
Puluhan belati yang dialiri listrik masih melayang tepat diatas Pierre dan siap melesat ke arah Mikukawa yang terlihat sudah mulai terpojok. Kini, Pierre masih mencoba untuk menyerang mental Mikukawa dengan kata-katanya.
"Seorang wanita sampah sepertimu, mana mungkin bisa mengalahkanku satu lawan satu..!! Lihatlah, dirimu sendiri!! Kini, kau hanya terlihat sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi..!!" ucap Pierre, ia masih terus memprovokasi.
"Tidak..!!" bantah Mikukawa, ia masih memegangi lengannya yang berdarah karena goresan dari belati milik Pierre, "Aku tidak lemah!! Aku pasti akan mengalahkanmu tanpa Kikukawa!!"
Mendengar bantahan dari Mikukawa, Pierre pun semakin bersemangat dan percaya diri. Ia tersenyum menyeringai sembari merentangkan kedua tangannya. Lalu, Pierre pun berkata, "Benarkah? Percaya diri juga ada batasnya loh. Tapi, enyahlah..!!"
Pierre pun langsung mengarahkan puluhan belatinya yang dialiri listrik ke arah Mikukawa. Saking cepatnya, belati tersebut melesat tanpa bisa dilihat dengan mata telanjang. Dan, tak berselang lama, Mikukawa kembali dikejutkan dengan belati yang mengarah ke arahnya dengan begitu cepat tanpa bisa ia lihat.
Dengan sekuat tenaga, Mikukawa mencoba untuk menghindari belati yang dialiri listrik tersebut, walaupun, ia menghindar hanya mengandalkan instingnya. Karena, Mikukawa tidak bisa melihat arah belati itu, karena saking cepatnya.
Meskipun begitu, upaya Mikukawa sia-sia. Lengan kanan, lengan kiri, pipi kanan, perut bagian kanan, pundak, dan pelipisnya terkena goresan dari belati yang dilesatkan oleh Pierre.
"Bzztssss...!!!" Setelah beberapa belati tersebut berhasil menggores sebagian tubuh Mikukawa, kini Mikukawa pun langsung berteriak histeris kesakitan, pasalnya, ia kesetrum oleh aliran listrik pada belati tersebut, "Kyaaa!!! Tidakk!!!!"
"Huahahaha..!!! Rasakan itu..!! Bagaimana?! Apa kau sudah merasakan ajalmu sendiri?!" teriak Pierre sambil tertawa terbahak-bahak, ia begitu senang ketika melihat Mikukawa terkena oleh serangan belatinya.
Setelah itu, Mikukawa pun langsung ambruk di tanah dan pingsan, ia telah terkena serangan telak dari belati listrik milik Pierre, "Brakk!!"
Melihat Mikukawa yang ambruk dan pingsan, Pierre pun tersenyum menyeringai, lalu ia pun berjalan mendekat ke arah Mikukawa yang telah pingsan. Ketika dari dekat, Pierre pun sedikit terpesona dengan kecantikan dari Mikukawa yang pingsan, dimana rambutnya terurai. Kini, pikiran Pierre mulai kemana-mana. You know lah.
"Oh, astaga. Tak kusangka, kau begitu cantik sekali ketika pingsan. Apa mungkin, aku akan membawanya saja ya, kan lumayan, dia cukup cantik. Dia bisa dijadikan budak setelah selesai perang." ucap Pierre sambil memegang dagu Mikukawa yang pingsan. Ia tersenyum sedikit mesum ketika melihat Mikukawa yang pingsan.
Tiba-tiba, sebuah perisai muncul di depan Pierre dan langsung mendorongnya hingga membuat Pierre terpental cukup jauh kebelakang.
"Srrrkkk..!!" Pierre menahan pengalaman tersebut dengan mengerem menggunakan kedua kakinya ke tanah.
Pierre terkejut, karena secara tiba-tiba sebuah perisai muncul di hadapannya dan mendorongnya. Lalu, ia pun berkata dengan terheran-heran, "Huh? Perisai? Jangan-jangan?"
