Cosplay

Cosplay
Chapter 284 - Kisah Shoba Yang Menjadi Seorang Sadboy.



Beberapa jam kemudian, hari sudah sore menjelang malam. Di sebuah rumah gubug tua yang berada di pinggiran Crystalline Town..


Shoba yang terluka parah dan babak belur, terpaksa beberapa bagian tubuhnya harus diperban oleh Izumi dan Hozuki. Awalnya ia memberontak, tapi setelah cukup lama, Shoba pun pasrah ketika lukanya diperban oleh Izumi dan juga Hozuki.


Izumi dan Hozuki pun sedikit bertanya-tanya dengan awal mulanya Shoba bisa babak belur dan menjadi salah satu orang yang dilelang di Auction room 09. Dengan raut wajah yang pesimis, Shoba pun cukup ragu-ragu untuk mengatakan hal yang sebenarnya kepada Izumi dan Hozuki. Akan tetapi..


"Hey, O-Shoba mask, kenapa kau bisa babak belur dan tertangkap seperti itu?" tanya Izumi sembari memiringkan kepalanya.


"O-Shoba mask? Oey, itu kan dari anime wanpish, kenapa kau malah sebut-sebut dia?" Hozuki merespon perkataan Izumi.


Selagi melihat Izumi dan Hozuki berdebat, Shoba pun memeluk lututnya, dan juga raut wajahnya yang sedikit ketakutan dan khawatir. Ia seolah-olah merenungkan sesuatu hal yang cukup rumit.


Setelah selesai berdebat, Izumi dan Hozuki pun menatap Shoba yang murung, walaupun mereka adalah musuh, tapi mereka berdua juga cukup baik kepada Shoba. Bajak laut kok baik, itu bajak laut atau tim SAR.


"Oey, Shoba.. kenapa kau tiba-tiba menjadi seorang sad boy seperti ini. Apa kau gak ingat pas dulu kita bertarung seolah-olah dirimu paling garang.." ucap Izumi dengan nada ejek.


"Diamlah, aku sedang kesal saat ini.."


Shoba pun mulai memasang raut wajah kesal dengan sorot mata yang tajam. Melihat hal itu, Izumi dan Hozuki pun langsung duduk manis di dekat Shoba dan menunggunya untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya, seperti seorang anak yang sedang menunggu cerita dongeng kepada mamanya.


"Beberapa hari yang lalu, setelah pertarungan Lucia melawan Lucian, hal yang tak diinginkan pun terjadi.."


Flashback beberapa hari yang lalu ketika pertarungan antara Lucia dan Lucian sudah mencapai babak akhir..


Shoba dan beberapa kru-nya beserta Arata yang merupakan Aliansinya pun secara mengejutkan melihat udara yang mengalami keretakan. Hal itu disebabkan oleh dimensi dunia game milik Lucian yang hancur karena pertarungannya dengan Lucia.


Bahkan, ledakan yang terjadi di dimensi dunia game pun sampai terseret ke dalam dunia nyata. Ledakan besar pun tak bisa dielakkan lagi. Shoba, Arata, dan kru-nya yang didekatnya pun langsung menyilangkan kedua tangannya untuk menahan tekanan angin yang disebabkan oleh ledakan hebat.


"..... Lucia, apa yang sebenarnya terjadi dengan pertarunganmu?" Shoba nampak mulai khawatir dengan keadaan Lucia, salah satu kru-nya yang telah melawan Lucian.


"Shoba, sepertinya kita harus segera pergi dari sini. Sebelum enemy-enemy lainnya datang kemari karena ledakan besar yang menjadi pemicunya ini.." ucap Arata.


"Tunggu sebentar.."


Tak berselang lama, terlihat Lucia yang terjatuh dari udara. Shoba yang menyadari hal itu pun langsung melompat dan menangkap Lucia dalam pelukan hangatnya. Ia memasang senyum semangat, menatap Lucia dan berkata, "Syukurlah kau baik-baik saja, Lucia. Walaupun, kau sedikit terluka mungkin gara-gara ledakan ini.."


"Taicho..!!" Gyoshimaru memanggil Shoba, "Seperti yang dikatakan Arata, kalau kita tidak cepat bergegas dari sini, musuh akan datang kemari untuk menangkap kita..!!"


Frederick Groombridge, salah satu orang yang memimpin serikat Lunarian telah datang dan berdiri dihadapan Shoba dan lain-lain bersama dengan beberapa anggota intinya.


"Shoba.. Arata.. kalian berdua, seorang bajak laut kenapa berada di pulau Lunarian? Apa kalian ingin mengacaukan bisnis kami?" ucap Groombride.


"Cih, sialan, gara-gara dorama adik-kakak yang dilakukan Lucia ini. Kita jadi terjebak disini.." ucap Shoba dengan nada pelan.


"..... Shoba, sepertinya tak ada pilihan lain. Kita harus melawannya. Kalau tidak, kita akan tertangkap oleh mereka. Aku pernah mendengar sebuah rumor tentang serikat Lunarian, mereka mempunyai banyak pasukan. Memang mereka bukan seorang bajak laut, tapi mirip dengan bajak laut." ucap Arata.


"Mau melawanku? Yakin? Nanti kalau kalah nangis.." ejek Groombride.


"Hadeh, siapa juga yang nangis. Mungkin kau yang akan nangis.." balas Shoba.


"Karena aku melihat anggota intiku yang terluka karena perbuatan salah satu kru mu, maka aku tidak bisa berdiam diri saja. Jadi, bersiaplah.." ucap Groombride, ia tersenyum menyeringai sembari merentangkan kedua tangannya.


"Cih, sombong sekali kau.." ucap Shoba.


Kemudian, Groombride beserta anggota inti dari Serikat Lunarian pun langsung menghadapi Shoba dan Arata serta beberapa kru nya dengan kekuatan penuh.


Flashback pun berakhir.


"Aku tak menyangka, Groombride tanpa segan-segan melawan kami dengan kekuatan penuh. Alhasil, Aku, kru ku, Arata, dan juga kru nya berhasil dikalahkan dengan cukup mudah olehnya beserta beberapa anggota intinya."


"Ouh, jadi itu sebabnya sekarang kau menjadi seorang sad boy ya. Ish.. ish.. ish.. kasihan sekali Shoba-kun." ucap Izumi, ia menggeleng-gelengkan kepalanya setelah mendengarkan cerita dari Shoba.


"Hadeh.. oey Shoba, apa kau bisa menjelaskan pada kami tentang Serikat Lunarian dan juga seluk beluk pulau Lunarian ini? Kami berdua sedikit kebingungan disini.." ucap Hozuki.


"Tunggu dulu, apa Ushiwakamaru aman bersamamu? Lalu kemana dia sekarang? Kenapa tidak bersama denganmu saat ini?"


"Dia kan sedang bersama rekan-rekanku. Aku dan Izumi saja terpisah dengan rekan-rekan, karena kami berdua terjebak oleh lilitan monster Kraken di lautan dan tenggelam. Akan tetapi, secara ajaibnya, kami berdua bisa berada di pesisir pantai pulau Lunarian ketika sadar.." jelas Hozuki.


"Kraken? Aku baru saja mendengar hal itu dari kalian. Aku juga tak pernah melihat monster itu melintas di lautan." jawab Shoba.


"..... Ya, itu sangat ajaib, karena bisa berada di pesisir pantai pulau Lunarian ketika sadar. Tapi, aku penasaran, apakah rekan-rekan kita sudah tiba di pulau ini ya?" ucap Izumi sembari memegang dagunya.


B E R S A M B U N G