Cosplay

Cosplay
Chapter 243 - Sampah Yang Melebihi Sampah Itu Sendiri!



Ledakan yang cukup besar terjadi setelah Yoshino dan Marc yang saling melesatkan serangannya satu sama lain. Setelah ledakan mulai berakhir, nampak terlihat seluet seseorang yang berdiri dibalik bayang-bayang kepulan asap tebal yang perlahan mulai menghilang tersebut.


Chu Kobayashi yang melihat seluet seseorang itu pun terlihat terheran-heran dengan siapa sosok yang berdiri tersebut, "Siapakah pemenangnya?"


Selang beberapa detik, kepulan asap tebal itu pun sepenuhnya mulai menghilang karena hembusan angin yang cukup kencang. Dan, terlihat Yoshino yang berdiri dibelakang Marc yang sudah terkapar pingsan ditanah.


Terlihat Yoshino yang ngos-ngosan dan keringatnya mulai membasahi disekujur tubuhnya. Lalu, ia pun nampak mengambil pedang Victorie yang ada di mulutnya, kemudian memasukkannya kedalam sarung pedang. Disusul dengan pedang Sebastian dan juga pedang Black Lotus yang dimasukkan kedalam sarung pedang.


"Jangan remehkan seorang pendekar pedang, sialan." ucap Yoshino sambil melirik kearah Marc yang terkapar pingsan ditanah.


"Kau berhasil, Yoshino." ucap Kobayashi yang tersenyum lebar.


Setelah itu, terlihat Yoshino yang mulai berjalan kearah Kobayashi yang masih tergeletak ditanah. Lalu, ia pun berkata dengan raut wajah datar, "Tak kusangka kau sampai tidak berkutik karena serangannya."


"Ya, kekuatan fisiknya benar-benar kuat. Tapi, aku cukup terkejut kau bisa mengalahkannya." ucap Kobayashi.


*****


Disisi lain, gelombang tsunami yang telah dibekukan oleh Izumi itu pun perlahan mulai mencair. Dan, hanya dalam beberapa detik, gelombang tsunami yang membeku tersebut pun mulai mencair sepenuhnya dan perlahan mengalir kembali menuju kearah pantai.


Disaat yang sama, dari tempat yang sedikit jauh dari lokasi Schuikhov dan Hristov, terlihat Shu, Ezeqia, dan juga Izumi yang tergeletak ditanah saling bersebelahan. Dan, didekat mereka bertiga juga nampak Aladdin yang sedang berusaha menutup luka Izumi, Shu, dan juga Ezeqia dengan kekuatan lilinnya.


"Aladdin, tak kusangka kau datang ke medan perang." ucap Ezeqia yang terlihat keringatnya membasahi sekujur tubuhnya karena rasa sakit dari luka yang didapatkan cukup lumayan.


"Ya, diamlah. Aku sedang menutup lukamu dengan cairan lilin. Namun, menutup luka dengan cairan lilin ini hanya bersifat sementara. Setelah itu, kau harus segera menuju ke lokasi medis." ucap Aladdin.


Kemudian, Shu pun langsung menyauti pembicaraan dan berkata, "Hoi kau, cepat sembuhkan Izumi-dono. Kau bisa menyembuhkanku nanti." Shu terlihat mencoba bangkit dan duduk ditempat. Lalu, ia pun menoleh kearah Izumi yang tertidur walaupun terluka cukup parah.


"Ya, kata orang itu, bocah inilah yang akan mengalahkan Hristov. Tapi, aku sedikit ragu untuk dia bisa mengalahkan Hristov." ucap Aladdin.


Setelah itu, Topu Ereven, Soredemo, dan juga Some Popcorn berjalan mendekat kepada Aladdin yang sedang proses menutup luka Ezeqia dengan cairan lilin.


"Untuk berjaga-jaga, kami bertiga akan berada disini untuk melindungimu dalam proses menyembuhkan mereka bertiga, Aladdin." ucap Some Popcorn.


Disisi lain, di lokasi yang cukup jauh dari tempat Aladdin dan lain-lain. Terlihat Schuikhov dengan pedang ditangan kanannya yang menatap Hristov dengan tatapan tajam.


