
Akhirnya Izumi bangkit dan berdiri sepenuhnya. Ia tersenyum bersemangat setelah melihat kekuatan Groombridge yang sebenarnya. Kali ini Izumi akan mengerahkan kekuatan penuhnya untuk mengalahkan Groombridge.
"Ice-Ice No Dynamit!!!"
Izumi menciptakan es-es yang sangat tajam dan mengarah ke arah Groombridge dengan sangat cepat. Bahkan sekilas daun yang terkena es tersebut langsung terbelah menjadi dua dalam sekejap.
Groombridge yang melihat serangan Izumi menuju ke arahnya pun langsung melompat ke udara dengan cukup tinggi untuk menghindari serangan Izumi. Lalu, "Shuriken No Jutsu!!!" Groombridge melesatkan sebuah shuriken ke arah Izumi, lalu satu shuriken itu dalam sekejap bertambah menjadi puluhan shuriken.
"Ice-Ice No Skating!!!" Izumi meluncur seperti sedang bermain ski untuk menghindari puluhan shuriken yang mengarah ke arahnya.
"Aku juga mantan seorang ninja loh. Teknik shuriken juga salah satu keahlianku.." ucap Groombridge.
"Siapa juga yang ingin tahu keahlianmu, bodoh!!!" ucap Izumi.
Lalu, Izumi pun melesat cepat kehadapan Groombridge dan, "Ice-Ice No Shooting Ice!!!" Izumi mencoba melesatkan tendangannya ke wajah Groombridge.
Groombridge menyilangkan kedua tangannya untuk menahan tendangan Izumi, akan tetapi tendangan itu begitu kuat hingga membuatnya terpental ke bawah.
Groombridge berhasil mendarat ke tanah dengan mulus, "Yare-yare, kau cukup kuat, Izumi Hirosuke!! Tapi sayang sekali, kau bukanlah lawanku yang sepadan!!" ucap Groombridge sembari tersenyum menyeringai.
Lalu, Izumi bergerak dengan kecepatan penuh ke arah Groombridge, "Ice-Ice No Elephant Hits!!" Izumi berniat memukul Groombridge dengan serangan andalannya kembali. Akan tetapi..
"Berhenti."
"!!!!!"
Hanya dengan satu ucapan saja dari seorang Groombridge, tiba-tiba Izumi berhenti dari larinya dan membuatnya sangat kebingungan. Kenapa aku tidak bisa bergerak?! Batin Izumi.
"..... Disaat-saat ketika kau menendangku di udara tadi, aku sempat menempelkan sebuah atribut yang berasal dariku.." ucap Groombridge.
"A-apa maksudmu?!"
"Dibawah telapak kakimu, aku sudah memasangkan sebuah atribut berupa kertas jimat. Karena, kekuatanku bisa memerintah semua orang bila mengenakan atribut yang berasal dariku. Bahkan aku tak segan-segan untuk menjadikannya seorang budak.." ucap Groombridge.
"Huooooo!!!!!" Izumi berteriak sekencang mungkin untuk menggerakkan sekujur tubuhnya. Akan tetapi semua usahanya yang ia lakukan tampak sia-sia.
Kali ini adalah kesempatan emas bagi Groombridge. Ia pun tak ingin menyia-nyiakan momentum ini. Tak berselang lama kemudian, Groombridge pun mengepalkan telapak tangan kanannya dan mengumpulkan sebuah energi ke satu titik, yaitu ditelapak tangannya yang mengepal.
"Enyahlah, Izumi Hirosuke. Aku akan lebih puas bila bisa menghajarmu dengan tanganku sendiri!!! Rasakan ini, Meteorid Knock!!!"
"Buaghhhh!!!!"
Groombridge berhasil melesatkan pukulan kuatnya tepat di wajah Izumi hingga membuatnya terpental cukup jauh sampai menabrak beberapa pohon besar, "Brakk!!! Brakk!! Brakkk!!!"
"Aku sudah puas memberimu pelajaran. Baiklah, sudah saatnya aku per-" ucap Groombridge.
"HENTIKAN!!!" Shion berteriak sekuat tenaga. Bahkan kurungan yang mengurung terlihat mulai rusak karena ulah dari Shion sendiri. Meski begitu ia tampak gagal untuk membuat rusak kurungan itu sepenuhnya.
"Shion, diamlah. Kau berusaha merusak kurungan itu dari dalam dan sekarang kau berteriak sekencang itu. Apa maksudmu?" tanya Groombridge.
"JANGAN LUKAI SIAPAPUN LAGI!!!" teriak Shion.
