
Kembali ke dalam ruangan rapat. Izumi yang masih menahan sabit dari Raymond pun langsung menepisnya ke arah lain, dan memukul wajah Raymond hingga terpental satu meter kebelakang.
"Oey, Paman. Apa kau tidak apa-apa? Tak kusangka banyak orang yang telah mengincarmu sekarang.." ucap Izumi sembari menoleh ke arah Firehn.
Krychowiak pun sedikit kesal karena Arador, satu pengawalnya, telah berhasil dikalahkan oleh Yoshino. Raymond pun bangkit dan berdiri kembali.
"Raymond, cepat bunuh Firehn sekarang juga!!!" Perintah Krychowiak.
"Baik, Tuan!!!"
Raymond kembali melesat ke arah Firehn. Namun Hugo dengan cepat langsung menebas leher Raymond menggunakan pisaunya, "Batss!!!" Leher Raymond yang tertebas mengeluarkan banyak darah lalu ambruk ke lantai. Raymond tewas.
"Kalian ini kenapa sangat keras kepala sekali sih? Sudah kubilang kalau Firehn adalah mangsaku. Tidak boleh ada yang membunuhnya selain kami, ya kan, Amber-chan?" tanya Hugo.
"Ya, itu benar, Hugo-kun." jawab Amber.
"Ka-kalian..!!!" Krychowiak kini menjadi panik karena kedua pengawalnya telah berhasil dibunuh begitu saja. Oleh Yoshino dan juga Hugo. Krychowiak pun langsung berlari keluar pintu ruangan.
Sementara itu, terlihat Jedrzejczyk yang berjalan mendekat ke arah jendela lalu memecahkan kaca jendela itu dengan salah satu kakinya, "Pyarr!!!" Legolas berjalan dibelakang Jedrzejczyk.
"Sepertinya rapat ini sudah sangat kacau sekali. Bahkan menjadi rapat berdarah. Firehn, maafkan aku karena tidak bisa menolongmu. Semoga kau beruntung dengan semua pengawal-pengawalmu.." ucap Jedrzejczyk.
Legolas pun mengeluarkan sayap elh di punggungnya. Dia memegang tubuh Jedrzejczyk, kemudian terbang keluar melewati jendela lalu menjauh dari gedung walikota tersebut.
"Akhirnya hanya tinggal kita saja. Firehn, aku akan dibayar dengan harga fantastis hanya untuk membunuhmu. Jadi, maafkan aku, kau harus mati demi aku mendapat semua uang itu.." ucap Hugo.
"Hoey, langkahi kami terlebih dahulu. Jangan kira kau bisa membunuh Firehn begitu saja, ya. Aku takkan membiarkan hal itu terjadi.." ucap Yoshino sembari tersenyum licik menyeringai. Ia mengarahkan pedang Black Lotus nya ke arah Hugo.
"Paman sudah baik memberiku banyak makanan. Jadi, aku takkan membiarkan dia terbunuh begitu saja.." ucap Izumi sembari tersenyum bersemangat.
"Jadi, kalian tiga pengawal dari Firehn, ya? Aku sama sekali tidak takut, karena aku lebih kuat dari kalian semua.." ucap Hugo.
Kemudian, sekilas Hugo pun dan Amber pun saling menatap satu sama lain. Setelah itu, Hugo pun mengubah kursi yang berada disebelahnya menjadi sebuah pedang, seperti kekuatan dari Saito.
Tanpa basa-basi, Hugo pun langsung melesatkan pedang itu ke arah Izumi, Firehn, Yoshino, dan Killa.
Akan tetapi, Yoshino dengan pedang Black Lotus nya berhasil menebas pedang yang melesat ke arahnya itu hingga terbelah menjadi dua bagian.
"Kau hebat juga ya." ucap Hugo. Lalu, lagi-lagi dia saling menatap satu sama lain dengan Amber. Dan dalam sekejap, Hugo sudah berada ditengah-tengah Izumi, Yoshino, dan Killa, Hugo berdiri tepat dihadapan Firehn, "Sekarang matilah, Firehn.." Hugo yang masih memegang pisau di salah satu tangannya pun langsung mencoba untuk menebas leher Firehn.
Izumi yang menyadari hal itu pun langsung mengeluarkan kekuatan es nya, "Ice age.." Kekuatan es muncul dari dalam tubuh Izumi lalu merambat bergerak dan membekukan Hugo dengan sekujur tubuhnya telah diselimuti oleh es Izumi.
Amber pun langsung memasang posisi kuda-kuda bertarungnya, "Huaaa!!!" Amber menciptakan sebuah aura yang cukup mengerikan, "Aku bisa meningkatkan kekuatan fisikku hingga berkali-kali lipat.." kemudian, Amber pun langsung memukul Killa.
