
`Menyajikan` to Present. Menganugerahkan seperti become to the king, dikenal menjadi julukan, dan beraksi seperti julukan, Menyajikan dengan keindahan, memperlihatkan sirklus game dengan taktik yang tak terduga.
Melakukan ganking musuh yang merepotkan dan berakhir mendapatkan chat, "Cupu, beraninya keroyokan."
"Kecepatan, Fast Hand, Ketelitian, Pengambilan Posisi, adalah sirklus yang harus dilakukan dalam permainan game, seperti permainan yang memiliki ending, kehidupan juga memiliki ending, kehidupanku adalah harus happy ending dengan menjadi top global di dunia game RPG, dan cara untuk mewujudkannya adalah dengan cara menghancurkan pengganggu...."
Flashback.
"Kau akan menjadi orang terkenal hanya dengan memainkan game, apalagi taktikmu sangat bagus, tertarik untuk menguasai dunia dengan taktik game-mu? Ikutlah dan lihatlah, bagaimana dunia terkesima hanya karena melihat permainanmu..."
"Tapi, aku menunggu adikku yang mencari pertolongan.."
"Itu tidak perlu, ditengah jatuhnya salju, membeku dan celcius yang super rendah, menunggu 30 menit lamanya, kau akan membeku menjadi es batu.."
"Apakah di dunia tempat orang-orang kaya berada, kita bisa memainkan Konsol Game mahal bahkan memiliki ponsel spek tinggi tanpa harus khawatir soal biaya?"
"Ya, bahkan ditempatku tidak sama dengan warnet yang serba kekurangan, karena tempatku sangat lengkap soal segala aspek..."
Penyebab sang Lucian pergi adalah ajakan, dan ketakutan akan dirinya mati membeku menjadi es batu, dan meninggalkan adiknya yang penuh dengan perhatian untuk mencari pertolongan tak terduga. Tak kunjung datang dan tak terlaksana, takkan ada yang menawarkan dan dengan keadaan kedinginan yang tak terduga, Lucian mengkhianati kepercayaan adiknya dengan cara mengikuti jalan sang Bossuman yang menawarkan dirinya tentang game dan kesenangan hidup.
Flashback End.
"Bagaimana game itu dimulai, adalah dengan menekan Link Start, dan bagaimana dirimu toxic, adalah dengan cara dikalahkan oleh lawan yang kuat, dan bagaimana pesona sang Lucia saat mengetahui aku tidak berakhir membeku?"
Senyuman liciknya, dan tatapan dinamis yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata, ia bertingkah layaknya orang senang, ingin mengakhiri ikatan takdir dengan Ending yang buruk hanya demi membuat good ending demi dirinya sendiri.
"Akankah dia akan memohon maaf, akankah dia akan menangis, atau akan terkejut dan memelukku??"
Sang Pemain Game akan beraksi, dan dengan target sang Adiknya sendiri, orang yang ditargetkan masih tersenyum dan tertawa bersama dengan teman-temannya yang bodoh, tanpa mereka tahu bahwa tempat ini adalah tempat berbahaya yang harusnya ditinggalkan dan tak perlu menunggu untuk bertingkah menjadi pahlawan hanya demi membebaskan seorang gadis.
"Shoba, kau takkan bisa menyelamatkan sang target, seperti Pangeran mengharapkan sang putri, tetapi kisah ini akan berakhir seperti tragedi Romeo and Juliet..." ucap Arata, dia tampak ingin segera pergi dari sini, karena dia sudah cukup tahu bagaimana kemampuan Groombridge.
"Is It Wrong to Try to Pick Up Girls in a Dungeon?" Balas Shoba, "Itu adalah kata yang ingin aku balas kepadamu, aku mengambil judul dari Dungeon versi Bahasa Inggris... Bell Cranell akan menyelamatkan seseorang, dan aku akan mengikuti kisah itu..." sambung Shoba.
Pandangan, dan pendengaran, dan ketelitian, serta kedinamisan seorang Lucia, mendengar dan mencerna ucapan dari sang Shoha yang menurutnya super keren dalam situasi rencana.
"Baiklah... Aku akan meminjamkan kemampuanku, Kapten!!" Seru Lucia yang bersemangat.
