Cosplay

Cosplay
Chapter 396 - Kericuhan Dalam Persidangan.



Ragiru dan para hakim pun mengelak tentang foto yang diduga sebagai jual beli transaksi yang dilakukan oleh mereka. Selain foto, Xia juga mempunyai bukti seperti rekaman video amatir, dan Xia dengan gagah beraninya langsung memutar rekaman video amatir itu di sebuah monitor.


Video telah diputar. Semua orang yang hadir dalam persidangan itu pun menonton video rekaman tersebut. Mereka semua, para rakyat biasa tak menyangka hal seperti ini bisa terjadi dalam jalannya hukum. Mereka melihat dengna kedua mata kepala mereka sendiri.


Xia, Pilkington, Dapidson terlihat tersenyum bersemangat, mereka sangat yakin dengan kemenangan yang akan mereka raih dalam persidangan ini. Sementara itu, Izumi, Yoshino, Killa, Vika, dan Davidestorm hanya bisa menyimak, mereka berlima masih belum paham dengan apa yang terjadi di Negara ini.


"Cih.." Ragiru memasang raut wajah kesal, "Xia Wakarimashita. Kau adalah orang yang harus aku musnahkan."


Tak berselang lama kemudian, Fischl berdiri dari tempat duduknya, "Kunci semua pintu keluar! Jangan biarkan siapapun pergi dari bangunan ini! Mereka semua telah melihat apa yang sebenarnya terjadi disini, jadi aku berniat memusnahkan kalian, orang-orang yang cinta terhadap keadilan!!" Fischl memerintahkan untuk menutup apapun di gedung pengadilan ini.


Karena transaksi jual beli hukum sudah terbongkar disini. Fischl berniat untuk membunuh mereka tanpa jejak. Bila informasi ini tersebar lebih jauh ke masyarakat luas, maka semua rencana yang akan ia gunakan untuk hal-hal kotor akan segera terungkap dengan cepat.


Semua pintu yang terhubung keluar kini sudah terkunci rapat. Ketiga hakim berdiri dari tempat duduknya lalu mengeluarkan sebuah pisau dari dalam saku celananya.


Xia, Pilkington, dan Dapidson juga berdiri dari tempat duduknya. Mereka bertiga langsung memasang posisi waspada dan siaga.


Disisi lain, Ragiru berjalan dan berdiri tepat disebelah Fischl, disusul dengan Juliasu, Emperu, dan Stepyan.


Bukan hanya itu saja, orang-orang yang pro terhadap pemerintah meski sudah tahu kebusukan pemerintah pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekat ke arah Xia dan lainnya, mereka mencoba untuk mengepungnya dari segala arah.


Sementara orang-orang yang kontra pemerintah langsung berlari mendekat ke arah Xia dan yang lainnya. Membuat suatu barisan memutar sebagai tanda pertahanan.


Persidangan yang semakin memanas pun menimbulkan sebuah kericuhan, bahkan pertarungan juga takkan bisa terelakkan. Bahkan Xia pun langsung mengeluarkan senjata andalannya, yaitu sebuah pistol yang akan ia gunakan untuk bertarung.


"Pilkington, Dapidson, bersiaplah. Mereka semua cukup banyak dibanding kita yang kontra terhadap pemerintah. Bertarunglah, tapi jangan sampai terbunuh, paham?" ucap Xia.


"Ya. Aku tahu akan hal itu. Aku juga merasakan bahwa kericuhan yang terjadi disini akan menimbulkan sebuah peristiwa besar dikemudian hari nanti.." ucap Pilkington.


"Peristiwa besar, ya? Oey, Pilkington, jangan sok jadi peramal kita tak tahu apa yang akan terjadi untuk kedepannya nanti. Tapi perkataanmu boleh juga.." ucap Dapidson.


Sekilas, Izumi, Yoshino, Killa, Vika, dan Davidestorm masih diam menyimak meskipun situasi di dalam ruangan ini memanas hingga menimbulkan sebuah pertarungan.


Beberapa saat kemudian, ketiga hakim berlari ke arah Xia, Pilkington, dan Dapidson. Namun, beberapa orang yang kontra pemerintah terlihat menghadang mereka guna untuk melindungi sosok Xia ini.


"Minggir lah!!"


"Batsss!!!"


"Uaghhh!!!"


Ketiga hakim itu berhasil membunuh beberapa orang sekaligus dengan menggunakan pisaunya. Meski mereka adalah hakim, tapi kemampuan bertarungnya juga tak lumayan buruk.


