Cosplay

Cosplay
Chapter 187 - Rencana Yang Cukup Cerdik Dari Shu!



Ledakan besar yang berasal dari bola api raksasa milik Etienne pun membuat sebuah getaran di medan perang, getaran tersebut seolah-olah seperti sebuah gempa.


Tak berselang lama, getaran tersebut pun mulai berhenti. Sekilas, terlihat kepulan asap yang cukup tebal tepat beberapa meter di depan Etienne, di tempat Shu sebelum Etienne mulai menyerang dengan bola api raksasanya.


Namun, sepertinya Etienne cukup percaya diri dengan menganggap Shu yang telah mati karena bola raksasa yang ia lesatkan ke arahnya. Ia tersenyum menyeringai, tertawa kecil, lalu tertawa terbahak-bahak dengan sangat keras sambil merentangkan kedua tangannya.


"Huahahahahaha..!! Enyahlah dari dunia ini, Shu..!! Akhirnya, aku berhasil mengalahkan pemimpin dari pasukan Aliansi!!" ucap Etienne.


Beberapa saat kemudian, kepulan asap yang berada beberapa meter di depan Etienne pun perlahan mulai menghilang karena disebabkan oleh hembusan angin yang sekedar lewat. Akan tetapi, Etienne mengangkat salah satu alisnya setelah tidak melihat mayat dari Shu.


"Huh? Kenapa tidak mayatnya? Jangan-jangan tubuhnya sudah hancur berkeping-keping oleh ledakan yang kubuat?" ucap Etienne. Seketika, sebuah bola langsung mengarah ke arahnya, dan dengan sigap Etienne pun langsung menangkapnya.


Awalnya, Etienne mengira tubuh Shu telah hancur berkeping-keping karena ledakan yang ia buat. Akan tetapi, Etienne sedikit merasa ada kejanggalan ketika melihat ada sebuah lubang yang berada di tempat Shu sebelum menghilang terkena ledakan dari bola api raksasanya.


Etienne pun langsung berjalan mendekat ke arah lubang tersebut. Tak berselang lama, ia menggelengkan-gelengkan kepalanya, dan terheran-heran dengan lubang tersebut.


"Lubang apa ini? Sebelumnya tidak ada lubang ini kan? Apa lubang ini disebabkan oleh ledakan dari bola api raksasa milikku?" ucap Etienne kebingungan.


Setelah Etienne memperhatikan lubang tersebut cukup lama, tiba-tiba sebuah pedang muncul dari lubang tersebut dan langsung melesat ke arah Etienne.


Melihat hal tersebut, Etienne pun langsung mundur beberapa langkah untuk menghindari pedang yang melesat ke arahnya. Ia cukup terkejut dengan pedang yang tiba-tiba melesat ke arahnya. Lalu, Etienne pun berkata dengan sedikit kesal, "Cih..!! Kenapa ada pedang yang muncul dari lubang itu..!!"


Kemudian, Etienne pun mulai berpikir bahwa Shu masih hidup dan membuat lubang untuk berlindung dari ledakan bola raksasa miliknya tersebut. Raut wajahnya semakin kesal ketika ia beranggapan seperti itu.


"Jangan-jangan.. lubang itu adalah.." ucap Etienne.


Tak berselang lama, Etienne pun langsung melesatkan bola yang baru saja ia pegang ke arah lubang tersebut. Bola tersebut kembali menjadi bola api ketika Etienne melesatkannya ke arah lubang itu.


"Huahahaha..!! Rasakan itu, Shu..!! Kalau kau masih hidup, apakah kau bisa menghindari serangan bola apiku?! Saat ini, kau kan ada dibawah tanah, tak ada ruang untukmu menghindari lagi..!!" ucap Etienne.


Bola yang dilesatkan oleh Etienne pun masuk ke dalam lubang tersebut. Tak berselang lama, tiba-tiba tanah yang dipijak oleh Etienne pun mulai retak-retak. Melihat hal tersebut, Etienne pun sempat terkejut.


Ketika Etienne hendak berjalan mundur kebelakang, tiba-tiba Shu muncul dari retakan tanah tersebut dengan mengepalkan salah satu tangannya yang diarahkan langsung kepada Etienne.


"Apa?!!" Etienne terkejut.


"Punch Fire..!!" Dengan pukulan apinya, Shu pun berhasil memukul Etienne tepat di dagunya. Sekilas, terdengar suara "Kretek!" ketika Shu berhasil memukul dagu Etienne.


"Uaghhhh..!!!" Etienne langsung terpental ke udara setelah terkena pukulan api telak yang dilesatkan oleh Shu.


"Ya, untuk mengalahkanmu, aku cukup menggunakan kekuatan yang sederhana saja. Menyerangmu dari jarak jauh tidaklah efisien, jadi aku berniat untuk menyerangmu dari jarak dekat..!!" ucap Shu sambil tersenyum bersemangat ketika ia berhasil memukul Etienne tepat di dagunya menggukan teknik pukulan apinya.


Tak berselang lama, Etienne yang terlempar ke udara pun, mulai terjatuh dan tersungkur ke tanah, "Bruakk..!!"


Beberapa saat, terlihat Etienne yang terkapar di tanah, dimana ia tak bisa menggerakkan lehernya secara bebas setelah terkena pukulan api dari Shu. Nampaknya, dagu Etienne sedikit mengalami keretakan. Ia pun melirik ke arah Shu dan berkata, "A-apa yang sebenarnya terjadi?"


Api semangat yang menyelimuti tubuh Shu pun mulai padam. Lalu, ia pun berjalan mendekat ke arah Etienne yang terkapar di tanah. Lalu, Shu pun mulai menjelaskan apa yang terjadi dengannya beberapa saat yang lalu.


"Ketika kau melesatkan bola api raksasamu itu, aku langsung saja membuat sebuah lubang dibawahku menggunakan pedangku,"


"Selama ledakan itu berlangsung, aku berada di bawah tanah, dan terus menggali tanah dengan pedangku untuk membuat sebuah ruang. Aku juga sudah memastikan tempat dirimu berpijak,"


"Setelah ledakan itu selesai, aku melesatkan pedangku dari dalam lubang untuk memancingku. Dan, disitulah aku yakin kau berada di atasku, aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung saja memukulmu dengan pukulan apiku dengan lewat dari bawah tanah." ucap Shu. Ia tersenyum bersemangat.


"Ja-jadi begitu ya. Si-sialan kau..!!" ucap Etienne. Sekilas, ia memuntahkan banyak darah dari mulutnya. Perlahan, ia mulai kehilangan kesadarannya dan pingsan.


Terlihat, Shu menatap Etienne yang telah pingsan sambil tersenyum. Setelah itu, ia pun langsung berjalan menuju ke garis depan menghampiri Izumi dan Yoshino untuk membantu mereka berdua melawan Hristov.


Dengan ini, Saint Etienne Napoleon dari Guardian Six berhasil dikalahkan Shu dengan pukulan api semangatnya. Dan, saat ini, Shu sedang berjalan menuju ke garis depan untuk membantu Izumi dan Yoshino.


Perang masih berlangsung, kedua belah pihak terus bertarung sama lain untuk menentukan pemenang dari perang besar yang berada di Hirsley Bulgarian ini. Apakah Pasukan Aliansi yang dipimpin oleh Shu berhasil mengalahkan Bajak Laut Hristov? Ataukah sebaliknya?


Perang besar yang akan menentukan nasib dari masa depan Hirsley Bulgarian.


BERSAMBUNG


Pesan untuk Author : Jangan lupa like, koment, dan vote juga ya demi mendukung author agar lebih bersemangat untuk menulis!!