Cosplay

Cosplay
Chapter 347 - Declaration.



Kini di depan mata Shoba sudah terlihat Shion yang tak sadarkan diri berada di dalam kurungan yang terbuat dari akar tajam milik Himawari. Shoba merasa, bahwa Groombridge adalah orang yang harus ia kalahkan agar bisa membebaskan Shion. Shoba menatap tajam Groombridge, dia begitu geram.


"Shoba Sekken, apa maksud tujuanmu datang ke Lunarian untuk membawa Shion? Setelah membawanya apa yang akan kau lakukan setelah itu?" tanya Groombridge.


"Aku tak sengaja bertemu Shion-chan di sebuah pulau. Ia tersenyum dengan meneteskan air matanya. Aku sangat membenci seseorang yang memaksa wanita cantik sepertinya, dipaksa harus tersenyum untuk menutupi semua kesedihannya.." ucap Shoba, "Ternyata, Organisasi seperti ini yang membuat Shion-chan bersedih, aku takkan memaafkanmu selaku pemimpin Serikat Lunarian.." Shoba mengarahkan jari telunjuknya ke arah Groombridge.


"Manusia yang sudah terjebak dalam dunia percintaan. Dasar anak muda yang cukup merepotkan. Ya.. kau bisa membawanya apabila berhasil mengalahkanku. Itu tentu kalau kau bisa.." ucap Groombridge sembari tersenyum menyeringai.


"Settt!!!" Shoba berlari dengan cepat, dan tiba-tiba ia sudah berada dihadapan Groombridge. Dengan raut wajah marahnya, Shoba pun mencoba untuk melesatkan pukulan yang telah dilapisi oleh kekuatan sabunnya, "Hiaaaaa!!!"


Groombridge memiringkan badannya untuk menghindari pukulan yang dilesatkan Shoba. Lalu, ia pun menggerakkan kaki kanannya dan langsung saja menendang perut Shoba hingga terpental beberapa meter kebelakang, "Bruakk!!"


"Uaghhh!!!" Rasa sakit yang Shoba terima dari tendangan Groombridge begitu menyakitkan, tapi ia masih bisa menahannya. Shoba menginjakkan kakinya ke tanah untuk menahan pentalan yang ia terima.


Setelah berhenti. Shoba kembali bergerak ke arah Groombridge, "Unlimited Soap!!!" Shoba menembakkan sabun batang tak terbatas dari kedua tangannya ke arah Groombridge.


Groombridge tak tinggal diam. Melihat serangan itu, Groombridge pun juga bergerak ke arah Shoba sembari menghindari semua sabun yang melesat ke arahnya dengan mudah. Bahkan, sabun-sabun itu tak berhasil menyentuh tubuh Groombridge sama sekali.


Groombridge begitu lincah, dan juga luar biasa.


"Tchh!!" Shoba kesal. Ia menganggap hal itu wajar bagi seorang pemimpin Serikat Lunarian. Shoba juga mengakui bahwa Groombridge ini sangatlah kuat, dia juga berfikir, bahwa dirinya harus berhati-hati dalam menghadapinya.


Groombridge masih berlari ke arah Shoba. Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya, lalu mengeluarkannya, "Syattt!!!!" Groombridge melesatkan dua Shuriken ke arah Shoba.


Akan tetapi, dua Shuriken itu hanya melewati Shoba begitu saja.


"Meleset?" Shoba menganggap Shuriken yang dilesatkan Groombridge meleset. Namun ia salah besar.


Groombridge menarik Shuriken itu kembali. Dan ternyata, dua Shuriken itu telah terikat oleh benang tak terlihat yang terhubung langsung oleh kedua tangan Groombridge, "Rasakan ini.."


"!!!!!" Shoba terkejut karena tiba-tiba tubuhnya sudah tidak bisa bergerak karena terikat oleh benang tak terlihat milik Groombridge, "Sial!! Senjata macam apa ini?!"


Setelah itu, Groombridge mengeluarkan korek api dan mulai menyalakan korek api itu ke benang yang ia pegang, "Tsss!!!" Benang itu terbakar dan merambat ke arah benang yang mengikat Shoba.


Shoba yang menyadari hal itu pun terus memberontak agar benang yang mengikatnya bisa terlepas, terpotong, atau yang terpenting agar dia bisa bebas dari ikatan benang ini.


"Shuriken yang kulesatkan itu terbuat dari bahan yang mudah meledak bila tersentuh oleh api.." ucap Groombridge.


"A-apa?!-" Shoba terkejut ketika mendengar perkataan Groombridge.


