
Kenkomura dan Ushiwakamaru yang tersesat di hutan kematian secara tak sengaja bertemu dengan Dragzell Kenzou yang memutuskan untuk turun dan kembali ke mode manusia normal. Menggunakan kekuatan burung Phoenix secara terus-menerus bisa membuat staminanya sangat terkuras.
Kini Kenkomura serta Ushiwakamaru diajak oleh Kenzou menuju ke Hypercarry Town yang jaraknya sudah tak jauh dari posisi mereka berada saat ini. Kenkomura dan Ushiwakamaru menyetujui ajakan Kenzou daripada berjalan tersesat tanpa arah.
"Baiklah, ikuti aku. Jangan sampai kalian terpisah. Bisa gawat kalau kalian terpisah dan terjebak dihutan yang mengerikan seperti ini." Kenzou memberikan saran kepada Kenkomura dan Ushiwakamaru agar tidak terpisah demi kebaikan mereka sendiri.
"Ya.."
"Baiklah.."
Kenkomura dan Ushiwakamaru menjawab perkataan Kenzou dengan tenang. Pada akhirnya mereka bertiga pun berjalan dengan hati-hati menuju ke Hypercarry Town.
Perjalanan mereka sedikit tak berjalan mulus. Pasalnya beberapa menit setelah mereka bertiga berjalan, terdapat akar raksasa yang muncul dari dalam tanah dan mengejar Kenzou, Kenkomura, dan Ushiwakamaru.
Namun, Kenkomura dengan teknik pedangnya serta Kenzou dengan teknik tendangan burung Phoenix nya berhasil menghancurkan akar mengerikan yang sempat mengejar mereka. Disisi lain, terlihat Ushiwakamaru yang bersembunyi dibalik badan Kenkomura..
"Oey, bodoh. Kenapa kau malah bersembunyi dibelakangku? Tak kusangka kru Shoba sepayah ini.." ejek Kenkomura.
"Sapa tuh yang takut, gak tuh.." Ushiwakamaru berjalan kedepan Kenkomura sembari memasang ekspresi wajah yang lantang dan berani.
"Cih.. menyusahkan saja." Kenkomura memasukkan pedangnya dari sarung pedang kemudian melanjutkan perjalanannya kembali mengikuti Kenzou dari belakang.
Setelah itu mereka bertiga melanjutkan perjalanan hingga menempuh waktu 18 menit hingga sampai tepat didepan gerbang Hypercarry Town.
Gerbang perbatasan Hypercarry Town ini tampak dipenuhi dengan lumut serta rapuh dan hampir ambruk. Ditambah, pemandangan pemukiman Hypercarry Town tampak terlihat begitu mencekam karena tidak ada sama sekali manusia yang menghuni di kota ini.
"Huh? Jadi ini yang kau sebut Hypercarry Town? Kenapa tidak ada masyarakat yang tinggal disini?" tanya Kenkomura.
"Itulah tujuanku kemari. Aku penasaran dengan sosok misterius yang menghuni Hypercarry Town ini.." jawab Kenzou.
"A-a-a-a-a-apa?! Ada sosok misterius yang menghuni kota mati seperti ini?!!" Ushiwakamaru tampak panik mendengar perkataan Kenzou.
"Banyak rumor yang beredar tentang awal mula kenapa Hypercarry Town ini bisa menjadi kota mati.."
Rumor pertama yang beredar dikalangan masyarakat pulau Lunar. Dahulu kala sebuah bencana misterius membuat seluruh penduduk Hypercarry Town tewas dalam semalam.
Rumor kedua terdapat sosok misterius yang menguasai Hypercarry Town lalu membunuh semua orang yang tinggal disana.
Rumor ketiga banyak yang mengatakan bahwa seekor monster atau alien menculik semua penduduk dan dijadikan sebagai objek penelitian.
Rumor hanyalah rumor. Kebenaran dari sebuah rumor masih harus dipertanyakan. Mungkin ada sebagian orang iseng yang menyebarkan rumor palsu untuk membuat panik semua orang. Namun selama ini, pihak Serikat Lunarian memilih untuk bungkam tentang rumor yang beredar tersebut.
