Cosplay

Cosplay
Chapter 452 - [ Spesial ] Runner Of The End XIII



Langit gelap dengan sebagian banyak gedung atau bangunan lainnya yang terbakar membuat situasi saat ini menjadi sangat mencekam. Sementara itu, tampak Schiacone dengan ekspresi tersenyum licik ya sedang berjalan mendekat ke arah Makoto.


Disisi lain, Makoto tiba-tiba mengantuk dan perlahan mulai memejamkan matanya. Lalu, ia pun tergeletak di tanah dengan Schiacone yang siap membunuhnya kapanpun.


Schiacone sangat terheran-heran dengan Makoto yang tiba-tiba tidur saat berhadap-hadapan dengan dirinya. Schiacone sedikit melihat keuntungan pada Moment tersebut, alhasil ia pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut.


"Bodoh, tidur saat bertarung, masih ada saja orang sepertinya. Tapi ya, yasudah, artinya dia akan terbunuh olehku.." ucap Schiacone. Ia berjalan semakin dekat dengan Makoto, lalu mencoba untuk menusuknya dengan sebuah pedang.


Akan tetapi, Makoto yang masih dalam mode tidur bergerak menarik pedangnya dan langsung bergerak cepat menebaskan pedangnya ke arah Schiacone.


Schiacone terkejut. Ia terlambat untuk menghindar, "Sytsss!!!" Makoto yang bergerak cepat sudah berada dibelakang Schiacone, tampak pipi kanan Schiacone terkena goresan pedang hingga mengeluarkan darah.


"Dream Reflection On.."


Power dari Makoto adalah saat dirinya tertidur, dia akan memimpikan musuh yang ia lawan di dunia nyata saat ini. Setiap serangan lawan di dunia mimpi sama persis di dunia nyata. Dan yang harus diketahui adalah Makoto akan sangat hebat bila dalam mode tidur nya.


Selain itu, Schiacone pun dibuat cukup kesal karena serangan remeh berhasil membuat pipinya terluka. Dia pun langsung melakukan sebuah aba-aba untuk berlari.


"Tak kusangka kau berhasil menyerangku dengan serangan kejutan, apalagi kau bertarung denganku sembari tidur? Dasar orang aneh, tapi aku sedikit tertarik.." ucap Schiacone.


Tanpa basa-basi, "Runner Of The End!!!" Schiacone pun langsung berlari ke arah Makoto dan melewatinya begitu saja, badai besar datang disaat Schiacone berlari. Alhasil, Makoto yang berada dalam mode tidur pun terhempas cukup jauh karena badai yang datang karena kecepatan larinya.


Makoto terhempas oleh badai dan mengalami beberapa luka di beberapa bagian tubuhnya hingga sedikit mengalami pendarahan. Tak berselang setelah itu, Makoto bergerak cepat bagaikan kilat ke arah Schiacone.


Bahkan Schiacone yang berlari dengan kekuatan Runner Of The End nya pun berhasil dihindari oleh Makoto dengan mudah. Karena Makoto bergerak dengan cukup cepat sehingga Berhasil mengelabuhi Schiacone.


"Apa-apaan pergerakannya itu?!" Bahkan Schiacone sendiri tak percaya dengan gerakan cepat yang ditunjukkan oleh Makoto.


Kemudian, Makoto melompat dan berputar-putar di udara sembari melesatkan pedangnya ke arah Schiacone, "Swushh!!" Namun, Schiacone berhasil menghindarinya dengan mudah. Beberapa detik kemudian, Schiacone dikejutkan dengan Makoto yang tiba-tiba sudah berada di dekat pedang yang ia lempar.


Makoto mengambil pedangnya kembali, lalu melesatkan tebasan dari jarak dekat ke arah Schiacone, "Batsss!!!"


Schiacone terkena tebasan pedang itu tepat pada dadanya. Tebasan menyilang itu membuat dirinya terluka hingga mengalami pendarahan, "Si-sialan, apa-apaan dia itu?!" Schiacone sangat murka, bahkan ia langsung berlari ke melewati Makoto dengan menggunakan kekuatan penuh dari Runner Of The End.


Makoto terkena serangan dari Runner Of The End dengan sangat telak. Ia mengalami beberapa luka di bagian tubuhnya kembali, bahkan pakaiannya juga sebagian yang robek.


Akan tetapi, Makoto yang berada dalam mode mimpi atau mode tidur tak merasakan sakit sama sekali dalam mimpinya, kecuali ia terbangun dan akan merasakan rasa sakit yang sebenarnya.


Setelah terkena serangan tersebut Makoto langsung memasang posisi kuda-kuda teknik berpedangnya, "Thunder Sword.." Makoto langsung melesat dan tiba-tiba sudah berada dibelakang Schiacone, "Batss!!!" Dan secara tak sadar Schiacone terkena tebasan pada lengan kirinya.


