Cosplay

Cosplay
Chapter 405 - Hanya Sebuah Boneka.



Masih di malam yang sama, terlihat Dapidson dengan kedua tangannya terikat oleh tali yang cukup kencang dan mulutnya tertutup oleh lakban di dalam kamar mandi, di sebuah rumah yang sebelumnya Xia, Izumi, dan lainnya singgahi.


Dapidson yang masih kesulitan membuka ikatan kedua tangannya itu pun tiba-tiba menemukan sebuah pecahan kaca yang berada tepat dihadapannya. Dia merunduk, lalu mengambil pecahan kaca itu dengan kedua tangan masih dalam posisi terikat.


Tak berselang lama kemudian, Dapidson berhasil membuka ikatan yang mengikat kedua tangannya, setelah itu ia melepas lakban yang menutup mulutnya.


"Sialan!! Tak kusangka ada penyusup dari pihak Pemerintah yang menyelinap ditempat ini!! Bisa gawat kalau dia membahayakan nyawa Xia, aku harus segera menyusul yang lain!! Tapi, aku sudah berjam-jam disini. Semoga mereka tidak jauh dari tempat ini.." ucap Dapidson.


Sedikit flashback, sebelumnya Tony mata-mata dari Fischl yang menyelinap masuk ke rumah tersebut, lalu Tony berhasil melancarkan serangan kejutan terhadap Dapidson sehingga membuatnya pingsan. Kemudian, dengan kekuatan yang bisa merubah wajahnya mirip dengan target, Tony pun berubah menjadi Dapidson untuk mengelabuhi Xia.


Kembali ke masa sekarang. Ketika Dapidson keluar dari rumah itu. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan pemandangan banyak rumah yang terbakar oleh kobaran api. Dapidson sangat kesal, ia berfikir ini pasti ulah orang yang menyerangnya itu, yaitu Tony.


"Tidak, apa yang sebenarnya terjadi ketika aku masih terikat di kamar mandi itu. Apa pihak pemerintah melakukan penyerangan secara terang-terangan seperti ini? Hoi!! Yang benar saja!! Oh iya, Xia! Xianfeng! Aku harus segera mencarinya!!" Dapidson pun langsung berlari ke arah random untuk mencari keberadaan Xia dan Xianfeng.


Dapidson berlari kesana-kemari selama berjam-jam tapi tak kunjung menemukan rekan-rekannya. Namun, ketika dia pergi ke posko pengungsian, Dapidson bertemu dengan Pilkington yang sedang bersama dengan Xianfeng yang diobati lukanya oleh seorang dokter.


"Oey, Pilkington. Apa yang terjadi dengan Xianfeng?" tanya Dapidson.


"Aku lengah. Dia ditusuk oleh musuh. Pendarahannya memang banyak, tapi berhasil dihentikan. Kata dokter, Xianfeng akan baik-baik saja bila istirahat selama beberapa." ucap Pilkington.


"Lalu, dimana Xia? Kenapa aku tidak melihatnya bersama dengan kalian?" tanya lagi Dapison.


"..... Maafkan aku, Dapidson. Dia diculik di depanku sendiri. Aku tidak bisa mengejarnya karena harus menolong Xianfeng yang terluka parah." ucap Pilkington dengan wajah murung.


"Sial!!" Dapidson terjatuh dalam posisi berlutut. Dia sangat kesal karena Xia telah diculik. Ia merasa Xia yang terculik itu karenanya. Jadi, Dapidson merasa harus bertanggung jawab atas penculikan Xia ini, "Buaghh!! Buaghh!! Buaghh!!" Dapidson memukul tanah secara bertubi-tubi sehingga membuat tangannya berdarah.


"Oey, Dapidson. Tenanglah, aku berencana menyelamatkan Xia setelah ini. Akulah yang membiarkan Xia diculik, jadi kau tak usah merasa bertanggung jawab seperti itu. Konstantine bersaudara, mereka benar-benar licik.." ucap Pilkington dengan raut wajah serius.


"Aku ikut. Aku juga akan menghajar orang yang telah menculik Xia. Aku takkan memberi ampun meskipun lawanku nanti adalah Konstantine bersaudara.. Aku tidak bisa memaafkan mereka. Mereka ini sudah melanggar hak asasi manusia.." ucap Dapidson.


"Apa kau siap untuk mati, Dapidson? Lawan kita adalah Konstantine bersaudara loh.." ucap Pilkington.


