Cosplay

Cosplay
Chapter 449 - [ Spesial ] Runner Of The End X



Izumi langsung berlari ke arah Siena. Ia bergerak zig-zag untuk mengelabuhi Siena. Dan disaat yang bersamaan, Izumi mencoba melesatkan beberapa serangan es ke arah Siena.


Akan tetapi, Siena berhasil menghindarinya dengan mudah. Siena tak tinggal diam, dan mencoba untuk menyerang balik.


"Flying Fish!!" Siena melepaskan beberapa ikan terbang ke arah Izumi dengan sangat cepat.


Izumi merasa bila dirinya terkena ikan terbang itu, maka ia akan terkena serangan yang cukup menyakitkan, oleh karena itu, Izumi mencoba untuk menghindarinya.


Izumi memiringkan kepalanya, menunduk, lalu melompat untuk menghindari ikan terbang tersebut. kemudian, Izumi membuat jalan yang ia pijak dilapisi oleh es, tak berselang lama kemudian, Izumi pun langsung meluncur ke arah Siena dengan kedua kakinya. Ia meluncur bagaikan bermain ski diatas dataran salju.


Setelah itu, Izumi pun melompat ke udara sembari melipisi salah satu tangannya dengan kekuatan es nya. Izumi pun mencoba untuk melesatkan pukulan es kepada Sienan.


Akan tetapi, tiba-tiba disebelah Izumi terdapat ikan terbang dan langsung saja mengenainya, "Uaghh!!! Izumi pun terasa seperti terkena sengatan istrik. Sengatan listrik itu terjadi selama beberapa detik, dan Izumi pun terjatuh kejalanan.


"..... Bagaimana rasanya? Sengatan yang luar biasa, bukan? Apa kau ingin mencoba rasa sakit itu lagi? Aku dengan senang hati akan memberinya lagi loh, jadi jangan sungkan-sungkan." Ucap Siena.


Izumi pun berdiri dan bangkit kembali. Ia berjalan perlahan ke arah Sienan. Sorot mata Izumi yang terlihat begitu tajam, menandakan ia akan bertarung serius sebentar lagi.


"Ya. Terserah apa yang kau lakukan, aku tidak peduli. Tujuanku kesini hanya untuk mengalahkanmu. Jadi bersiaplah, Izumi Hirosuke, akan segera mengalahkanmu!!!" Teriak Izumi.


Tiba-tiba suhu tubuh Izumi menjadi sangat dingin, bahkan saking dinginnya, sebuah asap muncul di beberapa bagian tubuh Izumi.


Disisi lain, Siena berlari ke arah Izumi sembari melesatkan beberapa ikan terbang. Akan tetapi, ikan terbang itu langsung membeku begitu saja saat hendak menyentuh Izumi. Dan disaat yang bersamaan, Siena bergerak kebelakang Izumi, ia menarik sebuah pedang, lalu mencoba menebas Izumi dari belakang.


"Rasakan ini!!!"


Izumi langsung memiringkan tubuhnya untuk menghindari tebasan Siena. Izumi pun langsung melapisi kakinya dengan es lalu melesatkan tendangan kuat ke perut Siena, "Buaghh!!"


"Uaghh!!!" Siena terkena tendangan itu, dan terpental satu meter kebelakang, tapi ia tidak terjatuh dan masih kokoh berdiri, "Sialan kau!!!" Siena pun murka karena terkena serangan tendangan Izumi. Oleh karena itu, Siena pun langsung melesatkan ratusan ikan terbang ke arah Izumi.


Izumi yang telah memasuki mode serius pun langsung bergerak ke arah Siena lagi sekaligus menghindari ratusan ikan terbang yang mengarah ke arahnya.


Izumi menghindar dengan sangat lincah. Bahkan tak ada satu pun ikan terbang yang berhasil mengenainya. Izumi berhasil melewati semua ikan terbang yang melesat ke arahnya. Kini ia sudah semakin dekat dengan Siena.


Izumi melompat ke arah Siena sekaligus melapisi kedua tangannya dengan kekuatan es nya. Tanpa basa-basi Izumi pun langsung melesatkan pukulan bertubi-tubi ke arah Siena, "Huooo!!!"


"Uaghhhh!!!" Siena merintih kesakitan karena pukulan bertubi-tubi yang dilesatkan oleh Izumi. Beberapa saat kemudian, Siena kembali terpental beberapa meter kebelakang dengan memuntahkan sedikit darah dari mulutnya.


