
"Lupakan saja, kalian juga takkan mengerti legenda atau mitos yang menyebar di pulau Lunarian. Dan juga, jangan panggil aku pak tua, sialan..!! Umurku masih 30 tahunan, tapi aku belum tua..!!"
Pria paruh baya dengan pakaian tradisional itu pun menjelaskan bahwa dirinya belum setua yang Hozuki dan Izumi pikirkan. Ia membantah akan hal itu.
Sementara itu, Izumi dan Hozuki pun tertawa terbahak-bahak, "Wuahahaha!!" ketika melihat ekspresi pria paruh baya itu yang kesal saat dipanggil 'Pak Tua' oleh Izumi. Mereka berdua tertawa puas di tengah dinginnya malam, sampai-sampai membuat perut mereka sedikit kram. Jangan sampai kotak tertawa mereka rusak, lol.
"Hadeh.. hadeh.. huehehe.. " Izumi mengusap air matanya yang keluar karena terlalu banyak tertawa, "Walau kau umurmu tidak tua, tapi wajahmu itu keliatan tua.." lanjut Izumi, ia menutup mulutnya dengan salah satu tangannya untuk menahan tawanya.
"Benar itu, Izumi. Dia termasuk orang yang tua sebelum umurnya. Mangkanya pakek masker Niveman biar awet muda.." ucap Hozuki.
"Wuahahaha..!!!" Izumi tak bisa menahan tawanya kembali, "Oey, Hozuki. Pria sepertinya kalau pakek masker Niveman nanti malah kayak cewek.. mending pakek sabun cuci muka gracier men, wajah tampak bersih putih dan mempesona.."
"..... Kalian, sepertinya tata krama belum ditemukan dalam diri kalian." Pria paruh baya itu pun mulai nampak kesal dengan perkataan yang dilontarkan oleh Izumi dan juga Hozuki.
Tak berselang lama, angin malam pun berhembus semakin kencang hingga membuat api unggun yang menghangatkan mereka bertiga pun padam. Dan, sesekali juga terdengar suara burung hantu dan aungan serigala yang membuat suasana malam sedikit mencekam.
Kemudian, pria paruh baya itu pun langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Izumi dan Hozuki begitu saja. Akan tetapi, "Oey, Paman!! Tunggu kami!!" Karena mereka berdua tidak tahu seluk beluk pulau Lunarian ini, secara terpaksa, Izumi dan Hozuki pun langsung berjalan mengikuti pria paruh baya itu dibelakang.
"Oey, Paman. Kau mau pergi kemana?" tanya Hozuki.
"Menuju ke Crystalline Town. Jaraknya cukup jauh dari sini. Kemungkinan, beberapa jam lagi kita akan sampai disana.."
"Apa ada makanan Pizza?!! Aku lapar dan ingin memakan sebuah pizza jumbo ala pizza hits..!! Pasti enak dan lezat.." ucap Izumi.
Pria paruh baya itu pun melirik ke arah Izumi dan Hozuki yang berjalan mengikutinya dibelakang, ia tersenyum menyeringai, seolah-olah telah merencanakan sesuatu terhadap mereka berdua.
Satu jam pun berlalu, mereka bertiga terus berjalan menelusuri hutan, sesekali mereka beristirahat untuk meringankan beban kaki. Setelah itu, mereka bertiga pun melanjutkan perjalanannya kembali.
Dua jam pun berlalu, Izumi, Hozuki, dan pria paruh baya itu dihadang oleh segerombolan hewan-hewan buas. Akan tetapi, Izumi dan Hozuki tanpa segan langsung menghabisi hewan-hewan buas tersebut. Namun, sebelum melanjutkan perjalanannya kembali, mereka berdua mengingat sesuatu, "Daging"
Mereka bertiga pun beristirahat kembali, menyalakan api unggun kembali, dan memanggang daging hasil hewan-hewan buas yang Izumi dan Hozuki kalahkan.
Beberapa saat kemudian, setelah selesai makan dan merasa cukup kenyang, Izumi, Hozuki, dan pria paruh baya itu kembali bergegas menuju ke Crystalline Town.
Dan... akhirnya mereka bertiga pun sampai di Crystalline Town.
