
"Hmmm..." Davidestorm yang kala itu duduk diatas pembatas kapal sembari menunggu ikan memakan umpan dari kail pancingnya pun menguping pembicaraan antara Izumi dan Yoshino tentang Bajak Laut Lunarian yang masih berencana untuk mengincarnya.
"Aku lapar!!! Aku akan segera memasak makanan enak!!" teriak Izumi.
"Tidak! Tidak! Tidak! Kau tidak boleh memasak, Izumi!!" bentak Killa.
"Kenapa aku tidak boleh memasak?! Padahal aku kan juga bisa memasak sebuah Pizza terlezat di duni-" ucap Izumi.
"Jduak!!"
"Bodoh!!!" Dari belakang Davidestorm, terlihat Izumi yang dijitak oleh Killa karena memaksa untuk memasak sesuatu.
"Apa kau tidak ingat dulu saat kau memasak, kau menghabiskan bahan makanan dengan hasil nol besar!! Makananmu tidak jadi!!" teriak Killa.
"Hadeh.. Inilah hari-hariku di Bajak Laut Cosplay ketika berlayar di lautan." ucap lirih Davidestorm. Ia menatap kail pancingnya, berharap akan ada ikan yang terpancing oleh umpannya.
Sudah satu jam sejak ia duduk diatas pembatas kapal untuk memancing, tapi sama sekali tak ada ikan yang memakan umpannya. Sementara sembari menunggu hal itu, Davidestorm hanya bisa melihat pemandangan samudera yang luas serta suara berisik dari kru-krunya.
"Pliss.. Aku hanya ingin mendapat satu ikan saja." Davidestorm mulai tampak jenuh.
"Oey, Davidestorm! Temani aku berlatih pedang dong!!" ucap Yoshino yang berada dua meter dibelakang Davidestorm.
"Yoshino, apa kau tak lihat kalau aku ini sedang sangat sibuk?"
"Sibuk? Apa kesibukan yang kau maksud itu adalah duduk melihat lautan yang hampa? Kau sungguh konyol, Davidestorm.." ucap Yoshino.
"Bodoh!! Aku ini sedang memancing!!!" bentak Davidestorm.
"Menyerah saja, Davidestorm. Kau itu memang tak mempunyai bakat untuk memancing ikan." ucap Yoshino, lalu ia pun berjalan mendekat ke arah Davidestorm. Ia melepas pakaiannya lalu menarik pedang Black Lotus nya, "Aku akan mengajarimu cara memancing yang benar, Davidestorm.." Yoshino tersenyum bersemangat.
"Huh?!!"
"Ichiroiyuu : BlackLotus No Sekai..!!"
Yoshino melesatkan tebasan dari pedang Black Lotus nya ke lautan yang berada dihadapannya, "Batsssss!!!"
Setelah melakukan tebasan itu, tiba-tiba puluhan ikan pun melompat-lompat ke atas permukaan laut. Melihat hal itu, ini adalah kesempatan emas bagi Yoshino. Ia mengambil sebuah jaring yang berada disebelah Davidestorm, lalu melompat.
Yoshino menangkap banyak ikan yang melompat-lompat ke atas permukaan laut menggunakan jaringnya. Setelah dirasa sudah dapat cukup banyak ikan, ia pun berpijak kembali ke atas kapal.
Yoshino melirik Davidestorm, "Lihat, Davidestorm. Beginilah cara memancing yang benar. Tanpa harus menunggu, kau bisa mendapatkan banyak ikan dengan mudah.."
"Bodoh!! Dengan cara itu mana bisa disebut memancing woy!!! Memancing itu kan harus menggunakan alat pancing baru bisa dinamakan memancing!!" ucap Davidestorm.
"Tapi inti dari memancing adalah mendapatkan ikan. Apa aku salah memancing dengan cara begini?" tanya Yoshino.
"Woy apa kau tidak tahu definisi dari memancing!!"
"Memancing atau tidak, tujuannya sama, yaitu mendapatkan ikan. Kenapa kau malah ngotot."
"Hadeuh.. " Davidestorm memilih untuk tidak melanjutkan balasan dari perkataan Yoshino, "Terserah, Yoshino. Aku akan memancing dengan caraku sendiri." Davidestorm masih percaya dengan alat pancingnya. Ia melanjutkan kembali kegiatan memancingnya.
Setengah jam kemudian, tampak dari wajah Davidestorm yang begitu jenuh karena menunggu, bagaikan menunggu harapan yang tak pasti. Ketika hatinya akan mulai menyerah, tiba-tiba kail pancingnya bergerak menandakan terdapat sesuatu yang memakan umpan pancingnya.