"Kau tak berhak berkata seperti itu kepadaku, Shion!!!" bentak Groombridge.
"Tchh.." Groombridge sangat kesal dengan ancaman yang diberikan oleh Shion. Akan tetapi, Groombridge tak sebodoh yang Shion bayangkan, "Diamlah!!!" Groombridge kembali menggunakan tekniknya kepada Shion.
Degg!!! Lalu Shion pun diam seperti yang dikatakan Groombridge. Nampaknya Groombridge menggunakan kekuatannya secara penuh kepada Shion untuk membuat pengaruh yang lebih dalam.
"Shion-chan!!!" teriak Shoba yang tubuhnya masih terikat akar bunga matahari milik Himawari.
"..... Shoba Sekken, sekarang apa yang akan kau lakukan? Apa kau mampu untuk menyelamatkan Shion? Kau yang bahkan tak bisa mengalahkanku jangan pernah bermimpi untuk mengalahkan Groombridge. Dia bukanlah tandinganmu." ucap Himawari.
"Kalau begitu, aku akan membungkam ucapanmu itu dengan cara mengalahkanmu, Himawari!!!!!" teriak Shoba, "Soap No Bycline!!!" Shoba membuat sekujur tubuhnya dilapisi oleh sabun hingga membuatnya begitu licin. Alhasil ia terbebas dari akar yang mengikatnya dengan mudah.
"Apa?!"
"Soap No Bubbles!!!" Shoba menciptakan beberapa gelembung, lalu melesatkannya ke arah Himawari. Dan ketika gelembung itu sudah berada didekat Himawari tiba-tiba, "Duarrrr!!!!"
"!!!!!"
Gelembung sabun itu meledak dengan sangat kencang, bahkan Himawari pun tak mengira bahwa gelembung sabun milik Shoba itu bisa meledak sedahsyat ini. Bahkan ledakan itu masih terjadi beruntun selama dua menit lebih.
"Bagaimana, Himawari?!! Apakah kau masih bisa selamat dari serangan dahsyatku yang barusan itu?!!" ucap Shoba sembari tersenyum licik.
Sementara itu disisi lain.
Terlihat Hozuki serta Johnny Speed saling berhadap-hadapan satu sama lain. Mereka saling menatap tajam.
"Hozuki Kuromatsu.. aku berharap kau tidak seperti para sampah lainnya yang tidak bisa membuat perlawanan berarti. Kuharap kau tidak mengecewakanku!!" ucap Johnny.
"..... Ya, kalau itu maumu. Aku akan menghajarmu seperti yang kau harapkan!!" ucap Hozuki.
"Wushhhh!!!" Hozuki dan Johnny Speed melesat satu sama lain dengan sangat cepat hingga membuat hembusan angin yang begitu hebat.
"Mizu No Pistol!!!"
Hozuki menembakkan beberapa peluru air ke arah Johnny. Namun Johnny yang fisiknya sangatlah kuat berhasil menghancurkan peluru air tersebut hanya dengan menepisnya saja, "Blesshhh!!!!!"
Setelah itu, Johnny pun mencoba untuk melesatkan serangan balik terhadap Hozuki, "Riftle Smash!!!" Tangan kanan Johnny berputar-putar dengan sangat cepat lalu melesat cepat ke arah Hozuki.
Akan tetapi, Hozuki mencairkan tubuhnya menjadi segenang air untuk menghindari pukulan kuat dari Johnny.
Johnny pun tak menyangka seorang Hozuki bisa menghindari pukulan kuat nan cepatnya begitu mudah, "Hozuki Kuromatsu, si iblis air. Tampaknya berhadapan denganmu itu sangat menyulitkan bagitu. Inilah perlawanan yang aku harapkan!!" Johnny tersenyum menyeringai.
Selang beberapa detik, Hozuki pun kembali kedalam bentuk manusia normalnya sembari tersenyum bersemangat, "Seorang musuh malah memujiku? Apa aku tidak salah dengar? Apakah aku sedang bermimpi?"
"Tidak. Kau tidak bermimpi. Aku memujimu karena sebentar lagi kau akan segera aku kalahkan, Hozuki!!!" ucap Johnny dengan sorot mata yang tajam.
"Itu tidak akan terjadi, karena akulah yang akan lebih dulu untuk mengalahkanmu.." ucap Hozuki.
B E R S A M B U N G
Jangan lupa like, koment, serta vote untuk mendukung Author agar lebih rajin lagi update cerita Cosplay kedepannya nanti. Dan jangan lupa kritik-sarannya agar cerita Cosplay semakin berkembang!!! Ditunggu kedatangannya di Next Chapter!! Arigatou Minna-san!!!