Dengan spontan Killa pun langsung menyilangkan kedua tangannya untuk menahan pukulan Amber. Tapi, pukulan Amber yang sangat kuat tidak bisa ditahan oleh Killa begitu saja. Alhasil, Killa pun terpental beberapa meter kebelakang hingga menabrak dinding gedung, "Bruakk!!!"
"Killa!!!" teriak Izumi.
"Aku baik-baik saja, Izumi!!!" teriak Killa. Ia merasakan kesakitan di sekujur tubuhnya karena pukulan kuat tersebut.
Setelah itu, aliran petir berwarna kuning menyelimuti sekujur tubuh Hugo. Dia mencoba untuk menyerang Firehn kembali.
Namun, Izumi dengan sigapnya, langsung mendorong Firehn kesamping, dan pada akhirnya serangan pukulan yang dilesatkan Hugo pun mengenainya, "Bztsss!!!"
Izumi merasakan sekujur tubuhnya seperti tersengat oleh aliran listrik. Namun, dia menahan rasa sakit itu. Izumi yang menyadari bahwa tubuh Hugo masih diselimuti oleh aliran petir pun memaksa untuk menyerang secara langsung.
Izumi memegang tangan kanan Hugo dengan kedua tangannya lalu membantingnya ke lantai, "Bruakkkk!!!!"
Dari kejauhan Killa terlihat sedang mengamati sesuatu. Sementara itu, Hugo kembali bangkit dan berdiri kembali. Hugo dan Amber pun saling menatap satu sama lain.
Setelah itu, Hugo menciptakan sebuah bazoka yang menyambung langsung di salah satu tangannya. Bazoka itu menciptakan sebuah energi lalu tak berselang lama setelah itu, energi itu menembakkan sebuah laser yang mengarah langsung ke Izumi dan Yoshino, "Bummm!!!!"
Melihat hal itu, Izumi dan Yoshino pun langsung menjatuhkan dirinya ke lantai untuk menghindari tembakan laser dari Hugo.
"Cih, kenapa kekuatannya sangat banyak sekali. Dari teleportasi, mengubah benda menjadi pedang, lalu ini mengubah salah satu tangannya menjadi sebuah bazoka yang bisa menembakkan laser." ucap Yoshino yang cukup kebingungan dengan kekuatan dari Hugo.
"Kalian tak perlu tahu apa kekuatan ku yang sebenarnya. Aku hanya ingin membunuh Firehn, mungkin kalian juga akan kubunuh karena telah ikut campur dalam urusanku.." ucap Hugo.
Sekilas, Firehn pun berlari dan berdiri dibelakang Yoshino dan Izumi, "Izumi, Yoshino, dia adalah pembunuh bayaran yang telah melakukan penculikan serta pembunuhan. Kini salah satu targetnya adalah aku. Tapi.." ucap Firehn.
"Tapi apa?" tanya Yoshino.
"Kalau kita bisa mengalahkan dua orang itu dan menangkapnya secara hidup-hidup. Mungkin, kita bisa mendapatkan informasi tentang siapa dalang dibalik pembunuhan dan penculikan ini.." ucap Firehn.
"Jadi begitu ya, Paman. Baiklah, serahkan saja pada kami. Aku akan mengalahkan mereka.." ucap Izumi.
Kemudian Killa pun berjalan mendekat dan berdiri disebelah Izumi dan Yoshino. Killa dengan senyum bersemangatnya pun berkata, "Entah kenapa setelah aku amati lagi. Ketika mereka saling menatap satu sama lain, pria itu akan menggunakan kekuatan baru.."
"Kekuatan baru? Apa maksudmu, Killa?" tanya Firehn.
"Apa si Perempuan itu bisa memberikan kekuatan atau semacamnya?" tanya Yoshino.
"Entahlah. Mungkin akan terjawab mereka berdua telah terpisah satu sama lain.." ucap Killa.
"Baiklah, aku akan melawan si Pria itu. Yoshino kau lawan si perempuan itu. Killa kau jaga Paman Firehn.." ucap Izumi dengan cukup bersemangat.
"Oey, Izumi. Kenapa aku harus selalu melawan musuh terkuat yang kedua? Padahal aku ingin melawan si Pria itu.." ucap Yoshino.
"Baik, Kapten!!" ucap Killa.
"Huahahahaha!!!" Izumi tertawaan terbahak-bahak, "Maaf, Yoshino!! Tapi bisakah kau memberikanku sedikit panggung untuk melawan musuh yang terkuat?" tanya Izumi.
"Ya, lakukan apa yang ingin kau lakukan, Izumi. Lagipula, melawan musuh terkuat kedua juga tidak terlalu buruk.." ucap Yoshino sembari tersenyum licik menyeringai.
B E R S A M B U N G