Cosplay

Cosplay
Chapter 7 - Dia Yang Ingin Melakukan Hal Yang Keren.



"Kita akan menyalamatkannya.." ucap Izumi dengan cukup serius.


"Kita? Apakah aku juga harus beraksi?" kaget sang Yoshino.


"Tentu saja akukan kapten!" bentak Izumi.


"Siapa yang berisik apakah ada tikus yang berbicara?" teriak Pedro.


"Sialan kita kedengaran padahal sudah berbicara sepelan mungkin" ucap Yoshino.


"Kau tadi membentak dengan keras dan tidak pelan!" ucap Izumi.


"Hey siapa diluar, cepat beritahu.."


"Kucing.."


"Eh?"


"Meong-meong-meong.."


"Kok kucing bisa ngomong?" gumam Pedro.


"Tentu saja mana ada kucing bisa ngomong" ucap Izumi dan Yoshino bersembunyi.


Kemudian mereka masuk kedalam air agar tak kelihatan..


"Cuma perasaanku saja yah atau jangan-jangan dipelabuhan ini ada hantu.." gumam Pedro yang merinding.


"Kapten Lancaster!" ucap seseorang tiba-tiba.


"Ada apa Jose?" tanya balik Lancaster dengan wajah serius.


"Kita, harga buronan kita naik sebanyak 99 Zen!" ucap Jose dengan wajah berbinar-binar..


"Apanya yang patut dibanggakan! Cuma naik dua zen saja sudah bangga! Bahkan itu tidak seberapa dengan harga buronan Aoi!" bentak Pedro.


"99 Zen? Tapi kenapa bisa mengalahkan buronan yang bahkan senilai 700 Zen.." kaget Izumi.


"Tentu saja.. Bisa, karena Lancaster itu adalah orang yang cukup pintar.." ucap Yoshino.


"Tapi kok pintar malah percaya kalau ada kucing yang bisa ngomong?" gumam Izumi.


"Tentu saja... Kami pintar!" ucap seorang pria yang kemudian melompat ke air...


"Si Pendengaran super... Lovren Headseat!" ucap seorang pria yang telinganya memakai sebuah Headseat..


"Bagus.. Pantesan ada yang aneh masa kucing bisa bicara tentu saja terlihat aneh.." ucap Lancaster.


"Ini pintar atau kelewat bodoh? Bukannya kucing emang gak bisa bicara.." Izumi nepuk jidat.


"Kalau dipikir-pikir aku kok dingin yah.."


"Yaiyalah kau kan didalam air.." ucap Yoshino.


Headseat sudah berada dalam genangan air..


"Jadi.. Akankah aku beraksi kapten Lancaster?" tanya Headseat


"Ya.. Terserah padamu.." jawab Lancaster.


"Jose.. Waktunya kita mengalahkan mereka.." ucap Lovren Headseat.


"Ya.. Duet dengan kombinasi bagus.." ucap Jose.


"Tunggu dulu.."


Izumi kemudian keluar dari air..


"Bertarung di air membuatku tidak nyaman dan aku bisa kena flu.. Jadi bukankah bagus bertarung di daratan?" sambung Izumi.


Kini Izumi sudah berada di daratan,


Yoshino juga ikutan.


Cosplay Chapter 7 - Dia Yang Ingin Melakukan Hal Yang Keren.


"Baiklah.. Sini maju.." ucap Izumi dengan sigap bertarung,


"Kombinasi Serangan..."


"Jose-Lovren.." ucap mereka bersamaan,


"Headseat Attack!"


Lovren dengan cepat melepaskan Headseat yang ditelinganya kemudian menghempaskannya kearah Izumi,


"Jose giliranmu!" perintah Lovren..


"Headseat Attack.."


"Yah ide yang bagus.."


"Jose Special.."


"Headseat Telephone..."


Tiba-tiba saja sambungan terjadi Headseat yang terlesatkan menjadi sebuah telepon rumah tangga yang jika terkena akan membuat Izumi kesakitan.