"Kailnya bergerak?!! Akhirnya aku mendapatkan ikan satu-satunya juga!! Baiklah, aku tak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini!!!" Davidestorm pun berdiri, lalu menarik ulur pancingnya.
Perlawanan dari ikan yang memakan umpan pancing Davidestorm pun begitu sangat hebat. Bahkan Davidestorm yang sedang menarik ulur kail pancingnya harus dipaksa menggunakan seluruh kekuatannya.
"Sial!! Ikan apa yang sebenarnya aku dapatkan ini!!!"
Disisi lain, kala itu Vika yang sedang membaca buku geografi, secara tak sengaja melihat Davidestorm yang sedang bersusah payah menarik ulur pancingannya.
"Davidestorm, sepertinya kau mendapatkan sesuatu yang besar. Aku akan menyemangatimu dari belakang.." ucap Vika.
"Jangan menyemangatiku saja!! Cepat bantu aku juga!!" ucap Davidestorm.
"Tidak mau."
"Hadehh.."
"Oey, Davidestorm!! Sepertinya kau sedang kesusahan menarik pancinganmu itu ya.." ucap Yoshino.
"Berisik!!!"
"Davidestorm!! Kalau kau sudah dapat ikanmu, aku minta ya!!" teriak Izumi.
"Bantu aku woy!! Jangan asal minta doang!!"
Davidestorm terus menarik menarik dan menarik. Entah kenapa ia merasakan ikan yang memakan umpannya tersebut memiliki perlawanan yang begitu mengerikan.
"Sepertinya aku harus menggunakan teknik rahasiaku.."
Seperti apakah teknik rahasia yang disebutkan Davidestorm tersebut?
"Huooooo!!!" Davidestorm mengeluarkan banyak keringat sampai-sampai membasahi sekujur tubuhnya, "Huooooooo!!!"
"Ini adalah teknik rahasia diriku yang bisa mengubah keringat menjadi kekuatan fisik yang kuat!! Jadi, menyerahlah saja ikan!! Menyerahlah, biar aku bisa memakanmu!!!" Davidestorm menarik dengan sangat hebat.
Dan... "Byuorrrr!!!" Tarikan itu berhasil, tapi secara mengejutkan, ikan yang keluar dari permukaan laut karena tarikan pancingan dari Davidestorm ternyata adalah ikan sejenis ikan Monster. Ikan Monster ini berukuran raksasa dengan gigi taring yang tajam.
Davidestorm, Izumi, Yoshino, Vika, dan Killa terkejut ikan tersebut. Ikan Monster tersebut keluar dari permukaan dan bersiap menimpa Kapal Bajak Laut Cosplay.
"Izumi!!! Yoshino!! Davidestorm!! Lakukan sesuatu oy!!! Ikan Monster itu akan segera menimpa kapal kita!!!" teriak Killa.
"Hebat!!!" Kedua mata Izumi berbinar-binar melihat ikan Monster yang berhasil dipancing Davidestorm, "Kau mendapatkan ikan yang sangat luar biasa, Davidestorm!!!"
"Jangan begitu dong, Izumi!! Lakukan sesuatu juga!!" ucap Davidestorm.
Memancing adalah kegiatan yang membosankan. Tetapi, apa kalian berfikir bahwa di lautan bersembunyi ikan sejenis monster yang berukuran raksasa. Bagaiman bila kalian berhasil mendapatkan ikan Monster raksasa itu dengan alat pancing kalian?
Beberapa jam kemudian, kelompok Bajak Laut Cosplay berlabuh di sebuah pulau tak dikenal hanya untuk memasak ikan Monster tangkapan Davidestorm.
Pulau tak dikenal itu hanya berisi hutan belantara, namun mereka tak masuk ke hutan belantara, melainkan hanya berada pesisir pantai saja.
Api unggun yang cukup besar sudah siap membakar ikan Monster raksasa hasil tangkapan Davidestorm.
"Baiklah semuanya!!! Mari kita makan besar dengan ikan Monster bakar!! Anggap saja ini adalah pesta untuk merayakan keberhasilan kita kabur dari wilayah Lunar!!" ucap Izumi.
"Sepertinya menarik, Izumi. Ikan Monster ini juga berkat Davidestorm. Tak kusangka dia adalah pemancing yang hebat.." ucap Yoshino.
"Benar.." ucap singkat Vika.
"Baiklah, ayo kita rayakan pesta ini dan segera berlayar kembali!!" ucap Killa.
"Pesta untuk merayakan keberhasilan Bajak Laut Cosplay keluar dari wilayah Lunar akan segera dimulai!! Jadi makan sebanyak yang kalian mau!!!" teriak Davidestorm.
B E R S A M B U N G