
Masih dihari yang sama. Terlihat satu persatu masyarakat yang menjadi target buku Bingo terculik begitu saja, bahkan hal ini juga terjadi di seluruh penjuru kota di Negara Grousse Kontinent. Masih banyak pembunuh bayaran yang tersebar di kota-kota lain selain Hugo, Amber, dan Saito.
Bahkan, dalam sehari ini, setidaknya ada sekitar enam puluh delapan orang yang sudah terculik di beberapa kota yang berbeda di Negara Grousse Kontinent.
Para pembunuh bayaran itu berhasil menculik target nya tanpa diketahui oleh orang-orang disekitar nya, sama seperti yang dilakukan saat Hugo beraksi.
Para pembunuh bayaran itu sangat sigap, cepat, dan fleksibel. Diam mengamati, bergerak menculik seseorang. Kualitas mereka sebagai seorang pembunuh tak bisa dianggap enteng kembali.
Di Man City, terlihat Hugo, Amber, dan Saito sedang berada di atas puncak gedung untuk mengamati kota. Mereka bertiga membuka topeng Onii nya.
"Memakai topeng ini sangat pengap sekali. Setelah dibuka ternyata rasanya segar terkena hembusan angin.." ucap Saito.
"Tak terasa kita sudah menculik empat orang dalam kurun waktu yang cukup dekat. Sepertinya kita harus beristirahat sebentar." ucap Hugo, ia mengeluarkan sebuah botol minuman dari dalam sakunya, lalu dia meminumnya.
"Ah, empat orang, ya? Ini juga masih terbilang pagi, namun sebentar lagi matahari akan mencapai titik tertinggi yang menandakan siang akan segera tiba.." ucap Amber.
"Baiklah. Kalian beristirahatlah selama lima menit, lalu kita akan melanjutkan perjalanan untuk mencari target selanjutnya." perintah Hugo.
"Baik.."
Sementara itu, jauh dibawah gedung sana, terlihat seorang pemuda yang mengamati Hugo, Amber, dan Saito dibalik sebuah pepohonan besar.
"Jadi, mereka ya? Pembunuh bayaran yang menculik orang-orang tak bersalah. Kalau aku menangkap salah satu diantara mereka, mungkin aku bisa mengungkap siapa yang telah membayar mereka untuk melakukan penculikan." ucapnya.
Pemuda itu bernama Raiden Thunderbolt. Kekuatannya adalah Unlimited Eye. Jadi, Raiden bisa melihat suatu objek dengan jelas dengan jarak maksimal dua kilometer. Konsep kekuatan pengelihatannya Raiden sama seperti teleskop yang bisa melihat bintang dengan jelas dilangit.
"Sepertinya, aku harus segera mengatakan informasi ini kepada yang lainnya." Raiden mengeluarkan sebuah alat komunikasi dari dalam sakunya. Ia menyalakannya dan menghubungi rekan-rekan nya. Setelah informasi telah ia sampaikan, Raiden memasukkan kembali alat komunikasi nya ke dalam sakunya.
Disaat yang bersamaan, terlihat seekor burung elang jenis Martial terbang di udara didekat gedung yang saat ini disinggahi oleh Hugo, Amber, dan Saito. Tampak sekali, elang itu sedang mengamati mereka bertiga dengan mata tajamnya.
"Dimengerti." Secara mengejutkan elang itu tiba-tiba bisa berbicara. Elang Martial tersebut tampak masih mengamati, seolah-olah sedang mencari Moment yang pas untuk memangsa targetnya.
Disisi lain, Hugo tampak merasa sedikit aneh dengan burung elang yang terbang seperti sedang mengamatinya.
"Amber, lihatlah aku, dengan pikirkan aku bisa menggunakan kekuatan milik Saito." perintah Hugo.
"Ya, aku sudah berfikir seperti itu." ucap Amber.
Hugo mengubah sebuah kerikil menjadi pedang yang sangat tajam. Lalu, melesatkannya ke arah burung elang tersebut, "Swusstt!!! Akan tetapi, burung elang tersebut terbang meliuk-liuk dengan sangat cepat untuk menghindari pedang yang dilesatkan oleh Hugo.
