Cosplay

Cosplay
Chapter 504 - Sisters.



Jarvis, salah satu pembunuh bayaran suruhan Filimonov yang ditugaskan untuk melakukan aksi penculikan dan pembunuhan di Redrion City pun berhasil dikalahkan oleh Izumi saat sedang melancarkan aksinya terhadap salah satu perempuan tak bersalah.


"Pilkington, Dapidson. Kalian berdua bawa orang ini ke Paman Firehn."


"Oey, lalu kau sendiri akan kemana? Apa kau tidak kembali bersama kami juga, Izumi?" Tanya Dapidson.


"Ah, aku masih punya sedikit urusan. Sepertinya aku akan pulang nanti malam, kalian berdua sampaikan hal ini kepada Paman Firehn, ya!!" Izumi langsung berjalan melewati Dapidson dan Pilkington begitu saja, lalu ia melambaikan tangannya sembari tersenyum lebar, "Sampai jumpa nanti!! Jangan lupa sampaikan padanya!!"


"Woi!!! Kau malah pergi seenaknya!! Lagipula, memangnya kau ini orang penting, ya?! Sampai punya urusan segala!!!" Teriak Pilkington.


Dalam sekejap, Izumi pun sudah meninggalkan Pilkington dan Dapidson begitu saja dengan Jarvis yang sudah terkapar di tanah tanpa sadar.


"Hadeh. Padahal kita ingin mencari udara segar agar tidak merasa kepanasan disana, malah kembali kesana lagi.." ucap Dapidson yang sedikit mengeluh.


"Sudahlah, ayo kita balik dan antar pembunuh bayaran ini ke markas. Kit harus cepat, keburu bangun dia nanti, dan malah semakin merepotkan.." ucap Pilkington.


Pilkington dan Dapidson pun kembali ke kediaman Jedrzejczyk untuk mengantarkan Jarvis si pembunuh bayaran yang berhasil dikalahkan oleh Izumi.


Sementara itu..


Terlihat Izumi yang berjalan menelusuri beberapa jalanan yang berbeda. Dia terus berputar-putar seperti sedang mencari sesuatu hal yang penting.


Bahkan tak terasa, hari sudah semakin sore. Dan Izumi sudah hampir berjalan di seluruh jalanan yang berada di Redrion City, namun tampaknya Izumi masih belum menemukan apa yang dia cari.


"..... Hmm, aku masih penasaran dengan perempuan yang berpapasan denganku tadi. Aku merasa seperti kenal dengan perempuan itu.." ucap Izumi dengan raut wajah bosan.


Sebelumnya ketika Izumi belum terlibat pertarungan dengan Jarvis, dia, Pilkington, dan Dapidson sempat berpapasan dengan seorang perempuan. Izumi merasa seperti pernah mengenal perempuan itu.


Rasa penasaran Izumi sudah tak bisa dibendung lagi. Bila dia tidak bertemu dengan perempuan yang ia maksud itu sampai malam, kemungkinan ia takkan bisa tidur dengan nyenyak karena rasa penasarannya masih mengganjal di lubuk hatinya.


Izumi sudah berjalan berputar kesana-kemari, namun sama sekali belum menemukan perempuan yang dimaksud tersebut. Sampai pada akhirnya, Izumi secara tak sengaja tiba di sebuah jalanan lurus dan jalanan lurus itu mempunyai sebuah cabang yang menuju ke bawah, menuju ke pesisir sungai.


Izumi melihat aliran sungai yang mengalir dengan tenang. Izumi pun berjalan turun ke pesisir lalu duduk sembari melihat pemandangan sungai yang jernih serta dipenuhi dengan beraneka macam ikan didalamnya.


"Intinya, hari ini aku harus bertemu dengan perempuan itu. Aku tidak salah lihat. Aku yakin benar-benar telah mengenal perempuan itu. Oleh karena itu, akan kupastikan sendiri dengan kedua mataku sendiri.." ucap Izumi.


Izumi sama sekali tak menyerah.


Beberapa saat kemudian, terlihat seorang perempuan yang mengenakan sebuah topeng untuk menutupi wajahnya sedang berjalan mendekat ke arah Izumi yang sedang duduk bersantai di pesisir sungai.


"Izumi Hirosuke, ya.." ucap perempuan itu.


Mendengar suara perempuan yang berjalan mendekat ke arahnya, Izumi melirik dan berkata, "Huh? Siapa kau? Apa kau adalah salah satu pembunuh bayaran suruhan Filimonov juga?" Kemudian, Izumi pun berdiri sembari menatap tatapan sinis.


