Cosplay

Cosplay
Chapter 453 - Otoko No Roman.



Kembali ke alur utama setelah beberapa chapter diisi oleh Chapter Spesial yang bukan merupakan bagian dari alur utama cerita Cosplay.


~


Sudah seminggu lebih sejak kekalahan Konstantine bersaudara yaitu Fischl, Babenko, dan Koizumi, serta kepemimpinan Konstantine Firehn yang baru saja menjadi Walikota baru Working City untuk menggantikan saudara tertuanya, yaitu Babenko. Bahkan, terlihat di setiap sudut Working City dalam keadaan kondusif tak ada aksi demo besar-besaran lagi.


Tampaknya masyarakat mencoba untuk mendukung Konstantine Firehn dalam membangun Working City untuk lebih baik. Firehn juga telah berjanji tidak seperti saudara-saudara nya yang menjadi jahat karena telah dibutakan oleh harta dan kasta.


Di Working City, di sebuah kediaman rumah yang cukup besar. Terlihat seorang anak perempuan yang bermain dengan beberapa boneka di sekitarnya. Anak perempuan itu tampak senang ketika bermain dengan beberapa macam boneka.


"..... Hmm, Miki. Apa kau tahu musik Otoko No Roman yang populer akhir-akhir ini? Aku sangat menyukainya, bahkan sampai memutar musik tersebut secara berulang-ulang, apa menurutmu itu tidak aneh?" Anak perempuan itu berbicara dengan boneka kelinci yang berada dihadapannya.


"Itu tidak aneh, itu adalah hal yang lumrah, tidak ada aturan untuk memutar musik secara berulang-ulang.." ucap anak perempuan itu dengan nada yang sedikit berbeda, ia menjawab pertanyaan nya sendiri sebagai boneka kelincinya.


"Aisah-chan, sepertinya kau sedang sibuk dengan Miki." Firehn datang untuk menemui anaknya.


"Papa!!!" Aisah adalah anak perempuan dari Konstantine Firehn dan Nicole Antolyniescu. Aisah cukup imut untuk seorang anak yang seumurannya. Aisah yang melihat Firehn datang, ia pun langsung menghampirinya untuk memeluknya, "Papa, apa kau tahu musik Otoko No Roman yang sedang populer itu?"


Firehn pun menggendong Aisah lalu mencium pipinya, "Otoko No Roman? Sepertinya papa tidak tahu. Papa hanya tahu musik Rock N Roll Karena begitu menggairahkan!!" Firehn bergaya seperti orang metal.


"Ah, papa tidak kekinian, bahkan Miki saja tahu musik tersebut."


"Mi-Miki?"


"Iya, boneka kelinciku bernama Miki."


Firehn pun menaikkan salah satu alisnya, "O-ouh boneka kelincimu itu bernama Miki, ya? Hehe.." Firehn tertawa kecil, "Oh iya, Aisah, besok kita akan pergi jalan-jalan keluar kota, kita akan menjemput mama mu di Man City."


"Mama, ya? Aku sangat kangen dengan Mama!! Aku ingin memberikan kecupan kepada mama kalau bertemu nanti!! Yeay!!!" Aisah kegirangan.


"Benar, Aisah. Mamamu pasti merasa senang karena mendapat kecupan dari anak cantik seperti Aisah." Firehn mendekatkan wajahnya ke wajah Aisah.


"Asyik!! Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Mama!! Sudah cukup lama aku tidak bersama Mama karena dia sedang pergi Dinas!!" ucap Aisah dengan nada bersemangat.


Firehn pun menurunkan Aisah dari gendongan nya. Lalu Firehn pun mengelus-elus rambut Aisah, "Ya, Papa juga merindukan Mama, jadi kita akan menjemput Mama, kita kasih suprise, ya!!"


"Benar, Papa!! Kita kasih suprise!! Aisah yakin Mama pasti akan sangat terkejut!!"


"Benar, Aisah."


Setelah itu Firehn pun langsung berjalan pergi menuju ke halaman rumahnya. Ia memandangi halaman rumahnya yang tampak hijau. Meski dari luar Firehn tampak tenang tanpa memiliki masalah apapun, namun Firehn sedang berfikir keras atas beberapa tragedi yang terjadi Working City saat masih dibawah naungan kepemimpinan Babenko.