"Teman-teman, sepertinya kita harus segera pergi dari sini. Saat ini, kita sedang diawasi seseorang, dan menyadari keberadaan kita berada disini.." ucap Hugo.
Hugo, Amber, dan Saito memasang kembali topeng Onii nya. Mereka juga tak ingin terlibat dalam pertarungan, karena mereka bertiga masih mempunyai misi untuk menculik beberapa orang lagi.
Mereka bertiga pun langsung meloncat dari atap gedung tersebut, dan terjun ke bawah. Tak berselang lama kemudian, Hugo menciptakan sebuah sayap putih yang cukup besar di kedua pundaknya, dia memegang Amber dan Saito lalu terbang jauh.
"Amber, Saito, pegang yang erat. Aku akan terbang cepat agar elang itu tidak mengejar." ucap Hugo.
"Ya!!!"
Hugo mempercepat terbangnya. Sementara itu, burung elang tersebut masih terbang mengejarnya. Setelah cukup lama saling kejar mengejar, burung elang itu terbang memutar balik.
[ Yokay!! ]
"Setidaknya aku sudah mengetahui wajah asli mereka. Kita bisa mencarinya nanti. Aku yakin, mereka takkan keluar dari Man City." ucap burung elang.
Burung elang itu mengeluarkan khasnya.
Sementara itu masih di Working City. Terlihat tiga kereta kuda yang sudah melakukan perjalanan menuju ke Man City.
Kereta kuda yang pertama diisi oleh sang Firehn, Aisah, Izumi, dan Xia.
Kereta kuda yang kedua diisi oleh Pilkington, Dapidson, Xianfeng dan Davidestorm.
Kereta kuda yang ketiga diisi oleh Yoshino, Vika, Killa, dan Paladino.
Di kereta kuda yang pertama. Tampak Aisah yang sedang bermain-main dengan Xia, disisi lain Firehn pun sedikit berbincang-bincang.
"Izumi Hirosuke. Kau adalah seorang Bajak Laut, bukan? Aku pernah sekali melihat fotomu di sebuah koran. Tak kusangka kalian Kelompok Bajak Laut Cosplay yang telah mengalahkan saudara-saudaraku.."
Xia pun sedikit terkejut dengan ucapan Firehn, "Apa?! Jadi anda sudah mengetahui identitas Izumi yang sebenarnya? Lalu kenapa di koran tertulis beberapa aktivis?" tanya Xia.
"Ya, aku tahu itu. Aku jugalah yang menyuruh para penerbit koran untuk menyembunyikan identitas dari Izumi dan yang lainnya." ucap Firehn.
"Oey, Paman. Kau mempunyai koneksi yang sangat luas, ya?" tanya Izumi.
"Ah, tidak juga."
"Lalu, bagaimana anda bisa mengetahu tentang kekalahan Konstantine bersaudara?" tanya Xia.
"Ada seorang teman yang memberitahukan hal ini kepadaku. Dia secara tak sengaja melihat kejadian itu. Oleh karena itu, aku bisa mengutus pasukan pihak keamanan untuk menangkap saudara-saudaraku.." ucap Firehn.
"Apa?! Jadi ada seseorang teman anda yang berada di pulau itu ya? Kenapa aku tidak menyadarinya ya.." ucap Xia.
"Tentu saja kau tidak menyadarinya, karena dia terbang di udara.." ucap Firehn.
Disisi lain, seekor burung elang yang sama sedang terbang menuju ke tempat Raiden berada. Burung elang jenis Martial itu telah sampai dan mendaratkan kakinya ke tanah.
Tak berselang lama kemudian, burung elang Martial tersebut perlahan berubah menjadi sosok pria paruh baya.
"Apa benar kau berhasil melihat jelas wajah mereka, Benn-san?" tanya Raiden.
"Ya. Aku melihat jelas wajah mereka ketika mereka membuka topengnya. Aku akan menggambarnya di sebuah kertas untuk memperjelas dari wajah mereka bertiga."
Pria paruh baya itu bernama Benn Hindergrass. Kekuatannya yaitu Eagle Martial. Dia bisa berubah menjadi seekor elang berjenis Martial.
"Baiklah, Benn-san. Ayo kita kembali dan berikan informasi ini kepada Kapten." ucap Raiden.
B E R S A M B U N G