"Itu rahasia.."


"Padahal aku sedang sibuk mencari seseorang, tapi kenapa ada saja musuh yang ingin mencoba untuk melawanku. Tapi, yasudalah.. aku akan meladenimu.." ucap Izumi sembari memasang posisi kuda-kuda bertarung nya.


"Baiklah, kalau kau mau bertarung denganku. Ini juga sepertinya saat yang tepat untuk menguji kekuatanmu saat ini, Izumi!!!" Teriak perempuan itu.


"Gerakan macam apa itu?!"


Izumi tak ingin terlalu memikirkan hal tersebut. Kemudian, Izumi berlari ke arah perempuan bertopeng itu untuk melancarkan serangan balik.


Izumi melapisi kedua tangannya dengan kekuatan es nya. Lalu, ia mencoba untuk memukul perempuan bertopeng itu dengan serangan pukulan es, "Rasakan ini!!!"


Akan tetapi, Perempuan bertopeng itu berhasil menghindari serangan pukulan es Izumi dengan mudah. Perempuan bertopeng itu mundur beberapa langkah kebelakang, lalu mengangkat salah satu tangannya ke atas.


Tiba-tiba, sebuah angin perlahan berhembus cukup kencang. Selain itu salju juga mulai tercipta.


"Izumi, apa kau bisa menghindari serangan ini?" Tanya Perempuan bertopeng tersebut.


"Oey, kau ini memangnya siapa?! Kenapa kau tahu namaku begitu saja?! Apa kita ini sudah saling kenal?!" tanya balik Izumi dengan nada keras.


"Kau akan tahu bila berhasil memecahkan topeng ini, Izumi." Ucap Perempuan bertopeng, "Shi No Yuki!!!" Tiba-tiba sebuah badai salju tercipta dan langsung mengarah dengan cepat ke arah Izumi, "Swusshhh!!!"


Izumi benar-benar terkejut karena sebuah badai salju tiba-tiba mengarah ke arahnya dengan sangat cepat, ia pun spontan menyilangkan kedua tangannya untuk menahan badai salju tersebut untuk membuat dirinya terpental jauh kebelakang.


Badai salju itu begitu kuat. Bahkan kedua kaki Izumi yang berpijak di tanah pun sedikit bergerak kebelakang. Namun, Izumi masih menahannya.


"Sialan, kekuatan badai salju, ya." ucap Izumi, "Ice wall.." Izumi menciptakan sebuah dinding es tepat satu meter dihadapannya.


"Pyarrr!!" Akan tetapi, dinding es tersebut langsung pecah begitu saja karena tekanan badai salju yang sangat kuat.


Namun, ketika dinding es itu sudah pecah, perempuan bertopeng tidak melihat Izumi sama sekali. Ia pun langsung menoleh ke kanan dan ke kiri, namun sama sekali tidak merasakan kehadirannya.


"Aku disini!!!" teriak Izumi yang tiba-tiba sudah berada tepat diatas Perempuan bertopeng. Izumi sudah mengepalkan tangan kanannya yang sudah terlapisi oleh kekuatan es nya.


"Apa?! Kenapa kau tidak terkena efek tekanan dari badai salju yang kuciptakan?!" Perempuan bertopeng itu cukup terkejut dengan apa yang Izumi lakukan.


Jarak antara Izumi dan Perempuan bertopeng sudah sangat dekat.


Lalu, selang beberapa detik kemudian, Izumi pun langsung melancarkan pukulan es nya ke topeng yang dikenakan perempuan tersebut, "Ice-Ice No Shotgun!!!"


"!!!!!"


"Pyarrrr!!!"


Dalam sekejap, topeng yang dikenakan oleh perempuan itu pun pecah. Dan, wajah dibalik topeng dari sosok perempuan itu pun akhirnya terungkap. Izumi pun benar-benar sangat terkejut ketika melihatnya. Pasalnya perempat bertopeng itu adalah perempuan yang dimaksud Izumi, perempuan yang sempat berpapasan dengan Izumi beberapa saat waktu lalu.


"Yo, Izumi. Tampaknya kau sudah semakin kuat saja, ya.."


"Kenapa kau bisa disini, Fubuki Oneesan.."


Perpisahan setelah sekian lama akhirnya membuat mereka saling bertemu satu sama lain kembali.


B E R S A M B U N G