
Pertandingan grup C telah selesai, akan tetapi yang lolos hanya Izumi dan Oneesan.
"Whoaaa!!!! Izumi dan Oneesan melaju ke babak selanjutnya!! Ini hebat!!" Teriak Vicky Nisemono komentator satu.
"Turnamen ini sungguh mengejutkan karena, mereka membuat seolah peraturan tidak berguna sama sekali!!!" Teriak Daviryuu Davinci komentator dua.
"Seharusnya satu grup yang berhasil lolos adalah empat orang tetapi?!!! Grup B hanya satu orang dan Grup C hanya dua orang?!! Tuan Harley harus mengganti sistem babak selanjutnya nanti!!" Teriak Vicky Nisemono komentator satu.
Ke arena pertarungan...
"Kau benar-benar wanita yang menyeramkan, untuk babak selanjutnya aku akan mewaspadaimu sialan!!" Ucap Izumi.
"Hmm.. hontou ni?" Oneesan mendekatkan wajahnya ke wajah Izumi."Kau terlalu dini untuk mengalahkanku, pria.."
Beberapa menit kemudian, Grup D pun akan dimulai, dan para peserta petarung grup D berjalan memasuki Arena.
Romerio La Lovestar terlihat memasuki arena, ia disambut oleh teriakan-teriakan wanita yang terpesona oleh ketampanannya.
"Romerio-sama!! Ganbatte ne!!!"
"Kau adalah idolaku, Romerio Sama!!"
"Kyaaaa!! Romerio-sama!!!!"
Melihat hal itu, para penonton laki-laki merasa iri karena kepopuleran Romerio La Lovestar dikalangan para perempuan.
"Si brengsek itu bikin iri saja!!"
"Setelah turnamen ini, awas saja!"
"Pria busuk seperti dia harus mati!"
Lalu terlihat Pino Da Lostorage berjalan memasuki Arena, ia berjalan dengan sangat percaya diri.
"Aku harus lolos dari Grup ini dan aku optimis akan melaju ke babak selanjutnya.." ucap Pino.
Lalu terlihat Scarlett Yun Zhao sedang berjalan menuju arena pertarungan. Ia merasa iri karena Romerio lebih populer darinya.
"Pria brengsek itu, akan kuincar dia, akan kurenggut kepopulerannya, sialan kau!!!" Geram Yun Zhao.
Lalu terlihat Davidestrom yang berjalan ke arena pertarungan dengan penuh percaya diri.
"Kau hebat, Izumi! Aku akan menyusulmu, aku ingin bertarung denganmu di Final, Izumi!! Jadi kau jangan sampai kalah sebelum melaju ke Final!!" Batin Davidestrom.
Tempat duduk VIP, dimana Harley dan antek-anteknya berada..
"Khukhukhu, ini akan menjadi turnamen yang menarik kan, Tuan Harley?" Tanya Harnezz si Presiden Jurnalist.
"Ya, setelah ini akan dimulai pertunjukan yang sesungguhnya, kita lihat seberapa meriahnya turnamen ini.." ucap Harley
"Perdagangan manusia dengan anda ini sungguh luar biasa, tuan Harley. Aku sangat senang berbisnis dengan anda.." ucap Donkey rekan bisnis Harley.
Kembali ke arena.
"Baiklah ini adalah pertandingan terakhir dari Grup D!! Pertandingan dimulai!!!" Teriak Daviryuu Davinci.
Semua petarung mulai bertarung dan mulai mengincar target mereka masing-masing.
Romerio menarik pedangnya, kemudian ia menari-nari dengan menebas-nebaskan pedangnya secara liar, tiba-tiba munculah bunga sakura berguguran mengiringi tarian pedang Romerio."Flower Dance... Elipsxute!!"
"Uaghhh!!! Uaghhh!!uaghhh!!!"
"Tidak!! Orang ini sangat liar!!"
"Huhuhu~ ini adalah serangan indah dari seorang pria tampan.." ucap Romerio, kemudian ia berteriak,"All Right, Baby!!!!"
Kemudian para penonton wanita berteriak karena terpesona oleh aura ketampanan oleh Romerio.
"Kyaaaa!! Kau boleh menghakimiku, kyaaa!!"
"Rahimku oh rahimku Kyaaaa!!!"
Kemudian Yun Zhao berlari cepat ke arah Romerio sambil menghunuskan tombaknya ke arah Romerio."Woi pria sok narsis rasakan ini!!!"
