
Qyuqyu masih terus berlarian sembari mengibas-ngibaskan pakaiannya yang telah terbakar. Tak berselang lama kemudian, Hell pun menonaktifkan kekuatannya kembali. Walau begitu, efek terbakar masih dirasakan oleh Qyuqyu.
Menyadari api yang membakar pakaiannya tak kunjung padam, Qyuqyu pun langsung berguling-guling di tanah sambil berteriak, "Hentikan..!! Huwaa..!!"
Tak berselang lama, api yang membakar pakaian Qyuqyu pun mulai padam. Ia merasa lega, akan tetapi, Qyuqyu cukup syok dengan api yang membakar pakaiannya tersebut, setelah itu ia pun langsung pingsan di tempat.
Melihat Qyuqyu yang pingsan, Hell pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sembari mengibas-ngibaskan telapak tangannya. Lalu, ia berkata, "Entah kenapa, dia payah sekali, terkena serangan seperti itu saja dia langsung pingsan. Ya, kalau begitu, aku akan pergi mengalahkan pasukan Hristov yang lain."
*****
Sementara itu, disaat yang sama, beberapa detik setelah ledakan besar itu terjadi, terlihat Hristov yang kembali diserang oleh puluhan bahkan ratusan pasukan Angkatan Laut secara bersamaan.
"Buaghh..!! Buaghh..!!"
Hristov menendang tiga orang Angkatan Laut yang berada di dekatnya sembari mencuri pedang dari salah satu Angkatan Laut yang ia tendang tersebut. Lalu, Hristov pun berlari meliuk-liuk dari sela-sela kerumunan pasukan Angkatan Laut sembari menebas mereka.
"Batsss..!! Batsss..!! Batsss..!!"
"Uaghhhh..!!"
Teriakan rintihan kesakitan yang diakibatkan oleh serangan pedang milik Hristov pun mulai terdengar dari segala arah. Hristov berhasil mengalahkan puluhan pasukan Angkatan Laut hanya dalam hitungan detik. Setelah itu, Hristov pun berlari ke arah Rocky dan berniat untuk membunuhnya.
Ketika Hristov sudah berada di dekat Rocky, Sho pun langsung datang sembari melesatkan bola angin secara bertubi-tubi ke arah Hristov, "Swofffftt..!! Swofftt..!!"
"Buamm!! Buamm!!"
Hristov pun langsung melompat beberapa langkah kebelakang untuk menghindari bola angin yang melesat ke arahnya. Setelah itu, Rocky pun tersenyum ke arah Sho.
"Syukurlah, kau datang di waktu yang tepat, Sho." ucap Rocky.
"Ya, selagi kau sedang menyembuhkan diri, serahkan saja Hristov padaku. Aku takkan membiarkan dia berbuat seenaknya lagi. Aku sudah cukup muak karena dia berhasil mengalahkan ratusan pasukan Angkatan Laut dengan begitu cepat." ucap Sho dengan sorot mata yang tajam.
Setelah itu, Sho beserta puluhan pasukan Angkatan Laut pun langsung berlari ke arah Hristov dan mencoba untuk menyerangnya kembali. Sementara itu, Rocky pun bertanya keadaannya kepada Futaba dan Mirabelle yang masih menyembuhkannya.
"Bagaimana? Aku tidak bisa berlama-lama berdiam diri. Aku juga harus segera membantu Sho." ucap Rocky.
"Sebentar lagi, kira-kira tiga menit lagi. Untuk menghentikan pendarahan pada perutmu ini cukup sulit, jadi bersabarlah." ucap Mirabelle.
Sementara itu, terlihat Kazu yang berdiri berada di kerumunan pasukan Angkatan Laut pun merasa sedikit panik. Pasalnya, Hristov dengan mudahnya mengalahkan cukup banyak pasukan Angkatan Laut dengan begitu cepat.
