Cosplay

Cosplay
Chapter 399 - Kilas Balik.



Flashback beberapa saat yang lalu, ketika Izumi, Xia dan yang lainnya masih berada didalam gedung tepat sebelum ledakan terjadi.


Fischl sudah keluar dari gedung menggunakan balonnya dengan membawa beberapa anak buahnya. Dan disaat yang bersamaan, Davidestorm dengan segenap kekuatannya pun mencoba untuk menciptakan sesuatu yang besar melalui kamera ajaibnya.


Sesuatu yang besar hingga membuatnya harus mengeluarkan stamina yang cukup besar juga demi menciptakan benda ini.


"Gawat!! Semua jalan yang menuju pintu keluar sudah terkunci!! Kita sudah tak punya jalan keluar lagi!! Apa yang harus kita laku-" Xia tampak begitu panik, dia benar-benar tak bisa membayangkan kalau harus mati didalam sebuah gedung yang akan meledak.


"Tenang, Xia-chan. Aku akan mencoba melakukan sesuatu meski harus mengorbankan nyawa." ucap Davidestorm.


Dan...


Tanpa basa-basi, Davidestorm pun menciptakan sebuah mobil penggali tanah. Dia masuk kedalam mobil itu lalu mengajak yang lainnya untuk masuk juga. Izumi, Killa, Vika, dan Yoshino pun masuk ke dalam mobil tersebut. Xia pun masih terheran-heran kenapa Davidestorm bisa menciptakan alat seperti itu. Xia menganggap bahwa Davidestorm mempunyai kekuatan sihir yang sangat berguna.


Xia, Pilkington, dan Dapidson pun menyusul masuk ke dalam mobil tersebut. Sekilas beberapa orang dari pihak pro dan kontra juga berlari ke arah mobil penggali tanah yang diciptakan Davidestorm. Namun, mereka telah terlambat..


Beberapa detik sebelum ledakan itu terjadi, Davidestorm pun menyalakan mobil itu pun mulai menggali tanah, dan menciptakan sebuah lubang dengan kedalaman puluhan meter.


Lalu ledakan pun terjadi, "Duarr!!!" Ledakan itu terdengar kencang pada saat mereka sudah berada puluhan meter didalam tanah. Terlihat Xia terkejut dengan suara ledakan itu dan dengan spontan langsung menutup kedua telinganya. Xia tak bisa berkata apa-apa lagi. Dia tak menyangka salah satu politikus itu berbuat sekeji ini bagaikan iblis.


Davidestorm sudah mengendarai kendaraannya dengan cukup dalam, dan sampai pada akhirnya dia menembus sebuah terowongan bawah tanah, dan tepat dibawah terdapat sebuah air yang diduga sebagai tempat pembuangan air.


Terlihat terdapat sebuah jalan disebelah aliran air yang sangat panjang. Davidestorm, Xia, Izumi, Yoshino, Killa, Vika, Pilkington, dan Dapidson pun turun dari mobil penggali tanah itu dan berpijak ke jalanan yang tepat berada di sebelah aliran air.


Mereka tampak kebingungan karena didalam sangatlah gelap, meski tidak terlalu gelap. Sebenarnya Davidestorm ingin menciptakan sebuah lilin, akan tetapi setelah dia menciptakan mobil penggali tanah, ia tak bisa mencintaptakan benda apapun selama satu jam.


Namun mereka tidak kehilangan akal, mereka pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti arah aliran air. Mereka terus berjalan dan berjalan. Sudah cukup jauh mereka berjalan, dan pada akhirnya mereka melihat sebuah cahaya yang muncul dari kejauhan.


Mereka mendekat ke arah cahaya tersebut.


Semakin dekat.


Dan semakin dekat.


Dan...


Mereka melihat sebuah anak tangga yang mengarah ke atas tepat di penghujung jalan. Ternyata cahaya itu berasal dari atas. Tanpa basa-basi pun Izumi dan kawan-kawan langsung menaiki anak tangga itu secara bergantian.


Dan setelah itu, Xia pun dikejutkan dengan sebuah pemukiman rahasia yang tak pernah ia tahu selama hidup di Negara Grousse Kontinent ini.


"Tempat apa ini?"


