
"Baiklah ayo kita mencari navigator!" ucap Izumi dengan semangat..
Dan kemudian mereka berdua, Yoshino beserta Izumi sudah mulai menjalankan perahu mereka,
"Maklum belum ada kapal.." ucap Izumi,
"Kimi wa kimi wo, boku wa boku wo.." Izumi menyanyikan lagunya Nano.RIPE yang berjudul Lyp Synch.
"Kau menyanyikan lagu dan hanya lirik itu yang kau tahu, mending gak usah dinyanyikan!" bentak Yoshino..
"Dasar kau! Siapa juga yang suruh kau ikut bersamaku! Sana saja kau aku bahkan tak ingin kau jadi kruku!" bentak Izumi,
"Tapi bukankah kau sudah menyebutku sebagai anakbuahmu! Jadi omonganmu tak bisa ditarik lagi dasar blangsak!!" bentak Yoshino
Dalam perjalanan mereka dipenuhi dengan bentak-membentak
Bahkan Laut yang hening tampak begitu berisik dengan suara mereka yang bentak-membentak..
Dan Kemudian karena mereka terlalu asyik ribut-ribut tentang hal yang kecil mereka sudah tak sadar sudah sampai disebuah tempat...
Tempat, tepatnya pelabuhan dan tampak juga sebuah kota yang ramai...
Dalam kota tersebut terdapat beberapa orang yang sedang berbicara..
"Bajak laut pendatang baru?" gumam Pria tersebut,
"Yah.. Mereka bahkan berhasil melewati hadangan si Iblis Kopi Putih.."
"Bagaimana bisa Whitecoffee berhasil dilewati!" bentak Pria tersebut yang kaget..
"Hmm tapi menarik.. Ada Bajak Laut Rookie.." ucap Pria tersebut.
NB : Rookie adalah sebutan untuk pendatang baru, misalnya dalam olahraga Bisbol orang yang baru main di Major, disebut Rookie..
"Kita sampai horeey!!" ucap Izumi berbinar-binar,
Namun kemudian..
"Huek-huek.. Aku mabuk laut.." Izumi muntah-muntah dihadapan banyak orang yang sedang makan..
"Menjijikkan!" ucap seorang cewek, sebut saja Vika Bluejay..
Dia kemudian ikutan muntah-muntah sekalian bahkan semua orang muntah-muntah dan terjadilah muntah berjamaah..
"Lagi-lagi begini.." ucap Yoshino,
Vika Bluejay tampak menatap Yoshino cukup lama,
"Yoshino... Si manusia 300 Juta Zen!" kejut Vika..
"Eh??? Pembunuh Angkatan Laut itu? Datang kesini!!" semua pengunjung dan orang-orang tampak kaget melihat kearah Yoshino..
"Ada Bajak Laut lain mengamuk! Bajak Laut yang dikapteni Chocolate Vanilla!" teriak warga yang datang tiba-tiba.
Tampak dikejauhan seorang gadis cantik sebut saja kapten Bajak Laut Chocolate.
"Chocolate Vanilla! Kau akan kutangkap!" ucap seorang Pria berpakaian Angkatan Laut..
"Hehe.. Mau menangkapku? Coba saja!" teriak Vanilla.
Vanilla kemudian tampak ditangannya memegang sebuah Bazzoka yang cukup besar!
"Vanilla Chocolate Gatling Gun!" dan tembakan-tembakan beruntun diarahkan kepada Pria Angkatan Laut tersebut..
"Gadis itu tidak tahu siapa Kapten Ren Hibiki!" ucap Orang-orang yang melihat..
Tampak Izumi dan Yoshino juga melihat pertarungan tersebut.
"Merepotkan.." ucap Hibiki,
Dia melepaskan sebuah kain yang menutup sebelah matanya,
"Mata Yang Bisa Melihat Kenyataan Dunia!"
Dalam sekejap dalam pandangan mata Ren Hibiki,
Dia memprediksi dan mengetahui setiap sejarah dari mana asal dan dibuat dengan apa Bazzoka tersebut..
Cosplay Chapter 13 - Dia Yang Bisa Melihat Kenyataan Dunia.
"Dibuat oleh Kurosiruzawa Kenichi.. Menarik.. Dia pantas menjadikan orang yang menakutkan bahkan dalam balik layar dia menciptakan banyak hal.."
"Mataku yang bisa melihat kenyataan dunia.."
