Cosplay

Cosplay
Chapter 287 - Sebuah Pion.



Setelah beberapa waktu yang cukup lama, situasi di gubug tua pun mulai sedikit cukup kondusif. Angin yang semakin dingin menandakan hari mulai larut malam. Suara berisik dari binatang-binatang malam juga sudah menghiasi sunyinya malam. Sesekali juga terlihat kunang-kunang berada di sekitar Izumi, Hozuki, dan juga Shoba.


"..... Shion? Jelaskan padaku, siapa wanita yang sampai ingin membuatmu kemari untuk menyelamatkannya?" Izumi bertanya tentang sosok seorang Shion yang dimaksud Shoba.


"Dia seorang gadis yang cantik, ia mempunyai senyuman yang luar biasa. Bahkan, aku yakin pria manapun yang melihat senyumannya pasti akan terpesona.." Shoba mulai menjelaskan.


Hozuki pun berbisik kepada Izumi selagi Shoba menjelaskan, "Mungkin pria yang dia maksud adalah dirinya sendiri.."


"Hmm, benar juga ya. Apalagi cinta pandangan pertama.."


Shoba menjelaskan tentang sosok Shion ini panjang lebar dengan raut wajah bahagia ala seseorang yang sedang kasmaran. Akan tetapi, raut wajah bahagianya mulai berubah ketika, "Namun, aku menyadari ketika melihat Shion untuk pertama kalinya, ia tersenyum seolah-olah seperti senyuman paksaan. Dan, senyum yang terpaksa itu bukanlah sesuatu yang indah.."


"Lalu?"


"Aku menyadari sesuatu hal, penyebab dia harus tersenyum di dalam sebuah kesedihan yang menyelimutinya. Shion adalah korban dari Groombride, dia akan dijual, lalu akan dijadikan seorang budak..!! Itu tidak bisa aku terima..!!" Shoba sangat kesal, seolah-olah emosinya mulai memuncak.


Disisi lain, Hozuki dan Izumi masih menyimak dengan seksama disaat Shoba masih menjelaskan ceritanya. Karena saking serius mendengarkan cerita Shoba, mereka berdua pun sampai-sampai tidak berkedip sama sekali.


"..... Itulah, aku kemari, datang ke pulau Lunarian untuk menyelamatkan seorang gadis yang bernama Shion itu. Gadis yang malang, dia tak layak mendapatkan kesedihan atas senyum indahnya. Lalu, aku juga berniat untuk mengalahkan si Groombride sialan itu.."


"Untuk sekarang, setelah terpisah dengan kru mu dan juga aliansimu, apa yang akan kau lakukan, Shoba?" tanya Hozuki.


"Tentang masalah itu, sepertinya aku harus bertemu dengan kru ku yang lain. Mereka adalah seorang mata-mata yang aku beru tugas untuk mencari keberadaan Shion dan aku juga mendapatkan informasi tentang pulau Lunarian juga dari mereka.." ucap Shoba.


"Kukira semua krumu sudah tertangkap semua, hadeh.." ucap Izumi.


"Saat itu yang tertangkap hanyalah aku, Gyoshimaru, dan Lucia. Disisi lain, satu kru ku yang bernama Ushiwakamaru bersama dengan bajak laut Kurama, dan sisa-sisa kru ku yang lainnya menyebar ke seluruh wilayah Lunarian untuk mencari informasi.." jawab Shoba.


"Lalu, apa kau tahu dimana tempat agar bisa bertemu dengan sisa-sisa krumu itu?"


"Hehey, untuk itu aku juga tidak tahu. Aku sudah tidak melakukan kontak apapun setelah tertangkap.."


Izumi dan Hozuki langsung menepuk jidatnya ketika melihat kebodohan Shoba. Setelah cukup lama berdiskusi saling berbagi informasi. Mereka bertiga pun beristirahat tidur dari lelahnya yang mereka hadapi hari ini.


*****


Sementara itu, di sebuah tempat yang sangat rahasia di Crystalline Town. Tempat yang cukup gelap bahkan minim akan cahaya. Terlihat Hibito Kurosaki yang terdapat perban dikepalanya, ia bertekuk lutut dihadapan seorang pria yang duduk kursi ala-ala kursi singgasana.


