
Nicole, Aisah, Xia, Xia, Dapidson, Pilkington, serta Nekoniku dan Kenokinu pun terlihat sudah memasuki kastil Tua tersebut. Sekilas, didalam kastil tersebut terlihat cukup banyak bendera dengan lambang kuda berwarna putih yang menempel pada tembok-tembok kastil.
Selain itu, mereka juga melihat cukup banyak orang yang berada didalam kastil tersebut. Xia dan kawan-kawan pun sama sekali tak mengerti dengan apa yang ia lihat didalam kastil Tua itu serta lambang kuda putih pada bendera yang menempel pada dinding.
"Sebenarnya tempat apa ini? Dan bendera apa ini?" tanya Xia sembari mencermati sekitar.
Tiba-tiba seorang perempuan dengan pakaian Maid datang menghampiri Nicole. Dan, Nicole memberi perintah kepada perempuan pakaian Maid itu untuk membawa Aisah dan mengajaknya bermain.
Kemudian, Nicole berbalik dan berdiri menghadap ke arah Xia, Dapidson, Pilkington, dan Xianfeng. Lalu, Nekoniku dan Kenokinu juga berjalan dan berdiri dibelakang Nicole.
Nicole melebarkan kedua tangannya, tersenyum tipis, "Selamat datang di Markas besar pasukan Revolusi bagian selatan. Kami semua yang berada disini merupakan bagian dari pasukan Revolusi."
Xia, Xianfeng, Dapidson, dan Pilkington pun sangat dibuat terkejut terkejut dengan ucapan Nicole yang menyatakan dirinya dan semua orang yang berada didalam kastil ini adalah bagian dari Pasukan Revolusi. Xia yang terkejut langsung terjatuh dalam posisi berlutut.
Mereka benar-benar tak menyangka bahwa Pasukan Revolusi benar-benar ada, bila sebelumnya mereka masih meragukan pasukan Revolusi yang berada di Feuer City yang kini telah hancur.
"Pa-pasukan Revolusi?" tanya Xianfeng yang masih tak percaya.
"Benar. Kami semua adalah bagian dari Pasukan Revolusi." ucap Nicole.
Kemudian seorang pria berjalan mendekat dan berdiri tepat disebelah kanan Nicole, "Karena kasus penculikan dan pembunuhan ini sudah terjadi dimana-mana dan sudah memakan banyak korban, bahkan itu sudah lebih biadab lagi daripada korupsi. Kami, pasukan Revolusi akan segera bergerak untuk menegakkan keadilan.."
Pria itu bernama Janko Dontschew. Dontschew mempunyai jabatan sebagai South Captain dari Pasukan Revolusi. Sekaligus Kapten dari Benn Hindergrass dan Raiden Thunderbolt.
"Oey.. Kalau kalian bergerak. Apa mungkin perang saudara akan benar-benar terjadi?" tanya Pilkington.
"Benar. Perang Saudara mungkin tidak bisa dihindari lagi, bila Pemerintah terbukti dibalik dalang dari penculikan dan pembunuhan yang terjadi di seluruh penjuru Negara Grousse Kontinent." ucap Dontschew.
"Lalu, bagaimana dengan pasukan Revolusi yang berada di Feuer City?" tanya Dapidson.
"Ya, mereka yang berada disana benar-benar sudah mati tak tersisa. Bahkan Feuer City sudah tak tersisa karena dihancurkan oleh Konstantine Fischl berserta pasukannya. Tapi, sekarang trio Konstantine itu sudah kalah dan salah satu satu musuh kita sudah tumbang.." ucap Dontschew.
"Astaga. Xia, kita benar-benar beruntung bisa bertahan hidup karena Izumi dan yang lainnya. Kalau mereka tidak datang, mungkin kita sudah mati.." ucap Pilkington.
"Ya, itu benar." ucap Xia.
"Aku akan memberi tahu kalian hal yang cukup penting tentang pasukan Revolusi. Hal yang harus kalian tahu adalah pasukan Revolusi sudah menyebar di seluruh penjuru Negara Grousse Kontinent. Selatan, Utara, Timur, dan Barat. Masing-masing empat Kapten sudah berada di empat titik yang berbeda. Jadi, suatu saat, bila pasukan Revolusi akan bergerak, maka keempat Kapten itu akan segera bergerak dan berkumpul." Nekoniku menjelaskan panjang lebar.
