
Kedatangan Lucia yang secara tiba-tiba sekaligus berhasil menebas dan menendang Krish keluar dari kapal Bajak Laut Shobasoap membuat seluruh kru Shobasoap sangat terkejut, mereka berteriak histeris, terutama Shinmaru.
"Lu-Lu-Lu-Lucia!!!!! Tak kusangka kau bisa datang dan memberi kejutan kepada kita semua!!! Kau membuatku khawatir saja, Lucia!!!" teriak Shinmaru yang berlinang air mata.
"Syukurlah, Lucia datang.." gumam Shion sembari tersenyum. Ia juga ikut bahagia setelah melihat orang-orang yang berada disekitarnya bahagia melihat kedatangan Lucia.
Akan tetapi, "Diam semua!!! Jangan Cengeng!! Terlalu cepat bagi kita untuk bahagia!!! Kita harus cepat-cepat segera pergi dari sini, kalau tidak, kita semua akan tamat!!" tegas Shoba. Ia berfikir bahwa terlalu dini untuk merasa senang.
Sekilas, lubang hitam itu masih belum hilang didekat Lucia. Tak berselang lama kemudian, Lucian pun muncul dari lubang hitam tersebut dan mengagetkan Shoba serta kru-kru nya yang lain, "Yo.. Aku jadi terharu melihat kalian bahagia seperti ini..-"
"Lucian?!!" ucap Arata yang langsung memasang posisi kuda-kuda bertarung.
"..... Jadi, kau kesini juga berniat melawan kami, Lucian?! Baiklah akan kuladeni dirimu-" ucap Shoba.
"Oey, Lucia. Tugasku untuk mengantarkanmu kekapalmu sudah selesai. Mungkin inilah saatnya mengatakan kata perpisahan.." ucap Lucian sembari tersenyum.
"Ya. Tak kusangka kau berubah begitu cepat, Lucian." ucap Lucia.
"E-eh?! Apa maksudnya ini?! Kalian berdua sudah berdamai??" tanya Shoba yang sangat kebingungan.
"Jangan salah paham, Shoba. Aku hanya membantu Lucia sebagai hadiah perpisahan karena berhasil mengalahkanku dulu. Dan, setelah ini.. Bila kita bertemu lagi, kita adalah musuh.." ucap Lucian.
"..... Ya, aku akan mengalahkanmu saat itu, dan akan kubuat kau bersujud meminta ampun di depanku, Lucian.." ucap Shoba sembari tersenyum menyeringai.
Lucian pun langsung masuk kedalam lubang hitam tersebut untuk kembali kedalam dimensi dunia game miliknya.
~
Kini Kapal Armada Besar Serikat Lunarian yang bergerak menghadang dari depan pun semakin banyak. Dan saat ini, ketiga kelompok Bajak Laut itu sudah berhasil dikepung kembali oleh Serikat Lunarian.
Selain itu, beberapa kapal yang berada dibelakang kelompok Bajak Laut Cosplay, Kurama, dan Shobasoap pun terlihat bergerak minggir untuk memberi jalan kepada Kapal Armada Besar yang dikomandoi oleh Oblaudr.
"Sial. Dia datang lagi, orang mengerikan itu." ucap Kenkomura dari atas kapalnya.
Situasi diatas kapal Bajak Laut Kurama pun tampak begitu tegang disaat situasi seperti ini. Keikomaru yang sudah memodifikasi kapalnya pun terlihat sedang mengisi daya kapal menggunakan sebuah bir.
"Oey, Keikomaru!! Bukannya tugasmu adalah mengemudi?! Lantas apa yang kau lakukan sekarang ini?!" tanya Franksboy.
"Diamlah, aku sedang mengisi daya kapal dengan bir agar kita bisa keluar dari wilayah ini lewat udara.." ucap Keikomaru.
"Maksudmu kita akan terbang?" tanya lagi Franksboy.
"Ya. Apa kau sudah lupa Franksboy? Kapal ini juga didesain bisa digunakan untuk terbang dengan bantuan bahan bakar bir. Tapi saat ini ada sebuah kendala yang harus kubenahi, jadi tahan serangan mereka jangan sampai merusak kapal, Franksboy." ucap Keikomaru.
"Ya.. Aku akan menahan semua serangan musuh sesuai dengan perintahmu, Keikomaru-kun!!!" teriak Franksboy dengan bersemangat.