Terlihat, Kikukawa yang sudah berdiri di dekat lubang yang telah membuatnya terjatuh beberapa saat yang lalu. Kini, Kikukawa memasang ekspresi wajah yang begitu marah ketika melihat saudarinya, Mikukawa telah dibuat tak berdaya oleh Pierre.
Dengan tatapan mata tajam ke arah Pierre, Kikukawa pun langsung berjalan mendekat ke arah Mikukawa yang pingsan. Setelah itu, ia pun langsung menoleh ke arah Mikukawa yang pingsan, "Mikukawa, maafkan aku karena terlambat, gara-gara aku, kau jadi begini. Jadi, aku akan mengalahkannya untukmu, Mikukawa."
"Huh? Jadi, kau masih berhasil selamat saat terjatuh ke lubang tersebut ya? Tapi, percuma saja, kau takkan bisa melakukan kombinasi itu karena wanita itu mungkin sebentar lagi akan mati." ucap Pierre, seperti biasa, ia selalu mencoba untuk memprovokasi musuhnya.
"Benarkah? Kalau begitu, rasakan ini!! Dagger of Lighting..!!" Pierre pun mencoba untuk melesatkan belati listriknya ke arah Kikukawa.
"Four Gate Shield..!!"
Kikukawa pun langsung menciptakan empat perisai raksasa berada disekelilingnya untuk melindunginya dari puluhan belati listrik yang mengarah ke arahnya. Dan, puluhan belati listrik tersebut, tidak berhasil menembus perisai yang diciptakan oleh Kikukawa.
Melihat serangan puluhan belati listriknya yang gagal menembus perisai milik Kikukawa, sontak membuat Pierre terkejut. Lalu, ia pun berkata, "Sialan..!! Jadi, kaulah yang merepotkan disini..!!"
Dalam sekejap, empat perisai tersebut langsung menghilang. Dan, tak berselang lama, sebuah energi kegelapan langsung menyelimuti sekujur tubuh Kikukawa. Lalu, Kikukawa pun menatap tajam Pierre tanpa sepatah-kata apapun.
Pierre kembali dikejutkan ketika melihat energi kegelapan yang menyelimuti sekujur tubuh Kikukawa. Kini, Pierre merasakan sesuatu yang mengintimidasi dirinya, bahkan bulu kuduknya mulai berdiri, rasa takut, rasa panik, semua bercampur aduk menjadi satu.
"A-apa..!! Aku merasakan sesuatu yang mengerikan darinya..!!" batin Pierre, keringatnya mulai bercucuran deras ketika melihat perubahan pada Kikukawa.
Setelah itu, Kikukawa pun langsung mengarahkan perisai yang berada di tangan kanannya ke arah Pierre. Dan, tak berselang lama, perisai milik Kikukawa berubah menjadi warna hitam kemerahan. Lalu, perisai tersebut mengeluarkan sebuah mulut dengan gigi taring yang tajam.
Pierre kembali terkejut dan syok ketika melihat perisai milik Kikukawa berubah dan mempunyai sebuah mulut dengan gigi taring tajam. Lalu, ia pun berkata, "Hoi-hoi..!! Apa-apaan perisamu itu..!!"
"Demon Shield, Aligator..!!" ucap Kikukawa.
Secara tiba-tiba, perisai milik Kikukawa langsung terbang mendekat ke arah Pierre. Seketika, perisai tersebut ukurannya berubah menjadi sangat besar. Lalu, perisai tersebut mulai membuka mulutnya.
"Huaaaaaaa..!! Sialan..!! Bahaya..!!" teriak Pierre. Ia pun berteriak dan lari terbirit-birit.
Akan tetapi, Pierre terlalu lamban. Dan, pada akhirnya, setelah perisai tersebut membuka mulutnya. Dengan sangat cepat, perisai tersebut langsung meraih Pierre yang berlari dengan mulutnya dan langsung memakannya.
"Graupphh!! Graupphh!! Graupphh!!"
"Ya, kau telah membangunkan singa yang tertidur. Itulah akibatnya, bila kau berani menyentuh dan melukai Mikukawa. Dan akhirnya, kau hanya mati konyol karena dimakan oleh perisai iblisku." ucap Kikukawa dengan nada sinis.
BERSAMBUNG