"Bukan suatu saat. Tapi sekarang, semua Kapten dari Utara, Timur, dan Barat, sudah bergerak menuju ke Kastil ini. Mereka semua, kita semua siap berperang terhadap Pemerintah bila Pemerintah terbukti dibalik dalang penculikan dan pembunuhan ini." ucap Nicole.
Xia pun bangkit dan berdiri kembali, "He-hebat. Akhirnya aku menemukan tempat dimana bisa bertarung bersama untuk menegakkan keadilan dan juga ini sangat luar biasa.." Kedua mata Xia tampak berbinar-binar, dan terpukau dengan tujuan Pasukan Revolusi.
"Dapidson, aku akan bertarung bersama Pasukan Revolusi bila perang saudara itu benar-benar terjadi.." ucap Pilkington.
"Kita juga tak bisa membiarkan tanah kelahiran kita dibuat hancur oleh Pemerintah yang korup dan jahat seperti iblis.." ucap Xianfeng
"Hidup pasukan Revolusi!!!" teriak Nicole sedang teriakan yang semangat membara. Bahkan semua orang yang berada di dalam Kastil tua tersebut juga ikut bersorak dengan nama Pasukan Revolusi.
Sementara itu disisi lain Man City. Di sebuah rumah besar yang merupakan kediaman sementara dari Walikota Piatkowski.
Sekilas Piatkowski terlihat duduk di sebuah sofa dengan tatapan kosong. Sepertinya Piatkowski dipengaruhi oleh Hugo dan Amber. Bahkan, Piatkowski sama sekali tak melontarkan sekata-patah pun.
Kemudian di sisi kanan dan kiri Piatkowski terlihat Hugo dan Amber yang duduk disebelahnya.
"Dengan begini, kita bisa menyusup ke pertemuan antar Walikota itu, Amber-chan. Dia sudah terpengaruh dalam kekuatanku jadi semua akan baik-baik saja. Dia takkan berbuat aneh.." ucap Hugo.
"Konstantine Firehn, ya? Kira-kira berapa bayaran yang akan kita terima setelah membunuhnya?" tanya Amber.
"Entahlah, mungkin seratus juta Zen? Atau bisa juga diatas dan dibawah seratus juta Zen. Kurasa itu nominal yang sudah sangat besar. Bahkan sangat fantastis." ucap Hugo.
"Wuih, setelah aku mendapatkan uang sebanyak itu, mungkin aku akan membeli barang-barang yang Kusuka..-" ucap Amber.
Lalu, Hugo pun mendekatkan wajahnya ke wajah Amber, "Dan juga, kita gunakan untuk menikah, membeli rumah besar, serta untuk kebutuhan untuk anak-anak kita nanti.."
"Benar. Kita akan menikah. Dan mempunyai keluarga kecil. Kalau itu benar-benar terjadi, kurasa itu akan menjadi mimpi indah yang nyata. Aku sudah tak sabar berada dalam moment-moment tersebut.." ucap Amber, ia langsung merangkul leher Hugo dengan kedua tangannya.
"Ya, aku juga, Amber-chan." ucap Hugo.
Sementara itu, disisi lain Man City. Di tempat Davidestorm berada. Di gudang yang sama. Terlihat Saito yang sudah terbangun dari pingsan panjangnya. Kemudian, dihadapan Saito juga sudah terlihat Benn, Raiden, Paladino, Vika, dan Davidestorm.
"Kalian, ya? Jadi bertambah tiga orang, ya? Wih jadi semakin banyak orang nih." ucap Saito sembari tersenyum licik.
"Kalau kau sudah bangun, kini sudah waktunya bagiku untuk mencari informasi padamu. Kuharap kau tidak membuatku marah lagi, atau kubikin aku pingsan.." ucap Benn dengan nada sinis.
"Ah, tenanglah, Benn-san!! Kalau kau membuatnya pingsan lagi, mau sampai kapan kita akan menunggu untuk mencari informasi darinya.." ucap Raiden.
"Hoo, jadi dia ya pembunuh bayaran yang telah menculik serta membunuh orang-orang tak bersalah di Man City. Sungguh biadab dan menentang hak asasi manusia.." ucap Paladino.
Vika dan Davidestorm hanya sekedar menyimak.
B E R S A M B U N G
Jangan lupa like koment dan share serta kritik dan saran yang membangun agar cerita Cosplay ini semakin berkembang untuk kedepannya nanti, see you next Chapter!!!