
Izumi dan Rocky Whitecoffe berhasil mengalahkan Andorumedatto dan Tofutto dengan mudah.
Kemudian Rocky memotong rantai yang mengikat leher Futaba dan Mirabelle dengan tangan kanannya yang sangat panas."Srettt!!!"
Setelah itu, Rocky memotong rantai yang mengikat kedua tangan Futaba dan Mirabelle."Settt!! Settttt!!"
Setelah semua rantai yang mengikat Futaba dan Mirabelle sudah lepas. Mereka berdua pun langsung memeluk Rocky.
"Terimakasih, Rocky!! Kau seperti seorang pangeran yang menyelamatkan seorang putri!!" ucap Futaba sambil memeluk erat Rocky.
"Akhirnya kau menyelamatkanku, Rocky!! Ternyata kau bisa menjadi pria yang berguna juga ya!!" ucap Mirabelle sambil memeluk erat Rocky.
"E-eh?!! A-aku sesak.. Tolong jangan erat-erat.." ucap Rocky, ia tersipu malu dan pipinya memerah saat dipeluk Futaba dan Mirabelle.
Melihat hal itu, Izumi pun mengejek Rocky dengan kata-kata tajamnya."Ternyata manusia kopi juga King Harem ya. Kau pasti memikirkan hal-hal mesum saat dipeluknya kan?" gumam Izumi dengan nada menyindir sambil melirik ke arah Rocky.
Rocky mendengar kata-kata Izumi yang menyindirnya barusan, Rocky pun langsung menanggapi kata-kata Izumi."Apa kau bilang!! Mukamu King Harem, bilang saja kau kalau kau iri!!"
Kemudian Futaba dan Mirabelle melepaskan pelukannya terhadap Rocky. Mirabelle dan Futaba pun mengejek Izumi.
"Weee!! Kau iri kan karena tidak pernah dipeluk cewek-cewek cantik macam kita??" ucap Futaba sambil menjulurkan lidahnya ke arah Izumi.
"Benar-benar, dia hanya sirik karena tidak pernah dipeluk cewek-cewek cantik!!" ucap Mirabelle mengejek Izumi.
"A-apa katamu?!! Lihat saja nanti!! Aku akan menyuruh Vika dan Killa untuk memelukku!! Mereka berdua juga lebih cantik dari kalian berdua!!" ucap Izumi yang membandingkan kecantikan Vika, Killa dan Futaba, Mirabelle.
"Sudahlah!! Kenapa kalian berdua malah meladeni, bocah es itu?! Futaba! Mirabelle! Ayo kita cari Sho! Setelah itu kita minta bantuan kepada markas angkatan laut untuk mengirimkan bantuan.." ucap Rocky, kemudian Rocky berjalan pergi mencari keberadaan salah satu rekannya yaitu Sho si pengguna elemen angin.
Rocky, Futaba dan Mirabelle pun langsung bergegas pergi untuk mencari Sho. Izumi ditinggal oleh mereka bertiga.
"Sialan!! Woi, manusia kopi!! Kenapa kau meninggalkanku!! Baiklah, kita berpisah sampai disini saja manusia kopi!! Aku akan mencari jalan keluar, teman-teman pasti sudah menungguku.." ucap Izumi, kemudian ia berjalan ke arah berlawanan dari Rocky.
Sementara itu, disisi lain. Di blok tengah tepatnya di ruangan pengintai. Peppusodento kembali mengecek cctv di layar komputer nya.
Peppusodento kembali terkejut saat melihat cctv di East Prison karena Andorumedatto dan Tofutto berhasil dikalahkan.
Melihat kekalahan mereka, Peppusodento menjadi sangat stress karena teman-teman secara perlahan berhasil dikalahkan.
"A-apa?!! Andorumedatto dan Tofutto juga berhasil dikalahkan!!! Mana mungkin mereka berdua juga dikalahkan!! Benar-benar gawat!! Aku harus segera melaporkan kejadian ini kepada Tuan Hristov!!" ucap Peppusodento.
Kemudian Peppusodento mengambil teleponnya dari dalam sakunya, lalu ia mencoba menelpon Hristov.