Melihat dirinya sedang diserang oleh Yun Zhao, kemudian Romerio melakukan tebasan tak terduga ke arah Yun Zhao, dan Romerio berhasil menebas dadak Yun Zhao hingga berdarah.
"X-Sword!!"
"Uaghhh!!!"
Disisi lain, Davidestrom juga melakukan perlawanan ke petarung lain.
"Potograper Shot *****!!" Davidestrom membuat petarung yang dilihatnya menjadi telanjang."Huahahahahah!! Rasakan itu *******!!!!"
"Sialan pria brengsek itu!! Dia bertarung dengan kecurangan, anjing kau!!!" Teriak salah satu petarung.
Davidestrom masih berlarian mengelilingi arena sambil membuat telanjang seluruh petarung."Ini sangat mengasyikkan!! Yeah!!"
"Dia bodoh sekali," Rynn Ryunosuke, dia salah satu petarung di Grup D."Swift Cloude Evening.." Tubuh Rynn menjadi kabut, dan kabut mulai menyebar dan menjadi tebal.
Semua petarung yang tersisa di Grup D pun menjadi kebingungan.
"Apa-apaan ini!!! Kenapa tiba-tiba ada kabut setebal ini!! Siapa yang melakukan ini!!!" Teriak salah satu petarung
Romerio tampak kebingungan karena tiba-tiba kabut tebal menutupi seluruh arena sehingga pandangannya menjadi terganggu."Mungkin ini jurus musuh, aku tidak Boleh panik.."
Para penonton yang berada di Tribun pun juga menjadi sangat bingung, karena kabut tebal menutupi pertarungan.
"Woi!! Kok ada kabut!!!"
"Kabut ini menghalangi saja!!"
"Sialan! Masa aku harus melihat kabut!"
Kembali ke Arena pertandingan...
Dalam sekejap teriakan kesengsaraan terdengar..
"Uaghhh!!!"
"Dia datang darimana!!"
"Uaghhh!! Ini sangat sakit!!"
"Tolong aku Woi!!"
"Hueeee!! Mama papa tolong aku!!"
Romerio masih tenang, dan ia merasakan sesuatu yang datang ke arahnya. Kemudian....
"Jlebbbbb!!!!!!"
Beberapa saat kemudian, kabut pun mulai menghilang, dan di arena terlihat. Romerio ditusuk pedang oleh Rynn.
"Uaghhh!!!" Romerio memuntahkan darah dari mulutnya."Kau licik sekali sialan.."
"Huh? Ini adalah strategi, orang terkuat harus dihabisi terlebih dahulu. Sekarang aku bisa lolos sendirian. Karena aku juga telah menghabisi sisa petarung yang ada huahahahahah!!" Rynn tertawa jahat.
Romerio pun terkapar, dengan bekas tusukan pedang di dadanya. Penonton wanita pun tak terima dengan perbuatan Rynn kepada Romerio.
"Singkirkan orang itu!!"
"Diskualifikasi dia!!"
"Bunuh petarung yang menusuk Romerio!!"
"Huahahahahah!!!! Kalian semua sampah!!!, Mengerti!!!!????" Teriak Rynn.
Kemudian dari udara terlihat Davidestrom memakai gas roket di punggungnya."Yohohoho... "
Kemudian, semua orang matanya tertuju pada Davidestrom.
"Darimana dia mendapatkan gas roket seperti itu, dan dia juga terbang?!!" Teriak salah satu penonton.
"Akulah yang akan lolos sendirian *******!!!!" Teriak Davidestrom."Potograper Hammer!!!!"
Davidestrom mengeluarkan sebuah kertas photo dari kameranya kemudian sebuah palu raksasa berlapis emas keluar dari photonya dan...
"!!!!!!!!!" Rynn terkejut karena palu raksasa sedang melesat kencang ke arahnya."S-sialan orang itu!!!!????"
"Booommmm!!!" Palu raksasa menghantam Rynn sekaligus menghancurkan arena pertandingan.
Semua orang kemudian terkejut dengan serangan mematikan Davidestrom."Whoaaa!!!!!!"
"Whoaaa!!! Palu raksasa berlapis emas!!! Dan dia berhasil mengalahkan pria kabut itu dan sekaligus menghancurkan arena pertandingan!!!!" Teriak Vicky Nisemono sang Komentator satu.
Bersambung.