Cosplay

Cosplay
Chapter 233 - Sebuah Takdir Yang Mempertemukan Kembali!



Energi hitam menyelimuti tubuh Kikukawa dan perisainya, dan secara bersamaan perisai milik Kikukawa mengeluarkan sebuah mulut yang cukup lebar disertai dengan gigi-gigi taring yang tajam. Sekilas, perisai tersebut mengeluarkan sebuah lidah dan menjilati bibir dan gigi taring pada perisai milik Kikukawa.


"Perisai yang mempunyai mulut?! Yang benar saja, apakah perisaimu itu monster?!"


Kyu terkejut dan tak menyangka dengan perubahan yang dialami oleh Kikukawa beserta perisainya. Ia merasakan kekuatan yang luar biasa. Namun, Kyu tetap meneguhkan hatinya agar tidak ketakutan dengan kekuatan kegelapan yang dipancarkan oleh Kikukawa.


"Seperti yang kau lihat sekarang, perisaiku sudah tidak tahan untuk mengamuk. Aku akan membiarkan perisaiku untuk memangsamu sesegera mungkin." ucap Kikukawa.


"Memangsaku? Hoi-hoi yang benar saja..!! Walaupun secara ajaib kekuatanmu tiba-tiba meningkat, tapi tetap saja kau takkan bisa mengalahkanku. Karena akulah yang akan menjadi pemenangnya..!!" tegas Kyu.


Tak berselang lama, Kikukawa pun langsung melemparkan perisai iblisnya ke tanah tepat beberapa meter dihadapannya. Dan, ketika perisai tersebut tergeletak di tanah, tiba-tiba perisai tersebut perlahan lenyap seperti ditelan bumi.


Kyu pun memiringkan kepalanya dan terheran-heran dengan perisai milik Kikukawa yang tiba-tiba lenyap, ia juga tampak waspada dengan serangan yang akan dilesatkan oleh Kikukawa.


"Cih..!!" geram Kyu. Tanpa basa-basi, ia pun langsung berlari dengan sangat cepat ke hadapan Kikukawa. Lalu, Kyu pun mencoba untuk memukul Kikukawa.


"Shield Barrier..!!"


Tiba-tiba perisai barrier muncul tepat dihadapan Kikukawa dan memblok pukulan Kyu. Namun, pukulan Kyu yang begitu kuat membuat perisai barrier yang diciptakan oleh Kikukawa pun sedikit mengalami keretakan, "Krak!" Dan, "Pyarr..!!" Perisai barrier tersebut seketika pecah. Dan, pukulan Kyu pun kembali melesat ke arah Kikukawa.


Lalu, Kikukawa pun melompat salto beberapa langkah kebelakang untuk menghindari pukulan kuat milik Kyu. Setelah itu, Kikukawa pun merentangkan kedua tangannya sembari berteriak, "Hyaaaaa!!!" Kemudian, Kikukawa pun saling menyentuhkan kedua telapak tangannya.


Tiba-tiba tanah yang dipijak oleh Kyu mengalami keretakan, "Krak!" Kyu pun terkejut dengan hal tersebut. Lalu, ia pun berkata, "Apa..!!"


Seketika, retakan tanah tersebut semakin meluas di sekitar tanah yang dipijak oleh Kyu. Tak berselang lama, tanah yang retak itu pun langsung runtuh dan, "Groaarrr..!!" Dengan sangat mengejutkan, terlihat perisai milik Kikukawa dalam ukuran raksasa yang sudah membuka mulutnya dengan sangat lebar tepat dibawah Kyu.


"Sialan..!!" Kyu pun tak sempat untuk menghindar dan langsung jatuh mengarah ke mulut perisai Kikukawa, "Super Armour..!!" Tiba-tiba pakaian Kyu berganti menjadi armor berlapis.


"Demon Shiled Of The Hell!!"


Perisai Kikukawa pun mengeluarkan uap panas dan mengakibatkan pakaian armor yang dikenakan oleh Kyu pun meleleh. Kini, Kyu semakin panik, kematiannya sudah berada di depan matanya.


"Demon Shiled, Finishing..!!" ucap Kikukawa.


"T-tidakk-"


"Graoupphhh!!!"


Dengan sangat cepat, Kyu pun langsung terjatuh kedalam mulut perisai Kikukawa. Dan, perisai tersebut pun langsung melahap Kyu dan mengunyahnya tanpa tersisa sama sekali.


