
Semua Kapten dari pasukan Revolusi pun sudah berkumpul di satu tempat yang sama. Kini, Firehn dan yang lainnya akan segera memulai rapat penting ini.
Rapat telah dimulai.
"Baiklah. Kita akan membahas strategi untuk menyerang istana negara, dimana disana adalah tempat tinggal Presiden Negara ini yang bernama Filimonov, dalang dibalik penculikan dan pembunuhan yang terjadi di seluruh penjuru Negara Grousse Kontinent ini. Dia mempunyai kekuatan iblis serta pasukan yang kuat. Bila kita tidak menyusun rencana secara matang-matang, kita akan dengan mudah untuk dikalahkan." Firehn yang memulai rapat pun langsung menjelaskan panjang lebar tentang sosok Filimonov ini.
Jedrzejczyk, Vukadinovic, Zakharchenko, dan Ilie pun terkejut setelah Firehn mengatakan bahwa sosok Filimonov ini mempunyai kekuatan yang berasa dari iblis.
"Apa?! Iblis?! Di zaman sekarang?!" tanya Jedrzejczyk yang masih tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Firehn.
"Benar. Mereka, orang-orang yang menjadi korban penculikan, akan digunakan sebagai beberapa tujuan. Pertama dijual sebagai budak keluar negeri, atau dijadikan tumbal kepada iblis untuk mendapatkan kekuatan tak terbatas. Untuk iblis ini, memang terlihat mustahil, tapi ini adalah faktanya." ucap Firehn.
"Dengan total empat ribu orang pada pihak Pasukan Revolusi, mungkin kita akan kesulitan untuk menghadapinya. Namun, bila kita merancang sebuah strategi yang pas, kita bisa mengalahkan dan menaklukkan Pemerintah yang sekarang." ucap Nicole.
Benn pun berdiri dari tempat duduknya. Dia mengambil sebuah peta dari dalam saku pakaiannya lalu membukanya di meja dan memperlihatkan ke semua orang yang berada di ruangan tersebut.
"Ini adalah peta dari wilayah Blues." ucap Benn.
Lalu, semua orang yang berada didalam ruangan tersebut pun berdiri dan melihat ke arah peta tersebut secara melingkar.
"Aku mempunyai sebuah hipotesis. Bahwa Filimonov menyimpan banyak orang dari korban penculikan di sebuah tempat rahasia yang tidak diketahui oleh siapapun." ucap Firehn.
"Lalu, Firehn-san, apa kau sudah tahu dimana tempat itu berada?" tanya Vukadinovic.
"Aku tidak tahu pastinya. Tapi kemungkinan lokasinya cukup jauh dari Istana." ucap Firehn. Ia mengeluarkan sebuah bolpoin lalu menunjuk ke titik istana pada peta. Lalu menarik bolpoinnya hingga mengarah kepada suatu tempat pada peta, yaitu sebuah gedung terbengkalai karena proyek pembangunan ini di korupsi oleh banyak pihak, "Kemungkinan ada disini." lanjutnya.
"Firehn, kenapa kau bisa menyimpulkan begitu?" tanya Jedrzejczyk.
"Biarkan aku yang menjelaskannya, Tuan Firehn." ucap Benn yang meminta kesempatan untuk menjelaskan.
"Baiklah, Benn."
"Pertama-tama, kenapa kita menduga bahwa tempat ini adalah tempat yang digunakan untuk menampung para korban penculikan? Itu karena salah satunya tempat ini yang sudah lama terbengkalai, kedua tempat ini juga jarang dikunjungi oleh publik. Alasan jarang dikunjungi oleh publik adalah karena seseorang telah membuat rumor menyeramkan agar publik tidak mendekat ke tempat itu." Benn menjelaskan semua hal yang dia tahu.
"Menyebarkan rumor menyeramkan agar tidak dikunjungi oleh publik, ya? Itu cerdas sekali. Aku yakin orang yang telah menyebarkan rumor itu adalah salah satu orang dari pihak Pemerintah." ucap Zakharchenko.
"Dan, dulu aku juga sempat mengecek bangunan itu. Oh ternyata, rumor itu sama sekali tidak benar. Tapi disana aku hanya melihat satu orang yang seperti sedang berjaga.." ucap Benn. Lalu dia pun mengambil sebuah foto dari saku pakaiannya lagi dan menunjukkan kepada semua orang.
