Cosplay

Cosplay
Chapter 182 - Mengejek Lawan Adalah Cara Yang Efektif



Pertarungan antara Vika dan Killa melawan Tim Elite Number Three masih berlangsung dengan cukup sengit, Killa berhasil mengalahkan Gia dengan teknik ilusinya. Tetapi, kekuatan Adrenaline dari Lukas membuat dirinya berhasil lolos dari ilusi milik Killa.


Berkat Lukas, ketiga rekannya yaitu Lander, Plavio dan Jankovic berhasil sadar dari ilusi milik Killa. Tapi, sayang sekali Gia telah berhasil dikalahkan oleh Killa.


Saat ini Killa pun kebingungan untuk mengalahkan sisa-sisa anggota dari Tim Elite Number Three setelah Lukas berhasil sadar dari ilusi miliknya. Ya, Vika dan Killa saat ini tengah terpojok.


"Memang tidak ada cara lain selain bertarung face to face ya. Kalau begitu, apa boleh buat." ucap Killa sambil melirik ke arah Vika yang berada tepat disampingnya.


"Ya, mau bagaimana lagi. Percuma kalau kau menggunakan ilusimu kembali tapi pada akhirnya salah satu dari mereka berhasil lolos dari ilusimu.." ucap Vika.


Sementara itu, disisi lain terlihat Plavio, Lukas, Lander, dan Jankovic yang berdiri bersampingan sambil menatap tajam Vika dan Killa yang berdiri beberapa meter didepannya.


Kemudian, terlihat Jankovic yang berjalan beberapa langkah ke depan sambil menarik pedangnya dari sarung pedang. Ia pun tersenyum menyeringai sambil berkata, "Apakah aku boleh menghabisi mereka berdua? Aku juga ingin beraksi juga loh.."


"Ya, lakukan saja semaumu, Jankovic. Aku juga harus sedikit berhemat energi untuk pertarungan yang lebih penting ketimbang melawan dua wanita itu." ucap Plavio sambil tersenyum menyeringai.


"Kau mau pamer kekuatan ya, Jankovic?" tanya Lander sambil memiringkan kepalanya.


"Tentu saja, sudah lama aku tidak bertarung dengan serius ini..!! Jadi, mohon bantuannya kawan-kawan..!!" ucap Jankovic, ia mulai memasang kuda-kuda bertarung dan siap untuk menyerang Killa dan Vika.


"Baiklah, selagi lawan tidak tahu kelemahanmu, kau bisa mengatasinya dengan mudah.." ucap Lukas sambil tersenyum menyeringai.


Sementara itu, Killa dan Vika yang melihat Plavio dan kawan-kawan membicarakan sesuatu, mereka berdua pun mulai waspada kepada Plavio dan kawan-kawan.


"Vika, sepertinya mereka sedang merencanakan sesuatu. Kita harus waspada dengan serangan yang akan dilesatkan oleh mereka.." ucap Killa.


"Benar, mereka itu cukup merepotkan kita." jawab Vika.


Kemudian, terlihat Jankovic yang mulai melangkahkan kakinya berjalan mendekat ke arah Vika dan Killa dengan memegang pedang di tangan kanannya. Kemudian Plavio, Lukas, dan Lander pun langsung berteriak dengan serentak.


""Jankovic..!!! Kau adalah pria tampan yang luar biasa!! Selain itu, kau juga kuat dan hebat!! Kami yakin, kau akan mengalahkan dua wanita itu..!!""


"Ya..!!!" ucap Jankovic, setelah ketiga rekannya menyemangatinya, tiba-tiba mental Jankovic menjadi sangat kuat, bahkan ia sangat percaya diri untuk mengalahkan Vika dan Killa.


Jankovic pun langsung berlari dengan sangat cepat ke arah Vika dan Killa. Sementara itu, Vika terkejut setelah rekan-rekan Jankovic yang berteriak menyemangatinya, tiba-tiba mental Jankovic menjadi kuat untuk menyerang.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Vika.


Vika dan Killa pun melihat Jankovic yang berlari cepat ke arahnya. Melihat hal itu, mereka berdua pun langsung mundur beberapa langkah dengan cukup cepat.


Kemudian, Jankovic melesatkan tebasan jarak jauh ke arah Vika dan Killa, "Rasakan ini..!!"


"Batsss..!!! Batsss..!!" Tebasan yang dilesatkan Jankovic melesat cepat ke arah Vika dan Killa.


"Dyeesss!! Dyeesss!!" Vika pun berhasil menangkis tebasan jarak jauh yang dilesatkan oleh Jankovic dengan cukup mudah.


