Cosplay

Cosplay
Chapter 412 - Ikan Paus Penyelamat.



Untuk melewati gerbang serta tembok yang sangat besar ini, Xianfeng mempunyai rencana untuk menyelam kebawah laut untuk melewatinya. Menurut data, diperkirakan, kedalaman lautan mencapai 1200 meter dibawah laut sementara kedalaman gerbang keadilan serta tembok raksasa yang mengitari pulau tak bernama itu sedalam 50 meter.


"Kau gila, ya?! Kau mau memaksa kita berenang sedalam lima puluh meter untuk melewati gerbang ini ya?!" Pilkington terkejut dengan rencana yang dibuat Xianfeng.


Dapidson pun langsung menyentuh laut dengan salah satu jarinya. Bawah laut yang gelap membuatnya sedikit merinding.


"Apa kita sebagai manusia biasa berhasil berenang sedalam itu? Aku kurang yakin sih, tapi sepertinya tak lagi rencana lain. Jadi, rencana Xianfeng patut untuk dicoba.." ucap Dapidson dengan wajah pucat.


"Oey!! Apa kau meremehkan lautan?! Kita tak tahu didalam sana nanti ada makhluk semacam apa? Bisa jadi di dalam lautan terdapat seekor monster pemangsa, kan?!" ucap Pilkington. Ia merasa mustahil untuk berenang di kedalam itu. Ditambah lagi, mereka juga belum mengetahui terdapat monster laut atau tidak.


"Pilkington. Kita tak punya rencana lagi. Bahkan kita tidak bisa melompat melewati gerbang ini dengan ketinggian seperti itu. Berfikir terlalu lama takkan membuahkan hasil. Jadi, ayo lakukan dan selamatkan Xia!!" ucap Xianfeng dengan nada tegas.


"Byuurrr!!!" Tanpa basa-basi, Xianfeng pun langsung melompat dari perahunya dan terjun ke lautan. Kini, diatas perahu hanya tersisa Pilkington dan Dapidson. Pilkington sangat menyayangkan kenekatan Xianfeng yang bisa merenggut nyawanya sendiri sebelum pertempuran dimulai.


"Hadeh. Kalau begini sudah mau bagaimana lagi, aku juga akan mengikuti si bodoh itu. Oey, Dapidson, kau boleh tidak mengikuti kami berenang, kita juga tak tahu apa yang ada di dalam lautan sana. Jadi, kalau aku dan Xianfeng mati, kau bisa pergi. Artinya misi kita untuk menyelamatkan Xia telah gagal.." ucap Pilkington.


"Woi!! Jangan bilang begitu dong!! Seolah-olah kau akan mati dan ini akan menjadi kata-kata terakhirmu!! Kalau kau dan Xianfeng berencana mati, maka aku akan ikut!!!" ucap Dapidson.


Tanpa basa-basi juga, Dapidson pun langsung menyebur kedalam lautan. Pilkington pun semakin kesal dengan apa yang dilakukan Dapidson.


"Sialan!! Dasar sumbu pendek!! Jangan meninggalkanku sendirian disini woy!!!" teriak Pilkington. Tak berselang lama juga dia langsung melompat ke laut untuk menyusul Dapidson dan Xianfeng, "Byurrr!!!"


Xianfeng, Dapidson, dan Pilkington, tiga orang itu telah membulatkan tekad untuk mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan Xia. Mereka bertiga berenang ke bawah laut untuk melewati gerbang keadilan.


Sekilas, terlihat Xianfeng, Dapidson, dan Pilkington yang berenang sangat cepat di bawah laut. Mereka berenang menuju ke kedalaman lima puluh meter agar bisa melewati gerbang keadilan. Mereka juga berenang cepat karena tak boleh menyia-nyiakan waktu, mereka juga butuh udara untuk bernafas.


Meski nafas mereka sudah mencapai maksimal. Mereka bertiga pun mencoba untuk melewati batas. Akan tetapi, ketika di kedalaman empat puluh meter dibawah laut. Dihadapan Xianfeng, Dapidson, dan Pilkington, terlihat seekor paus raksasa dengan mulutnya yang menganga, seolah-olah siap melahap apapun yang berada dihadapannya.


Mereka bertiga mencoba berenang menjauh dari paus raksasa itu. Akan tetapi, Paus raksasa itu berenang begitu cepat dan langsunh melahap Xianfeng, Dapidson, dan Pilkington begitu saja.


