
"..... Hozuki, mari kita hajar para kroco ini. Hal ini bisa kita jadikan sebuah pemanasan. Aku juga sudah cukup lama tidak bertarung serius sejak melawan Hristov dulu.." ucap Izumi, ia begitu bersemangat, mengepalkan kedua telapak tangannya.
"Sudah kuduga, sekali lagi kau suka ikut campur urusan orang lain. Tapi, setelah kita menghajar orang-orang ini, kau harus berjanji padaku untuk menceritakan semua kejadian yang terjadi pada perang Hirsley Bulgarian.."
"Ya..!! Tentu saja, setelah menghajar kroco-kroco ini..!!"
Tak berselang lama, Izumi dan Hozuki pun mulai beraksi. Mereka berdua melompat ke udara dengan cukup tinggi hingga menutupi sinar matahari. Disaat yang bersamaan, puluhan kroco-kroco yang mengepung Izumi dan Hozuki pun terkejut dan seketika mundur beberapa langkah kebelakang sembari mengarahkan senjata ke udara.
"Kenapa mereka berdua bisa melompat setinggi itu..?!! Mereka benar-benar orang yang gila..!!" seru salah satu kroco.
Ketika di udara, Izumi pun melapisi tangan kanannya dengan kekuatan es nya. Lalu berubah menjadi tangan es raksasa. Ia tersenyum bersemangat dan bersiap melesatkan pukulannya kepada para kroco yang berada dibawah, "Xixixi.. bersiaplah dengan hantaman dari pukulan es ku ini, dasar kroco..!!"
Sementara itu, ketika Hozuki masih berada di udara, ia mengarahkan kedua tangannya kepada kroco-kroco yang berada dibawahnya. Ia tersenyum menyeringai bersemangat, dan bersiap melesatkan kekuatan dari buah iblisnya, "Bersiaplah, para kroco biadab..!!"
"A-apa?!!"
"Ice-Ice No Elephant Hits..!!" Izumi pun langsung menghantamkan pukulan es nya kepada kroco-kroco yang berada dibawahnya.
"Mizu No Water Sevent..!!" Hozuki melesatkan gelombang air yang cukup besar dari kedua tangannya.
"Uaghhhh!!!"
"Sialan..!!"
"Mereka kuat sekali..!!" Hanya dengan satu kali serangan, Izumi dan Hozuki berhasil mengalahkan puluhan kroco yang mengepungnya begitu saja. Dan juga, mereka berdua terlihat sangat menikmati pertarungan ini walaupun musuhnya kalah dengan cukup mudah.
Selang beberapa detik, puluhan kroco itu pun langsung terkapar dijalanan. Disaat yang bersamaan, Izumi dan Hozuki sudah kembali berpijak ke jalan setelah melompat ke udara sembari melesatkan serangannya.
Izumi dan Hozuki berdiri bersebelahan, melihat puluhan kroco yang sudah terkapar karena serangan mereka barusan. Mereka berdua tersenyum menyeringai bersemangat.
"Haddeh, bahkan ini tidak bisa dianggap sebagai pemanasan, Hozuki.." ucap Izumi sembari membunyikan jari-jemarinya.
"Kretek.. kretek.." Hozuki membunyikan lehernya yang sedikit pegal, "Ya, ini cukup mengecewakan, aku berharap datang musuh yang lebih kuat lagi."
Lalu, Izumi dan Hozuki pun melihat gerbang perbatasan yang sedikit terbuka. Mereka berdua pun berjalan bergegas untuk melewati gerbang tersebut. Akan tetapi..
"..... Sialan, kenapa kalian bisa mengalahkan puluhan anak buahku begitu saja.." Hibito Kurosaki sudah berada dibelakang Izumi dan juga Hozuki, ia mencegat mereka berdua agar tidak pergi dari Crystalline Town.
"Oey, kau kan yang kemarin kita hajar kan? Ternyata kau masih punya nyali juga untuk menantang kami berdua.." ucap Hozuki.
"Ya.. aku takkan mengulangi kesalahan untuk yang kesekian kalinya. Kali ini, aku akan benar-benar untuk menangkap kalian. Karena.." ucap Hibito.