Dan ketika Schiacone berbalik untuk menyerang Makoto, tiba-tiba saja Makoto menghilang dari hadapannya.


"Kemana lagi, dia? Kenapa dia bisa menghilang dengan muncul dengan cepat?" gumam Schiacone sembari mengamati sekitar.


Tiba-tiba saja Makoto sudah berada disebelah Schiacone dan mencoba untuk menebasnya, "Batsss!!" Lagi-lagi dengan pergerakan Makoto yang sangat cepat, Schiacone sedikit terlambat untuk menghindar. Alhasil, pipi kirinya pun tergores


"Akh!!!" Schiacone merintih kesakitan karena telah mengalami beberapa luka goresan di sebagian tubuhnya, serta luka tebasan di dadanya yang ia terima dari serangan Makoto.


Setelah terkena tebasan dan tersadar Makoto berada dibelakangnya, ia pun langsung berlari menggunakan kekuatan Runner Of The End nya untuk melewati Makoto. Akan tetapi, Makoto tiba-tiba menghilang begitu saja sebelum Schiacone berhasil melewatinya.


"Eh?"


Dan, secara tiba-tiba Makoto sudah berada dibelakang Schiacone dengan dua pedang yang ia pegang, "Double Thunder Sword." Kilatan listrik terlihat pada kedua Makoto, seolah-olah listrik atau semacam energi petir menyelimuti pedang tersebut.


Spontan Schiacone berbalik menghadap Makoto untuk menyerangnya. Namun, tebasan dua pedang Makoto mendarat terlebih dahulu ke dada Schiacone dengan tebasan menyilang, Batsss!!!" Schiacone terkena tebasan telak. Bahkan Schiacone pun langsung memuntahkan banyak darah dari mulutnya setelah terkena tebasan tersebut, "Uaghhh!!!"


Schiacone langsung ambruk dan terkapar di jalanan. Ia tak bisa berdiri kembali setelah mendapatkan luka serius dari tebasan pedang Makoto.


Makoto berdiri didepan Schiacone yang tergelak dijalanan, perlahan ia membuka kedua matanya yang bisa dikatakan Makoto sudah terbangun dari tidurnya.


Ketika Makoto terbangun, "Sakit!!! Padahal aku tidak merasakan rasa sakit di dalam mimpi!! Tapi saat aku merasakan rasa sakit yang luar biasa!! Ini pasti karena serangan Runner Of The End mu, kan?!!" tanya Makoto sembari menunjuk ke arah Schiacone.


"Sial. Aku telah dikalahkan oleh seseorang yang tidur. Konyol sekali.." ucap Schiacone.


Setelah itu, Makoto bersikap tenang dan menahan rasa sakit yang ia rasakan, "Schiacone, atau biasa yang dikenal sebagai Runner Of The End. Sebenarnya, dengan lukamu yang seperti itu belum bisa menghapus dosa-dosa besarmu yang telah merenggut nyawa orang."


"Ya.."


"Ada seorang pepatah yang berkata bahwa nyawa harus dibalas dengan nyawa. Apa kau paham?" tanya Makoto.


"Kau bisa membunuhku sekarang, aku sudah tidak bisa melawan balik." ucap Schiacone.


Setelah itu, Izumi pun datang dibelakang Makoto.


"Mas Makoto hebat banget berhasil mengalahkannya. Aku saja tidak berhasil mengalahkannya, meski begitu aku tetap yakin bisa mengalahkan Runner Of The End." ucap Izumi. Ia pun berdiri disebelah Makoto.


"Izumi, penjahat yang bernama Runner Of The End kini telah berakhir. Dia sudah berhasil kukalahkan, sudah tak ada harapan lagi baginya untuk membuat kekacauan." ucap Makoto.


"Mas Makoto, dia harus mendapatkan hukuman yang setimpal dengan apa yang telah ia perbuat selama ini." ucap Izumi.


"Ya.." ucap Makoto.


"Kalau kalian tidak membunuhku sekarang juga, maka suatu saat aku pasti akan membalas dendam dan akan membunuh kalian!!" teriak Schiacone.


"Jduakk!!" Izumi langsung menendang wajah Schiacone dengan cukup keras hingga membuatnya pingsan.


"Eh, pingsan? Padahal aku ingin memberinya pelajaran karena terlalu banyak bicara, malah sekali tendang langsung pingsan.." Izumi menepuk jidatnya.


Chapter spesial dari Runner Of The End pun sudah tamat sampai disini. Dan untuk next chapter, kita akan memasuki alur utama Cosplay kembali. See you next Chapter!!!


B E R S A M B U N G