Cosplay

Cosplay
Chapter 424 - Insting Seorang Pendekar Pedang.



Setelah melihat betapa sengitnya pertarungan antara Izumi melawan Babenko yang belum mencapai akhir, kini kita lihat kesisi lain, di tempat pertarungan antara Yoshino melawan Fischl.


Tampak Fischl berlari sembari menyentuh beberapa puing bangunan yang telah hancur. Fischil berencana untuk menduplikat puing-puing itu dengan kekuatan balonnya. Lalu, ia pun melesatkannya ke arah Yoshino.


Akan tetapi, ketika Yoshino hendak menebas semua serangan yang melesat ke arahnya, tiba-tiba puing-puing bangunan yang tercipta dari kekuatan balon meledak dan mengeluarkan sebuah gas berwarna ungu yang diduga merupakan gas beracun.


Yoshino yang sudah mengira itu adalah gas beracun langsung bergerak mundur beberapa meter agar tidak menghirup gas beracun tersebut. Kemudian, Yoshino pun melakukan kuda-kuda teknik dua pedangnya.


"Nitoriyuu.. Wind of Nature!!" Yoshino melesatkan tebasan dari pedang Black Lotus serta Victorie nya ke arah gas beracun itu. Hal itu ia lakukan untuk menghempaskan gas beracun yang masih menyelimuti sekitar.


Beberapa saat kemudian, setelah gas beracun itu sepenuhnya menghilang. Yoshino tidak melihat sama sekali keberadaan dari Fischl.


"Kau lengah!!!" Dari belakang, Fischl datang dengan pedang balon nya, ia mencoba untuk menusuk Yoshino, "Balon Sword!!"


Yoshino berputar lalu menangkisnya dengan pedang Black Lotusnya dengan sangat sigap, "Tyengg!!!" Kemudian, Yoshino mencoba untuk melesatkan tebasan dengan pedang Victorie nya, "Batsss!!!"


Fischl menghempaskan tebasan itu dengan pedang balonnya. Fischl bergerak dengan cukup cepat memutar kebelakang Yoshino, lalu dia pun menyentuh tanah yang ia pijak, "Ini adalah akhir darimu. Bersiaplah untuk mati."


Spontan Yoshino berbalik dan menghadap ke arah Fischl. Yoshino mengira Fischl akan melesatkan serangan langsung, akan tetapi..


"Huh? Tidak terjadi apa-apa? Lantas, kau sedang melakukan apa?" tanya Yoshino.


"Aku bisa membuat sebuah balon dengan bentuk menyerupai objek yang aku sentuh. Apa kau bisa menebak apa yang kusentuh?" tanya Fischl sembari tersenyum licik.


"Huh? Kau hanya menyentuh tanah, apa tebakanku salah?" Yoshino menjawab, lalu bertanya balik.


"Memang benar aku menyentuh tanah, tapi bisakah kau berpikir lebih luas lagi? Sepertinya kau masih belum menyadari sesuatu.." ucap Fischl.


Tiba-tiba saja langit menjadi mendung. Langit yang mendung tanpa disertai suara Guntur dan gerimis, ini bukan akan mau hujan, melainkan sesuatu yang lain. Disini, Yoshino merasa ada sebuah keanehan. Lalu, ketika Yoshino mendongak ke atas, maka rasa janggal itu terjawab sudah.


"Oey, yang benar saja.." Yoshino semakin bersemangat, "Tak kusangka kau menciptakan balon yang menyerupai pulau ini. Melakukan hal ini pasti telah menguras banyak staminamu, bukan?"


Sekilas, tepat jauh berada di udara, terlihat ribuan balon yang perlahan bergerak dan menyatu menjadi satu bagian menyerupai pulau tak bernama ini.


"Ya. Setengah staminaku telah terkuras karena menciptakan kembaran pulau ini. Tapi, setengah staminaku masih bisa kugunakan bila serangan ini tak mampu untuk membunuhmu." ucap Fischl, lalu ia pun mengeluarkan sebuah masker gas dari dalam sakunya lalu memakainya.


"Jadi begitu rencanamu, ya? Kau berniat meledakkan pulau balon sebesar itu demi gas beracun agar bisa membunuhku, apa benar kata-kataku?" tanya Yoshino.


"Yaps, kau benar!! Aku berencana membuat pulau ini dipenuhi oleh gas beracun. Aku berniat membunuh seluruh anggota kelompokmu sekaligus!!! Inilah akibatnya dari menantang keluarga Konstantine!!!" teriak Fischl. Tampaknya ia begitu puas dengan apa yang diciptakannya kaki ini.