Sudah beberapa menit Peppusodento menelpon Hristov tapi teleponnya gagal nyambung mulu."Sialan, sinyal disini jelek sekali. Sepertinya aku harus keluar dari penjara Cross Dissolve dulu agar dapat sinyal yang bagus.." ucap Peppusodento.
Kita pindah ke sisi lain, di sebuah lorong penjara entah itu di blok mana. Terlihat Davidestrom dan Schuikhov Scherbyakov sedang berjalan.
Mereka berdua sudah berjalan di lorong penjara selama setengah jam an. Bahkan mereka saja tidak tahu berada dimana.
"Oey paman nama rumit, sekarang kita sudah sampai dimana? Apa kita masih tetap di North Prison?" tanya Davidestrom.
"Santai saja. Ini jalan keluar dari North Prison, tapi aku tak tahu sekarang kita berada dimana.." ucap Schuikhov Scherbyakov
"Apa?!! Bukannya kau tahu jalannya tapi sekarang kau tidak tahu dimana kita sekarang!!" ucap Davidestrom dengan nada keras.
"Santai saja kawan, aku yakin sebentar lagi kita akan keluar dari North Prison dan akan menemukan rekanmu itu.." ucap Schuikhov yang masih terus berjalan menyusuri lorong penjara.
Beberapa saat kemudian saat Davidestrom dan Schuikhov Scherbyakov berjalan menyusuri lorong. Tiba-tiba mereka berdua tak sengaja dengan Peppusodento yang bertugas sebagai pengintai di ruang pengintai.
Peppusodento pun terkejut saat ia berpapasan dengan Davidestrom dan Schuikhov yang telah mengalahkan Trio Mutan bahkan berhasil mengalahkan Risotto dan Remutto.
"Huaaaaaaa!!!! Kenapa kalian berdua bisa disini!! Kalian kan yang telah mengalahkan trio mutan, Risotto dan Remutto kan!!!" teriak Peppusodento.
Karena Peppusodento terkejut dan berteriak, Davidestrom pun berteriak karena terkejut dengan teriakan Peppusodento."Huwaaaaaa!!! Kau siapa!! Kenapa kau tiba-tiba berteriak di depanku begitu!! Jangan membuatku terkejut!!"
"Dia itu Peppusodento, orang yang bertugas sebagai pengintai di ruang pengintai. Dia telah mengintai gerakan kita selama ini, kawan..." ucap Schuikhov.
"Sialan, kalian!! Gara-gara kalian, bajak laut dan angkatan laut. Para penjaga di blok lain telah dikalahkan!!" ucap Peppusodento.
"Bajak laut?" tanya Davidestrom sambil memiringkan kepalanya karena ia kebingungan dengan kata-kata Peppusodento.
"Bajak laut yang mempunyai kekuatan es itu!! Dia bekerja sama dengan angkatan laut untuk mengalahkan Kyu Sakakibara salah satu dari Eight Commander!!" ucap Peppusodento dengan nada kesal.
"Kekuatan es? Itu Izumi!! Woi cepat beritahu aku dimana Izumi berada!!" ucap Davidestrom yang bertanya kepada Peppusodento tentang lokasi Izumi saat ini.
"Ouh itu rekanmu ya!!" ucap Peppusodento sambil tersenyum licik. Kemudian Peppusodento menerobos Davidestrom dan Schuikhov, lalu berlari."Kalian akan tamat setelah aku melaporkan kejadian ini pada tuan Hristov huahaha!!!" lanjutnya.
"Kawan, ayo kejar dia! Jangan sampai dia melaporkan kejadian ini kepada Hristov!! Kalau dia sampai melaporkan nya kepada Hristov, maka tak ada kesempatan untuk kabur dari ini!!" ucap Schuikhov, kemudian ia langsung mengejar Peppusodento.
"Woi, tunggu! paman!! Baiklah, ayo kejar dia jangan sampai melaporkan kejadian ini pada Hristov!!" ucap Davidestrom, kemudian ia ikut berlari mengejar Peppusodento.
Davidestrom dan Schuikhov Scherbyakov pun mengejar Peppusodento lalu berniat membungkam mulut Peppusodento agar tidak melaporkan kejadian ini pada Hristov.
BERSAMBUNG