Sekilas setelah ikan paus raksasa itu melahap mereka bertiga, ikan paus itu pun berenang cepat semakin kedalam lautan yang sangat gelap. Apakah ini adalah akhir dari mereka bertiga?


Sementara itu, di panggung besar ditempat yang akan digunakan oleh Babenko untuk mengeksekusi Xia.


Terlihat Babenko yang berdiri tepat disamping kiri Xia yang berada dalam posisi berlutut dengan kedua tangannya kebelakang terikat rantai.


"..... Lihatlah, Xia. Pemandangan terakhir yang kau lihat sebelum ajal menjemputmu. Indah bukan? Sudah ratusan orang yang telah kami anggap sebagai ancaman telah di eksekusi disini tanpa publik ketahui." ucap Babenko.


"Meskipun aku mati, seseorang diluar sana pasti akan memperjuangkan keadilan di Negeri ini. Mereka pasti akan membawa Negeri ini kedalam kedamaian tanpa ada pejabat korup seperti kalian. Camkan itu!!" tegas Xia.


"Seseorang diluar sana? Siapa yang kau maksud? Pasukan Revolusi? Kami tidak takut karena kami sangat kuat, apa kau masih belum paham?" tanya Babenko sembari tersenyum licik.


"Terserah apa yang kau katakan-" ucap Xia.


"Plakkk!!" Babenko pun langsung menampar Xia dengan sekuat tenaga, bahkan bekas tamparan pun terlihat sangat memerah.


"Padahal kau sudah berada di posisi antara hidup dan mati. Tapi kau masih berani banyak bicara, ya?" tanya lagi Babenko.


"Ya. Karena aku akan mati demi menegakkan keadilan. Itu tidak terlalu buruk, dasar Babenko keparat. Aku juga yakin, orang-orang sepertimu nanti pasti akan musnah dari Negeri." ucap Xia sembari tersenyum bersemangat. Dia tak menyesal meskipun harus mati dengan cara ini.


"Aku suka dengan tekadmu seperti itu, Xia. Hal ini semakin membuatku ingin menyiksamu terlebih dahulu sebelum membunuhmu!! Ini sangat menarik!!! Karena, aku akan menyiksamu sesakit bahkan setragis mungkin sebelum kematian menjemputmu!!" ucap Babenko, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Xia sembari tersenyum licik menyeringai.


Bukan semakin takut, Xia pun memasang ekspresi wajah menantang dan berkata, "Ya. Tetap apa yang kau lakukan, keadilan lah yang akan memenangkan hasil akhir. Itu bukan sebuah omong kosong, tapi sebuah takdir yang sudah tertulis, kalian akan segera lenyap sebentar lagi.."


"Jangan bicara seperti seolah-olah kau ini seorang dewa yang mengetahui segalanya, Xia!! Aku ini kuat!! Bahkan, salah satu basecamp pasukan Revolusi yang bernama Feuer City sudah musnah!! Tidak ada yang diharapkan lagi!!" teriak Babenko.


"Babenko, kau sangat bersemangat sekali!!" teriak Fischl dari tempat duduk VIP nya.


"Aku, Konstantine Babenko!! Aku adalah orang terkuat di Negara ini!! Aku tak terkalahkan!! Aku bisa mengalahkan kelompok cecurut yang bernama pasukan Revolusi itu!!" teriak Babenko lebih semangat lagi.


"Aku, Konstantine Babenko!! Calon Presiden Negara Grousse Kontinent di masa depan!! Calon Presiden terkuat!! Calon Presiden terkaya!! Aku telah memiliki segalanya!!" Babenko berkata semakin menggelegar sampai ke penjuru pulau.


Sementara itu dibawah panggung, di tempat duduk VIP para pejabat yang merupakan bawahan Konstantine bersaudara.


"Hei-hei, baru kali ini aku melihat Boss Babenko seperti ini. Sepertinya hari ini adalah hari yang membahagiakan. Melihatnya seperti ini, dia seperti orang yang sangat hebat." ucap Emperu.


"Ya. Boss Babenko juga orang yang sangat kuat. Dia juga cocok jadi next Presiden. Apalagi kalau dia sudah menjadi Presiden dan kita berada di pihaknya. Kita pasti akan semakin sejahtera. Kita bisa korupsi sepuas mungkin." ucap Juliasu.