"Hristov, karena kau sudah melukai beberapa kawanku. Jadi, bersiaplah. Aku takkan segan-segan padamu saat ini juga. Dan, hari ini juga, adalah hari peringatan bubarnya Bajak Laut Hristov." ucap Schuikhov dengan nada sinis.


Namun, Hristov pun hanya diam tanpa kata-sepatah pun menjawab perkataan Schuikhov sembari tersenyum menyeringai.


"Hoi, dia bilang menyuruh kita untuk menjauh darinya, karena bisa saja dia akan menyerang kita nanti." ucap Speed.


"Ya, untuk berjaga-jaga, ayo kita segera pergi menjauh dan melihat pertarungannya dengan Hristov dari kejauhan." ucap Luwak.


"Benar sekali." jawab singkat Sugar.


Tak berselang lama, Speed, Luwak, dan juga Sugar pun mulai berjalan mundur sedikit menjauh dari Schuikhov. Sementara itu, terlihat Takumi yang berada dijarak 35 meter dari arah timur Schuikhov berdiri.


"Dia, kenapa tiga orang yang berada didekatnya mulai menjauhinya?" gumam Takumi.


Kemudian, terlihat Hristov yang perlahan berjalan mendekat kearah Schuikhov dengan pedang yang berada ditangan kanannya. Lalu, ia pun berkata, "Jangan terlalu berharap untuk mengalahkanku, karena kaulah yang akan aku kalahkan."


Lalu, Schuikhov pun mulai memasang posisi kuda-kuda bertarung miliknya sembari menatap tajam Hristov, "Jangan bercanda."


Akan tetapi, ketika Hristov dan Schuikhov akan memulai pertarungan, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari belakang Hristov, "Tuan Hristov..!!"


"Huh?" Dengan spontan, Hristov pun langsung melirik kearah suara teriakan yang berada dibelakangnya tersebut. Lalu, ia sedikit terkejut ketika melihat Alonso sedang membawa Janston yang berlumuran darah disekujur tubuhnya.


Tanpa basa-basi, Alonso pun langsung melemparkan Janston ketanah. Lalu, iapun berkata, "Tuan Hristov, dia bawahan Bajak Laut kita, dia berniat untuk pergi dari medan perang. Oleh karena itu, aku menghajarnya karena bisa dianggap sebagai penghianatan."


"Ya, bagus sekali, Alonso. Apa kau sudah sadar akan jati dirimu sekarang?" tanya Hristov sambil tersenyum menyeringai.


"Ya..!! Aku sudah tak takut lagi dengan kekuatanku sendiri..!! Aku akan membantumu melawan para cecunguk itu, tuan Hristov..!! Huahahaha..!!" Alonso pun tertawa terbahak-bahak.


Disisi lain, dari kejauhan, terlihat Takumi yang terkejut dan hanya menatap Janston yang berlumuran disekujur tubuhnya dengan tatapan kosong, "Janston, apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau berniat kabur dari medan perang?" Seketika, Takumi pun langsung terjatuh dalam posisi terduduk karena syok.


Namun, Schuikhov pun sedikit marah dengan perbuatan Alonso yang melukai bawahannya sendiri hanya karena Janston ingin pergi keluar dari medan perang.


"Kalian memang benar-benar tidak bermoral dan juga keji. Bajak Laut seperti kalian, lebih baik segera aku musnahkan." ucap Schuikhov.


"Hah?! Seorang bawahan yang ingin meninggalkan medan perang ini sama saja seperti seorang sampah..!! Bahkan, seperti sampah yang melebihi sampah itu sendiri..!! Bajak Laut Hristov tidak membutuhkan pasukan yang lemah kan, tuan Hristov?" tanya Alonso sembari melirik kearah Hristov.


"Ya, benar sekali. Akhirnya kau menyadarinya juga, Alonso." jawab Hristov sembari tersenyum menyeringai.


Kini, Schuikhov pun secara tak langsung akan berhadapan-hadapan melawan Hristov dan juga Alonso. Apakah Schuikhov mampu untuk mengalahkan mereka berdua?


BERSAMBUNG