Cosplay

Cosplay
Chapter 530 - Permainan Taman Bermain.



Chapter 530 - Permainan Taman Bermain.


Serangan yang dilancarkan oleh Filimonov kepada Legolas membuat Yoshino dan Firehn sedikit syok. Legolas berhasil dibunuh oleh Filimonov hanya dalam 1 kali kesempatan.


Firehn yang terjatuh dalam posisi berlutut pun mencoba untuk berdiri kembali. Meski sedikit air matanya yang keluar karena kematian Legolas, dia pun berusaha untuk bersikap tegar.


"Yoshino.. Bila kita menyerah hanya karena kematian satu teman kita, ini berarti akan menjadi akhir bagi semuanya. Semua orang akan mati.. ditangannya.. hanya kita satu-satunya harapan bagi semua orang untuk mengalahkannya.." ucap Firehn.


"....." Yoshino hanya menatap kegigihan Firehn yang terus bangkit disaat mentalnya tertekan karena rekannya tewas di depan matanya sendiri.


"Konstantine Firehn.. Kau berbeda dengan ketiga saudara bodohmu itu yang haus akan harta dan tahta. Kau cukup cerdas. Sebagai pemimpin Pasukan Revolusi, kau sudah pantas mendapat mendapatkan hukuman mati!" Ucap Firehn dengan nada keras.


"Bersiaplah, Yoshino! Sembari menunggu kedatangan Izumi, kita harus bisa menahannya semaksimal mungkin! Takdir hidup dan mati semua orang kini berada di tangan Kita!" ucap Firehn.


"Yo.. Aku juga tak berniat untuk menyerah begitu saja. Sebagai seorang Bajak Laut, menyerah adalah hal yang memalukan!" ucap Yoshino.


Sementara itu disisi lain, terlihat Izumi mendarat di sesuatu yang cukup lembut dengan dipenuhi bulu-bulu burung.


"Uh?"


"Izumi.. Apa kau sudah sadar?" tanya Fubuki.


"Fubuki-Neesan!" Izumi dikejutkan dengan sosok kakaknya, "Lah? Terus dimana aku sekarang?" Izumi menoleh kanan-kiri dan menyadari sesuatu bahwa kini dia sedang terbang di udara dengan menaiki burung camar.


"Oey, Izumi! Bagaimana situasinya di puncak?" Burung camar itu tiba-tiba berbicara. Tentu bisa, karena burung camar ini adalah Tenkyuushimashita, rekan dari Fubuki.


"Cukup buruk! Kita harus segera ke puncak segera. Si Filimonov itu sangatlah kuat dengan kekuatan iblisnya..!!!" ucap Izumi.


"Baiklah kalau begitu, aku akan terbang dua kali lebih cepat agar bisa langsung menuju ke puncak dataran tinggi. Kalian berdua, peganglah erat-erat!!!" ucap Tenkyuushimashita.


~


Sementara itu disisi lain, di dataran tinggi level 5, terlihat Zhakarchenko yang berada di Zona taman bermain yang telah diciptakan oleh Svedkauskas. Untuk keluar dari Zona taman bermain ini, Zhakarchenko diharuskan untuk merebut Golden Ticket dari Svedkauskas.


Akan tetapi, Zona taman bermain yang disebut sebagai Wonderland ini sangatlah luas, untuk mencari keberadaan dari Svedkauskas ini terbilang cukup rumit.


"Sial.. aku harus mencarinya kemana kali ini, bisa-bisanya aku terjebak di dalam dunia taman bermain seperti ini.." gumam Zhakarchenko.


Disaat Zhakarchenko sedikit lengah, tiba-tiba saja anak panah dari segala arah sedang menuju ke arahnya. Meski Zhakarchenko sedikit terkejut, dia pun masih sanggup untuk menghindarinya.


"Ini pasti zona taman bermain anak panah." ucap Zhakarchenko dengan raut wajah kesal.


Tak berselang lama kemudian, sebuah papan nama bertuliskan 'BANTENG' muncul dari dalam tanah tepat dihadapan Zhakarchenko.


"Huh?! Banteng merah?! Memangnya di taman bermain ada permainan banteng merah, ya? Ah! Aku tidak tahu! Seumur hidupku aku tidak pernah berkunjung ke taman bermain!!!" teriak Zhakarchenko.


Dalam sekejap banteng merah itu muncul entah dari mana datangnya. Banteng merah itu menatap Zhakarchenko dengan tatapan marah. Banteng merah itu pun langsung mengejar Zhakarchenko.