Crystalline Town merupakan sebuah kota kecil yang berada di pulau Lunarian, dimana saat ini, kota tersebut sedang mengadakan pesta penyambutan Hibito Kurosaki, salah satu petinggi dari anggota Elite yang bertanggung jawab atas pertahanan, perpajakan, maupun perkeja paksa.
Selain itu, ketika Izumi dan Hozuki sampai di Crystalline Town. Mereka berdua pun berbinar-binar dan terpukau ketika melihat lampion warna-warni yang terbang menghiasi langit Crystalline Town.
"Sugoi..!!"
"He-hebat..!!"
Tak berselang lama setelah Izumi dan Hozuki menikmati pemandangan kembang api, mereka berdua pun mengamati sekitar dan melihat banyaknya orang-orang yang membawa bendera bertuliskan "Hibito Kurosaki"
"Hibito Kurosaki?" gumam Izumi, ia memegang dagunya sembari mengamati bendera tersebut lebih seksama.
"Oey, Paman. Apa kau tahu siapa itu Hibito Kurosaki? Sepertinya orang-orang ini akan menyambut kedatangannya." tanya Hozuki, namun ketika ia menoleh ke arah pria paruh baya tersebut. Tiba-tiba pria paruh baya itu menghilang begitu saja.
"Eh?"
"Kemana dia?"
Izumi dan Hozuki pun sedikit terheran-heran ketika pria paruh baya yang sedang bersamanya itu tiba-tiba menghilang tanpa berpamitan dengan mereka berdua.
Meski begitu, Izumi dan Hozuki tak mau ambil pusing untuk memikirkan pria paruh baya yang tak cukup penting bagi mereka. Lalu, mereka berdua pun langsung berjalan menelusuri Crystalline Town untuk mencari sebuah kedai makanan dan...
Beberapa saat kemudian..
Terlihat Izumi dan Hozuki yang berjalan di tengah kerumunan orang. Namun, sepertinya mereka berdua terlalu banyak makan dan membuat perut mereka sedikit gendut.
"Aduh, enaknya. Tak kusangka ada pizza hits di tempat seperti ini." ucap Izumi, ia mengelus-elus perutnya karena kekenyangan.
"Yoi, benar sekali. Ternyata pizza hits rasanya enak juga ya. Lain kali aku akan membelinya lagi untuk yang lainnya.." ucap Hozuki.
Namun, pria paruh baya yang sempat menghilang tadi pun tiba-tiba muncul di depan Izumi dan Hozuki yang sedang merasa kekenyangan, "Hai kalian berdua. Maaf meninggalkan kalian berdua, karena aku ada urusan penting.."
"Hadeuh, kau kemana saja, Paman? Sayang sekali, kau tidak bisa menikmati pizza hits bersama kami." ucap Izumi.
"Benar, kalau kau mencicipi pizza hits, aku yakin kau akan ketagihan, Paman. Huehehe.." ucap Hozuki.
Dan, kemudian, pria paruh baya itu pun langsung memborgol Izumi dan Hozuki tanpa alasan yang jelas, "Grggg.."
Izumi dan Hozuki pun terkejut ketiga kedua tangannya tiba-tiba diborgol oleh pria paruh baya tersebut. Mereka berdua kebingungan dengan apa yang terjadi. Lalu, Izumi pun bertanya, "Hoey, Paman..!! Apa maksudmu memborgol kami seperti ini..!!"
Disisi lain, dengan raut wajah polos, Hozuki pun juga bertanya kepada pria paruh baya tersebut, "Siapa kau sebenarnya?"
"Astaga, sepertinya aku lupa memperkenalkan diri kepada kalian ya? Kalau begitu biar kuperkenalkan diriku. Namaku adalah Hibito Kurosaki.."
Sesuatu yang tak disangka-sangka, ternyata sosok pria paruh baya yang bersama dengan Izumi dan Hozuki selama ini adalah Hibito Kurosaki, salah satu petinggi dari anggota Elite.
B E R S A M B U N G
Jangan lupa like, coment, dan share, supaya Author bisa menulis cerita yang lebih menarik lagi. See you next chapter hehe.