
Perang yang sudah berlangsung cukup lama ini sudah hampir mengurangi cukup banyak dari Pasukan Aliansi maupun Bajak Laut Hristov. Kini, Pasukan Aliansi masih tersisa 4000 pasukan. Sedangkan, Bajak Laut Hristov masih tersisa 15000 pasukan.
Pasukan Bajak Laut Hristov berhasil dikalahkan cukup banyak oleh beberapa tokoh penting pada kubu aliansi. Seperti, kombinasi Mikukawa-Kikukawa yang berhasil mengalahkan cukup banyak pasukan Hristov.
Ditambah, serangan brutal yang dilancarkan oleh Izumi, Yoshino, Chu Kobayashi yang berada di garis depan beberapa saat yang lalu telah berhasil mengalahkan cukup banyak pasukan Hristov dengan mudahnya.
Dan juga, pasukan Angkatan Laut yang dipimpin oleh Rocky Whitecoffe berhasil mengalahkan seluruh pasukan Bajak Laut Hristov saat berada di pos Utara yang berada di pesisir pantai.
*****
Sementara itu, saat ini, terlihat Izumi, Yoshino, dan Shu yang sedang bertarung melawan Eight Commander di garis depan.
Tak berselang lama, terlihat Izumi yang kembali berlari ke arah Elen. Lalu, ia pun menembakkan pistol es ke arah Elen.
"Rasakan ini..!! Ice Pistol..!!"
Peluru-peluru es pun melesat dengan cepat ke arah Elen yang berdiri beberapa meter dihadapan Izumi. Lalu, Elen dalam mode manusia kupu-kupunya langsung terbang ke udara dan berhasil menghindarinya peluru es milik Izumi.
Tetapi, Izumi terus menembakkan pistol es nya ke arah Elen yang terbang meliuk-liuk di udara. Ya, walaupun serangannya tidak ada yang berhasil mengenai Elen.
"Cih, kupu-kupu Sialan..!! Kenapa kau bisa terbang segesit itu..!!" ucap Izumi dengan raut wajah sedikit kesal.
"Honey Poison..!!" Setelah itu, Elen yang terbang di udara pun langsung menyemburkan madu beracun dari mulutnya dan langsung mengarah ke Izumi dengan begitu cepat.
Menyadari hal tersebut, Izumi pun langsung melompat salto beberapa langkah kebelakang. Lalu, ia pun melihat tanah yang terkena semburan madu beracun yang disemprotkan oleh Elen.
Dan, tanah tersebut langsung meleleh dan menciptakan sedikit uap panas. Melihat hal tersebut, Izumi pun semakin waspada terhadap serangan yang dilesatkan oleh Elen. Ia sempat berpikir, bahwa, bila dirinya terkena madu beracun tersebut, kemungkinan kulitnya akan melepuh. Dan, hal tersebut akan berakibat fatal padanya.
"Sialan, serangannya benar-benar berbahaya." ucap Izumi dengan nada pelan. Setelah melihat ke tanah bekas semburan madu beracun, lalu ia pun langsung menatap tajam Elen.
Disaat yang sama, terlihat Elen yang terbang di udara sambil mengelap bibirnya yang dipenuhi dengan cairan madu yang baru saja ia semburkan ke arah Izumi. Sambil tersenyum menyeringai, ia pun berkata, "Hebat sekali kau bisa menghindari seranganku."
"Ya, seranganmu itu bukan apa-apa. Karena, seseorang yang akan mengalahkan Hristov mana mungkin kalah darimu." ucap Izumi sambil mengepalkan kedua telapak tangannya. Ia tersenyum menyeringai sambil menatap tajam Elen.
Sementara itu, disaat yang sama, terlihat Zach yang kembali melesatkan tebasan pedangnya dari jarak jauh ke arah Yoshino, "Batss..!!"
"Tyengg..!!" Dengan sigap, Yoshino pun langsung menangkis tebasan jarak jauh yang dilesatkan oleh Yoshino menggunakan pedang Black Lotus nya.
