Cosplay

Cosplay
Chapter 376 - Metamorfosa Tiang Ketabrak.



Ga usah tau soal S- apalagi sampe berpikiran itu Kamen Rider Numpang Lewat , Cuma mungkin karena cerita ini rada-rada berputar-putar beberapa skenepun membingungkan , pembaca pun jadi pusing.


Aku tau maksudnya, aku tau kepusingan kalian, aku tau keanehan, aku hanya mau bilang 'Sankyuu'


"Huh?" Beberapa kebingungan, dan beberapa lainnya memperlihatkan ekspresi yang memaklumi, atau Ia yang tersenyun melihat dari kaca kendaraan yang ditumpangi.


"Hehehe..."


Semua sudah tahu, bermain mata, intrik dan trik menyuap, dan mereka yang tergoda akan uang, akhirnya membebaskan Ia dengan cara yang kotor, dengan cara yang bahkan mengurangi masa tahanan dengan diskonan 30% atau sampai 60% . Konstitusi Mahkama Agung yang kadang bingungin, bahkan mereka pemerhati politik kebingungan dengan era yang sangat kaku ini.


"Si S.... inikan pelaku yang nabrak tower mobile legend itu kan? Abis itu hingga hati cedera serius? Dan lalu 'Terima kasih kalian' barisan para tiang, dan semua yang kutabrak, tanpa sebab aku perbaiki..??!!" Xia nampak mengingat kasus ini, hanya saja nama si pelaku cuma 'S' doang dalam ingatan, ini akibat pengalihan isu dengan berita amburadul yang lain.


S tersenyum menanggapi kebingungan mereka, dia menatap dari kaca kendaraan tumpangan, menatap mereka penuh dengan tatapan ejekan, dan lalu memperagakan gerak-gerik aneh kemudian, seperti pose menghina, diancungkan jari tengah kearah si Xia dan yang lain-lain, penuh kehinaan dan cela, sambil berteriak, "Fck You All!!"


Menguak misteri, memecahkan pemikiran yang bersih dari hati nurani rakyat, tetapi terkadang mereka memilih jalur kegelapan agar mendapatkan kekayaan yang instan. Tentu saja korupsi.


Manusia, takkan lepas dari keserakahan, atau bahkan si S yang namanya masih misterius , kasus apa yang menimpanya? Itu sangat menakjubkan sekali, tuduhkan spektakuler menjadi tidak ada apa-apanya dengan kekerenan Ia , S yang sangat kharismatik.


Flashback.


"Aku S, Aku, tidak bersalah, langit akan mengatakan aku tidak bersalah, aku tidak bersalah, aku tidak bersalah, aku tidak bersalah!!!" Membenturkan kedua tangannya di meja bundar, dengan kehadiran penonton yang banyak, tak ubahnya seperti menonton adegan spektakuler dari drama ruang pengadilan.


"Sepertinya, dari raut wajah keseriusan, dari tampangnya yang menyakinkan, dia tidak benar-benar bersalah, mungkin saja ini hanya kekeliruan dari pengacara gajelas yang membela hak asasi Manusia kampungan.." sang Pengadil, namanya Pilkington Pradanton.


"Hoh, sudah ada permainan mata, mungkin Pilkington sudah mendapatkan suap dengan jumlah yang tak ditentukan, makanya dia mengubah aspirasi menjadi haluan yang keluar dari zona keadilan.." sang Pengacara Penggugat, sebut saja namanya Dapison FarfĂ n. Adalah Pengacara jujur berwibawa dan gak nerima suap-suap gajelas dari para politikus.


Kekuatan mereka masih belum seimbang, bahkan mungkin Pilkington adalah tingkat tertinggi untuk menjatuhkan kesalahan atau bahkan menolak spekulasi yang dipenuhi bukti mutlak.


"Nampaknya, ini akan kalah, dimana ajukan bandingku, pergugatakan yang kulakukan, menemui kebuntuan yang tak karuan, tak terdefinisikan, ini adalah kegagalan paling mutlak, aku tidak bisa berteriak dengan keren kayak bang Naruhodo dari Acce Attorney.." Davison menyerah, dia nampaknya kalah mutlak dari sang pengadil, Pilkington.


Dalam hati sang penolak, dan Ia yang mencerna segala kata-kata bagus dengan celahan yang tak ada artinya, Ia laksana sang anti-hukum, yang bahkan tak bisa digugat dengan mutlak, tersenyum Ia saat mendengarkan Davison kalah, dalam gumanan mungkin terbesit kata "Aku bebas.." tetapi, apakah semangat sang pengacara runtuh begitu saja.


