
Langit yang masih tampak gelap, sesekali juga terdengar suara gemuruh guntur membuat suasana di medan perang semakin mencekam, ditambah perang besar yang sudah mencapai titik puncak. Dan, sebentar lagi, kita akan bisa melihat siapa pemenang dalam perang besar ini yang sesungguhnya.
"Aku takkan mengulangi hal yang sama, jadi aku takkan membiarkan diriku sendiri kalah darimu untuk yang ketiga kalinya..!!" Dengan lantang, Schamaucher pun berkata sembari menodongkan pedangnya ke arah Chu Kobayashi.
Namun, dengan raut wajah yang bersemangat Kobayashi pun menodongkan balik pedangnya ke arah Schamaucher. Lalu, ia pun berkata, "Kau cukup percaya diri juga ya, tapi aku takkan membiarkanmu untuk menggapai kemenangan dariku."
Dan seketika, "Wushhh..!!" Angin berhembus begitu kencang disekitar Kobayashi dan juga Schamaucher dan membuat rambut mereka berdua sedikit berantakan karena hembusan angin kencang tersebut, "Jduarr..!!" Lalu juga terdengar suara guntur yang begitu keras.
Suara guntur yang keras tersebut, merupakan awal dari dimulainya pertarungan ketiga antara Kobayashi melawan Schamaucher. Terlihat mereka berdua yang saling berlari satu sama lain dan bersiap-siap menggunakan teknik pedangnya.
"Rasakan ini, Taimanin Yukikaze..!!"
Kobayashi mencoba untuk melesatkan beberapa tebasan dari jarak jauh ke arah Schamaucher, "Batss..!! Batss..!!"
"Ikoku Ibarikuze..!!"
Schamaucher pun melesatkan tebasan menyilang dari jarak jauh ke arah tebasan Kobayashi yang melesat ke arahnya, "Batss!! Batss!!"
"Slyassshh..!!"
Tebasan pedang Kobayashi dan Schamaucher pun saling bertabrakan diudara. Tak berselang lama, mereka berdua pun saling beradu pedang dengan begitu sengit. Bahkan gerakan Kobayashi dan Schamaucher terlihat sedikit cepat dari pertarungan yang sebelumnya. Tebasan pedang mereka berdua yang saling bergesekan pun menciptakan sedikit percikan api.
Setelah itu, Kobayashi dan Schamaucher pun mundur beberapa langkah kebelakang sambil memasang posisi kuda-kuda bertarung.
"Schamaucher, sepertinya kau sedikit berubah dibanding dengan pertarungan sebelumnya. Tapi, hasilnya pun sama saja, karena akulah yang akan menjadi pemenangnya." ucap Kobayashi.
"Jangan bodoh..!! Aku takkan membiarkan hal itu terjadi..!! Aku takkan membiarkan kekalahanku yang ketiga kalinya terjadi. Jadi.." ucap Schamaucher.
Selang beberapa detik, Schamaucher pun melakukan gerakan teknik berpedangnya. Kemudian, "Dancing Butterfly No Sword..!!" Terlihat Schamaucher yang berlari begitu cepat ke arah Kobayashi sembari menari-nari sambil melesatkan beberapa tebasan kepada Kobayashi.
Namun, Kobayashi menghindarinya dengan cukup mudah dengan mundur beberapa langkah kebelakang. Lalu ia pun langsung menancapkan pedangnya ditanah didekat Schamaucher, "Demon Sword Guts..!!
"Krakkk..!!" Tiba-tiba tanah yang dipijak oleh Schamaucher pun retak dan mulai terbelah cukup lebar hingga menciptakan lubang besar yang cukup dalam.
"Apa..!!" Schamaucher terkejut dengan teknik yang dikeluarkan oleh Kobayashi. Lalu, ia pun langsung terpelosok kedalam lubang tersebut. Namun, disaat Schamaucher terjatuh ke dalam lubang tersebut, ia pun bergerak ke arah sisi dan memijakkan kakiknya ke sisi tanah yang terbelah tersebut.
Tak berselang lama, Schamaucher pun melompat dengan sangat tinggi hingga berhasil mencapai puncak.
Kobayashi yang melihat Schamaucher berhasil lolos dari lubang besar tersebut pun sedikit terkejut, "Bagaimana caranya dia bisa melompat dengan tinggi?!"
"Kobayashi..!! Kau jangan meremehkanku..!! Blade Of The Blade..!!"