"Sialan, apa kau terlalu pengecut saat bertarung dari jarak dekat? Oleh karena itu, kau selalu menyerangku dengan tebasan jarak jauhmu." ucap Yoshino sambil tersenyum menyeringai.
Kemudian, Yoshino pun langsung berlari zig-zag ke arah Zach dengan cepat sambil melakukan gerakan teknik berpedangnya.
"Black Lotus no Onigiri..!!"
Yoshino pun langsung melesatkan tebasan jarak jauh ke arah Zach. Namun, Zach menyadari tebasan jarak jauh yang dilesatkan oleh Yoshino ke arahnya. Lalu, ia pun melompat sambil berputar-putar di udara untuk menghindari tebasan Yoshino.
"Sialan, ternyata tebasan jarak jauh tidak berpengaruh padanya. Kalau begini, aku harus menyerangnya dari jarak dekat, bagaimana pun caranya.." ucap Yoshino dengan nada pelan.
Kini, Yoshino pun berpikir keras agar bisa mendekati Zach dan menyerangnya dari jarak dekat. Sementara itu, disisi lain, terlihat Shu yang saat ini saling beradu pedang melawan Espener dengan begitu sengit.
Beberapa detik kemudian, Espener pun mencoba untuk menebas dada Shu. Akan tetapi, "Tyengg..!!" Shu pun berhasil menangkis tebasan yang dilesatkan Espener dengan begitu mudah.
Setelah itu, Shu pun mencoba untuk membalas Espener dengan cara mencoba untuk menebas kepala Espener, "Batss..!!"
Espener pun langsung menggulingkan badannya ke tanah untuk menghindari tebasan Shu. Lalu, ia pun melemparkan pedangnya ke arah Shu.
"Double Sword..!!"
Espener pun langsung menggadankan pedangnya yang ia lempar ke arah Shu. Yang awalnya pedangnya hanya satu, sekarang telah mengganda menjadi dua buah pedang yang melesat ke arah Shu.
Melihat hal tersebut, sontak membuat Shu sedikit terkejut. Lalu, ia pun mengambil posisi kuda-kuda teknik pedangnya. Lalu, sekilas, Shu mengeluarkan cahaya berwarna merah di kedua matanya. Tak berselang lama, Shu pun melakukan gerakan memutar sembari menangkis dua pedang yang melesat ke arahnya, "Tyengg!!!"
"Wah-wah, sepertinya aku bertemu dengan lawan yang cukup menarik. Ya, aku berharap, kau memberi perlawanan yang cukup berarti, saat melawanku." ucap Espener sambil tersenyum menyeringai.
Setelah itu, Shu pun langsung berjalan dua langkah kebelakang, ia menatap tajam Espener dan sedikit terheran-heran dengan pedang milik Espener yang tiba-tiba mengganda menjadi dua.
"Tadi itu, hanya satu pedang yang melesat ke arahku. Akan tetapi, satu pedang tersebut, tiba-tiba menjadi dua pedang. Apa kekuatannya itu menggandakan sesuatu?" batin Shu, ia terus berpikir tentang kekuatan yang dimiliki oleh Espener.
Espener pun terlihat begitu bersemangat ketika melihat raut wajah Shu yang cukup terheran-heran dan seolah-olah telah berpikir sesuatu. Lalu, ia pun berkata, "Bagaimana? Kau terlihat cukup kebingungan? Apa kau heran kenapa satu pedangku bisa mengganda?"
Setelah itu, Shu pun memegang pedangnya dengan kedua tangannya. Ia meneguhkan dan memantapkan hatinya. Shu menatap tajam Espener. Dan, tak berselang lama, muncul kobaran api yang langsung menyelimuti tubuh Shu dan pedang miliknya.
Ya, kobaran api tersebut tercipta dari semangat yang berkobar-kobar milik Shu. Semangatnya menciptakan sebuah kekuatan besar, seperti saat dirinya melawan Saint Etienne.
"Aku akan bertarung dengan serius kali ini." ucap Shu.
BERSAMBUNG