Beberapa kapal Armada besar Serikat Lunarian yang berada didepan pun kembali melesatkan beberapa tembakan meriam. Akan tetapi, Franksboy berhasil menghancurkan satu meriam ke arah kapalnya, bersama dengan Alice yang berhasil meledakkan beberapa meriam dengan serangan anak panahnya, dan Kenkomura berhasil juga berhasil menebas beberapa meriam. Mereka bertiga terlihat sangat bersusah payah untuk melindungi kapalnya.
Disisi lain juga, terlihat Izumi sedang menahan beberapa tembakan meriam yang melesat ke arah kapalnya menggunakan kekuatan es nya. Lalu, Davidestorm dan Yoshino bergegas memperban luka yang diakibatkan oleh serangan sabit dari Shovkovskiy.
Kemudian, Kapal yang dinaiki Oblaudr bergerak sangat cepat ke arah kapal Bajak Laut Cosplay, Kurama, dan Shobasoap. Oblaudr berjalan diujung kapal sembari memasukkan kedua telapak tangannya kedalam saku celana.
"Takkan kubiarkan kalian para Generasi Closer berhasil lolos dari wilayah Lunar. Ini juga menyangkut harga diri." ucap Oblaudr dengan nada sinis.
Sekilas terdengar suara kapal asing yang sedang bergerak ke arah Kapal Kurama tepat dari arah depan yang saat ini terdapat banyak kapal Armada Besar Serikat Lunarian.
Diatas kapal asing tersebut terlihat seluet seorang pria yang sedang tersenyum licik sembari berkata, "..... Hozuki sialan. Kemanapun kau berada, aku pasti akan mengejarmu. Aku datang ketempat ini hanya untuk membunuhmu.."
"Kapten. Kapal Bajak Laut Kurama terdeteksi dalam radar berada didepan sana. Tepat didepan puluhan kapal yang berada disana. Jadi, kita harus bagaimana, Kapten?"
"Sudah jelas kan, Pinoccio? Singkirkan kapal yang menghalangi jalan kita itu. Kita kesini sudah membawa kekuatan penuh. Jadi, misi untuk membunuh Hozuki tak boleh gagal, kita hancurkan apapun yang menghalangi kita.." ucap Kaptenl Hirn.
Secara mengejutkan Kapal Armada Besar Departemen Satwa yang dipimpin oleh Kapten Hirn telah memasuki wilayah laut teritorial Lunar hanya demi membunuh buronannya, yaitu Hozuki beserta kru-nya yang lain.
Selain itu, Kapten Hirn juga memerintahkan anggotanya untuk menyingkirkan kapal yang menghalangi jalan mereka. Kapal Departemen Satwa mendekat ke arah kapal Armada Besar Serikat Lunarian tanpa disadari sekali oleh mereka.
"Pinoccio, lakukan!"
"Baik!"
"The Nose Of Darkness!!!" Hidung Pinoccio perlahan ukurannya menjadi sangat panjang dan menjadi tajam. Ia pun membelah 2 sampai 3 kapal yang menghalangi kapal Departemen Satwa menggunakan hidung panjang dan tajamnya, "Batssss!!!!"
"Huwoooo!!! Kenapa kapal kita tiba-tiba terbelah begini?!!!"
"Apa yang sebenarnya terjadi?!!"
Para Inner Serikat Lunarian yang tak mengetahui apa yang telah terjadi dengan beberapa kapal dibelakangnya hancur dalam sekejap pun langsung dibuat kebingungan dengan kedatangan Kapal Armada Besar Departemen Satwa.
"Huh?" gumam Zero.
"Ada urusan apa mereka para Departemen Satwa itu kesini?" pikir Gregories.
"Oey.. Oey.. Oey.. mereka menghancurkan beberapa kapal kita yang berada dibelakang menggunakan serangan hidung anehnya itu." ucap Cruzz.
"Ada apa dengan mereka? Sebenarnya apa tujuan mereka kemari? Apa mereka rekan dari para Bajak Laut sampah itu?" tanya Arsh.
Kapal Armada Besar Departemen Satwa melesat cepat menuju ke arah Kapal Bajak Laut Kurama. Kapten Hirn yang melihat Kapal Kurama pun langsung berteriak, "Hozuki Kuromatsu!!!! Akhirnya aku bisa menemukanmu!!! Saatnya aku membunuhmu beserta rekan-rekan bodohmu itu, huahahaha!!!"
"Ti-tidak mungkin! Disaat-saat begini, kenapa Departemen Satwa datang disaat yang tidak tepat.." ucap Alice.
"Cih. Sialan! Kenapa mereka ada disini?! Kalau begini, kita takkan bisa kabur dengan mudah dari wilayah teritorial Lunar!!!" ucap Kenkomura dengan raut wajah sedikit panik.
B E R S A M B U N G