Tak berselang lama, anggota dari divisi Elite Bot, dan divisi Elite Jokian pun datang dari segala arah dan kembali mengepung Izumi dan juga Hozuki. Namun, selang beberapa detik, anggota inti dari divisi Elite pun tiba dan berdiri dibelakang Hibito.
"..... Lihatlah, aku sudah memanggil semua anggota dari divisi Elite hanya untuk menangkap kalian berdua. Kemenangan kami sudah berada di depan mata. Jadi, kalian berdua menyerahlah saja.." ucap Hibito sembari tersenyum menyeringai.
"Tapi, mereka berdua kelihatannya seperti bocah biasa. Aku juga tak menyangka Hibito-san dan yang lainnya bisa dihajar oleh dua bocah ini.." Seorang perempuan yang selalu memakan Sandwich dimanapun kapanpun. Ia adalah Sandwich Sarah. Sarah berasal dari divisi Elite Bot.
Didekat Sarah, terlihat seorang pria dengan mengenakan jubah ala-ala profesor. Pria itu juga selalu membawa remot kontrol di dalam saku bajunya. Dia adalah Ruben. Ruben juga salah satu orang yang berada dari divisi Elite Bot, "Hoey, Sarah-neesan, kau jangan sombong gitu, nanti dihajar juga nangis.."
"Shishishishi.." Seorang pria yang selalu merapikan rambutnya agar tetap stay cool tertawa dengan tawa khasnya. Ia adalah Lifebuoy. Dia juga anggota dari divisi Elite Bot, "Berantem mulu dah.. kalian membuat wangi dari rambutku ini sedikit memudar.."
"..... Woi, Lifebuoy..!! Namamu kayak merk sabun saja. Mending ganti saja namamu itu menjadi sanselik, biar mirip merk shampoo.." ucap Antimagic Yuuki, dia adalah tukang suruh-suruh di divisi Elite Jokian.
"Yare-yare Daze, Bossku. Nama dari orang-orang di Elite Bot kok aneh semua." ucap Smile Epiku. Dia merupakan anak buah dari Antimagic Yuuki. Smile Epiku ini juga hobinya tukang ngejek.
Lalu, disebelah Smile Epiku, terlihat seorang pria yang hanya menyimak pertengkaran sesama anggota divisi, "Mereka bodoh semua, padahal ada musuh di depan kita, malah sempat-sempatnya berdebat.." Dia adalah A-kun, anak buah dari Yuuki dan juga anggota dari divisi Elite Jokian.
"Ara-Ara~" Seorang perempuan yang berada di sebelah A-kun berkata dengan nada menggoda, "A-kun, sebaiknya kau jangan hiraukan mereka ya~" Akihiko Ayumi, salah satu teknik andalannya ialah menggoda seorang pria.
Dan juga, salah satu orang yang ikut mengepung Izumi dan Hozuki juga. Seorang pria yang selalu tampak dengan wajah yang malas, ia adalah Skyline Arcepilago. Dia juga berasal dari divisi Elite Jokian, "Lebih baik kalian cepat tangkap dua orang itu, aku terlalu malas untuk melakukan open war.."
"Ayo woi gelud, malah berdebat sendiri..!!" Toxicu Sulayeru, dia juga anggota dari divisi Elite Jokian.
Izumi dan Hozuki pun menaikkan salah satu alisnya karena keheranan dengan anggota divisi Elite yang saling berdebat satu sama lain ketika mengepungnya.
"Huh? Apa-apaan mereka ini. Bukannya menyerang kita, malah berdebat satu sama lain. Nampaknya, mereka semua juga tak lebih sama seperti seorang kroco, Hozuki.." ucap Izumi.
"Entahlah, tapi. Maukah kau bertanding denganku, siapa yang berhasil mengalahkan musuh terbanya, maka dia yang akan menang? Apa kau berani, Izumi?"
"Tentu saja, Hozuki. Pasti akulah yang akan mengalahkan musuh lebih banyak darimu.."
B E R S A M B U N G