Firehn pun menatap ke langit yang tampak cerah.


"Sepertinya aku telah mencium kebusukan dari pihak lain, selain Babenko. Apa sebenarnya mereka menculik orang-orang tak bersalah lalu membunuhnya? Apa itu akibat dari menentang pemerintah? Sepertinya itu alasan yang cukup meyakinkan, tapi aku merasa ada alasan lain dibalik itu. Ditambah lagi, aku juga sudah berjanji kepada keluarga korban untuk menyelidiki kasus ini sampai tuntas.." ucap Firehn panjang lebar.


Kemudian seorang tukang kebun pun berjalan menghampiri Firehn yang sedang sendirian saat ini. Tukang kebun itu bernama Giamberto Paladino. Paladino datang untuk menyampaikan sesuatu.


"Maafkan aku, Tuan Firehn, karena telah menguping ucapan anda. Tapi, aku mempunyai saran agar kita tahu maksud dan tujuan mereka menculik banyak orang, bahkan kasus ini tidak hanya terjadi di Working City saja." ucap Paladino.


"Tidak hanya di Working City? Jadi maksudmu di beberapa kota lain juga sama?" tanya Firehn.


"Itu benar. Aku diberi informasi hal ini dari rekanku yang berada di luar kota. Bahkan di salah satu kota tidak ada masyarakat yang menentang Kepemerintahan disana, dan masih ada juga yang terculik.."


"Apa?! Jadi, alasan menentang Kepemerintahan di Working City itu hanya sebuah kedok yang dijadikan alasan, namun ada alasan lain dibalik penculikan yang terjadi di seluruh penjuru Negeri, ya?" Firehn berfikir keras.


"Benar. Salah satu cara adalah dengan diriku sendiri yang menjadi korban penculikan. Maka, aku akan tahu alasan dibalik penculikan tersebut. Bila Tuan Firehn mengizinkan, aku akan mengemban misi ini.."


"Yang benar saja, Paladino? Itu sangat berbahaya dan tindakan yang sangat sembrono. Bahkan, meskipun kau tahu dalang dibalik penculikan itu, kau pasti akan langsung dibunuh oleh mereka. Aku yakin, mereka takkan membiarkan para korban untuk menghubungi pihak luar. Kita harus cari cara lain.." ucap Firehn.


"..... Baiklah, kalau Tuan berkata seperti itu. Saya akan menurut seperti perkataan Tuan." ucap Paladino.


"Bersiap-siap lah, Paladino. Besok kita akan pergi ke Man City dengan beberapa Aktivis. Kita akan mengadakan rapat dengan empat Walikota dari kota tetangga untuk membahas hal ini.."


"Eh, tunggu, Tuan Firehn, besok kita ke Man City dengan beberapa Aktivis? Siapa mereka?"


Tak berselang lama kemudian, gerbang pagar pun terbuka dan terlihat Xia, Xianfeng, Pilkington, dan Dapidson, sementara dibelakang mereka berempat sekilas terlihat Izumi, Yoshino, Killa, Vika, dan Davidestorm.


Firehn tersenyum melihat kedatangan mereka.


"Itu dia. Mereka sudah datang. Merekalah para aktivis yang kumaksud." ucap Firehn.


Paladino pun terkejut dengan kedatangan Xia, Izumi dan teman-temannya.


"Me-mereka kan yang telah mengalahkan Konstantine bersaudara?! Jadi, merekalah yang akan ikut dengan kita ke Man City?!" tanya Paladino.


"Benar, aku membutuhkan beberapa pengawal kuat seperti mereka. Aku yakin, akan ada halangan berat saat kita berada di Man City. Ini untuk mencegah beberapa hal yang tak diinginkan terjadi." ucap Firehn.


"Ya, itu benar. Sesuatu yang buruk tidak bisa diprediksi begitu saja. Kita juga tak tahu apa yang akan terjadi kedepannya nanti." ucap Paladino.


B E R S A M B U N G