Xia bertanya-tanya dalam pikirannya sembari menoleh kanan-kiri. Sepintas dia melihat sebuah bendera Negara Grousse Kontinent dengan coretan warna merah menyilang.


Setelah beberapa saat mencari informasi, pemukiman ini bernama Feuer City. Sebuah pemukiman kecil yang diduga sebagai basecamp dari orang-orang yang tidak suka terhadap pemerintah alias para pemberontak.


Dimana dalam waktu dekat, mereka akan melakukan aksi revolusi untuk menggulingkan pemerintahan pusat yang telah diisi oleh pejabat-pejabat korup yang merugikan rakyat.


Mendengar hal itu, Xianfeng pun mulai paham dan mengerti sekaligus merasa lega karena Xia berhasil selamat dari ledakan itu.


"Aku tidak bisa membayangkan kalau kau mati, Xia!! Aku tidak bisa hidup tanpamu!!" teriak Xianfeng merengek.


"Lihatlah, ada drama kebucinan yang sangat memuakkan." ejek Yoshino.


"Hei, Yoshino! Apa kira-kira dia bisa hidup tanpa oksigen?" tanya Davidestorm.


"Jangan terlalu dianggap serius, Davidestorm. Cinta itu hanya sebatas omong kosong belaka. Cinta itu tidak logis.." ucap Davidestorm.


"Huh? Kau bilang begitu karena tidak punya pacar kan? Iri bilang boss!!!" Xianfeng mengejek balik Yoshino.


"Cih. Apa gunanya mempunyai pacar. Aku hanya menyukai pedang." ucap Yoshino.


"Bodoh kau, dasar maniak pedang!! Nikahin saja pedang jelekmu itu, bodoh!! Dasar abnormal!!" ucap Xianfeng.


"Batsss!!!" Yoshino langsung melakukan tebasan dengan sangat cepat ke arah Xianfeng. Dan tebasan itu hanya berhasil memotong beberapa helai rambut Xianfeng.


Xianfeng pun ketar-ketir setelah mengetahui Yoshino berniat membunuhnya, "H-Hoi!! Kau sudah gila ya mau membunuhku!! Oey, Xia!! Jangan berteman dengannya!! Dia itu pembunuh!!"


"HENTIKAN KALIAN!!!" teriak Xia.


Xianfeng pun langsung diam. Dia keringetan setelah melihat Xia memasang raut wajah marah, "Gomenasai, Xia!!!! Aku takkan mengulanginya lagi!!!"


"Xia, aku masih bingung dengan negara ini, Bisakah kau ceritakan apa yang terjadi dengan Negara ini?" tanya Izumi.


"Ya. Aku juga masih sangat heran dengan keadaan di Negara ini. Bahkan sampai ada sebuah pemukiman yang berdiri dari orang-orang pemberontak." ucap Killa.


"Mereka para pemberontak menyebut mengatakan sebuah revolusi, itu berarti, dalam jangka waktu dekat akan terjadi sebuah perang saudara? Apa benar seperti itu, Xia?" tanya Vika.


"..... Benar. Kemungkinan seperti itu. Kondisi Negara ini dimana politiknya sudah mulai memanas, ditambah para pejabat dari pemerintah yang suka melakukan tindakan korup secara terang-terangan yang membuat rakyat menjadi miskin." ucap Xia.


"Termasuk orang yang terbang menggunakan balon itu?" tanya Izumi.


"Benar. Dia bernama Fischl Konstantine. Saat ini pejabat yang menguasai Working City dan menguras semua anggaran yang akan dipergunakan untuk membangun atau kebutuhan masyarakat adalah mereka, Konstantine bersaudara." Jawab Xia.


"Konstantine bersaudara?" gumam Yoshino.


"Aku bertekad untuk menegakkan keadilan di Negara ini. Karena masih ada pejabat lain di Negara ini selain Konstantine bersaudara yang bertindak semena-mena." ucap Xia.


"Mereka itu benar-benar biadab. Aku sama sekali tidak menyukai Konstantine bersaudara itu. Mereka itu benar-benar telah dibutakan oleh kekuasaan dan uang!!" geram Xianfeng.


"Baiklah. Pertama-tama, aku akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Negara Grousse Kontinent ini. Kali ini ceritanya agak sedikit panjang, jadi semoga kalian tidak tertidur saat aku bercerita nanti." ucap Xia.


B E R S A M B U N G