Setelah itu, dengan sangat cepat Jankovic berlari ke depan Vika dan Killa. Tak berselang lama, Jankovic sudah berada di depan Killa dan Vika. Lalu, ia pun memasang kuda-kuda teknik berpedangnya.


Killa dan Vika pun terkejut karena Jankovic dengan cepat sudah berada di hadapannya. Mereka berdua pun mencoba menghindar, akan tetapi..


"Kalian terlambat..!!" Jankovic pun langsung melesat tebasan dengan gerakan memutar ke arah dan Vika.


"Vika..!!" teriak Killa.


"Baaattssss..!!" Vika pun terkena tebasan pedang dibagian perutnya. Seketika, darah bercucuran deras keluar dari perut Vika.


"Ukh..!!" Vika pun langsung ambruk sambil memegang perutnya yang darahnya bercucuran deras.


Jankovic pun sedikit kecewa karena serangannya hanya mengenai Vika dan tidak berhasil mengenai Killa," Kau rela mengorbankan nyawamu demi rekanmu itu.."


"Ya, aku akan melakukan apapun untuk menyelamatkan temanku.." ucap Vika yang masih ambruk di depan Jankovic, terlihat Vika yang masih menahan rasa sakit setelah terkena tebasan pedang di perutnya.


Kemudian Killa pun langsung berlari ke arah Vika. Akan tetapi, Jankovic pun langsung menodongkan pedangnya ke leher Vika yang telah ambruk dihadapannya. Seketika, Killa pun berhenti dari larinya.


"Kau melangkah sedikit saja, temanmu ini akan mati.." ucap Jankovic sambil tersenyum menyeringai dan menatap tajam ke arah Killa.


"Kau..!! Jangan berani-berani menyentuh Vika! Atau aku akan mengalahkanmu sekarang juga..!!" tegas Killa.


"Mengalahkanku? Yang benar?" ucap Jankovic dengan nada mengejek.


"Dasar pria jelek..!! Berani-beraninya kau menyakiti wanita..!! Dasar laki-laki pengecut, jelek, siapa juga yang mau bersama denganmu yang suka menyakiti wanita..!!" teriak Killa.


Degg!! Seketika terdengar suara detak jantung dari Jankovic setelah Killa melontarkan ejekannya kepada Jankovic.


"Apa katamu? Hoi-hoi apa katamu?" tanya Jankovic, ia tak percaya dengan kata-kata yang dilontarkan oleh Killa.


"Kau adalah pria jelek!! Kau tak pantas untuk hidup karena telah menyakiti wanita!! Dasar laki-laki sampah..!!" teriak Killa lagi kepada Jankovic.


Jlebbb!! Jlebbb!! Jlebbb!! Seketika kata-kata Killa menusuk hati Jankovic secara bertubi-tubi. Lalu, Jankovic pun berkaca-kaca lalu berlutut sambil memegang dadanya.


"A-aku tidak jelek kan, aku ini hebat bukan.." ucap Jankovic, sekilas ia mengeluarkan air matanya.


Kemudian, Vika yang masih menahan rasa sakitnya pun langsung melirik ke arah Jankovic. Ia pun berspekulasi.


"Ternyata dugaanku benar, rekan-rekannya menyemangatinya agar mentalnya menjadi kuat saat bertarung, sebaliknya Killa yang mengejeknya, membuat mentalnya kembali hancur.." batin Vika, lalu ia mencoba untuk bangkit kembali.


"Sialan..!! Aku ini tampan tahu!! Aku ini tidak jelek!! Kau jangan fitnah ya..!!" teriak Jankovic yang masih memegang dadanya karena damage dari kata-kata Killa yang terlalu kuat.


Kemudian, Vika pun melihat celah yang terbuka pada Jankovic. Tanpa basa-basi, Vika pun langsung menebas Jankovic dengan pedangnya.


"Batsss...!!!!"


"Uaghhh..!!!" Jankovic terkena tebasan dengan luka X di punggungnya. Sambil meneteskan air mata, Jankovic pun langsung terkapar di tanah dan pingsan.


"Kerja bagus, Killa. Ternyata melawan musuh dengan cara mengejek juga lumayan efektif.." ucap Vika sambil memberikan jempolnya ke arah Killa.


"Eh? Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Killa yang kebingungan.


Plavio pun menepuk jidatnya setelah melihat Jankovic berhasil dikalahkan, "Hadeh, seperti nya wanita itu secara tak sengaja membuat mental Jankovic lemah.."


BERSAMBUNG