Sekilas terlihat sebuah pulau jauh di udara dengan ukuran yang sama dengan pulau tak bernama ini. Pulau ciptaan dari Fischl perlahan mulai bergerak dan akan menghantam pulau tak bernama ini. Dari kejauhan seolah-olah seperti sebuah pulau yang terjatuh dari langit menghantam pulau lain.


"Astaga, dia itu berniat membunuhku juga, ya?" gumam Babenko, ia mengeluarkan masker gas nya dari dalam sakunya lalu mengenakannya, "Gas beracun miliknya sangatlah berbahaya meskipun dia mempunyai obat penawar racunnya."


Izumi mendengar apa yang dikatakan Babenko, serentak ia pun langsung berteriak memberitahu kepada teman-temannya tentang gas beracun ini.


"Semuanya!!! Killa!! Vika!! Davidestorm!! Yoshino!! Xia!! Ketika pulau buatan itu menghantam, gas beracun akan menyebar ke seluruh penjuru pulau ini!! Aku yakin, kalian pasti mempunyai sebuah solusi!!!" teriak Izumi, "Kalian tak perlu mengkhawatirkanku!! Khawatirkan saja diri kalian sendiri!!!"


Yoshino, Killa, Vika, Davidestorm, dan Xia mendengar teriakan Izumi. Disaat yang bersamaan, Davidestorm memotret masker gas yang telah dikenakan oleh Babenko, "Cekrik!!" Lalu, Davidestorm pun menciptakan beberapa masker gas yang persis menyerupai masker gas yang Babenko kenakan. Davidestorm pun langsung memberikannya kepada Killa, Vika, dan Xia.


"Xia, pakaikan masker gas ini kepada Pilkington, Dapidson, dan Xianfeng." Davidestorm memberikan tiga masker gas lainnya kepada Xia.


"Ya, serahkan saja padaku."


Kemudian Davidestorm pun berjalan mendekat ke arah Yoshino, lalu melemparkan masker gas nya ke arah Yoshino, "Pakailah, Yoshino!!"


Masker gas yang dilempar Davidestorm terjatuh didekat kaki Yoshino. Akan tetapi, Yoshino tidak memungutnya sama sekali.


"Sepertinya aku tidak memerlukan masker gas itu, Davidestorm." ucap Yoshino.


"Oey, apa kau bercanda, Yoshino?! Itu kan gas beracun!! Akan berbahaya bila kau menghirup gas beracun itu!!" ucap Davidestorm.


"Aku tahu itu, Davidestorm. Tapi, aku memang tidak membutuhkannya kali ini." Sekilas kedua mata Yoshino mengeluarkan cahaya merah yang cukup menyilaukan selama beberapa detik. Sorot mata Yoshino juga berubah drastis. Kemudian, Yoshino pun menarik pedang Sebastian nya, "Instingku berkata kalau pulau buatan itu bisa aku tebas.."


"Eh? Tapi mau menebasnya pun akan sama saja kalau gas beracun yang berada di dalam balon tersebut menyebar." ucap Davidestorm.


"Entahlah. Tapi instingku berkata sangat yakin bisa menghilangkan gas beracun itu juga. Sepertinya aku harus mencoba sesuatu, Davidestorm. Jadi jangan halangi aku.." ucap Yoshino dengan senyum licik bersemangat nya.


Davidestorm berfikir bahwa kali ini Yoshino sangat serius untuk melakukan sebuah percobaan. Davidestorm pun langsung berjalan menjauh dari Yoshino.


Beberapa saat kemudian, Yoshino meletakkan pedang Sebastiannya pada mulutnya, lalu memasang posisi kuda-kuda teknik tiga pedangnya.


Disisi lain, Fischl pun terkejut dengan Yoshino yang berencana menggunakan tiga pedang sekaligus untuk menebas pulau besar buatannya itu.


"Oey-oey!! Teknik tiga pedang?! Lalu pedang ketiga kau taruh dimulutmu?! Baru kali ini aku melihat seorang pendekar pedang yang unik sepertimu.." ucap Fischl.


Yoshino sudah melangkahkan satu kakinya kedepan, dia sudah bersiap untuk melesatkan tebasan teknik tiga pedangnya.


B E R S A M B U N G


Jangan lupa like koment dan kritik serta sarannya agar Cerita Cosplay semakin untuk kedepannya nanti, see you next Chapter!!