"Jurus yang aneh.." ucap Yoshino.


Yoshino kemudian berlari kearah serangan itu,


"Sebastian!" dalam sekejap,


Serangan Headseat yang bersambungan dengan Telephone terpotong dan terbakar oleh pedang api abadi, Sebastian.


"Yah... Bagus kau kru pertamaku yang bisa diandalkan.." ucap Izumi,


"Kapten Lancaster dia berhasil membebaskan diri!" teriak seseorang.


"Gyu, tangkap dia!" perintah Lancaster,


Namun,


"Phantom Speed.."


Aoi Shiratsuki tak terlihat, namun tampaknya dia sudah berhasil mengambil sebuah senjata milik Gyu dalam jeda waktu 3 detik.


"Kecepatannya.. Seperti hantu.." ucap Gyu yang gemetaran.


Aoi Shiratsuki kemudian dalam waktu beberapa detik saja dengan kecepatan hantunya dia sudah hilang..


"Menarik.. Orang yang menarik.." ucap Aoi yang kini sudah berada ditempat yang cukup tinggi melihat pertarungan mereka.


"Dia.. Cukup cepat.."


"Jadi ayo kita pulang saja Kapten.." ucap Yoshino.


"Ya.. Dan aku pun ingin tidur.." ucap Izumi.


"Kalian mau pergi begitu saja? Jangan bercanda!" teriak Lancaster.


Lancaster kemudian dia dengan kecepatannya sudah berada di hadapan Izumi.


Saat Lancaster berpijak ditanah, tampak tanah bergetar bahkan menciptakan ombak skala yang cukup kecil.


"Straight Attack..." dalam sekali hempasan, pukulan tangan kiri yang ia lesatkan kearah sang Izumi.


Izumi menahannya dengan tangan kanannya...


Namun tubuh Izumi sedikit tergeser karena terguncang dengan pukulan kuat Lancaster.


"Jose, Headseat, jangan hanya diam saja! Serang bocah yang satunya lagi!" perintah Lancaster.


"Baik Kapten!" ucap Jose dan Headseat yang kemudian mereka menatap wajah Yoshino..


"Jangan menatapku.. Aku merasa jijik.. Dan aku yakin kalian Homo.." ejek Yoshino.


"Kurang ajar.." teriak Jose..


"Headseat Attack!" sambung Headseat


Ia melesatkan serangan Headseat lagi, serangan headseat berupa headseat yang ia sembunyikan..


"Aku adalah Headseat.. Menggunakan senjata yaitu sebuah headseat yang digunakan untuk mendengarkan musik.. Karena senjata inilah yang menurutku keren.." ucap Headseat berapi-api..


Namun,


Headseat kemudian mematung,


Karena..


Serangan headseat yang ia lontarkan terbelah dan rusak dalam sekali potong..


Disisi Izumi.


Izumi yang menahan pukulan Lancaster tampak semakin kesulitan menahan tangan Lancaster.


Karena kekuatan Lancaster tak menurun sama sekali, malahan semakin bertambah..


"Aku yang ingin melakukan hal yang keren.. Memutar pikiran apa yang harus kulakukan.."


"Spesial Cosplay.." ucap Izumi,


"Membekulah.." sambung Izumi


Tangan kirinya yang bebas menyentuh sebuah tanah yang kemudian menjadi beku..


"Jadi.. Ini jadi seperti arena ice skating bukan?" ucap Izumi.


"Aku.. Kehilangan keseimbangan.." ucap Lancaster.


Entah apa atau mungkin..


Karena terlalu licin Lancaster terpeleset..


Bahkan saking licinnya..


"Aku kok terpeleset juga?" sambung Izumi yang ikutan terpeleset.


Dan terjadilah adegan terpeleset karena licin secara berjamaah.


"Jurusnya kenapa berdampak juga padamu dasar bodoh!" bentak Yoshino.


B


E


R


S


A


M


U


N


G