Terlihat didalam foto tersebut begitu mirip dengan Kazimir, salah satu kepala sipir yang dipercaya oleh Filimonov untuk menjaga penjara bagi orang-orang korban penculikan.
Jedrzejczyk yang melihat foto tersebut pun langsung memberi perintah kepada Legolas, "Legolas, analisis foto dari orang ini."
"Baiklah, Tuan Jedrzejczyk." ucap Legolas. Lalu dia pun mengeluarkan sebuah alat berbentuk seperti sebuah tablet. Legolas menganalisis nya melalui tablet tersebut.
Nama: Kazimir Blackhaunt.
Umur: 34 tahun.
Pekerjaan: Kepala sipir dibawah naungan Pemerintah.
Data tersebut sudah terlihat jelas di mata semua orang.
"Jadi rumor itu memang tidak benar dan hanya membuat untuk menakut-nakuti masyarakat saja. Data itu sudah jelas bahwa membuktikan orang yang difoto itu adalah bawahan dari Filimonov." ucap Firehn.
"Lalu, kalau kita berhasil membebaskan semua orang yang telah menjadi korban penculikan itu, Maka Filimonov tidak akan mempunyai kesempatan untuk mendapatkan kekuatan dari iblis." ucap Benn.
"Karena Filimonov membutuhkan sebuah tumbal dalam bentuk manusia yang akan diserahkan kepada iblis, bila dia ingin mendapatkan kekuatan iblis tersebut." ucap Firehn.
"Dan dengan ini, kita akan dengan mudah mengalahkan Filimonov tanpa bisa menggunakan kekuatan dari iblis. Jadi, seperti itu strateginya kan, Benn?" tanya Dontschew.
"Ya, kau benar, Kapten. Kita akan menyerang kelemahan dari Filimonov itu sendiri." ucap Benn.
"Namun, ada satu orang wanita yang selalu berada disisi Filimonov. Wanita itu terlihat cukup kuat tapi seolah-seolah mempunyai niat yang berbeda. Aku melihatnya dalam ingatan salah satu pembunuh bayaran yang berhasil kami kalahkan, yaitu Hugo." ucap Firehn.
"Jadi, masih banyak kekuatan dari Pasukan Filimonov yang belum kita ketahui, ya? Namun kita mengetahui tempat dimana orang-orang diculik itu ditampung, sepertinya itu sudah cukup." ucap Jedrzejczyk.
Kemudian, Benn pun menulis di peta, tepatnya didekat simbol Istana pada peta. Benn menulis angka "8000"
"Lalu, untuk pasukan dari Pemerintah sendiri, aku memperkirakan bahwa mereka terdapat delapan ribu pasukan, belum dengan orang-orang yang menjadi petinggi pada Pemerintah. Jumlah kita kalah setengah dari jumlah mereka. Namun, itu sama sekali tidak masalah, benarkan, Firehn-san?" tanya Benn.
"Benar, di pihak kita ada satu kelompok orang dari luar Negara yang berniat untuk membantu kita. Mereka sangat kuat. Bahkan, mereka berhasil mengalahkan saudara-saudara ku yang jahat, yaitu Trio konstantine." ucap Firehn.
"Wah, kalau kau berkata begitu, berarti ini cukup menguntungkan di pihak kita, benarkan?" tanya Ilie.
"Semoga saja kita diuntungkan dalam situasi. Apapun yang terjadi kita harus memenangkan pertempuran ini. Hidup atau mati. Masa depan Grousse Kontinent berada di tangan kita, para pasukan Revolusi. Bila kita gagal dalam pertempuran ini, maka kemungkinan yang terburuk akan segera terjadi." ucap Firehn.
"Benar, cuma ada dua pilihan. Hidup atau mati. Menang atau kalah. Damai atau hancur. Pertempuran ini akan menentukan nasib masa depan dari Negara Grousse Kontinent." ucap Benn.
"Sudah saatnya kita bergerak untuk melakukan sebuah Revolusi besar. Perubahan besar harus terjadi agar Negara ini menjadi damai dan terbebas dari tikus-tikus sampah yang terus menggerogoti sistem Negara." ucap Firehn dengan tatapan wajah yang serius.
Revolusi besar akan segera terjadi.
B E R S A M B U N G
Jangan lupa like koment dan share serta kritik dan saran yang membangun agar cerita Cosplay ini semakin berkembang untuk kedepannya nanti, see you next Chapter!!!