Selang beberapa detik, terlihat Kikukawa menatap Kyu ketika dimakan oleh perisai iblis miliknya. Sekilas, ia pun berkata, "Akhir bagimu, selamat tinggal. Semoga kau tenang di neraka sana."


Beberapa menit kemudian setelah perisai iblis milik Kikukawa memakan Kyu. Tiba-tiba perisai tersebut mengecil dan langsung terlempar ke arah Kikukawa. Dengan cepat tanggap, Kikukawa pun langsung menangkap perisai yang mengarah ke arahnya tersebut.


Lalu, energi hitam yang menyelimuti tubuh Kikukawa pun perlahan mulai menghilang, tiba-tiba kedua kakinya gemetaran, dan, "Brakk!!" Kikukawa pun ambruk di tanah, dan pingsan. Karena kekuatan perisai iblis miliknya terlalu banyak menguras staminanya. Dengan ini, pertarungan antara Kikukawa melawan Kyu, dimenangkan oleh Kikukawa.


Disaat yang sama, di tempat Yoshino berada. Terlihat Yoshino yang berhadapan dengan Marc beserta monster bangunannya, Schamaucher dan juga Jeff.


"Tyengg!! Tyengg!! Tyengg!!"


Terlihat Schamaucher dan Yoshino yang saling beradu pedang dengan begitu sengitnya.


Kemudian, terlihat monster bangunan milik Marc yang langsung melesatkan pukulan ke arah Yoshino yang saat ini saling beradu pedang dengan Schamaucher, "Swushh!!"


"Cih..!!" geram Yoshino ketika menyadari monster bangunan raksasa milik Marc yang sedang melesatkan pukulan ke arahnya. Yoshino pun langsung menendang Schamaucher hingga membuatnya sedikit terlempar kebelakang. Lalu, dengan pedang Black Lotus dan pedang Sebastian, Yoshino pun mulai melakukan gerakan kuda-kuda teknik berpedangnya.


"Nitoryuu..!! Ryuu!!"


"Batsss..!!"


Dengan sangat cepat, Yoshino pun berhasil memotong tangan dari monster bangunan raksasa yang hendak memukulnya. Setelah itu, terlihat Jeff yang berlari dengan begitu cepat bagaikan kereta listrik ke arah Yoshino dan mencoba untuk menendangnya.


"Buakk!!"


Yoshino pun sedikit terpental kebelakang karena terkena tendangan dari Jeff. Dengan raut wajah yang cukup kesal, ia pun berkata, "Sialan, mereka bertiga cukup merepotkan."


Terlihat Marc yang masih berdiri diatas monster bangunan raksasanya. Ia terkejut setelah melihat Yoshino yang berhasil memotong tangan monster bangunan miliknya.


"Hebat sekali, baru kali ini aku melihat seorang pendekar pedang yang cukup hebat sepertimu dan berhasil memotong tangan monster bangunanku. Dan, aku juga sedikit muak denganmu karena rekanmu itu berhasil menyelinap ke tempat tuan Hristov berada." ucap Marc sembari tersenyum menyeringai.


"Hei, kau..!! Bersiaplah untuk kekalahanmu. Kita bertiga akan segera membunuhmu disini sekarang, apa kau ada kata-kata terakhir?" tanya Jeff sambil menatap remeh Yoshino.


"Kata-kata terakhirnya ialah, aku akan segera mengalahkan kalian bertiga. Jadi, kalian bersiaplah." ucap Yoshino sambil tersenyum menyeringai.


"Ya, kau terlalu yakin bisa mengalahkan kami bertiga hanya dengan seorang diri. Tapi, kau begitu naif..!!" ucap Schamaucher.


Kemudian, Schamaucher pun langsung berlari ke arah Yoshino dengan begitu cepat dan mencoba untuk menebasnya, "Batss..!!"


"Tyengg..!!"


Tiba-tiba Chu Kobayashi datang dan menangkis tebasan pedang yang dilesatkan oleh Schamaucher. Kemudian, Kobayashi pun langsung melirik ke arah Yoshino dan berkata, "Maaf terlambat.."


"Tidak, kau datang disaat yang tepat, Kobayashi." ucap Yoshino .


"Huh? Kobayashi.. tak kusangka kita akan bertemu lagi. Sebuah takdir mempertemukan kita kembali." ucap Schamaucher.


BERSAMBUNG