Cosplay

Cosplay
Chapter 223 - Chu Kobayashi vs Saint Scorpion Ryu



Chu Kobayashi yang sedang bergegas menuju ke garis depan pun sekilas melihat seorang pemuda yang terlihat sedang terpojokkan oleh Ryu. Tanpa pikir panjang, Kobayashi pun langsung bergerak dan berhasil menyelamatkan pemuda penakut itu dari serangan Ryu. Begitulah awal kronologinya.


Kobayashi begitu bersemangat ketika akan berhadapan dengan Ryu, ia memasang pose yang cukup konyol, sampai-sampai Ryu menganggap Kobayashi seperti seorang badut, lol.


"Hoi.. hoi.. tidak ada ceritanya aku dikalahkan oleh seorang badut sepertimu. Jangan bermimpi, bocah." ucap Ryu.


"Ya, terserah apa katamu..!! Yang terpenting, aku akan segera mengalahkanmu..!!" ucap Kobayashi dengan raut wajah yang cukup bersemangat.


"Scorpion Black Poison..!!"


Ryu pun mengarahkan kedua tangannya yang menyerupai ekor kalajengking ke arah Kobayashi. Lalu, sebuah cairan racun langsung menyembur dari tangan Ryu dan melesat ke arah Kobayashi, "Byuorrr..!!"


"Hyaaaa..!!"


Sembari berteriak, Kobayashi pun berhasil membelah cairan racun yang mengarah ke arahnya hanya dengan satu kali tebasan, "Batss..!!"


"Swuoosssstt..!!"


Setelah itu, Kobayashi pun langsung berlari dengan cepat ke hadapan Ryu. Lalu, ia pun mencoba untuk menusuk perut Ryu dengan teknik pedangnya.


"Sword Impact..!!"


Ketika Kobayashi hendak menusuk perut Ryu dengan pedangnya, dengan begitu cepat, Ryu pun langsung mengarahkan tangannya ke arah leher Kobayashi. Ryu berniat untuk menyerang Kobayashi, walaupun harus mengorbankan dirinya yang terkena serangan Kobayashi.


Menurut Ryu, serangan Kobayashi tidak ada apa-apanya dibanding racun miliknya. Oleh karena itu, ia tak menghindari sama sekali serangan yang dilesatkan oleh Kobayashi.


Namun, ketika Kobayashi menyadari Ryu yang hendak menyerangnya dengan racunnya. Ia pun mengurungkan niatnya untuk menyerang Ryu dan dengan sigap langsung mundur beberapa langkah kebelakang.


"Hampir saja. Kau pasti berniat menyerangku dengan racunmu itu kan? Aku yakin efek racunmu itu begitu mematikan, aku takkan membiarkan hal itu terjadi kepadaku." ucap Kobayashi.


"Ya, kau cepat sekali paham dengan racun milikku ya? Karna, efek serangan pedangmu itu tak ada apa-apanya dibanding serangan racun mematikan milikku." ucap Ryu sambil tersenyum menyeringai.


"Kalau begini, serangan jarak dekat akan sangat beresiko. Aku harus menyerangnya dari jarak jauh agar ia tidak bisa menyerangku dengan racunnya. Akan tetapi, ia bisa menyemburkan racun itu seperti semprotan air." ucap Kobayashi dengan nada pelan.


Kobayashi mulai berpikir keras, ia harus mencari cara yang tepat untuk menyerang Ryu agar bisa mengalahkannya tanpa terkena racun mematikan milik Ryu.


Melihat Kobayashi yang sedang berpikir, sontak membuat Ryu sedikit terheran-heran sembari memiringkan kepalanya. Ia tersenyum menyeringai lalu berkata, "Hoi, apa kau sedang berpikir mencari cara untuk menyerangku?"


"Tentu saja, aku sedang mencari cara untuk mengalahkanmu. Kalau aku terkena racunmu walau hanya setetes saja, itu sangat beresiko bagiku." jawab Kobayashi.


"Wah-wah.." Ryu menggeleng-gelengkan kepalanya seolah terkagum-kagum ketika mendengar perkataan dari Kobayashi, "Aku suka dengan orang yang blak-blakan sepertimu. Ternyata kau itu mempunyai nyali untuk melawanku."


Secara tiba-tiba, Kobayashi mulai teringat akan sesuatu hal. Raut wajahnya yang terkejut sedikit senang, seolah-olah ia telah menemukan sebuah ide yang cemerlang untuk mengalahkan Ryu.