"Ya. Aku akan mengorbankan nyawaku sendiri demi menyelamatkan Xia. Aku sudah membulatkan tekad.." ucap Dapidson.


Sekitar pukul tiga dini hari. Terlihat Tony sendirian sedang berjalan menuju ke ruangan pribadi Fischl Konstantine. Tony mengetuk pintu, lalu membukanya dan masuk.


"Tuan Fischl. Aku sudah membawa Xia ke tempat itu. Dan sekarang sesuai perkataanmu, aku datang kemari dan ingin menagih bonus uang itu darimu.." ucap Tony sembari tersenyum tidak jelas, ia kegirangan karena akan diberi banyak uang.


"Ya. Aku sudah berjanji kepadamu untuk memberikan bonus dalam jumlah besar kepadamu." ucap Fischl. Ia pun berjalan menuju ke sebuah lemari untuk mengambil sesuatu.


Fischl membuka lemari itu. Mengambil sebuah koper besar yang berisi jutaan uang Zen. Fischl memperlihatkan nominal uang yang berada dalam koper tersebut kepada Tony.


"Bagaimana, Tony? Apa uang segini belum cukup bagimu?" tanya Fischl.


"Huoooo!!!" Kedua mata Fischl berubah menjadi gambar uang, "Kalau aku bilang kurang, apakah Tuan Fischl akan menambahkannya??" tanya balik Tony.


"Tentu saja. Karena kau sudah menjalankan misi dengan baik. Kau juga mendapatkan sebuah prestasi dengan menghancurkan pemukiman yang bernama Feuer City itu. Kalau kurang bilang saja.." ucap Fischl.


"Iya, kurang!!! Bisa tambahkan lagi, tuan Fischl!!!" ucap Tony dengan nada semangat.


"Gitu dong. Aku suka sama orang yang jujur.." ucap Fischl.


Fischl pun mengambil empat koper besar berisi uang lagi. Kemudian, Fischl pun menyerahkan lima total koper besar berisi jutaan Zen kepada Tony.


Tony mengambil lima koper itu dengan sangat bersemangat. Ia tersenyum kegirangan. Apalagi ketika Tony memegang banyak itu sendiri, ia pun semakin gila.


Fischl pun memasukkan salah satu tangannya ke dalam saku celananya untuk mengambil sesuatu, "Oey, Tony. Aku juga punya satu hadiah lagi untukmu. Ini adalah hadiah pribadiku untukmu. Semoga kau menerima hadiahku ini.."


"Yes!!! Kau sangat baik sekali Tuan Fischl!!! Anda benar-benar seorang pemimpin yang sangat hebat!! Aku sudah tak sabar untuk menerima hadiah darimu itu-" ucap Tony, tiba-tiba ia dikejutkan dengan Fischl yang langsung menodongkan pistolnya ke kepalanya, "Eh? Apa maksudmu, Tuan Fischl? Kau sedang bercanda, kan? Bisa singkirkan pistol itu dari kepalaku?"


"Aku lupa bilang ya, Tony? Memang benar aku akan memberimu banyak bonus karena telah berhasil menangkap Xia tanpa hambatan sama sekali, dan juga berhasil menyerang Feuer City itu. Tapi.." ucap Fischl.


"Ta-tapi apa??!!" Tony mulai mengeluarkan keringat dingin dari dahinya sembari melirik ke arah pistol yang menempel di kepalanya.


"Tapi, aku lupa bilang kalau aku akan membunuhmu setelah kuberi banyak bonus, ya? Apa kau punya kata-kata terakhir, Tony?" tanya Fischl.


"Yang benar saja, Tuan Fischl?!! Kenapa kau ingin membunuh orang yang bekerja baik padamu?!" tanya Tony.


"Dorrrrr!!!" Tanpa basa-basi, Fischl pun langsung menembak Tony tepat dikepalanya. Tony terjatuh ke lantai dan tewas seketika.


"Karena aku juga menginginkan uang itu untuk keegoisanku sendiri, jadi maafkan aku. Uang adalah segalanya." ucap Fischl. Ia pun memasukkan kembali pistolnya kedalam saku celananya, "Demi uang, aku akan melakukan segala cara apapun untuk mendapatkannya. Bahkan, aku rela membunuh orang terdekatku sendiri demi uang.."


Fischl memasang sorot tatapan tajam.


"Selain itu, kau hanya sebuah boneka yang telah kukendalikan, Tony."


B E R S A M B U N G