"Huoooo!!! Sial!!! Kenapa diriku malah dikejar banteng kayak gini woi!!! Awas saja kau Svedkauskas!!!" Zhakarchenko pun langsung berlari begitu saja mengelilingi taman bermain untuk menjauhi banteng merah yang mengejarnya itu.


"Seseornag yang berpangkat sebagai komandan pasukan Revolusi bisa-bisa nya terjebak kedalam permainanku ini. Kalau begini, kemenangan ku sudah didepan mata. Aku hanya tinggal mengikuti arus dan menang!" ucap Svedkauskas.


Zhakarchenko sudah berlari selama beberapa menit, ketika dia menoleh kebelakang, banteng merah yang mengejarnya itu pun sudah tidak terlihat lagi. Kini Zhakarchenko sudah bisa merasa sedikit lega.


"Ah, sial. Banteng itu benar-benar sangat mengerikan.." ucap Zhakarchenko sembari mengusap keringat yang membasahi dahinya.


Namun, ini belum berakhir. Tiba-tiba saja, tanah yang dipijak oleh Zhakarchenko langsung mementaskannya ke udara begitu saja.


"A-apa?!!"


"Byurrrr!!!!!"


Zhakarchenko mendarat ke sebuah kolam renang. Kolam renang yang tingginya tidak cukup dalam, hanya sebatas perut manusia dewasa.


"Kenapa di taman bermain ada kolam renang!!!" teriak Zhakarchenko. Dia pun berjalan menuju ke pinggir kolam renang. Akan tetapi...


Tiba-tiba terlihat sirip Hiu tepat dibelakangnya, hal itu sontak membuat Zhakarchenko terkejut dan berlari dengan cepat menuju keluar dari kolam renang.


"Sial!!! Kenapa ada hiu di kolam renang!!!"


Sial demi kesialan terus mengelilingi Zhakarchenko. Setiap dia melangkah, ada saja kesialan yang dia rasakan. Seperti terjebak di rumah hantu, menaiki komedi putar bersama dengan Zombie, dikejar Zombie karena memaksa turun dari permainan komedi putar, secara tak sengaja menaiki Roller coaster dan masih banyak lagi.


Penderitaan yang dia rasakan di taman bermain ini sangatlah luar biasa, selain menguras fisik, menguras mental juga iya. Kini kedua matanya dipenuhi dengan api amarah..


"Sialan kau, Svedkauskas!!! Akan kubalas perbuatanmu ini berlipat-lipat!!! Dimana kau, Svedkauskas!!! Keluarlah!!!" teriak Zhakarchenko sembari mencari keberadaan Svedkauskas.


~


Sementara itu disisi lain, Leonardo, Stuart, dan Limit Company masih terus berlari dari Barrier penghalang yang terus bergerak. Bila mereka terkena Barrier itu, otomatis mereka akan hancur alias mati.


"Aku sudah capek, Kapten!!! Apa tidak ada cara untuk menghentikan Barrier ini? Sialan! Aku butuh sedikit beristirahat sejenak, aku ingin menghirup udara segar sejenak!" ucap Stuart.


"Oey, kalau kau berhenti, kau akan mati oleh Barrier penghancur itu. Itu pun karena kau ingin mati konyol." ucap Leonardo.


"Jangan menakut-nakuti ku lah, Kapten!"


"Aku tidak sedang menakut-nakutimu Stuart. Kita harus berlari dua kali lipat agar kita segera sampai di titik pusat, disana kita bisa beristirahat sejenak, yakan, Limit Company?" tanya Leonardo.


"Ya, itu benar. Tujuan kita adalah area disekitar dataran tinggi yang baru saja terbentuk itu. Kesempatan kita hidup bila sudah sampai disana juga presentasi nya lebih lama.." ucap Limit Company.


"Oi! Oi! Oi! Itu sama saja seperti kita akan tetap mati, yakan? Tapi kita tidak mati lebih cepat, yakan? Itu sama saja kita akan tetap mati dong! Ah, sialan!!!" teriak Stuart.


"Stuart, sejak kapan kau menjadi panikan seperti ini. Lagipula, mati itu tidak cukup buruk.." ucap Limit Company.


"Matamu tidak cukup buruk woi! Aku ini masih perjaka! Aku tidak ingin mati sebelum menikah woi!!" teriak Stuart.


B E R S A M B U N G