~
Kenzou, Kenkomura, serta Ushiwakamaru berjalan memasuki gerbang perbatasan Hypercarry Town. Seringkali mereka melihat salah satu atap rumah yang tiba-tiba ambruk dengan sendirinya. Lalu juga terdengar suara hewan-hewan aneh yang membuat bulu kuduk berdiri.
"Sebanyak tiga rumor yang kujelaskan tadi, rumor kedua lah yang membuatku sedikit tertarik. Tentang sosok misterius ini.." ucap Kenzou sembari tersenyum menyeringai.
"Untuk apa kau ingin tahu tentang sosok misterius ini?" tanya Kenkomura.
Selama Kenkomura dan Kenzou saling berbincang-bincang, tampak Ushiwakamaru yang menyibukkan dirinya dengan memerhatikan semua hal yang berada disekitarnya. Ia tampak sedikit ketakutan karena situasi yang cukup mencekam di Hypercarry Town ini. Yang Ushiwakamaru takutkan adalah bila bertemu dengan sosok hantu berwajah seram.
"Oey, apa ditempat seperti ini tidak ada sosok hantu yang bergentayangan?" tanya Ushiwakamaru
"Huh? Seorang bajak laut sepertimu takut pada sosok hantu. Kau membuatku tertawa sialan.." ejek Kenkomura.
"Siapa juga yang takut sama hantu woy!! Aku cuma waspada saja!!!"
"Haddeh.."
Setelah menelusuri Hypercarry Town cukup lama. Tiba-tiba mereka bertiga dikejutkan dengan sebuah goa besar yang sangat gelap, "Goa?" Kenzou yang penasaran pun langsung berjalan mendekat ke arah goa tersebut disusul Kenkomura dan Ushiwakamaru yang berjalan dibelakangnya.
"Tak kusangka dikota mati seperti ini terdapat sebuah goa besar. Apa-apaan tempat ini.." geram Kenkomura.
"Ya, aku juga penasaran dengan tempat i-" ucap Kenzou.
Tiba-tiba sebuah aura mengerikan datang dari dalam goa seperti menciptakan hembusan angin kencang serta gelombang kejut yang sangat dahsyat.
"!!!!!"
Kenzou, Kenkomura, serta Ushiwakamaru spontan menyilangkan kedua tangannya setelah hembusan angin kencang dan gelomvang kejut melesat melewatinya.
Selang beberapa detik terdengar suara dengan nada berat dari dalam goa. Suara itu sangat keras hingga membuat telinga siapapun yang mendengarnya merasa kesakitan, "Kalian!!!"
"Aghhrrr!!!! Telingaku!!!"
Kenzou, Kenkomura, dan Ushiwakamaru langsung menutup kedua telinganya karena efek suara yang bisa menciptakan rasa sakit yang luar biasa.
Berbeda dengan Kenzou, ia memasang wajah bersemangat meskipun sedang dalam posisi yang tak menguntungkan, "Kurasa rumor yang nomor dua itu ada benarnya juga. Ada sosok misterius yang singgah di Hypercarry Town."
"Apa?!! Apa sosok itu semacam hantu?!!" teriak Ushiwakamaru.
"..... Sialan!!! Aura macam apa yang ia pancarkan ini?!!" geram Kenkomura.
Kenzou pun berjalan beberapa langkah didepan Kenkomura dan Ushiwakamaru lalu berkata dengan lantang, "Hei kau!!! Bila kau nyata, tunjukkan sosok dirimu!! Aku ingin mengajakmu bergabung dengan kelompokku, wahai sosok misterius!!!!!"
"KALIAN PUNYA NYALI JUGA SAMPAI BERANI DATANG KEMARI!!! BAIKLAH, AKU AKAN BERMAIN-MAIN DENGAN KALIAN SEBENTAR!! HUAHAHAHA!!!"
Suara itu tiba-tiba terdengar kembali.
"Siapa yang berbicara itu?!! Woy Kenko, kita harus cepat-cepat pergi dari sini!! Aku merasakan firasat buruk tentang hal ini!!" ucap Ushiwakamaru.
Akan tetapi, Kenkomura langsung menarik pedangnya lalu berjalan beberapa langkah kedepan, "Oey, Ushikonoyarou. Aku takkan lari sebelum menghajar orang yang berada didalam sana. Aku sangat kesal karena suaranya membuat telingaku sakit.." Tatapan sinis terlihat dari mata Kenkomura.
B E R S A M B U N