Tatapan masih menyala; dia masih belum ingin kalah, dan menatap sang si senang 'S' dengan tatapan anti-korupsi mutlak yang pernah ada.


"... Dari spekulasi yang gak berarti, dan bagaimana sang Pilkington mencerna ucapan, dia tak lebih dari orang dungu yang diberikan kepintarannya hanya untuk mengelak dari kesalahan-kesalahan, dia membenci kebenaran mutlak dan membuat kebohongan paling licik yang pernah ada, S, kau akan mendapatkan karma , saksikanlah nanti!!"


Setelah debat mencengangkan disana, keadilan masih tak bisa menang, bahkan Ia yang tersangka, bebas berkeliaran, namun nampaknya dia masih dicurigai oleh Asosiasi Perserikatan Anti-Korupsi, Hakyu Sukiwaifu.


Sedang senang sang S mengemudikan mobilnya , terganggu oleh deringan nada hape nokayu-nya yang khas.


"Buset, kayak ga nyerah-nyerah ajah nih Manusia-Manusia anti uang banyak, padahal korupsi itu enak, perut bisa kenyang setiap hari, gak masalahin besok makan apa, perut kenyang hatipun senang, harta berlimpah dimana-mana, mobil sport sampe rumah estafet yang keren..." Ucapnya santai, dan kini S menerima panggilan tersebut..


[Penelepon: Dengan sodara Stepyan Nostrantoss, saya Hakyu Sukiwaifu, sekiranya saya sudah memberikan ajukan banding, dengan hati nurani sang Pilkington yang terbuka, dia ngaku dia disuap kamu pake nasi, eh uang, nampaknya kamu benar-benar salah, dan ruang hukum kemarin dulu nampaknya udah dimanipulasi kamu ya, licik juga kamu ya]


"?????!!!!" Bang Stepyan terkaget-kaget, dan lalu membalas kembali dengan sergahan yang ga ada habisnya [Nampaknya anda memaksa Pilkington dengan duit lebih gede agar mengutarakan kebohongan guna membuat saya salah seratus persen]


Beriringan dengan ancaman itu, Hakyu mematikan telepon, dia hanya memberikan update kepada si Stepyan yang korupsi.


"Gaswat, saya harus mencari cara untuk kabur dari kejadian ini, aku tidak memiliki ide, ayo pikirkan sesuatu, Patlu!" Teriak Stepyan.


Dia gak sadar, sebenarnya ini bukan kartun Montu-Patlu yang ngeselin itu, ini adalah cerita Cosplay yang gajelas konsepnya bagaimana.


Metamorfosa apa yang akan Ia ciptakan, lensa mata kedepan, menatap tajam, berfokuskan pada cakrawala di depan, kepada pohon pisang disamping jalan, kepada konsenkuensi benturan kepada pohon-pohon rindang, kepada rumah-rumah penduduk , lantas harus apakah Ia?


Kepada luka ringan yang menjadi cara kabur dari hukum, kepada pemikiran yang luas soal bebas dari hukum, kepada rasa takut akan masuk jeruji besi, biarkan Ia melaju menarik gas, biarkan Ia mencari sang target, dan biarkan benda mati menjadi korban.


Metamorfosa yang Ia ciptakan adalah....


"Stepyan tak bisa hadir, dia sakit karena nabrak tiang listrik!" seru Davison.


"Duh, belom takdir kita mencebloskan Ia kepenjara..." sambung Hakyu.


Beberapa Hari kemudian.


[Parah banget si Stepyan, malah nabrak tiang sebagai alasan]


[Tau nih dasar koruptor]


Dan berbagai celaan, hinaan, bullian, bersarangkan kepada sang Stepyan.


6 Bulan Kemudian.


"Hukuman untuk sodara Stepyan kami turunkan menjadi 6 doang , karena kami kasihan dia dapat bullian, sebagai bentuk belasungkawa, kami menurunkan masa hukumannya.."


Dan kembali lagi, keadilan harus kalah dengan main mata yang menarik dan kotor dipenuhi intrik membingungkan.


Flashback End.


"Begitulah, kasusnya sempat menjadi highlight, tapi malah datang berita ngaco dari si pengganda uang itu .." Xia mengerutkan dahinya, tanda Ia marah terhadap ketidak-adilan.


Tapi, apa mau dikata, apa mau diprotes, hukum sudah berlalu, dan kesalahan sudah diringankan, yang cukup kita terima adalah melihat Ia tersenyum manis menatap dari seberang sana, dan kemudian sombong melangkahi istana yang megah.


~


"Anakbuah baru sudah datang, Welcome to Home, Stepyan!" Seru Babenko menyambut kedatangan anakbuah baru.


B E R S A M B U N G