
Rombongan tiga kereta kuda yang digunakan oleh Firehn, Xia, Izumi dan lainnya pun saat ini sedang berjalan menuju ke perbatasan. Dari kediaman rumah besar Firehn sampai ke perbatasan, kira-kira membutuhkan waktu satu jam.
Mereka semua tampak senang melihat pemandangan kota Working City saat diperjalanan menuju ke perbatasan, termasuk Aisah. Aisah melihat banyak sekali mainan serta melihat anak-anak yang seumuran dengannya bermain bersama-sama memainkan permainan tradisional.
Xia menemani Aisah saat berada didalam kereta kuda. Sementara itu, Firehn melanjutkan pembicaraan nya dengan Izumi secara empat mata.
"Izumi. Apakah Bajak Laut diluar sana itu sangat kuat?" tanya Firehn.
"Ya, sangat kuat. Bahkan banyak yang lebih kuat dariku. Jadi, aku harus berkembang lebih jauh lagi, karena aku pasti akan menjadi incaran mereka untuk kedepannya.." ucap Izumi.
"Menjadi incaran?"
"Ya, sebelumnya, Kelompok Bajak Laut ku sempat bentrok dengan Serikat Lunarian. Pemimpin mereka sangatlah kuat, bahkan harus memaksaku beserta aliansi harus mundur."
"Oblaudr, aku pernah membaca nama itu di koran. Disitu tertulis kalau Oblaudr mendeklarasikan untuk membentuk kelompok Bajak Laut besar dan berencana untuk menguasai dunia."
"Benar, cepat atau lambat, mungkin aku akan berhadapan dengan mereka kembali. Namun, kalau aku tidak berkembang dan terus berada dalam titik ini. Maka, ada kemungkinan aku akan dibunuh oleh mereka.."
"Itu sangat buruk. Menghadapi Bajak Laut besar seperti itu, seharusnya kau mempunyai banyak aliansi untuk melawannya."
"Aku tidak terlalu memikirkan aliansi. Biarlah mengikuti alur masa depan. Aku hanya fokus untuk mengembangkan kekuatan diriku sendiri. Agar semakin kuat, agar bisa melawan balik Bajak Laut kuat seperti mereka.."
Izumi dan Firehn membicarakan hal-hal mengenai Bajak Laut. Mereka berbicara cukup serius. Sementara itu, di kereta kuda lainnya, ditempat Xianfeng, Dapidson, Pilkington, dan Davidestorm berada..
"Hadeh, kenapa aku tidak satu kereta kuda dengan Xia? Malah sama beberapa orang bodoh disini.." Xianfeng menepuk jidatnya.
"Diamlah, Xianfeng. Seharusnya kau berkaca dan introspeksi diri. Apa kau tidak merasa seperti orang bodoh ketika dirimu telah dikuasai oleh Insting negatif? Bahkan kau lebih bodoh dari kami.." balas Pilkington dengan nada menyindir.
"Huh? Mana mungkin aku dikuasai oleh Insting Negatif? Aku ini kan orang yang pintar nan cerdas." ucap Xianfeng yang menyombongkan dirinya.
Pilkington pun menepuk jidatnya, "Oey, bodoh. Apa kau lupa, siapa yang menyarankan ide bodoh untuk berenang di kedalaman lima puluh meter dibawah laut? Untung saja ada paus penyelamat. Kalau kita tidak bertemu dengan ikan paus itu melainkan ikan karnivora, mungkin kita sudah mati.." ucap Pilkington.
"Kenapa kau selalu membawa masa lalu sih, Pilkington? Yang lalu biarlah berlalu, kita hanya perlu memikirkan masa depan untuk sekarang ini.." ucap Xianfeng.
"Oey, kalian berdua, sudah-sudah, jangan berantem, sini mari makan Pizza bersama.."
"Ya, Pizza ini sangat enak.."
Terlihat Davidestorm dan Dapidson yang sedang memakan beberapa potongan Pizza dengan sangat lahap.
Xianfeng dan Pilkington pun menelan air liurnya karena saking inginnya untuk memakan Pizza itu.
"Hoi, harusnya kalian berdua berbagi Pizza dengan kami lah. Malah dimakan sendiri." ucap Xianfeng.
"Benar. Kok bisa makan Pizza tanpa memikirkan perut kami." ucap Pilkington.
