Cosplay

Cosplay
Chapter 344 - Friction.



Yoshino berhasil mengalahkan Exutorajozu dengan jurus milik Shu Kobayashi yaitu Firefox No Sword yang berarti teknik pedang rubah api. Yoshino melesatkan tebasan rubah api tepat pada detik-detik terakhir sebelum pukulan Exutorajozu mengenai tubuhnya.


"Brukkk!!!" Exutorajozu pun ambruk di tanah.


Flower, Kim, dan Setyawan pun terkejut dengan Exutorajozu yang berhasil dikalahkan dalam sekejap. Flower memasang ekspresi kesal, Kim memasang ekspresi tersenyum masokis, Setyawan memasang ekspresi kecewa karena Exutorajozu terlalu sombong untuk bisa mengalahkan Yoshino dalam satu kali serangan.


"Cih, sampah keras kepala sepertinya tak pantas bergabung didalam Mytichal Easy. Benar-benar memalukan.." ucap Flower.


"Dari Mytichal Easy, sekarang hanya sisa kita bertiga. Yang bertahan di akhir, dialah yang terkuat.." ucap ucap Kim.


"Tentu saja, akulah yang terkuat. Kalian berdua pasti akan kalah sebelum pertarungan ini berakhir.." ucap Setyawan.


Disaat yang bersamaan Flower pun sedang melakukan ancang-ancang untuk melakukan tebasan kembali. Akan tetapi, kali ini mengumpulkan sebuah energi berwarna biru gelap pada pedangnya. Yoshino merasakan tanda sinyal bahaya ketika melihat Flower melakukan hal itu, ia merasa sesuatu yang tak diduga-duga akan segera terjadi.


"P-perasaan apa ini?! Tebasan apa yang akan ia gunakan kali ini?! Sepertinya itu sangat bahaya." ucap Yoshino.


"Mugen Kogeki!!!" Flower melesatkan tebasan kuat nya kembali ke arah Yoshino. Tebasan itu membelah apapun yang dilewatinya, tebasan yang begitu dahsyat, bahkan tebasan itu mengeluarkan aura mengerikan.


"!!!!!" Yoshino menarik pedang Victorie kembali, disusul dengan menarik pedang Sebastian lalu ia taruh pada mulutnya. Tampaknya Yoshino kali ini akan menggunakan teknik tiga pedangnya untuk menahan tebasan mengerikan itu.


"Santouriyuuu : Sora!!!"


"Buashhhhh!!!!!" Lagi-lagi Yoshino menahan serangan tebasan Flower cukup kesulitan karena saking kuatnya. Sekali lagi, Yoshino terdorong mundur akibat tebasan yang ia tahan saat ini begitu kuat. Akan tetapi, Yoshino kembali berhasil mementalkan tebasan itu ke udara hingga menyebabkan ledakan besar, "Duarrrrr!!!!"


"Sialan. Kekuatan apa sebenarnya yang ia miliki?! Benar-benar bedebah.." ucap Yoshino.


Sementara itu disisi lain Alun-alun.


Alice dalam mode White nya masih terlihat saling melesatkan serangan balik satu sama lain dengan Ichiichi. Alice merasa, bahwa kali ini ia cukup kerepotan menghadapi musuh. Begitu juga dengan Ichiichi, ia cukup bersemangat ketika menghadapi Alice yang notabene nya musuhnya paling kuat yang pernah ia temui.


Mereka berdua bagaikan dua monster yang sedang bertarung untuk memperebutkan tahta.


"Spesial Arrow : Rainbow Spear!!!!!" Anak panah yang dilesatkan Alice menciptakan sebuah pelangi yang bisa menambah daya serang cukup besar. Bahkan di ujung anak panahnya, tiba-tiba mengeluarkan sebuah percikan api.


"Demon Arrow : Akumagiri!!!" Begitu juga dengan Ichiichi, ia kembali melesatkan anak panah dengan diselimuti aura iblis. Bahkan anak panah itu menghancurkan apapun dilewatinya, benar-benar sangat berbahaya.


Dan tak berselang lama kedua anak panah itu saling bentrokan di udara. Gesekan kekuatan yang luar biasa itu menyebabkan langit terlihat terbelah menjadi dua. Ini adalah moment yang sangat luar biasa, bahkan orang-orang yang tak sengaja melihatnya seperti Vika, Killa, Keikomaru, Franksboy, serta Davidestorm pun terheran-heran dan merasakan firasat buruk tentang hal ini.


Akhirnya kedua anak panah itu pun menciptakan ledakan yang luar biasa di udara. Bahkan dampak dari ledakan itu menciptakan hembusan angin yang sangat kencang.


