
"Huhu.. Dari balik bagian dunia yang dingin menyimpan banyak kebodohan untuk orang-orang bodoh.."
"Jika aku adalah es, maka aku entah kenapa tidak tahu caranya berjalan di atas es..." ucap Izumi yang terpeleset..
"Ini adalah jurusmu, dan kenapa itu berdampak kepadamu juga?" tanya Mayonaka.
"Itu karena aku tidak tahu cara berdiri di area ice skating!" jawab Izumi dengan santai..
"Menurutmu kenapa aku menyukai jika dunia ini tanpa uang?"
"Entahlah.. Kenapa kau membuat pertanyaan itu kepadaku, buatlah pertanyaan yang mudah biar aku bisa menjawabnya di kertas ujian secara cepat.." ucap Izumi..
"Cash... Feedback..." Mayonaka Killa mengeluarkan jurus, jurus yang kemudian menampilkan cahaya-cahaya yang menyilaukan..
"Ini adalah tayangan sebuah masa lalu, dari pikiranku yang kumasukan dalam pikiran hingga membentuk ini menjadi kenangan yang tidak bisa dihilangkan..." ucap Mayonaka.
Flashback...
"Mayonaka Killa!"
"Kenapa?"
"Kau tahu, apa yang membuat manusia senang?"
"Tidak tahu.."
"Jawabannya sederhana, tanpa uang, manusia akan mati kelaparan.."
"Bukankah masih ada makanan dari alam itu sendiri?"
"Hmm..."
Beberapa Jam Kemudian..
Killa yang masih kecil tanpak melewati sebuah toko buku..
"Selamat datang.." sapaan seseorang yang berdiri di depan pintu.. Orang itu menyambut Killa dengan sangat ramah..
Killa tersenyum dan kemudian masuk dalam toko itu...
Dalam toko tersebut memperlihatkan banyak orang-orang yang membeli buku..
Mereka tampak tertawa saat membeli dan menerima...
"Ternyata yang membuat manusia bahagia itu adalah uang?"
Namun pikiran Killa buyar...
"Drop Out Schar..." Seorang Pria yang misterius menghantam seorang kasir dengan sangat sadis..
Dan membuat Perut sang kasir tersebut berlubang..
"Serahkan semua uang kalian! Jika tidak kalian akan mati seperti dia!" ucap Pria tersebut...
Mereka tampak takut dan mau tak mau mereka memberikan banyak uang kepada Pria itu...
"Terima Kasih.. Tapi pernah dengar istilah.. Air susu dibalas dengan air tuba?" tanya Pria itu..
"Jika ada yang dendam, maka kejarlah aku.. Namaku adalah Schar..."
Pria yang diketahui bernama Schar itu tersenyum.. Hanya senyumannya yang terlihat, tidak memperlihatkan wajahnya yang tertutup..
"Schar Zwelscthzhein..."
Dan orang yang dilewatinya itu dalam 5 detik kemudian...
Tubuh mereka terpotong-potong..
"Schar.. Si Gunting.." ucap Schar tersenyum, dia tersenyum kepada anak-anak yang ketakutan..
Dan dalam jangkauan itu juga, Killa melihat senyumannya...
Cosplay Chapter 37 - Keluar Wilayah.
"Aku keluar wilayah melewati batas normal manusia.. Jika hidup bergantung pada uang, maka orang yang tidak punya uang akan mendapatkan uang dengan cara membunuh.."
"Rantai makanan manusia berbeda-beda, dan manusia terdiri dari dua kategori, lemah dan kuat.."
"Jika kalian lemah, maka kalian akan berakhir dengan cara mati yang sederhana..." ucap Schar kepada anak-anak yang melihat kengerian itu..
"Lalu jika kalian kuat, maka kalian akan melawan orang yang sebanding, akan ada saatnya kau akan menentukan hidup dan mati... Membunuhnya atau kau akan dibunuh.. Nee.. Jadi apakah kalian akan menjadi lebih kuat?"
Schar dalam sekejap menghilang dari hadapan mereka..
"Hei... Makise-san... Kau bilang manusia bahagia jika ada uang? Kalau begitu.. Apakah uang bisa membeli hati manusia?" Mayonaka mengeluarkan pertanyaan yang polos...
Flashback End..
"Setelah itu, saat Helena-san datang kesini, dia mengambil semua uang yang dimiliki oleh orang-orang.. Dan dengan itu.. Cash Feedback dikenal sebagai Tempat Tanpa Uang.."
"Karena hidup bergantung pada uang hanya akan membuat orang-orang akan saling membunuh.."
"Aku keluar wilayah melewati batas normal manusia.. Kata-katanya itu cukup keren.." ucap Izumi yang kagum dengan perkataan Schar..
Tepatnya dia masuk dalam kenangan Mayonaka...
"Tapi jika keluar wilayah, bukankah kita bisa masuk wilayah?" gumam Izumi..
"Pendapat orang berbeda-beda, kau dengan menolak uang, maka aku ingin jadi kaya raya biar bisa banyak uang.."
Izumi kemudian berjalan perlahan,
"Akan ada saatnya, dimana, aku akan bersikap serius.. Jadilah kruku! Dan kita akan mencari Schar, karena aku ingin menghajarnya!" teriak Izumi
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G