"Ma-maafkan aku, Boss. Aku gagal, aku dikalahkan oleh dua kapten bajak laut itu dan membiarkan mereka berdua kabur dan berkeliaran bebas di Crystalline Town.."


"Itu memang benar. Tapi, kenapa tidak Boss saja yang mengaku sebagai pemimpin divisi Elite kepada publik? Karena saya tidak cukup pantas untuk menjadi seorang pemimpin.."


"Diamlah. Kau hanyalah pionku, Hibito. Jadi, lakukan apa yang aku suruh. Perintah adalah hal yang mutlak. Itulah yang diajarkan oleh tuan Groombride kepadaku."


"Ba-baiklah, Boss Zerou.."


Kuuhaku Zerou, dia adalah pemimpin yang sebenarnya dari divisi Elite. Ia menjadikan Hibito Kurosaki sebagai pionnya dan diberi untuk menjadi pemimpin Elite dihadapan publik. Zerou merupakan pemimpin dibalik layar yang menguasai Crystalline Town.


Tak berselang lama, Zerou pun berdiri dari tempat duduk singgasananya. Berjalan menuju ke meja yang terbuat dari kayu. Mengambil tiga lembar kertas yang merupakan poster buronan dari Izumi, Hozuki, dan jugas Shoba.


"Untuk sekarang, aku akan memaafkan semua kesalahanmu. Tapi, sebagai gantinya kau harus menangkap tiga orang ini.." Zerou menunjukkan poster buronan ini kepada Hibito.


Melihat hal itu, Hibito pun langsung berdiri dan membungkuk hormat lalu mengiyakan perintah yang diberi oleh Zerou, "Baiklah, Boss. Aku akan memanggil dua cabang Elite untuk berkumpul. Aku yakin, ketika kami semua bersatu, kami pasti bisa mengalahkan dua kapten bajak laut sialan itu.."


"Ya, semua itu aku serahkan kepadamu. Jadi, kau harus menyelesaikan misi yang kuberikan ini. Jangan sampai gagal, kalau kau gagal dan tuan Groombride tahu akan hal ini, maka tamatlah riwayat dari divisi Elite ini.." ucap Zerou, "Takdir dari divisi Elite berada dalam genggamanmu, Hibito. Masa depan Elite berada di tanganmu."


"Kalau begitu, izinkan saya untuk pergi dan mengatur rencana untuk menangkap mereka bertiga, Boss.."


"Cepat pergi sana. Kau tidak boleh membuang-buang waktu. Kegagalan tidak bisa dimaafkan, dan keberhasilan adalah hal yang mutlak.." ucap Zerou.


Hibito pun berjalan pergi dari tempat rahasia itu dan mulai mengatur pertemuan kepada dua cabang divisi Elite lainnya. Ia berencana mengatur strategi untuk menangkap Izumi, Hozuki, dan juga Shoba. Akankah Hibito berhasil setelah mengalami kekalahan yang cukup telak?


*****


Pagi pun tiba, Shoba, Izumi, dan Hozuki sudah terbangun dari tidur nyenyaknya di sebuah gubug tua yang berada di pinggiran Crystalline Town. Shoba yang mulai sedikit pulih pun langsung melepas semua perbannya. Mereka bertiga pun duduk melingkar dan mulai berdiskusi.


"Karena kalian berdua berhasil mengalahkan anggota Elite beserta pemimpinnya, yaitu Hibito, aku yakin kita pasti sedang menjadi incaran.." ucap Shoba.


"Lalu, apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Izumi dan Hozuki secara serentak.


"Sepertinya kita harus mengubah penampilan agar tidak ketahuan oleh pihak musuh. Kalau kita ketahuan, maka kita tidak akan bisa keluar dari Crystalline Town.." ucap Shoba.


"Tunggu dulu, tempat yang akan kau tuju setelah keluar dari Crystalline Town itu apa?" tanya Izumi.


"Aku akan menuju ke Rose Town, sebuah kota yang dijuluki sebagai The Flower of City. Entah kenapa, aku begitu yakin kalau sisa-sisa kruku berada disana. Jadi, mau ikut atau tidak, itu pilihan kalian berdua.."


B E R S A M B U N G