"Eyes of The World.."
Dalam sekejap pandangan Ren Hibiki menatap kearah peluru-peluru yang melesat kepadanya,
Mata Hibiki menjadi kebiruhan, biru cahaya yang cukup terang,
Saat cahaya biru itu menyinari semua peluru-peluru tersebut,
Dalam sekejap mereka hancur berkeping-keping..
"Eyes of The World.."
"Kapten Vanilla! Ayo lari!" ajak seorang Pria.
"Tidak! Aku tidak ingin lari! Aku akan melakukan hal yang sangat bersemangat!"
"Hei Kapten kata-katamu tidak kumengerti.."
"Jack Microphone! Intinya Kaptenmu ingin beraksi! Emang apa masalahnya jika kita Bajak Laut.. Belum tentu jahat juga kan!" teriak Vanilla yang menangis..
"Bukan masalah siapa yang baik dan jahat.. Semuanya bukan mauku.. Hanya melaksanakan tugas dan melakukan hal apapun itu yang aku tahu.. Aku bosan dengan mataku yang bisa melihat kenyataan pahit dalam dunia ini.." ucap Ren Hibiki...
"Kapten Ren! Apakah aku harus melawannya!" tawar seorang Pria besar.. Vijay Icecream.
"Yah kurasa begitu.." jawab Ren.
"Baiklah!" Vijay dengan cepat menghempaskan pukulan kuatnya,
Vanilla yang tepatnya terkena efek mata milik Ren mematung,
Dan saat akan terkena...
"Dalam balik salju yang dingin mereka bagaikan hal yang bisa mengerti sedingin apakah mereka.. Namun hanya satu waktu akan ada saatnya sedingin-dinginnya salju mereka akan dibilang indah oleh sebagian perempuan.."
"Kau yang memiliki hati bagaikan salju putih.. Aku akan menyelamatkanmu untuk saat ini.."
Pukulan beratnya tertahan oleh sebuah dinding-dinding es..
"Kau tahu.. Aku adalah orang konyol yang menyukai duit.. Tidak suka terhadap hal-hal yang bikin banyak masalah.. Tetapi aku tidak suka lagi terhadap orang yang akan memukul seorang cewek.." ucap Izumi..
"Si Es! Bukankah dia.. Bajak Laut Pendatang Baru!" teriak para warga yang melihat..
"Aku bagaikan salju yang berjalan dalam area ice skating namun kemudian terpeleset karena tidak tahu menaiki sepatu roda..."
"Yaiyalah pantasan terpeleset kau main di area ice skating makai sepatu roda!" teriak Ren Hibiki..
"Siapa namamu tadi?" tanya Izumi yang mengabaikan ucapan Ren..
"Vanilla Chocolate.. Kapten Bajak Laut Chocolate.." ucap Vanilla yang menunjuk kapalnya..
"Huaah.. Kakkoi!" Izumi berbinar-binar...
Sementara disisi Vika Bluejay..
"Mumpung mereka sibuk aku mau mengambil semua isi rumah mereka!" ucap Vika tersenyum.
Kembali kesisi Izumi,
"Vijay Icecream! Lawan dia!" perintah Hibiki.
"Baiklah.."
"Icecream Orange!" ucap Vijay..
"Pengguna jurus es yang hanya bisa melontarkan Es Krim saja.." ucap Izumi..
"Es yang hanya kecil akan mencair, kemudian esku yang tidak cepat mencair.. Akan membekukannya.." ucap Izumi..
Dalam sekejap Icecreamnya sang Vijay membeku dan terkepung oleh es-es besar milik Izumi..
"Aku hanya ingin melawan orang yang katanya matanya bisa melihat kenyataan dunia.." ucap Izumi..
"Jadi.. Dia bisa serius juga!" ucap Yoshino tiduran.
Namun saat Yoshino tiduran Prajurit Angkatan Laut menyerangnya..
"Formasi Pengepungan!"
Yoshino sudah terkepung, namun Yoshino tampak santai dan memegang dua pedangnya dengan cukup erat..
"Sword Devilman..."
Baru menyebutkan nama jurusnya, dalam sekejap para Prajurit tersebut tampak sudah berbaringan ditanah..
"Sayatan dan serangan pedangku.. Tak bisa dilihat oleh kalian para amatir.." ucap Yoshino yang kemudian ia tiduran lagi
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G