Salah satu hakim melesat pisau ke arah Pilkington. Pisau itu bergerak ke arah kiri Pilkington. Namun Pilkington hanya tersenyum melihat hal itu. Kedua matanya mengeluarkan sinar cahaya yang cukup menyilaukan, lalu..


"Kiri.." ucap Pilkington.


Tiba-tiba pisau yang dilempar salah satu hakim itu bergerak ke arah kiri tiba-tiba berubah arah menjadi ke arah kanan, alhasil pisau tersebut tidak berhasil mengenai Pilkington. Ketiga hakim yang melihat hal itu pun terkejut.


"Apa?! Bagaimana bisa?!"


Pilkington.


Kemampuan: Berbohong.


"Nice try. Sekarang saatnya giliranmu, Xia-chan!!" ucap Pilkington.


Xia langsung saja menembakkan pistolnya ke arah ketiga hakim itu dengan sangat cepat, "Dor!! Dor!! Dor!!" Ketiga hakim itu pun dalam sekejap pun langsung tumbang begitu saja.


Disisi lain, orang-orang dari pro pemerintah dan orang-orang dari kontra pemerintah pun langsung bertarung satu sama lain begitu saja, seolah-olah sedang terjadi tawuran di dalam ruangan yang luasnya terbatas ini.


Lalu, Juliasu yang melihat Xia lengah pun langsung menciptakan beberapa batu bara di kedua tangannya. Kemudian ia pun langsung melesatkannya ke arah Xia, "Mampus kau!!"


Namun, keahlian Xia dalam hal menembak sudah berada diatas rata-rata manusia normal. Bahkan dia bisa menembak tanpa melihat ke arah targetnya, karena dia juga bisa menembak dengan mengandalkan insting pendengarannya.


"Dorrr!! Dorrr!!" Xia menembak beberapa batu bara yang mengarah ke arah nya hingga hancur berkeping-keping tanpa melihat.


"Cih. Sialan kau, Xia! Selain seorang aktivis, kau jago dalam bertarung! Kau memang benar-benar harus kumusnahkan, Xia Wakarimashita!!!" teriak Juliasu.


Namun, Tiba-tiba Ragiru berlari ke arah Xia dengan alunan musik lagu India serta goyangan mautnya. Dia berencana untuk menyerang Xia dari jarak yang cukup dekat.


Akan tetapi, Pilkington dan Dapidson dengan sigap langsung berdiri didepan Xia.


"Takkan kubiarkan, kau menyerang atau melukai Xia-chan." ucap Pilkington.


"Ya, itu benar. Kombinasi Pilkington dan Dapidson akan melindungi Xia meskipun harus bertaruh dengan nyawa!!" tegas Dapidson.


Ragiru melakukan goyangan mautnya yang sangat elastis. Menggoyang dengan sedikit mendesah. Dia melewati Pilkington dan Dapidson begitu saja dan..


"Hello baby, you are lose.." ucap Ragiru.


Dalam sekejap sekujur tubuh Pilkington dan Dapidson mengalami luka seperti tebasan-tebasan kecil. Berdarah-darah. Mereka berdua merasa kesakitan. Lalu terjatuh dalam posisi bertekuk lutut.


"Xia!!!" teriak Dapidson.


"!!!!!" Xia belum sempat untuk menghindar. Tetapi Ragiru sudah bersiap untuk membunuh Xia kapanpun dia mau.


"Matilah kau, Xia!!! Kau adalah halangan terbesar kami!!!" teriak Ragiru.


Beberapa detik sebelum serangan Ragiru berhasil mengenai Xia, tiba-tiba Izumi datang lalu memegang salah satu tangan Ragiru dengan sangat erat.


"Eh?" Ragiru terkejut akan hal itu. Ragiru memberontak mencoba untuk melepaskan tangannya dari genggaman Izumi.


Tanpa basa-basi, Izumi mengangkat tubuh Ragiru hanya dengan memegang satu tangannya ke atas lalu membantingnya ke lantai dengan sangat keras, "Bruakkk!!!!!"


"Uaghhhhhh!!!!" Bantingan dari Izumi yang sangat menyakitkan membuat Ragiru pingsan hanya dalam sekali serangan.


Sorot mata Izumi begitu tajam disertai dengan senyuman semangatnya. Fischl yang melihat hal itu pun sedikit curiga terhadap Izumi karena sangat kuat berhasil mengalahkan Ragiru hanya dalam satu kali serangan.


"Dia itu.."


"Siapa?"


B E R S A M B U N G