Siena pun tergeletak dijalanan. Rasa sakit yang luar biasa dari serangan Izumi yang barusan, "Akh!! Si-sialan.." Siena pun mencoba untuk bangkit dan berdiri kembali, tapi dia sangat kesulitan. Alhasil Siena pun pingsan.


Izumi berjalan dan berdiri didepan Siena yang pingsan, "Ikan terbang nya itu sangat berbahaya sekali, aku tidak bisa membayangkan bila terkena ratusan ikan terbang itu sekaligus.."


"Eh?" Terdengar suara seseorang dibelakang Izumi. Seseorang tersebut tampak terkejut.


Seseorang yang berada dibelakang Izumi itu ternyata salah satu anak buah Schiacone, dia adalah Esu-Esu Lazio.


"Siena-san, tak mungkin kau dikalahkan oleh bocah itu? Hoi, ini tak nyata kan? Tak mungkin kan kau kalah, Siena-san?" Lazio tak percaya bahwa rekannya, yaitu Siena berhasil dikalahkan oleh Izumi.


"..... Jadi kau juga salah satu rekan dari orang ini juga, ya? Berarti kau juga bawahan Schiacone si Runner of the end itu.." ucap Izumi.


"Berani-beraninya kau mengalahkan Siena-san!!!!" Teriak Lazio.


Lazio pun murka. Dia pun langsung mengubah dirinya menjadi seekor elang. Tanpa basa-basi, Lazio yang berada dalam mode elang pun langsung melesat terbang ke arah Izumi.


"Eagle claw!!!" Lazio mencoba untuk menyerang Izumi dengan cakaran elangnya.


"!!!!" Izumi yang tak sempat untuk menghindar pun langsung menyilangkan kedua tangannya untuk menahan cakaran tersebut. Memang wajahnya tak terkena cakar, akan tetapi kedua tangannya yang ia gunakan untuk menahan itu terkena cakaran dan mengalami luka sehingga berdarah-darah.


Lazio terbang mengitari diatas Izumi, ia mencoba untuk menyerang Izumi dengan paruh elangnya. Akan tetapi, Izumi melapisi kedua tangannya dengan kekuatan es nya kembali lalu mencoba melesatkan pukulannya ke arah Lazio.


Lazio berfikir bahwa pukulan Izumi sedikit lebih kuat ketimbang kekuatan paruh elangnya. Alhasil, Lazio pun bergerak menyamping dan langsung membelakangi Izumi.


Izumi langsung melirik kebelakang lalu berbalik. Lazio yang berada dalam mode elang langsung terbang ke udara dengan sangat tinggi, "Wushhh!!" Tak berselang lama kemudian, Lazio langsung turun kebawah dengan sangat cepat, ia mencoba menghantamkan dirinya ke Izumi.


"Meteorit Eagle!!!"


"Wushhh!!!!"


"Apa?!" Izumi merasa akan terjadi sesuatu yang buruk bila serangan tersebut mengenainya. Izumi pun menggunakan teknik Ice skatingnya untuk segera menjauh dari tempatnya ia berdiri. Akan tetapi, Lazio sangat cepat, sepertinya Izumi sedikit terlambat untuk menjauh.


"Enyahlah!!!" Teriak Lazio.


Dan, "Bummmmm!!!!!" Terjadi ledakan yang cukup hebat ketika Lazio menghantam.


Kepulan asap tebal pun terjadi karena ledakan besar tersebut. Beberapa saat kemudian, asap tebal itu perlahan mulai menghilang. Sekilas, Lazio yang kembali dalam mode manusianya, tampaknya ia sudah kehabisan staminanya karena menggunakan teknik yang berbahaya seperti itu barusan.


"Osh.. osh.. sepertinya aku sudah berhasil mengalahkannya. Tak kusangka aku harus menggunakan kekuatan penuhku untuk menghadapi orang sepertinya. Tapi, tak apa. Dia sudah ka-" ucap Lazio, sepertinya ia terkejut akan sesuatu hal.


Bagaimana Lazio tidak terkejut, terlihat Izumi yang masih berdiri kokoh dengan sebagian pakaiannya yang sobek karena serangan kuat dari Lazio tersebut. Sementara itu, sebagian tubuh Izumi juga dilapisi oleh es yang sangat tebal, tapi perlahan es yang melapisi tubuhnya itu retak dan hancur.


"Syukurlah aku masih hidup. Kalau saja aku tak melapisi tubuhku dengan es, mungkin aku akan tamat.." ucap Izumi


B E R S A M B U N G