"Selain Boss Babenko, dua orang saudaranya yaitu Koizumi dan Fischl juga sangat kuat. Tapi sayang sekali saudara yang lain yaitu Firehn adalah aib bagi keluarga Konstantine." ucap Stepyan.


"Selama mereka bertiga adalah Boss kita, maka kita juga akan semakin sejahtera. Koruptor adalah diriku, mencuri uang rakyat adalah keahlianku, huahahaha!!" Ribas tertawa terbahak-bahak dan menganggap pekerjaan sebagai pejabat korup adalah hal yang luar biasa.


"Sementara itu disisi lain, Dimitris tampak kesal karena Babenko tak kunjung untuk segera mengesekusi mati Xia. Ia merasa acara ini akan semakin membosankan bila acara utamanya tidak segera dibuka.


"Boss Babenko lama kali ah, aku ingin segera melihat wanita itu mati segera. Melihat kepala wanita itu dipajang di pusat kota. Aku ingin melihat reaksi masyarakat sampah yang berada diluar sana.." ucap Diamitris.


"Ara~ Diamitris sayang kalau sedang kesal makin tambah imut saja. Makin cinta deh. Umumumumu Diamitris!!!" Ziad bermanja-manja kepada Diamitris.


"Jangan gitulah sayang, kalau kau manja-manja begitu nanti mereka para jomblo akan iri melihat kita." ucap Diamitris.


"Diam kau, Diamitris!!! Jangan mentang-mentang sudah punya pacar kau malah seenaknya membuat kami iri!!" bentak Cayetano.


"Cih, dasar. Aku akan segera membunuh kalian berdua setelah acara eksekusi mati ini selesai. Dibiarin malah ngelunjak.." ucap Mykyta.


"Bocil-bocil seperti kalian apa tidak bisa berisik dan bertengkar sehari saja?! Hanya untuk hari sajalah woi!! Brengsek kalian!!" ucap Piekarski dengan nada marah. Ia sangat terganggu ketika rekan-rekan nya ini berantem dan membuat suara berisik di telinganya.


Kembali diatas panggung. Terlihat Babenko yang mengambil sebuah pedang.


"Oey, Xia. Sepertinya aku akan mencongkel kedua matamu dulu, lalu memotong-motong setiap jarimu, kemudian mengiris telingamu, setelah itu aku akan memenggal kepalamu." ucap Babenko.


"....." Xia tak menjawab sama sekali dengan apa yang dikatakan oleh Babenko.


Tak berselang lama kemudian, lautan pun bergetar. Bahkan getaran laut itu tampak begitu jelas dari atas panggung yang akan digunakan untuk eksekusi mati.


Babenko yang melihat itu pun bertanya-tanya, "Huh? Kenapa air laut tiba-tiba bergetar dan menciptakan gelombang? Ini aneh sekali.."


Kemudian, seekor paus raksasa pun langsung menampakkan dirinya ke permukaan laut dan membuat semua orang terkejut bagi yang melihatnya.


"Apa?! Paus raksasa?! Kenapa ada seekor ikan paus raksasa berada disini?!" Babenko terkejut.


"Ada apa dengan ikan paus raksasa itu? Apa ikan paus itu tersesat?" tanya Koizumi.


"Hei-hei. Baru kali ini aku melihat ikan paus raksasa itu disini. Apa dia juga datang untuk melihat eksekusi ini?" tanya Fischl.


Selang beberapa detik, Ikan Paus raksasa itu pun langsung menyemburkan air ke arah panggung eksekusi itu melalui kepalanya, "Bruoosssshhh!!!"


Sekilas, terlihat Xianfeng, Pilkington, dan Dapidson yang keluar dari tubuh ikan paus raksasa itu bersamaan dengan banyak air yang telah disemburkan melalui kepala ikan paus raksasa itu.


Mereka bertiga pun terbang mengarah ke tempat panggung dimana Xia akan segera di eksekusi.


"Aku bahkan tak mempercayai ini!! Aku berterima kasih padamu, ikan paus raksasa!! Aku merasa seolah-olah kau telah membantu kami dalam situasi sulit!!" teriak Dapidson.


"Ya!!! Ikan paus raksasa itu sangat membantu kita yang awalnya kukira akan memakan kira!!" ucap Pilkington.


"Tunggulah aku, Xia!!! Aku akan segera menyelamatkanmu!!!" teriak Xianfeng.


B E R S A M B U N G