"Duaarrrrrr!!!!" Ledakan besar terjadi.


"Itulah yang kusebut sebagai ledakan adalah sebuah mahakarya yang luar biasa. Kali ini, apa kau masih bisa selamat, Shoba Sekken?" gumam Groombridge.


Ledakan besar itu akhirnya mulai reda, akan tetapi menciptakan kepulan asap hitam yang cukup tebal. Apakah Shoba selamat?


Setelah cukup lama kemudian, terlihat sebuah bola es ditempat asal ledakan itu berada, "Es?" Groombridge memiringkan kepalanya karena sedikit kebingungan karena tiba-tiba muncul sebuah bola es.


Tak berselang lama, bola es itu mulai retak, dan didalamnya terlihat Shoba dengan raut wajah syok bersama dengan Izumi yang berada satu langkah dihadapannya.


"Oey, bagaimanapun bisa kau kemari, Izumi?!" tanya Shoba.


Groombridge pun semakin bergairah untuk bertarung, pasalnya ia melihat Izumi yang beberapa saat lalu berhasil dikalahkannya, kini kembali berdiri dihadapannya, "Izumi Hirosuke, Kapten dari Bajak Laut Cosplay. Tak kusangka kau baik-baik saja setelah bertarung denganku waktu itu.."


"Ya, aku membuat sebuah pertaruhan, eksperimen konyol yang kulakukan saat disituasi genting." ucap Izumi.


"Eksperimen apa?" tanya Groombridge.


"Itu rahasia. Aku tidak akan memberi tahu eksperimen itu kepadamu!!!" ucap Izumi dengan bersemangat.


Tak berselang lama, tiba-tiba terdapat sebuah mobil tanpa pengemudi bergerak cepat ke arah Groombridge, "!!!!!" Groombridge terkejut akan hal itu, dan langsung melompat ke udara sembari membawa kurungan untuk menghindari mobil itu.


"Bruakkkk!!!" Groombridge pun langsung menghancurkan mobil tersebut hanya dalam satu kali tendangan dari udara. Lalu Groombridge sudah berdiri kembali ke tanah, sembari menaruh kurungan tepat dibelakangnya.


"Ulah siapa ini? Kenapa tiba-tiba datang sebuah mobil ke arahku?" tanya Groombridge dengan nada geram.


Selang setelah itu, Arata pun berjalan dari belakang Izumi dan juga Shoba. Ia memasang raut wajah kesal sembari menatap sinis Groombridge, "Aku yang melakukannya, kalau kau tidak terima, bertarunglah denganku." ucap Arata.


Groombridge pun langsung mengangkat pundaknya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Astaga, anak muda zaman sekarang memang punya semangat yang tinggi. Apa kalian lupa, bahwa modal semangat saja itu tidak bisa untuk mengalahlanku."


"Berisik-" ucap Arata.


"Kalian semua sudah tiba ya? Maaf aku terlambat. Tapi, sepertinya aku datang di moment yang tepat ya.." Tiba-tiba Hozuki datang dan berjalan dari belakang Arata.


"Hozuki!!!"


"Kau!!!"


Izumi, Shoba, dan Arata cukup terkejut dengan kehadiran Hozuki. Izumi begitu senang dengan kedatangan Hozuki, berbeda dengan Shoba dan Arata yang cukup kesal dengan kedatangan Hozuki.


"Brengsek, kenapa kau ada disini juga?!" geram Hozuki.


"Sapaanmu itu terlalu kasar, Arata.." ejek Hozuki.


"Huh?! Apa maksudmu?!!"


Hozuki, Arata, Izumi, dan Shoba pun berdiri saling sejajar bersebelahan. Mereka semua memasang wajah yang sangat ambisius untuk melawan Groombridge.


"Kenapa kalian bertiga malah datang? Padahal aku sendiri saja sudah cukup untuk mengalahkan Groombridge.." ucap Shoba.


"Hoi, Shoba. Kau selalu saja bertarung dengan musuh hebat tanpa mengajakku. Padahal aku juga ingin melawan mereka.." ucap Izumi.


"Lebih baik kalian bertiga mundur dan lihatlah aku bertarung melawan Groombridge. Ini adalah kesempatan emas bagiku untuk mengalahkannya.." ucap Arata.


"Kalian bertiga egois sekali. Padahal aku juga mau ikut serta dalam pertarungan yang menarik ini.." ucap Hozuki.


Empat Kapten dari empat kelompok Bajak Laut akhirnya telah datang. Apakah Izumi, Hozuki, Shoba, serta Arata bisa mengalahkan Groombridge?


B E R S A M B U N G