Schamaucher pun melakukan gerakan berputar-putar ke arah Kobayashi dengan begitu cepat dan, "Batss..!!" Schamaucher berhasil menebas dada Kobayashi.
"Uaghh..!!"
Kobayashi pun tak tinggal diam, ia mengambil pedangnya kembali. Lalu, Kobayashi pun dengan sangat cepat berlari ke arah Schamaucher. Kemudian, Kobayashi pun langsung melesatkan pedangnya ke arah Schamaucher, "Rasakan ini, Taimanin Asagi..!!"
Tiba-tiba perlahan pedang milik Kobayashi menghilang dan membuat Schamaucher terkejut, "Apa?! Menghilang?!"
Dan, "Jlebb..!!" Pedang milik Kobayashi tiba-tiba kembali menampakkan wujudnya dan langsung menusuk perut Schamaucher begitu saja.
"Uaghh..!!" Schamaucher pun sedikit merintih kesakitan. Lalu, ia pun langsung mencabut pedang tersebut dari perutnya dan membuangnya ditanah. Schamaucher sedikit terheran-heran dengan pedang Kobayashi yang tiba-tiba menghilang dan kembali menampakkan wujudnya.
"Sialan..!! Teknik apa itu!! Menghilang dan muncul kembali, licik sekali." ucap Schamaucher dengan raut wajah kesal.
"Itu adalah serangan balasan karena kau berhasil menyerangku, Schamaucher." ucap Kobayashi.
Setelah itu, Kobayashi pun berjalan untuk mengambil kembali pedangnya yang telah dilempar oleh Schamaucher. Lalu, ia pun memasang posisi kuda-kuda teknik berpedangnya.
"Cih, aku akan mengalahkanmu sekarang juga. Tak kusangka kau memiliki teknik yang cukup merepotkan." ucap Schamaucher.
Tak berselang lama, Schamaucher pun juga memasang kuda-kuda teknik berpedangnya. Ia pun mulai fokus melihat tajamnya pedang miliknya tersebut.
"Sebenarnya aku juga sempat berpikir, kenapa kita saling bertarung hanya memperebutkan sebuah gelar Knight? Padahal itu hanya sebuah gelar kosong." ucap Kobayashi.
"....." Ketika Schamaucher fokus pada pedangnya, sorot matanya pun langsung tertuju kepada Kobayashi ketika mengutarakan omongannya.
"Ya, kita adalah rival abadi. Kita selalu bertarung untuk membuktikan siapa yang terkuat. Tapi, kita sama-sama pendekar pedang. Sebenarnya, dari lubuk hatiku yang terdalam, melihat bahwa dirimu itu cukup kuat. Tapi, kenapa kita dilahirkan sebagai musuh." ucap Kobayashi.
"Apa maksudmu?"
"Seandainya kita terlahir sebagai seorang teman dan bersatu. Mungkin kita berdua akan menjadi kombinasi yang cukup hebat."
Dalam sekejap, energi hitam pun langsung menyelimuti pedang milik Kobayashi. Disisi lain, Schamaucher yang terlihat melongo ketika mendengar perkataan dari Kobayashi. Ia masih belum mengerti apa maksud dari perkataan Kobayashi.
"Wushhhh..!!"
Tiba-tiba Kobayashi bergerak dengan sangat cepat ke arah Schamaucher sambil melesatkan tebasan mematikannya.
"Demon Sword Impact.."
Dan, seketika Kobayashi sudah berada dibelakang Schamaucher sambil bersiap-siap memasukkan pedangnya kedalam sarung pedang. Disisi lain, terlihat Schamaucher yang kebingungan dengan Kobayashi yang sudah berada dibelakangnya. Ia pun menoleh ke arah Kobayashi, "Eh?"
"Batssss..!!"
Tiba-tiba Schamaucher pun merasakan kesakitan disekujur tubuhnya seperti terkena puluhan tebasan pedang disekujur tubuhnya. Ia pun berteriak dengan kencang, "Uaghhh..!!"
Selang beberapa detik, Schamaucher pun langsung ambruk dan terkapar ditanah. Seketika, iapun langsung pingsan.
"Schamaucher, suatu hari nanti, kalau kita berdua sudah mati. Aku berharap, semoga kita berdua terlahir kembali sebagai seorang sahabat, bukan sebagai musuh." ucap Kobayashi sambil tersenyum lebar. Ia pun sudah memasukkan pedangnya kedalam sarung pedang.
BERSAMBUNG