"Oey!! Oey!! Oey!!! Apa-apaan ledakan itu?!! Sialan, mereka berdua bertarung seenaknya tanpa memperhatikan orang-orang disekitarnya!!"


"Kalau begini, musuh ataupun lawan, mereka berdua sudah tidak peduli akan hal itu lagi!! Aku akan segera menjauh dari sini!! Alun-alun ini sudah menjadi medan perang yang cukup gila!!" teriak salah satu kroco yang langsung bergegas lari menjauh dari Alun-alun.


"Woy!!!!!"


Ketika kroco itu sedang berlari untuk meninggalkan Alun-alun, tiba-tiba salah satu anggota inti Serikat Lunarian datang dan langsung memukul wajah dari kroco itu hingga terpental jauh beberapa meter kebelakang.


"Serikat Lunarian tak menerima pengecut sepertimu, dasar kroco sampah.." ucap Arsh Amuspheres.


Setelah mendengar kekalahan Himawari dan juga Johnny Speed, Arsh pun bergegas menuju pusat Alun-alun yang saat ini sudah berubah menjadi medan perang. Ia sendiri tak menyangka dua orang anggota inti bisa dikalahkan begitu saja.


"Cih, mereka berdua itu menyusahkan saja. Tak kusangka seseorang seperti Johnny dan juga Himawari bisa dikalahkan oleh Bajak Laut rendahan itu. Kalau begitu, biar aku yang akan membereskan mereka semua.." ucap Arsh.


Kembali ke pertarungan antara Alice melawan Ichiichi.


Ichiichi tampak berlari cepat ke arah Alice sembari bersiap-siap untuk melesatkan anak panahnya kembali. Lalu, ia pun melompat salto kedepan sembari melesatkan anak panahnya ke arah Alice, "Rasakan ini..!!!"


Melihat anak itu melesat ke arahnya. Alice hanya terdiam tak bergerak sama sekali, ia memejamkan kedua matanya. Mengumpulkan energi alam ke satu titik pusat, yaitu dirinya sendiri. Menenangkan hatinya, berkonsentrasi, agar semua energi itu terkumpul dengan cepat.


Tak berselang lama, angin berhembus dan bergerak melilit tubuh Alice. Ketika anak panah itu sudah semakin dekat dirinya, Alice pun membuka matanya dan, "Clingg!!" Kedua mata Alice memancarkan cahaya putih yang menyilaukan. Lalu dengan cepat ia pun menarik anak panahnya dan..


"Seinaru Hikari!!!!!" Alice melesatkan anak panahnya.


"Wuuuushhhhhhh!!!" Anak panah Alice melesat cepat ke arah anak panah Ichiichi, "Srakkk!!!" Anak panah milik Ichiichi terbelah menjadi dua setelah terkena anak panah milik Alice.


Lalu, anak panah Alice perlahan menghilang karena kecepatan anak panah itu semakin cepat bagaikan cahaya. Ichiichi yang menyadari hal itu pun cukup kebingungan.


"Menghilang?!"


Dan tepat beberapa CM di depan Ichiichi, baru ia menyadari bahwa anak panah yang menghilang atau transparan itu berubah menampakkan dirinya kembali.


"Sooootttttt!!!!!!!" Anak panah Alice langsung saja menembus perut Ichiichi begitu saja.


"Uaghhhhh!!!!!" Ichiichi meringis kesakitan setelah terkena serangan luar biasa dari Alice. Ia yang masih berada di udara pun terjatuh ke tanah dengan kondisi perutnya yang berdarah.


"Aku adalah seorang Archer, dan tujuanku adalah menjadi seorang Archer nomor satu di dunia!!! Orang sepertimu takkan bisa mengalahkanku dengan mudah!!" tegas Alice.


Ichiichi pun harus menerima fakta bahwa dirinya telah dikalahkan oleh Alice dengan serangan anak panah terkuatnya.


Sementara itu disisi lain Alun-alun.


Terlihat Lucia saling beradu pedang cukup sengit dengan Tsubaki, pemimpin dari Mytichal Glorius, "Tyengg!! Tyengg!! Tyengg!!" Percikan api keluar dari pedang mereka.


"Lucia. Aku cukup syok karena kau berhasil mengalahkan Lucian saat itu. Apa kau menggunakan trik kotor untuk mengalahkannya?" tanya Tsubaki.


"Trik kotor? Dia saja yang lemah." ucap Lucia.


Selang beberapa detik, Gyoshimaru datang dari belakang Tsubaki sembari menodongkan sebuah pisau ke lehernya, "Oey, Niisan. Apa kau punya kata-kata terakhir sebelum pisauku ini menembus lehermu?"


"Huh?"


B E R S A M B U N G