Seperti dalam kisah-kisah pertempuran pada umumnya, dimana ada rencana disitu ada antagonis yang harus mereka kalahkan terlebih dahulu.
Seseorang berpakaian khas Gamers dengan tulisan 'Esport'-nya.
"Hidup itu tidak seru jika tidak ada permainan, dan permainan yang akan kalian perlihatkan adalah Battle Royale-kah?"
"Aku Pro Player....." balasnya dengan singkat, "Namaku Lucian, tidak suka yang susah-susah, tapi suka yang gampang-gampang, hobiku bermain game, dan gaya bicaraku edisi ini terinspirasi dari Servamp..." sambung Pria yang mengaku bernama Lucian sembari memperkenalkan dirinya dihadapan orang-orang bodoh.
"Siapakah gerangan orang banyak bacot ini? Kau Top Player beneran atau lewat jokian, dari cerminan bacotanmu, sudah melambangkan BPKB Bocil di game-game-an.." ucap Arata memandang sang Lucian dengan tatapan sinis.
"Belum pernah di basmi oleh Sneck Goodtime kau ya.." sambung Shoba, sembari dia memperlihatkan jari tengah kepada sang Lucian, "Rocker juga Manusia!!!" Serunya.
"Hanyalah sekumpulan sampah-sampah yang menganggap mereka berguna dan bisa diolah menjadi komponen organik, Kalian ini hanyalah sampah-sampah karakter sampingan dari video game..." balas Lucian dengan sinis.
"Ah, hanyalah kembang api yang kotor..." sang Gadis tak takut, tak merasakan terintimidasi oleh ejekan sang Lucian, "Lama tak berjumpa, Sampah yang kabur meninggalkan salju membeku..." Lucia menyapa sang Lucian dengan sapaan biasa, dia bahkan tak merasakan bahaya dari sang Lucian, dia nampak ingin menantang sang Lucian dengan segala kemampuannya..
"Kau mengenalnya?" tanya Shoba.
"Tidak, dia hanyalah sampah yang takut membeku ditengah turunnya salju..." balas Lucia, dia menatap kearah Lucian dengan super serius.
"Nostalgia?" Komentar Arata.
Lucian sudah mulai merogoh-kocek kantung celana sebelah kirinya, dan dia mengambil unsur yang cukup aneh untuk dijadikan senjata, "Link Start? Apakah kalian siap?"
"Tidak perlu mengajak yang tak terlihat dalam permainan kedalam dunia itu, kau hanya harus by one denganku, Apakah kau takut sistem Konsep Gamemu dihancurkan oleh satu orang dan akhirnya ingin mengajak banyak orang masuk, dan kemudian saat engkau kalah, pasti alasannya: Ala cupu, beraninya keroyokan?"
"Jika mendapatkan penyesalan seperti itu saat kau kalah nanti, lebih baik membawa konsep satu lawan satu terlebih dahulu, agar kau kalah kau hanya akan menunduk tanpa berusaha mengelak..."
Lucia adalah sang pemberani, dia bahkan tak takut kepada Lucian.
"Dasar Gadis Bodoh yang terlalu lama mencari bantuan, Dunia dimana kehidupan dipenuhi dengan Power, Menolong orang miskin saat kedinginan takkan pernah ada, Kenapa? Karena orang-orang kaya sangat gengsi menolong orang-orang miskin..." balas Lucian, "Aku akan membunuhmu seperti Request dari sang Bossuman, Game lebih penting daripada Ikatan..."
"Dangkal..." balas Lucia dengan pendek, "Silahkan gunakan Link Start, aku akan menghancurkanmu di duniamu sendiri...."
"Ok....."
"Ikuzo Link Starto!!!!"
"Buset, mau dorama Kakak-Adik-an ajah malah parody-in Sword Art Online..." komentar Arata.
"Lucia pasti akan mengalahkan si Orang Aneh itu, senjatanya kok Konsol Game..." ucap Shoba.
Seperti Menyajikan adalah Present, Haruskah Lucian vs Lucia menyajikan game yang menarik, Saat Situasi sudah Link Start, yang ada di dalamnya hanyalah....
PERMAINAN.
B E R S A M B U N G