"Ah, tiba-tiba aku teringat dengan teknik yang jarang kugunakan ini. Sebaiknya aku harus mencoba teknik hebatku ini, mungkin teknik ini akan efektif untuk mengalahkanmu." ucap Kobayashi dengan penuh percaya diri. Ia mulai bergerak ke pose teknik berpedangnya.


"Huh? Sepertinya kau terlihat menemukan cara untuk mengalahkanku ya? Tapi, jangan harap kau bisa mengalahkanku semudah seperti apa yang kau ekspetasikan." ucap Ryu.


"Taimanin Yukikaze..!!"


"Spear Poison..!!"


Ryu kembali menyemburkan racun dari kedua tangannya. Racun tersebut terlihat seperti cairan berwarna hitam keunguan dengan membentuk seperti sebuah tombak dan melesat ke arah serangan Kobayashi.


"Dyerrrr..!!"


Serangan pedang milik Kobayashi dan serangan racun milik Ryu pun saling bertabrakan dan meledak di udara. Ledakan tersebut seolah-olah terlihat seperti ledakan dari kembang api.


Tak berselang lama, Kobayashi memegang pedangnya dengan kedua tangannya pun langsung menancapkan ke tanah yang berada dihadapannya, "Jlebb!!"


"Demon Sword Guts..!!"


Setelah Kobayashi menancapkan pedangnya ke tanah, seketika energi hitam langsung menyelimuti pedang Kobayashi. Dan selang beberapa detik, tanah pun mulai retak karena pedang yang menancap pada tanah tersebut.


Akan tetapi, retakan tanah tersebut bergerak begitu cepat menuju ke tanah di tempat Ryu berpijak. Karena saking cepatnya, Ryu pun terkejut setelah melihat tanah yang ia pijak mengalami keretakan.


"A-apa?!!"


Namun, Ryu tak pernah berpikir panjang, ia hanya mengira retakan tanah tersebut tidak akan berefek apapun. Akan tetapi, tak berselang lama, tanah yang dipijak oleh Ryu pun mulai terbelah dan melebar, "Kraakkk!!"


Tanah yang terbelah tersebut menciptakan lubang yang cukup dalam. Dan otomatis, Ryu pun langsung terjatuh ke dalam lubang tersebut. Ia tak menyangka, ternyata tanah yang ia pijak akan terbelah.


"Sialan..!! Aku tak mungkin kalah oleh seorang bocah sepertimu..!!" teriak Ryu.


Setelah itu, Kobayashi pun langsung mencabut pedangnya yang menancap di tanah. Tak berselang lama, ia pun melesatkan pedangnya tersebut ke arah Ryu yang terjatuh ke dalam lubang besar dan cukup dalam tersebut.


"Taimanin Asagi..!!"


Pedang yang dilesatkan oleh Kobayashi pun melesat cepat ke arah Ryu. Lalu, Ryu pun mengarahkan kedua tangannya ke arah pedang yang melesat ke arahnya tersebut.


"Secret Poison Scorpion..!!"


Ryu pun kembali menyemburkan cairan racun yang cukup banyak ke arah pedang yang melesat ke arahnya, ia berniat untuk menghancurkan pedang Kobayashi dengan racun miliknya.


Akan tetapi, ketika cairan racun tersebut sudah di dekat pedang Kobayashi, tiba-tiba pedang tersebut menghilang tanpa sebab. Dan, cairan racun tersebut melewatinya begitu saja hingga menabrak sisi tanah yang terbelah.


"Apa?! Menghilang?!" Ryu terkejut.


Dan, "Jrottt..!!" Pedang milik Kobayashi kembali muncul dihadapan Ryu dan langsung menusuk perut Ryu hingga menembus tubuhnya.


"Uaghhh..!!" Sekilas, terlihat Ryu yang memuntahkan banyak darah dari mulutnya ketika pedang milik Kobayashi menusuk perut Ryu hingga menembusnya.


Tak berselang lama, Ryu pun langsung terjatuh ke dasar lalu tertimbun oleh bebatuan besar yang tercipta dari tanah yang terbelah tersebut. Setelah itu, pedang milik Kobayashi pun kembali melesat kembali ke arah Kobayashi.


Dengan cepat, Kobayashi pun langsung menangkap pedangnya kembali dan berkata, "Pedangku ini begitu istimewa, dia kembali kesisi tuannya seperti keajaiban." ucapnya dengan raut wajah begitu bersemangat.


BERSAMBUNG