"Ah, kenapa aku tak sengaja berada di kerumunan pasukan Angkatan Laut ini. Dan juga, si Hristov itu berhasil mengalahkan ratusan Angkatan Laut dalam hitungan detik. Walau begitu, aku harus bersiap mengambil resiko, karena saat ini aku berada dalam situasi perang." ucap Kazu.
Kembali lagi kesisi Sho dan lainnya.
Terlihat Sho yang menyentuhkan tangan kanannya ke tanah. Setelah itu, ia pun berteriak, "Kalian semua..!! Menjauhlah sedikit..!!"
"Ya..!!"
Hembusan angin tersebut datang dua meter di depan Sho. Hembusan angin tersebut berputar-putar sampai menciptakan sebuah angin topan yang cukup besar.
"Whoa, angin topan ya? Kau berniat menyerangku dengan itu ya..!! Menarik sekali..!!" ucap Hristov yang begitu bersemangat.
"Rasakan ini, Tornado Wind..!!"
Sho pun langsung mengarahkan angin tornado tersebut ke arah Hristov. Angin tornado itu menghempaskan apa yang berada di dekatnya, sesekali terlihat bebatuan yang cukup besar ikut terhempas karena disebabkan oleh angin topan yang mengarah ke arah Hristov tersebut.
Hristov pun langsung melotot sembari tersenyum menyeringai karena saking bersemangatnya. Lalu, ia pun mengumpulkan energi ke satu titik, yaitu tepat di pedang yang ia pegang. Setelah itu, Hristov pun mulai ancang-ancang dan bersiap mengayunkan pedangnya.
"Kau pikir hanya dengan serangan seperti itu bisa mengalahkanku? jangan bermimpi." ucap Hristov.
"Semuanya..!! Bersiaplah di posisi kalian, setelah ini, kita akan menyerang Hristov secara bersamaan..!!" perintah Sho kembali.
"Ya..!!"
Sekilas kedua mata Hristov mengeluarkan sinar cahaya berwarna merah, dengan sorot matanya yang begitu tajam dan bersemangat. Ia pun mulai mengayunkan pedangnya.
"Demon Sword..!!"
Seketika, energi yang dipusatkan Hristov ke satu titik yaitu di pedangnya itu pun seolah-olah muncul sebuah energi berwana hitam yang menyelimuti pedang tersebut. Tak berselang lama, Hristov menebaskan pedangnya ke arah angin topan tersebut.
"Batsss..!!"
Dalam sekejap, angin topan yang mengarah ke Hristov tersebut terbelah. Sontak membuat Sho beserta pasukan Angkatan Laut lainnya cukup terkejut. Tebasan pedang yang berhasil membelah angin topan tersebut terus melesat hingga menuju ke arah pos Utara yang berada di pesisir pantai.
Sementara itu, di pos Utara. Terlihat Takumi dan Janston yang masih fokus dalam memperbaiki mobil Hotswill, tiba-tiba mereka berdua dikejutkan dengan tebasan pedang berwana hitam yang melesat ke arahnya.
"Janston, awas..!!" Takumi pun langsung berlari menjauh dari tempat ia memperbaiki mobil Hotswillnya tersebut.
"Sialan, apalagi ini..!!" Janston juga berlari menyusul Takumi dibelakangnya.
Dan, tebasan Demon Sword milik Hristov tersebut melewati Takumi dan Janston begitu saja dan melesat ke arah laut, tepat ke arah gelombang besar yang sedang bergerak menuju ke pantai. Setelah itu, terjadilah ledakan yang cukup besar kembali.
"Duaammm..!!"
Kembali kesisi Sho dan lain-lain.
Sho pun terkejut ketika angin topannya berhasil ditebas dengan begitu mudahnya. Setelah itu, ia pun kembali dikejutkan oleh ledakan besar yang berada di pantai. Ia tak menyangka, tebasan yang dilesatkan Hristov barusan melesat jauh sampai ke arah pantai.
"Tebasan mengerikan macam apa itu?! Tebasan itu mengarah sampai ke pantai?!" Sho terkejut, ia mulai memasang raut wajah yang cukup panik.
BERSAMBUNG