tapi, kau sendiri bagaimana, Xia?? Apa yang akan kau lakukan?!"
"Huahahahaha!!!!" Dapidson tertawa terbahak-bahak dengan sangat keras. Kemudian, perlahan wajah Dapidson pun berubah menjadi orang yang tak dikenal, "Salam kenal, Namaku Tony Romford, aku adalah pembunuh bayaran, aku ditugaskan untuk menculikmu, Xia!!!"
"Kau takkan bisa menculikku. Karena Feuer City adalah markas dari pasukan Revolusi!! Mereka pasti berpihak kepadaku!!" ucap Xia.
Xia dan Pilkington pun menoleh kebelakang. Dan alangkah terkejutnya, mereka berdua sudah melihat beberapa rumah yang terbakar hebat.
"Pemerintah tak tanggung-tanggung untuk memusnahkan para pemberontak, Xia!! Huahahaha!!" ucap Tony.
"Woi!!! Kalau kau menyamar sebagai Dapidson, lalu dimanakah dia sekarang, brengsek!!!" teriak Pilkington.
"Entahlah. Kemungkinan dia masih tertinggal didalam kamar mandi rumah itu? Bahkan aku melihat reaksi lucunya saat itu.." ucap Tony.
"Cih!!! Dasar licik!!!"
Pilkington pun berjalan ke arah Xianfeng, dan bersiap membawanya ke rumah sakit terdekat. Meski Feuer City sudah diserang, ia masih yakin bisa menemukan orang-orang yang jago dalam hal medis.
"Xia, ayo kita pergi bersama-sama!! Kalau kau sampai tertangkap, itu akan sangat membahayakan nyawamu sendiri!!" ucap Pilkington.
"Tidak, aku akan melawan-" ucap Xia.
"Plekkk!!"
Tiba-tiba Tony sudah dibelakang Xia, dan langsung memukul tengkuknya sehingga membuat Xia sendiri pingsan. Kini dalam sekejap Xia sudah berada dalam genggaman Tony.
"Hello brother. Sekarang pilihlah, mau menyelamatkan Xia atau pria yang sedang sekarat itu?" tanya Tony sembari tersenyum licik.
"SIAl!!! Maafkan aku, Xia!!! Aku akan menolongmu nanti, jadi jangan sampai mati sampai saat itu!! Aku akan menyelamatkan Xianfeng yang nyawanya sudah diujung tanduk!!" teriak Pilkington yang berlari sembari membawa Xianfeng yang sekarat.
"Xi...a.." ucap Xianfeng dengan nada lemas karena kesadarannya sudah menurun drastis.
Setelah itu, Tony membawa Xia ke arah yang berlawanan dari arah Pilkington berlari membawa Xianfeng. Tony mengeluarkan sbeuah alat komunikasi dari dalam sakunya lalu menelpon seseorang.
"Tuan Fischl. Misi sukses, aku berhasil menculik Xia. Tidak sesuai prediksi, anggota bajak laut yang itu tidak sedang bersamanya. Selain itu, aku juga membawa beberapa rekanku untuk menyerang Feuer City, tempat ini diduga markas dari pasukan Revolusi yang hendak melawan Pemerintah.."
[ Bagus, Tony. ]
"Tuan Fischl. Aku sudah sukses mendapatkan Xia, ditambah aku juga berhasil menyerang Feuer City tempat markas dari pasukan Revolusi, apa kau akan memberiku sebuah bonus?"
[ Tentu saja. Aku akan memberikanmu bonus berkali-kali lipat. Sebelum itu, kau bawa Xia ketempat itu sekarang juga.. ]
"Ya. Baiklah. Seperti permintaanmu. Aku akan dengan cepat kesana, Tuan. Aku juga sudah tak sabar untuk menunggu bonusnya.."
[ Setelah membawa Xia ke tempat itu, kau langsung ke ruangan pribadiku, aku akan memberikan bonusmu disana. Yang terpenting jangan sampai terlambat.. ]
"Ya."
Tony menutup alat komunikasinya. Kini dia membawa Xia ke tempat yang dimaksud dengan tersenyum ria. Dia berfikir akan mendapatkan bonus uang yang fantastis.
"Uang! Uang! Uang! Uang! Uang!!!!" teriak Tony.
B E R S A M B U N G