"Gasskeun lah, ayo makan Pizza sama-sama!! Semakin banyak yang memakan Pizza, maka semakin baik!!"
Mereka berempat pun memakan Pizza setelah Pilkington dan Xianfeng sedikit berselisih alias berantem. Kita beralih lagi ke kereta kuda yang lainnya, yaitu di tempat Vika, Killa, Yoshino, dan Paladino.
"Ahh, syukurlah aku membawa beberapa botol minuman ini dari rumah itu. Minuman anggur ini sangat lezat. Mungkin minuman anggur ini akan menjadi minuman favoritku selain sake.." Yoshino mengelap bibirnya setelah meminum.
"Kalian orang yang telah mengalahkan para Konstantine jahat itu, kan? Siapa kalian sebenarnya?" tanya Paladino.
"Kami adalah Bajak Laut." jawab Yoshino dengan spontan.
Killa dan Vika pun terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Yoshino. Padahal sebelumnya mereka sudah berkata tidak akan menyebut bajak laut secara sembarangan.
"Tidak usah takut begitu, Vika, Killa. Memang kenapa kalau kita ini adalah Bajak Laut? Lagipula kita tidak berbuat jahat kepada masyarakat disini.." ucap Yoshino.
"Benar juga. Selagi kalian tidak berbuat jahat. Apapun identitas kalian, aku akan menerima kalian." ucap Paladino.
"Benar, kami adalah kelompok Bajak Laut yang secara tak sengaja berlabuh di pulau ini untuk mencari persediaan logistik." ucap Killa.
"Tapi, sayangnya kita harus terlibat dengan masalah yang ada disini." ucap Vika.
"Lagipula, kita selalu berurusan dengan masalah orang kan? Itu sudah menjadi kebiasaan kita, yaitu terlibat ikut campur dengan masalah orang lain.." ucap Yoshino.
"Oh iya, aku belum memperkenalkan diri. Namaku Giamberto Paladino. Aku bekerja sebagai tukang kebun di kediaman Tuan Firehn. Selain bekerja sebagai tukang kebun, aku juga bekerja untuk melindungi tuan Firehn dari saudara-saudara nya.." ucap Paladino.
"Namaku Yoshino."
"Aku Killa."
"Aku Vika.."
"Apa yang kau katakan barusan seperti Firehn tidak akrab dengan saudara-saudarnya, apa itu benar?" tanya Killa.
"Ya. Itu benar. Saudara-saudaranya, termasuk Babenko dan Fischl, mempunyai niat untuk membunuh Tuan Firehn. Karena Tuan Firehn tidak pernah setuju dengan kebijakan-kebijakan dari saudaranya. Tuan Firehn selalu menentang hal itu." ucap Paladino.
"Jadi itu alasan Firehn hendak dibunuh oleh Saudaranya, ya?" ucap Yoshino.
"Ada alasan lain juga yaitu Tuan Firehn dianggap sebagai aib keluarga Konstantine karena beliau tidak memiliki kekuatan seperti mereka, para saudaranya.." ucap Paladino.
"Memang benar, mereka cukup kuat. Apalagi yang bernama Babenko. Dia mempunyai kekuatan yang cukup mengerikan, bahkan hampir membunuh Kapten ku sendiri." ucap Yoshino.
"Ya, aku jadi merasa lega karena mereka telah berhasil kalian kalahkan. Dan, untuk saat ini aku masih merasa ada suatu bahaya dalam diri Tuan Firehn. Aku merasa, ia masih menjadi incaran beberapa pihak diluar sana. Apalagi, pemerintah pusat juga sama seperti Trio konstantine, itu yang aku rasakan." ucap Paladino.
"Paladino-san. Kira-kira berapa lama lagi kita akan sampai di Man City?" tanya Vika.
"Tujuh jam. Kita akan sampai di Man City dalam kurun waktu tujuh jam. Karena perjalanan kesana kita harus melewati beberapa desa agar sampai di Man City." ucap Firehn.
"Tujuh jam ya." gumam Killa.
"Pertemuan dengan beberapa Walikota akan segera diadakan dalam beberapa hari kedepan. Jadi, aku mohon kepada kalian, lindungi Tuan Firehn kalau terjadi hal yang tidak diinginkan. Aku sedikit merasakan firasat buruk pada pertemuan itu.." ucap Firehn.
B E R S A M B U N G